Persib vs persija

Diterkam Maung Bandung 0-2, Pelatih Macan Kemayoran: Kami Lelah!

POJOKSATU.id, GIANYAR – Duel klasik Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (28/10/2019) malam berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Maung Bandung. Ini menjadi kekalahan ketiga Macan Kemayoran dalam lima laga terakhir di Shopee Liga 1.
Setelah bermain imbang tanpa gol di babak pertama, Persib mampu mencetak dua gol di paruh kedua melalui Frets Butuan dan Ezechiel N’Douassel. Tim asuhan Robert Rene Alberts bahkan punya kesempatan mencetak gol ketiga dari titik putih. Tapi eksekusi N’Douassel gagal.
BACA JUGA: Jadwal Bola Hari Ini, 29 Oktober: Persebaya, PSM, Man City, Inter dan Barcelona
Kekalahan tersebut membuat Persija masih terpapar di papan bawah, peringkat 14 dengan 24 poin. Sementara Persib naik ke peringkat 10 dengan 31 poin.
Usai pertandingan pelatih Persija, Edson Tavares menyebut timnya harus menelan kekalahan dari Persib karena kelelahan fisik yang dialami para pemainnya.
Tavares mengklaim jadwal bertanding anak asuhnya sangat padat di Liga 1 2019. Apalagi, tim harus melakukan perjalanan yang cukup jauh untuk bertanding dari laga satu ke laga lain.
“Setelah melawan Sleman, para pemain mulai merasa kelelahan. Tentunya, karena dalam empat pekan kami harus memainkan delapan pertandingan. Kami hanya memiliki waktu satu hari untuk recovery,” kata Tavares, dikutip dari laman resmi Persib.
BACA JUGA: Difavoritkan Raih Ballon D’Or Ketimbang Messi dan Ronaldo, Ini Kata Virgil Van Dijk
Di sisi lain, Tavares mengakui para penggawa Maung Bandung memang bermain lebih baik dan efektif pada laga tadi malam. Sementara para pemain Macan Kemayoran sulit mengembangkan permainan.
“Di babak pertama agak sedikit rumit karena kami masih mencoba mengatasi masalah fisik. Di babak kedua, kami mulai memainkan bola. Tapi di saat kami mencoba bermain, Persib justru mampu unggul dua gol dan memanfaatkan sisi kanan pertahanan kami,” kata pelatih asal Brasil itu.
(fat/pojoksatu)

Umuh Muchtar Berharap Situasi Kondusif dan Bobotoh Dewasa

POJOKSATU.id, BANDUNG – Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) meminta seluruh elemen bobotoh untuk dapat memahami situasi keamanan di Bandung setelah Polda Jawa Barat tak mengeluarkan izin pertandingan Persib kontra Persija Jakarta.
Dikatakan manajer Persib Umuh Muchtar, seluruh Bobotoh bersabar sampai suasana di Jawa Barat benar-benar dinyatakan kondusif dan memungkinkan untuk menggelar pertandingan sarat gengsi tersebut.
“Saya juga mengerti. Insya Allah, Pak Kapolda sudah janji, besok atau lusa kalau kondusif dan tidak ada masalah di Bandung, pasti diizinkan. Pak Kapolda sendiri yang nanti akan ikut mengamankan. Beliau pun juga merasa berdarah bobotoh,” kata Umuh seusai bertemu Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi, Selasa (22/10/2019) pagi.
“Mohon maaf kepada para bobotoh, kita mengharapkan situasi kondusif di Bandung. Mudah-mudahan tidak ada lagi gejolak demo dan bobotoh juga akan lebih dewasa,” sambungnya.
Sebelumnya, Irjen. Pol Rudy Sufahriadi juga menyampaikan permohonan maaf atas keputusan yang diambil dalam pertemuan pagi itu di hadapan manajemen PT PBB dan perwakilan bobotoh.
“Saya menyampaikan permohonan maaf, Polda Jawa Barat belum bisa memberikan izin untuk penyelenggaraan pertandingan (antara Persib dan Persija) karena situasi keamanan. Ini untuk menjaga ketertiban di Jawa Barat, terutama Bandung,” ujar Umuh, dikutip dari laman resmi Persib.
(fat/pojoksatu)

