persebaya surabaya

Djanur Lega Hansamu Yama Resmi ke Persebaya

POJOKSATU.id, SURABAYA – Hansamu Yama Pranata resmi menambah kekuatan skuat Perbaya. Kehadirannya akan membuat lini belakang Persebaya makin tangguh.
Diketahui, perburuan terhadap Hansamu sudah dilakukan sejak pertengahan Desember 2018 lalu.
Setelah mencapai kesepakatan pada 28 Desember, Hansamu Yama akhirnya diresmikan sebagai pemain Persebaya, Rabu (16/1) siang.
Kehadiran Hansamu Yama, membuat sang pelatih Djadjang Nurdjaman atau akrab disapa Djanur lega.
“Hari ini saya merasa lega karena benar-benar fixed,” kata Djanur, dilansir JawaPos.
Disebutkan, perekrutan Hansamu Yama memang sesuai dengan kebutuhan tim.
Pasalnya, komposisi bek tengah Persebaya berkurang karena Fandry Imbiri hijrah ke Madura United. Hansamu Yama adalah kepingan terakhir untuk menutup lubang itu.
“Selain statusnya sebagai pemain timnas, dia juga pemain hebat. Jadi di lini belakang kami sepertinya sudah lengkap,” jelasnya.
Dengan kehadiran Hansamu Yama, maka slot pemain belakang Persebaya telah terisi penuh. Sebelumnya Persebaya sudah memiliki Rachmat Irianto, Otavio Dutra, M Syaifuddin, Andri Muliadi, Ruben Sanadi, Novan Setya Sasongko, dan Abu Rizal Maulana.
“Saya rasa delapan orang di lini belakang sudah cukup. Jadi tidak perlu menambah pemain lagi di pertahanan,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)

Persebaya Kecolongan Lagi, Evan Dimas Resmi Gabung Barito Putera

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Gelandang Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono resmi bergabung dengan Barito Putera, Selasa (25/12/2018) malam. Evan lebih memilih Laskar Antasari ketimbang Persebaya Surabaya yang lebih dulu mengejar mantan pemain Selangor FA itu.
Sebelumnya, Persebaya juga kecolongan dalam perburuan Andik Vermansah. Di mana winger lincah yang jadi target utama Bajul Ijo malah bergabung dengan Madura United.
BACA JUGA: Jadwal Bola Malam Ini, 26 Desember: MU, Liverpool, Juve Hingga Inter Milan
Tadi malam, Barito resmi memperkenalkan Evan Dimas sebagai pemain anyar mereka dengan kontrak berdurasi satu tahun.
Seperti halnya Andik Vermansah, Evan Dimas merupakan pemain yang dikaitkan dengan Persebaya belakangan ini. Bersama Hansamu Yama, Evan dan Andik merupakan pemain yang diharapkan Bonek gabung ke Persebaya di awal musim 2019.
Andik Vermansyah bersama pemain Persebya Irfan Jaya dan pemain jebolan Persebaya di TImnas Indonesia, Evan Dimas Damono serta Hansamu Yama.
Akan tetapi, pada akhirnya Evan Dimas lebih memilih berlabuh ke Barito Putera. Ia akan menghabiskan musim 2019 di Kota Banjarmasin.
Proses penandatanganan kontrak dilakukan di kediaman bos Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, di Jalan Hang Tuah Raya, Jakarta, Selasa (25/12/2018) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Evan sendiri sudah bertolak ke Jakarta sejak Selasa siang.
BACA JUGA: Jika Mourinho Kembali ke Real Madrid, Sang Kapten Angkat Kaki!
“Kami bersyukur Evan Dimas sudah bergabung dan menjadi bagian keluarga besar PS Barito Putera,” ucap Harnur dalam laman resmi klub, Selasa malam.
Hasnur pun berharap Evan Dimas membawa prestasi untuk Barito Putera. “Semoga hadirnya Evan bisa membawa keberkahan bagi kita, dan Barito bisa berprestasi di tahun 2019. Amin Allahummaamin,” harap anggota DPR RI periode 2014-2019 ini.
(jpc/fat/pojoksatu)

