Pep Guardiola

Pep Guardiola Ungkap Rahasia Sukses Pecundangi Manchester United

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Kemenangan meyakinkan Manchester City atas seteru sekota mereka, Manchester United semakin meneguhkan The Citizens di puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris 2018/19.
Skuat besutan Pep Guardiola sukses memecundangi tamunya itu dalam lanjutan pentas domestik pekan 12 di Etihad Stadium, Senin (12/11/2018) dini hari WIB dengan skor impresif 3-1.
David Silva, Sergio Aguero dan Ilkay Gundogan menjadi donatur atas kemenangan timnya itu di menit 12, dan di interval kedua menit 48 dan menit 86.
Tekuk Rival Sekota, Manchester City Kokoh di Puncak Klasemen
Manajer Manchester City – Pep Guardiola (thesun.co.uk)
Sedangkan United hanya mampu menyarangkan satu gol di laga bertajuk derby Manchester itu lewat kreasi Anthony Martial di menit 58 lewat eksekusi titik putih atau tendangan penalti.
Dengan hasil impresif ini, Blue Manchester pun belum tergoyahkan di puncak klasemen dengan raihan 32 poin dari sepuluh kemenangan, dua bermain imbang dan minus kekalahan.
Sang manajer, Pep Guardiola pun mengaku senang dengan hasil tersebut, kendati ia mengaku sempat khawatir dengan momen comeback dramatis United saat bertemu mereka musim lalu yang bisa terulang.
Namun, ia akhirnya bisa bernafas lega, setelah sepuluh pemainnya ditambah sang kiper mampu rasa takut untuk menyegel skor kemenangan 3-1 tersebut.
“Di babak pertama kami bermain dengan sedikit rasa takut. Kami tidak ingin kehilangan bola, tapi kami tidak menyerang dengan cara terbaik,” kata Guardiola kepada Sky Sports seperti dikutip dari Goal.
“Para pemain ingin bermain bagus di hadapan fans. Kami tahu bagaimana pentingnya laga melawan United,” sebut dia.
“Kami tidak boleh melupakan sejarah jika kami selalu berada di belakang United. Jelas bisa dipahami (membuat timnya gugup), terutama ketika dalam situasi yang terjadi pada musim lalu, tapi kami bereaksi dengan baik dan gol Sergio Aguero membantu kami bermain lebih baik,” tuturnya.
(qur/pojoksatu)

Man City Menggila, Pep Guardiola: Sinyal Juara Belum Kuat!

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester City tampil ganas dan trengginas dengan menggilas Shaktar Donestk enam gol tanpa balas di Matchday 4 Liga Champions, Kamis (8/11/2018) dini hari WIB.
Setengah lusin gol The Citizens masing-masing didonasikan David Silva (13), Gabriel Jesus (24 pen), R. Sterling (48), Gabriel Jesus (72 pen), R. Mahrez (84) dan Gabriel Jesus (90+2).
City pun makin kokoh di puncak klasemen sementara Grup F dengan raihan sembilan poin dari tiga kemenangan dan sekali kalah.
Namun begitu, sang manajer, Pep Guardiola tak ingin gegabah soal kans juara. Menurutnya, sinyal kampiun musim ini masih belum terlihat.
Guardiola bahkan mengemukakan jika timnya  belum siap meraih gelar Liga Champions musim ini. Dia mengaku belum merasakan aura yang dibutuhkan untuk jadi kampiun turnamen prestise tersebut.
“Kami butuh dorongan dari semua orang yang jadi bagian dari Manchester City bahwa kami bisa memenangkan gelar Liga Champions. Namun faktanya, kami belum merasakan dorongan itu dari para fans,” tutur Pep kepada Daily Star seperti dikutip dari Goal.
Menurutnya, City butuh sesuatu yang spesial agar bisa memenangkan Liga Champions musim ini, dan ia merasa timnya belum punya.
“Saya merasa bahwa kami merupakan tim yang bagus, tim yang hebat. Tapi Anda butuh sesuatu yang spesial untuk bisa juara Liga Champions. Sayang, sampai sekarang saya masih belum merasakannya,” tuturnya.
“Satu hal yang pasti adalah kami semakin dekat setiap musimnya. Hidup berjalan, jika Anda gagal musim ini, Anda bisa mencobanya kembali musim depan. Cepat atau lambat, kami akan memenangkan Liga Champions,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Manchester City Panen Gol, Sang Manajer Sanjung Puji Pemain Ini