Kapolda Tak Keluarkan Izin Laga Persib Vs Persija, Begini Reaksi Bobotoh

POJOKSATU.id, BANDUNG – Suporter fanatik Persib Bandung, Bobotoh tampaknya harus menerima kenyataan pertandingan tim kesayangannya lawan Persija Jakarta tidak mendapat izin keamanan dari pihak kepolisian. Pertandingan pekan ke-25 Shopee Liga 1 2019 itu harus ditunda dan jadwal baru belum diketahui.
Tidak keluarnya izin laga bertajuk duel klasik atau El Clasico Indonesia disampaikan langsung Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Sufahriadi dengan mendatangi manajemen Persib serta perwakilan Bobotoh Persib, Selasa (22/10/2019) pagi.
Kedatangan Jenderal Bintang Dua ini menemui manajemen Persib dan Bobotoh, untuk silaturahmi sekaligus meminta maaf karena belum bisa menggelar pertandingan kandang Persib di Bandung. Seperti saat lawan Arema FC dan Persebaya Surabaya beberapa waktu lalu.
Termasuk agenda laga kendang terdekat Persib, melawan Persija Jakarta yang juga belum bisa digelar di Bandung.
Meski kecewa dengan kenyataan bahwa Persib belum bisa menggelar laga kandang di Bandung, perwakilan Bobotoh Persib dari Viking Persib Club, Heru Joko mengaku bisa memaklumi. Dia juga mengapresiasi sikap Irjen Rudi yang mau menemui manajemen klub dan bobotoh.
“Kami sangat mengpresiasi Pak Kapolda mendatangi kami, kami juga minta maaf ke bobotoh atas situasi ini,” jelas Heru Joko kepada wartawan, usai Pertemuan bersama Manajemen Persib Dan Kapolda Jabar, Selasa (22/10).
Haru berharap situasi di Bandung bisa segera kondusif sehingga Maung Bandung bisa bermain lagi di kandangnya sendiri
Diakui Heru Joko, pihaknya juga proaktif memantau situasi keamanan di Kota dan Kabupaten Bandung. Di sisi lain, Herjok – sapaan akrabnya – juga meminta aparat memaklumi jika di media sosial banyak pendukung fanatik Persib yang membully pihak kepolisian.
“Kita banyak ngebuly bukan karena benci, kami juga melihat kedewasaan Bobotoh. Situasi kondisinya yang tidak memungkinkan. Semua sudah kerja, Viking, the bomb, boomber semua bergerak,” paparnya.
Bahkan, kemarin Herjok mengaku berdiskusi dengan Kapolres Bandung, perihal situasi keamanan.
“Di Soreang pun ada Pilkades yang digelar hampir di 200 desa, ya kita sudah maksimal mencoba melakukan pendekatan. Namun analisa polisi harus kita hargai juga,” terangnya.
(arf/fat/pojoksatu)

Kapolda Jabar Minta Laga Persib Vs Persija Ditunda: Kalau Sudah Kondusif, Saya Pimpin Langsung Pengamanan