Hadapi Mantan Klubnya, Djanur: Tidak Ada Dendam dengan PSMS

POJOKSATU.ID, MEDAN – Persebaya Surabaya akan meladeni tuan rumah PSMS Medan, di Stadion Teladan, Sabtu (1/12/2018) malam ini. (siaran langsung Indosiar pukul 18.30 WIB). Laga ini akan jadi reuni bagi Djajang Nurdjaman, pelatih Bajul Ijo.
Djanur punya kenangan manis bersama PSMS Medan. Dialah yang membawa Ayam Kinantan –julukan PSMS– promosi di Liga 1 musim ini. Ternyata, ketika di level teratas, performa tim jeblok dan Djadjang tersingkir dari kursi pelatih.
Meski begitu, pria yang disapa Djanur tersebut tidak datang untuk bernostalgia ataupun membawa dendam. Pelatih asal Majalengka itu hanya inginkan kemenangan.
BACA JUGA:
Ini Daftar Pemain Absen di Laga Real Madrid Vs Valencia
Jadwal Bola Hari Ini, Sabtu 1 Desember: Persib, Persebaya, MU Hingga Real Madrid
Liga Champions untuk Sementara Aman, Juventus Kembali Fokus ke Domestik
Kebetulan, selain karena tren performa Green Force sedang dahsyat, dia juga paham betul dengan skuad PSMS. ”Tim ini (PSMS) mayoritas saya yang bentuk,” kata pelatih 54 tahun itu.
Selain itu, fans PSMS juga masih sayang kepada Djanur. Terbukti, setelah melakoni sesi jajal lapangan di Stadion Teladan, Medan, kemarin sore, Djanur masih diburu fans PSMS untuk diajak foto bersama.
PSMS Medan. (liga-indonesia.id)
Meski begitu, Djanur menepikan segala nostalgia. ”(Tugas) Saya sudah cukup dengan menaikkan PSMS ke Liga 1,” tambah Djanur. Karena itu, dia meminta anak asuhnya tak sungkan dan habis-habisan meraih tiga poin. Meski dia sadar kekalahan akan membawa mantan timnya makin tenggelam di dasar klasemen.
Djanur pun menegaskan tidak ada dendam pada mantan klubnya itu. ”Perpindahan klub bagi pelatih adalah hal yang wajar. Dan, ketika saya membela satu tim, pasti saya mati-matian untuk meraih kemenangan, termasuk lawan PSMS besok (hari ini),” tambah mantan pelatih Persib Bandung itu.
Lagipula, Djanur merasa belum puas dengan hanya finis di posisi keeenam. ”Saya mengincar kemenangan di dua laga sisa. Kami masih bisa finis di posisi ketiga, itu posisi terhormat. Kalau bisa, kenapa nggak dikejar?” terangnya.
(fat/pojoksatu)

Ini Daftar Pemain Persebaya yang Dibawa ke Medan

POJOKSATU.ID, SURABAYA – Persebaya Surabaya menyiapkan 18 pemain guna menghadapi PSMS Medan di Stadion Teladan, Sabtu (2/11/2018). Tim berjuluk Bajul Ijo menatap lawatan ke Medan dengan motivasi tinggi.
Selalu bisa menang dan mencetak 14 gol dalam empat laga terakhir, Persebaya kini menjadi momok menakutkan bagi tim lawan. Padahal di awal musim mereka sempat terseok-seok di papan bawah.
Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman juga bisa bernafas lega. Sebab, Irfan Jaya sudah kembali usai membela Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2018.
BACA JUGA:
Sesuai Kesepakatan, Bali United Putus Kontrak Sang Pelatih
Banting Rak Botol Minuman, Jose Mourinho Lolos Sanksi
Dengan adanya Irfan, pelatih yang akrab disapa Djanur leluasa memilih pemain di lini serang. Apalagi Oktafianus Fernando yang selama ini jadi andalan harus menjalani akumulasi kartu.
“Kembalinya Irfan menjadi kabar baik bagi saya. Karena kami kehilangan Oktafianus yang harus menjalani akumulasi kartu,” kata Djanur dikutip Pojoksatu.id dari Liga-indonesia.id.
Persebaya sendiri saat ini sudah aman dari ancaman degradasi. Menempati posisi ke-6 klasemen sementara, mereka mengoleksi 47 poin.
Berikut skuat Persebaya yang berangkat ke Medan:
Kiper: Miswar Saputra, Dimas Galih
Belakang : M. Syaifuddin, Fandry Imbiri, Otavio Dutra , OK John, Rachmat Irianto, Ruben Sanadi, Abu Rizal Maulana
Tengah : M. Hidayat, Misbakus Solikin , Fandy Eko Utomo, Rendi Irwan
Depan: Ferinando Pahabol, Osvaldo Haay, David Da Silva, Irfan Jaya, Riky Kayame
(fat/pojoksatu)

