performa real madrid

Cuma ‘Bongkar Mesin’ yang Bisa Selamatkan Real Madrid dari Inkonsistensi

POJOKSATU.id, MADRID – Real Madrid benar-benar tampil inkonsistensi sejauh musim ini setelah dipecundangi Barcelona dihadapan publik sendiri di Santiago Bernabeu, Minggu (3/3/2019) dini hari WIB.
Los Blancos kehilangan poin dalam lanjutan La Liga Spanyol jornada 29 lewat gol semata wayang Ivan Rakitic di menit.
Kendati menempati peringkat ketiga klasemen sementara La Liga, namun kans mereka untuk bersaing dalam perburuan titel juaa La Liga musim ini nyaris pupus.

skuat besutan Santiago Solari itu kini terpaut selisih 12 angka dari Barcelona yang makin kokoh di puncak klasemen dengan raihan poin.
Menyoroti performa turun-naik juara tiga kali beruntun Liga Champions itu, mantan pelatih Real Madrid, John Toshack pun angkat suara dang menyarankan Santiago Solari selaku pelatih saat ini melakukan perombakan besar-besaran dalam skuatnya.
Toshack bahkan mengimbau Madrid untuk merombak setengah dari skuatnya sekarang agar bisa tetap memertahankan kejayaan dan kelasnya sebagai salahsatu tim terbaik La Liga dan juga di Eropa.
“Real Madrid harus merombak setengah dari skuatnya saat ini, bukan cuma Marcelo. Mereka tidak bisa bertahan di tempat yang sama seperti tiga musim terakhir, dengan pemain yang ada sekarang,” tutur Toshack seperti dikutip dari Marca.
Selain menyoroti performa tim di lapangan Toshack rupanya aktif mengamati perilaku keseharian para pemain Los Blancos, terutama pada sosok Gareth Bale.
“Untuk Gareth Bale, dia seharusnya belajar bahasa Spanyol untuk menghormati orang-orang di sekitarnya. Dengan segala hormat, dia seharusnya sudah bisa berbicara bahasa Spanyol sejak lama,” ujarnya.
Kondisi Inkonsistensi Real Madrid saat ini, diakui Toshack tidak terlepas dari kepergian dua sosok vital dalam beberapa musim terakhir di Santiago Bernabeu, yakni Zinedine Zidane sang pelatih dan Cristiano Ronaldo sang superstar.
“Kepergian Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo adalah kehilangan yang sangat besar buat Madrid. Butuh waktu untuk menemukan pengganti yang sepadan buat keduanya,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)