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pertandingan pekan ke-25 Shopee Liga 2019 antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta yang dijadwalkan pada 28 Oktober di Stadion Si Jalak Harupat, harus ditunda. Pasalnya, pihak kepolisian tidak mau mengeluarkan izin keamanan digelarnya pertandingan sesuai jadwal.
Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Sufahriadi menyebut jadwal duel klasik Persib vs Persija bentrok dengan agenda agenda aksi unjukrasa Mahasiswa di depan Gedung Sate. Sehingga dinilai sangat rawan terjadi gangguan keamanan, meski pertandingan dihelat di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab Bandung.
Hal itu disampaikan Irjen Rudi ketika bertemu dengan manajemen Persib, Selasa (22/10/2019) pagi tadi.
“Kami silaturahmi, sekaligus menjelaskan ke manajemen Persib serta bobotoh (pendukung Persib) agar memahami situasi di Bandung mengenai keamanan pada tanggal 28 Oktober nanti,” kata Rudi di Kafe Sulanjana Persib, Selasa (22/10).
Diakui Kapolda, jika Polda Jabar belum bisa memberi izin karena situasi keamanan khususnya di kota Bandung.
“Ada satu Kelompok yang ingin memanfaatkan situasi di mana orang banyak berkumpul, mereka ingin ada gesekan atau benturan. Dan itu yang kami antisipasi,” paparnya.
Rudi menolak panitia menggelar pertandingan tanpa penonton pun juga tetap berisiko.
“Ada penonton atau tidak tetap saja kami mempertimbangkan keamanan secara umum di Jabar,” terangnya.
Lebih lanjut, dirinya berharap pertandingan klasik antara Pangeran Biru dan Macan Kemayoran bisa ditunda untuk sementara waktu. Apabila situasi kembali kondusif, Rudy berjanji akan ikut mengawal pertandingan itu secara langsung.
“Saya siap sebagai memimpin pengamanan apabila Persib main di Bandung, tentunya jika sudah kondusif,” paparnya.
Pihak Polda Jabar bersama manajemen Persib terus berdiskusi perihal laga kandang Persib melawan Persija tanggal 28 oktober mendatang.
“Masih terus didiskusikan baiknya gimana, ” pungkas Rudi.
(fat/pojoksatu)

Izin Laga Persib Vs Persija Tak Keluar, Kapolda Jabar: Harap Dimaklumi!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Duel klasik Shopee Liga 1 antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta yang dijadwalkan pada 28 Oktober mendatang, tidak mendapat izin keamanan dari Polda Jawa Barat. Alasan keamanan jadi pertimbangannya tidak keluarnya izin laga pekan ke-25 itu.
Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Sufahriadi menyebut jadwal duel klasik Persib vs Persija bentrok dengan agenda agenda aksi unjukrasa Mahasiswa di depan Gedung Sate. Sehingga dinilai sangat rawan terjadi gangguan keamanan, meski pertandingan dihelat di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab Bandung.
Hal itu disampaikan Irjen Rudi ketika bertemu dengan manajemen Persib, Selasa (22/10/2019) pagi tadi.
“Kami silaturahmi, sekaligus menjelaskan ke manajemen Persib serta bobotoh (pendukung Persib) agar memahami situasi di Bandung mengenai keamanan pada tanggal 28 Oktober nanti,” kata Rudi di Kafe Sulanjana Persib, Selasa (22/10).
Diakui Kapolda, jika Polda Jabar belum bisa memberi izin karena situasi keamanan khususnya di kota Bandung.
“Ada satu Kelompok yang ingin memanfaatkan situasi di mana orang banyak berkumpul, mereka ingin ada gesekan atau benturan. Dan itu yang kami antisipasi,” paparnya.
Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Sufahriadi (kedua dari kiri) di sela silaturahmi dengan manajemen Persib Bandung, Kafe Sulanjana Persib, Selasa (22/10/2019). ft/ariefpojoksatu
Lebih jauh dijelaskan Rudi, menggelar pertandingan tanpa penonton pun juga tetap berisiko.
“Ada penonton atau tidak tetap saja kami mempertimbangkan keamanan secara umum di Jabar,” terangnya.
Kapolda berjanji, jika situasi sudah kondusif siap memimpin pengamanan pertandingan Persib.
“Saya siap sebagai memimpin pengamanan apabila Persib main di Bandung, tentunya jika sudah kondusif,” paparnya.
Pihak Polda Jabar bersama manajemen Persib terus berdiskusi perihal laga kandang Persib melawan Persija tanggal 28 oktober mendatang.
“Masih terus didiskusikan baiknya gimana, ” pungkas Rudi.
(fat/pojoksatu)