Bonek Sindir Polisi, Laga Dihentikan, Ini yang Dilakukan Kubu Persebaya

POJOKSATU.ID, SURABAYA – Pertandingan Persebaya Surabaya vs Bhayangkara FC, Senin (26/11/2018) malam sempat dihentikan wasit Faulur Rosy. Penyebabnya sejumlah pendukung Persebaya (bonek) terdengar menyanyi rasis.
Faulur pun menghentikan laga pekan ke-32 Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bung Tomo, tepat pada menit 36. Setelah dua menit kemudian, pertandingan kembali dilanjutkan.
Nyanyian dari Bonek menjadi alasan bagi Faulur untuk menghentikan pertandingan. Saat itu Bonek menyanyikan lagu yang menyindir polisi.
BACA JUGA:
Marcus Rashford Masuk Radar Real Madrid, Klaim Sang Legenda
Tidak Ada Gunanya Membahas Zlatan Ibrahimovic!
Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman dan asisten pelatih Bejo Sugiantoro langsung melakukan protes. Kapten Persebaya Rendi Irwan juga melancarkan hal yang sama.
General Coordinator Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Persebaya Ram Surahman juga ikut beradu argumen dengan wasit.
“Wasit mengatakan itu layak dihentikan karena berbau rasis. Kami berargumen dan bertanya mengenai letak rasisnya di mana. Mereka bilang bahwa hal itu merujuk instansi,” ucap Ram, Selasa (27/11).
Ram menambahkan, Faulur mencontohkan pertandingan di Madura yang sempat dihentikan karena alasan serupa.
Saya katakan “ini ngomong aturan, bukan yang kemarin-kemarin”. Setelah itu wasit tidak bisa berbicara lagi,” imbuh Ram.
Sementara itu, Djadjang berharap kejadian serupa tidak terulang lagi.
“Saya mengimbau Bonek untuk mendukung kami dengan cara yang santun, elegan dan tetap sportif,” kata pria yang karib disapa Djanur itu.
(jpc/fat/pojoksatu)

Bagi Djanur, Ini Arti Penting Kemenangan Persebaya Atas PSM Makassar

POJOKSATU.ID, SURABAYA – Persebaya Surabaya meraih kemenangan penting atas PSM Makassar pada pekan ke-30 Go-jek Liga 1 musim 2018. Sukses membungkam Juku Eja di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya terasa semakin spesial karena bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Sabtu (10/11/2018).
Surabaya yang merupakan Kota Pahlawan ini menjadi haru biru. Puluhan ribu suporter Persebaya dibuat bangga dengan kemenangan 3-0 atas PSM.
Gol-gol tim besutan Djadjang Nurdjaman dicetak Ferinando Pahabol, David Da Silva, dan Fandri Imbiri. Kemenangan yang didapat dengan cara elegan dan penuh heroik.
BACA JUGA:
Klasemen Liga 1 Pekan ke-30: Persija dan Persib Koleksi Poin Sama, PSM Masih Berkuasa
Diwarnai Dua Kesalahan Paulle dan Gol Dianulir, Persebaya Gulung PSM Makassar
Diimbangi Tim Juru Kunci, Persija Buang Kesempatan Dekati PSM Makassar
“Kemenangan yang sungguh spesial karena didapat bertepatan dengan Hari Pahlawan dan kami mendapatkannya di Surabaya yang merupakan Kota Pahlawan,” kata Djanur, atau Djadjang Nurdjaman dikutip dari Liga-Indonesia.id.
Djanur melanjutkan, kemenangan Persebaya ini menunjukkan timnya punya potensi besar untuk menjadi lebih baik ke depannya. Walaupun tidak mampu bersaing di papan atas, Persebaya memperlihatkan daya juang tinggi sebagai tim promosi.
“Persebaya sudah mencetak 53 gol di musim ini. Itu menjadi bukti kami kemampuan tim ini sangat merata,” tutur Djanur.
Kemenangan ini sendiri mengangkat posisi The Green Force ke peringkat 9 klasemen sementara Liga 1 musim 2018 dengan 41 poin.
Sementara bagi PSM, meski kalah masih berkuasa di puncak dengan 53 poin, unggul empat angka dari Persija Jakarta dan Persib Bandung di peringkat dua dan tiga yang sama-sama mengemas 49 poin.
(fat/pojoksatu)