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester City terlalu perkasa untuk Southampton setelah menggulung lawannya itu dengan skor telak 6-1 dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan 11 di Etihad Stadium, Senin (5/11/2018) dini hari WIB.
Setengah lusin gol tuan rumah didonasi Sergio Aguero di menit 12, David Silva menit 18, Leroy Sane menit 90+1 dan brace Raheem Sterling di menit 45+2 dan menit 67.
Sedangkan satu gol lainnya sumbangan Hoedt yang melakukan aksi gol bunuh diri di awal pertandingan atau menit 6. Sementara satu gol tim tamu disarangkan Ings di menit 30 lewat eksekusi tendangan penalti.
Dalam pertandingan tersebut, Raheem Sterling benar-benar menunjukkan kelasnya. Selain mencetak dwigol, ia juga punya andil bagi lahirnya dua gol lainnya lewat assistnya.
Tidak heran bila kemudian sanjungan membanjiri Sterling usai laga, tak terkecuali dari manajernya, Pep Guardiola.
Pep Menilai, pemain berusia 23 tahun itu adalah Man of The Match pertandingan dan menyebut Sterling telah hadirkan performa luar biasa.
“Raheem Sterling adalah pemain papan atas. Dia bisa menjadi pemain yang lebih baik lagi jika memiliki kemauan yang kuat,” tutur Pep seperti dikutip dari Sky Sports.
Pep pun mengatakan, Sterling adalah bintang masa depan terlebih dengan usianya yang masih terbilang muda saat ini.
“Sterling masih muda. Dia memiliki atribut yang lengkap untuk menjadi pemain top. Saat ini, kemampuannya hampir komplet,” sebutnya.
“Bersama Leroy Sane, dia menunjukkan performa yang luar biasa, dengan atau tanpa bola. Mereka masih memiliki banyak ruang untuk berkembang,” sambung Pep.
“Sterling adalah satu di antara pemain penting di klub ini. Dia tidak hanya mencetak gol, tapi juga bisa memberikan assist untuk rekan-rekannya,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Tak Ada MU, Pep Guardiola Sebut 5 Klub Ini Berpeluang Juara

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Liga Primer Inggris musim 2018/19 baru seperempat jalan,  namun manajer Manchester City, Pep Guardiola sudah punya catatan sendiri perihal tim-tim yang punya kans juara.
Dikemukakan manajer asal Catalonia, Spanyol itu, ada lima tim yang bisa memenangkan titel Liga Primer Inggris musim ini, salahsatunya tentu tim besutannya sendiri.
Selain City, sebut dia, Liverpool, Arsenal, Chelsea dan Tottenham Hotspur juga punya kans yang sama di akhir musim ini alias kampiun.
Tanpa mengecilkan yang lain, Pep pun menyebut City dan Liverpool paling diunggulkan di antara kandidat lainnya.
“Saya tidak ragu tentang itu. Hanya ada dua perbedaan antara empat, lima atau enam tim. Mereka semua sangat kuat,” katanya kepada Omnisport seperti dikutip dari Sportkeeda.
Ciy sendiri bersiap melakoni laga berat kontra Spurs di pekan ke 10, Selasa (30/10/2018) dini hari WIB. “Anda melihat susunan pemain 11, 12, 13 pemain pertama dari Tottenham selama lima atau enam tahun terakhir, Tottenham selalu di sana,” katanya.
“Mereka adalah kekalahan pertama saya di sini dan saya menyadari betapa kuatnya mereka. Musim lalu kami bermain sangat baik di kedua pertandingan, tetapi mereka punya manajer yang bagus dan pemain bagus,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Rivalitas dan Prestasi Lionel Messi dan Ronaldo Adalah yang Terbaik dalam Sejarah!

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi adalah dua sosok maestro lapangan hijau yang bersinar dalam sepuluh tahun terakhir ini.
Keduanya pun telah ditempatkan dalam rivalitas yang sangat tinggi. Hebatnya baik Messi maupun Ronaldo kini telah sama-sama mengoleksi 5 Ballon d’ Or.
Pep Guardiola, manajer Manchester City yang pernah membesut salahsatu pemain terbaik dunia itu menyebut era Ronaldo dan Messi saat ini adalah era terbaik daa sejarah sepak bola dunia.