Diwarnai Dua Kesalahan Paulle dan Gol Dianulir, Persebaya Gulung PSM Makassar

POJOKSATU.ID, SURABAYA – Laju pemuncak klasemen sementara Go-jek Liga 1 2018, PSM Makassar terhenti di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), markas Persebaya Surabaya. Pada laga pekan ke-30, Sabtu (10/11/2018) malam WIB, PSM takluk tiga gol tanpa balas.
Stadion GBT yang dikenal jadi kuburan tim papan atas dalam dua penampilan Bajul Ijo sebelumnya, kembali menunjukkan keangkerannya. Persebaya tampil superior dan membuat PSM tak berkutik.
Anak asuh Djadjang Nurdjaman memang menekan pertahanan PSM hampir sepanjang 45 menit pertama.
Sementara tim besutan Robert Rene Alberts yang notabene pemuncak klasemen sementara hanya menunggu di garis pertahanan, kemudian melancarkan serangan balik ketika menguasai bola.
BACA JUGA:
Babak I Persebaya Vs PSM: Blunder Paulle Bantu Bajul Ijo Unggul Sementara
Diimbangi Tim Juru Kunci, Persija Buang Kesempatan Dekati PSM Makassar
Lupakan Singapura, Timnas Indonesia Fokus ke Timor Leste
Strategi PSM sebenarnya berjalan cukup efektif, sebelum pada menit 40, Steven Paulle melakukan blunder. Bermaksud memberikan back pass kepada Rivki Mokodompit, ternyata sudah ditunggu Ferri Pahabol.
Pemain mungil itu terlebih dulu mengontrol bola dengan dada sebelum menceploskan Si Kulit Bundar dengan kaki kirinya. 1-0 Persebaya unggul.
Hingga babak pertama usai skor ini bertahan, sementara PSM masih kesulitan melakukan menciptakan peluang.
Di awal babak kedua, Rene Alberts melakukan perubahan dengan memasukkan Ferdinand Sinaga menggantikan Wasyiat Hasbullah. Sementara Djanur menjawab dengan memainkan top skorer sementara Liga 1, David Da Silva.
PSM mulai bermain terbuka. Beberapa peluang mampu dihasilkan Ferdinand Sinaga dan M Rahmat.
Bahkan tim Juku Eja sempat menjebol gawang Persebaya lewat sepakan Rahmat dari jarak dekat pada menit 57. Namun gol tersebut dianulir karena Ferdinand dianggap melakukan pelanggaran sebelum bola diterima Rahmat.
Da Silva akhirnya menggandakan keunggulan timnya pada menit 68. Kembali Paulle melakukan kesalahan saat mengantisipasi bola udara sehingga memudahkan Da Silva berlari sendirian membawa bola ke kotak penalti sebelum dituntaskan dengan sepakan kaki kanan. 2-0 Bajul Ijo unggul.
Pesta gol Persebaya dituntaskan oleh gol sundulan Fandri Imbiri pada menit 89 memanfaatkan umpan tendangan bebas Ruben Sanadi. Persebaya pun menang 3-0.
Kemenangan ini mendongkrak posisi Persebaya ke peringkat 9 dengan 41 poin. Sementara bagi PSM, meski kalah tetap berkuasa di puncak klasemen sementara Liga 1 dengan 53 poin. Mereka unggul empat poin dari Persib Bandung dan Persija Jakarta yang sama-sama mengemas 49 poin.
(fat/pojoksatu)

Prediksi Persebaya Vs PSM: Pemegang Takhta Masuk Kuburan Raksasa

POJOKSATU.ID, SURABAYA – PSM Makassar mengusung misi berat kala bertandang ke markas Persebaya Surabaya, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (10/11/2018) malam WIB. Juku Eja mengincar tiga poin untuk memperbesar peluang jadi kampiun musim ini.
Namun target tersebut tentu saja tidak akan mudah. Sebab Persebaya sangat tangguh jika tampil di GBT. Stadion kebanggaan warga Surabaya yang dijuluki kuburan bagi para tim raksasa.
Tujuh gol dicetak Bajul Ijo dalam dua penampilan terakhir di kandang. Yaitu menang 4-0 lawan Madura United dan Persija Jakarta dilibas 3-0.
Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman pun optimis tren positif anak asuhnya berlanjut saat menjamu PSM.
BACA JUGA:
Permalukan Persib, PSMS Medan Seret Sriwijaya FC ke Zona Degradasi
Kalah dari Singapura, Indonesia Perpanjang Rekor Buruk di Piala AFF
Arsene Wenger Tak Pernah Tolak Real Madrid karena Tak Pernah Ditawari
Apalagi, pertandingan akan berlangsung bertepatan dengan hari Pahlawan, momen di mana masyarakat Surabaya ketika tahun 1945 mampu mengusir pasukan sekutu yang hendak menguasai Indonesia kembali.
“Saya yakin momen ini akan menambah motivasi pemain, kebetulan bertanding pas tanggal 10 November, jadi ada untungnya. Momen ini membuat kami betul-betul bekerja keras,” ujar Djanur.
Melihat tren positif Persebaya di kandang sendiri, pelatih PSM, Robert Rene Alberts mengaku waspada. Dia menekankan betapa pentingnya Willem Jan Pluim dan kawan-kawan untuk bermain disiplin.
“Persebaya berhasil mengalahkan tim-tim besar di Kota ini. Jadi kita harus fokus dan disiplin soal bagaimana menghadapi pertandingan nanti,” kata pelatih asal Belanda tersebut.

5 Pemain Pilar Absen, Pelatih PSM Tetap Optimis Menang di Surabaya

POJOKSATU.ID, SURABAYA – PSM Makassar akan melakoni laga berat pada pekan ke-30 Go-jek Liga 1 musim 2018. Pasukan Ramang harus bertandang ke markas Persebaya Surabaya, Stadion Gelura Bung Tomo tanpa diperkuat lima pemain penting.
Kelima pemain yang absen membela Juku Eja pada laga Sabtu (10/11/2018) mendatang antara lain Reva Adi Utama yang terkena akumulasi kartu di barisan belakang.
Sedangkan untuk posisi gelandang, Asnawi Mangkualam Bahar, Marc Klok, dan Rizky Pellu juga harus absen.
Striker asing PSM, Alessandro Ferreira Leonardo alias Sandro, tengah menjalani pertandingan internasional bersama timnas Hong Kong.
BACA JUGA:
Preview Persib Vs PSMS: Abaikan Klasemen, Sama-sama Punya Misi Penting
Klasemen Go-jek Liga 1 Usai Pekan ke-29: Persib Gantikan Persija Sebagai Penantang Serius PSM
Klasemen Liga Champions: Baru Satu Klub Lolos 16 Besar, 6 Tim Dipastikan Tersingkir
Wajib Diwaspadai, Evan Dimas Sebut Singapura Sangat Berbahaya dalam Hal Ini
Meski tanpa lima pemain pilarnya, pelatih PSM, Robert Rene Alberts tetap optimis bisa membawa pulang tiga poin dari Surabaya.
“Saya mesti fokus kepada pemain yang siap saja. Tanpa lima pemain itu, memang ada pengaruhnya kepada kekuatan tim, tapi kami harus siap bisa menang melawan Persebaya,” ujar Robert Rene Alberts.
Pelatih asal Belanda itu mengaku sudah menyiapkan pengganti. Dia memastikan bakal menurunkan racikan terbaik agar anak asuhnya bisa tampil maksimal.
“Saya sudah siapkan pemain pengganti mereka. Masih ada beberapa pemain yang bisa dimainkan bukan pada posisi aslinya,” imbuhnya.

Tekad Persebaya Surabaya Putus Tren Positif Macan Kemayoran

POJOKSATU.id, SURABAYA – Persebaya Surabaya akan melakoni laga bertajuk Big Match saat menghadapi Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (4/11/2018) petang WIB.
Laga itu sendiri dijamin berlangsung seru dan sengit serta berjalan dalam tensi tinggi mengingat tingginya rivalitas suporter kedua tim.
Tampil dihadapan pendukungnya sendiri, Bonek Mania, tuan rumah pun telah menargetkan tiga angka di pertandingan lanjutan Go-Jek Liga 1 pekan ke-29 itu.
Resmi, Persija Minta Jakmania Tak Datang ke Surabaya
Namun begitu, diutarakan sang pelatih, Djajang Nurjaman alias Djanur, Macan Kemayoran bukanlah tim yang mudah dijinakkan.
“Persija tim yang berbahaya. Banyak (pemain) bahayanya,” kata Djanur seperti dikutip dari laman resmi klub.
“Meski nanti tanpa Renan (Da Silva) dan Riko (Simanjuntak), masih ada Rohit Chand, Novri Setiawan, dan Ramdani Lestaluhu. Belum lagi eksekusi bola-bola mati dari Ismed Sofyan,” ujarnya.
Selain itu, sebut Djanur, sosok Marko Simic yang telah kembali dalam performa terbaiknya patut diwaspadai.
Legiun asing asal Kroasia itu telah membukukan 13 gol dan selalu mencetak gol di empat pertandingan terakhir Persija.
“Kami harus mewaspadainya. Jika dia dapat keleluasaan, bisa berbahaya,” kata mantan pelatih PSMS Medan dan Persib Bandung itu.
Meski berat, Djanur menegaskan timnya akan berjuang sekuat tenaga untuk meraih hasil maksimal. Tidak ada pilihan lain bagi Persebaya selain merebut poin maksimal untuk menjauhi zona degradasi.
“Kami akui meski away, mental pemain Persija cukup bagus. Itu yang akan kami antisipasi,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)