Kendati tahun ini Luka Modric telah mematahkan dominasi keduanya setelah memenangkan gelar Pemain Terbaik Eropa dan Pemain Terbaik dunia versi FiFA, namun Pep memandang keduanya masih sebagai alien.
Dikatakan mantan pelatih Barcelona itu, periode persaingan Messi dan Ronaldo sebagai era yang fenomenal, mengingat persaingan yang ada bisa begitu konsisten hingga sudah menyentuh tahun kesepuluh.
“Leo (Messi) sangat kompetitif, ‘binatang buas’. Sifatnya ketika bermain membantu pemain lain untuk kompetitif juga. Dia benci kekalahan dan bermain seperti masih anak-anak,” tutur Pep kepada Four Four Two seperti dikutip dari Goal.
“Dalam pertandingan besar, jika tim mau membantu Messi, dia pasti bakal menjadi pembeda. Bersama dengan Cristiano (Ronaldo), kita semua hidup dan masih menyaksikan era dua fenomena,” lanjutnya.
“Mereka sudah melewati sepuluh tahun dengan mencetak 50 gol dalam semusim. Itu luar biasa. Masalahnya mereka melakukan hal tersebut bukan cuma dalam jangka waktu setahun, tapi tahun demi tahun, lagi dan lagi,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Riyad Mahrez Majal, Pep Guardiola Menyesal

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Manchester City sejatinya bisa sukses membawa pulang tiga poin dari Anfield jika tendangan penalti Riyad Mahrez tak melambung di atas mistar gawang.
Mahrez memang menyia-nyiakan kesempatan hadiah penalti yang diberikan wasit pada timnya di menit 86 setelah sepakannya melambung jauh tak terarah di atas mistar gawang.
City pun harus puas pulang membawa satu poin dan gagal memperlebar jarak dengan Liverpool di daftar klasemen sementara Liga Primer Inggris 2018/19.

Usai laga, sang manajer, Pep Guardiola menyampaikan permintaan maaf untuk publik fans The Citizens atas keputusannya menunjuk Mahrez sebagai algojo titik putih di laga tersebut.
Pasalnya, Pep mengaku dirinyalah yang meminta hadiah penalti itu dieksekusi Mahrez meski gagal menjadi pembeda.
Padahal, Gabriel Jesus telah maju ke depan untuk menendang bola,namun Guardiola menginginkan Mahrez yang mengeksekusinya.
“Dalam sesi latihan setiap hari, saya melihat Mahrez mengambil penalti, dan itu membuat saya percaya diri untuk menunjuknya,” kata Pep seperti dikuti dari The Guardian.
“Kegagalan kali ini akan menjadi pengalaman berharga bagi Mahrez, lain kali pasti masuk. Gabriel Jesus juga ingin mengambil penalti itu. Saya minta maaf. Itu adalah keputusan saya,” ungkapnya.
Pep sendiri menyebutkan, Sergio Aguero adalah penendang penalti utama timnya, namun sang bomber keburu ditarik keluar lapangan untuk digantikan pemain lain.
“Normalnya dalam enam atau tujuh bulan belakangan, semua penalti dieksekusi Aguero, tapi dia sudah ada di bench,” sebut dia.
“Mungkin kami butuh dua penalti untuk bisa mencetak gol. Saya tidak mau berbicara tentang wasit atau berbagai keputusannya. Kita seharusnya bicara soal pertandingannya saja, soal sepakbola,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Jelang Liverpool Vs Man City, Jurgen Klopp Puji Setinggi Langit Guardiola

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Laga sengit dan sarat gengsi akan tersaji di Anfield, Minggu (7/10/2018) malam WIB saat Liverpool menjamu Manchester City.
Laga tersebut dipastikan akan berlangsung sangat ketat mengingat kedua tim kini tengah berada di puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris.
Keduanya kini sama-sama mengemas 19 poin, namun The Citizens berhak berada paling atas karena unggul secara jumlah gol.
Terlalu Dini, Jurgen Klopp Ogah Bicara Peluang Juara

Bagi Liverpool sendiri, laga nanti sedikit diuntungkan karena akan dimainkan dihadapan dukungan penuh suporternya.
Selain itu, Liverpool punya bekal besar jika melihat statistik pertandingan terakhir mereka yang mampu membungkam City tiga kali dari empat pertemuan di semua kompetisi.
Namun begitu, dikemukakan sang manajer, Jurgen Klopp, ia tak ingin menganggap enteng lawannya itu mengingat City ditukangi Pep Guardiola.
Klopp pun memuji Guardiola sebagai manajer terbaik di dunia. “Saya telah mengatakannya beberapa kali, bahwa jika kami tidak menjadi kampiun musim lalu, Manchester City sangat diterima (sebagai juara),” ujar Klopp kepada Sky Sports seperti dikutip dari Goal.
Klopp pun menaruh respek atas pencapaian Guardiola bersama timnya karena telah melakoni musim yang istimewa tahun lalu.
“Saya sangat menghormati itu, bahkan saya menyukai itu. Saya sangat suka menyaksikan mereka,” ujarnya.
“Respek saya untuk Pep Guardiola amat besar, dia manajer terbaik dunia dan oleh karena itu bermain melawan tim asuhannya sangat sulit, tapi juga sangat menarik,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)