Persija

Komentar Pelatih Persija Soal Performa Majal Marko Simic

POJOKSATU.id, JAKARTA – Striker Persija Jakarta, Marko Simic gagal meneruskan tren mencetak golnya setelah majal di laga kontra Persebaya, kemarin.
Simic yang selalu mencetak gol di empat laga sebelumnya gagal mencetak satu pun gol kendati ia sempat membuat peluang emas di menit 62.
Sayang, tandukan keras legiun asing asal Kroasia itu masih mampu ditepis kiper Persebaya, Miswar Saputra yang memang tampil mengesankan di laga tersebut.
Itu adalah satu-satunya peluang terbaik Simic sepanjang 90 menit pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (4/11) sore WIB.
Simic seakan dibuat tak berkutik oleh para palang pintu Bajul Ijo. Pergerakannya acap kali berhasil digagalkan oleh bek lokal Persebaya, Fandry Imbiri.
Fandry dan Otavio Dutra secara bergantian mengawal Simic di pertandingan tersebut. Jika Fandry dan Dutra lengah, maka muncul M Syaifuddin yang bermain sangat lugas sebagai bek kanan.
Pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco, mengatakan, Simic tidak memberikan banyak kontribusi di pertandingan tersebut. Simic hanya berlari ke sana kemari. Striker 30 tahun itu sering kesal karena terisolasi di teritorial Persebaya.
Menurutnya, ada sejumlah faktor yang membuat Simic mendadak mandul di Gelora Bung Tomo. Salah satunya adalah kurangnya suplai bola dari lini tengah maupun kedua winger.
“Pergerakan bola bagus. Tetapi tidak ada umpan ke depan sehingga kami tidak bisa cetak gol,” ulas pelatih asal Brasil itu.
Teco menilai Macan Kemayoran – julukan Persija, bermain lebih tajam pada babak pertama. Hanya saja Persija seolah kebingungan untuk mencetak gol ke gawang Persebaya. Semua akses buntu. Simic mandul.
“Harusnya umpan ke lini depan lebih bagus. Namun, beberapa kali passing mengarah langsung ke kiper,” jelasnya.
“Pada babak kedua, kami mau memperbaiki tim sebab babak pertama kami tidak bermain bagus. Hari ini kami harus terima bahwa Persebaya memang bermain lebih bagus dari Persija,” ujarnya menandaskan.
(jpc/qur/pojoksatu)

Persebaya Vs Persija, Tak Ada Jatah Tiket untuk Jakmania

POJOKSATU.id, SURABAYA – Laga bertajuk Big Match antara Persebaya Surabaya kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (4/11/2018) petang WIB dipastikan tanpa dukungan Jakmania di stadion.
Kedua belah pihak sepakat, laga tersebut hanya akan disaksikan langsung pendukung militan tuan rumah, Bonek Mania.
Sedangkan rencana memberikan kuota tiket lima persen untuk suporter tim tamu urung dilakukan dan faktor keamanan ditenggarai sebagai pertimbangannya.
General Coordinator Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Pesebaya, Ram Surahman menjelaskan, dirinya sudah berkomunikasi dengan Sekretaris Tim Persija Rahmad Sumanjaya beberapa waktu yang lalu.
Dalam komunikasi tersebut, Persebaya dan Persija sepakat bahwa leading sector dalam pertandingan ini adalah pihak kepolisian.
Artinya, apa yang direkomendasi oleh pihak kepolisian harus dipatuhi oleh kedua tim. Termasuk masalah tiket untuk Jakmania.
“Dari pihak kepolisian Surabaya, dalam hal ini Kabag Ops, sudah berkomunikasi dengan Persija terkait kedatangan suporter mereka. Jadi pihak suporter Persija tidak akan datang. Itu disampaikan Kabag Ops waktu rakor di Polrestabes,” tutur Ram.
“Dalam rakor tersebut diinfokan bahwa pihak Polrestabes sudah berkomunikasi dengan Persija. Intinya Jakmania tidak akan datang ke sini. Jadi Panpel lah yang akhirnya menyesuaikan,” sebut dia.
Ram menjelaskan, untuk partai-partai seperti melawan Persija atau Arema FC, keamanan memang harus dinomorsatukan. Persebaya berterima kasih karena Persija yang sangat kooperatif dan memahami situasi ini.
“Ke depan kami berharap bisa kembali ke ideal, aman dan nyaman. Untuk saat ini mohon maaf, mungkin belum bisa,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Persebaya, Ancaman Itu Bernama Marko Simic!

POJOKSATU.id, SURABAYA – Pelan namun pasti, striker Persija Jakarta, Marko Simic telah menemukan bentuk terbaiknya sebagai mesin gol.
Sempat majal mengawali musim kompetisi, legiun asing asal Kroasia itu kini sudah menjelma menjadi predator haus gol yang menjadi momok menakutkan tim lawan.
Terbukti, dari empat laga terakhirnya, Simic tampil impresif dengan mencetak gol. Sejauh ini, Simic telah menjaringkan 13 gol dari 23 pertandingan yang dilakoninya bersama Macan Kemayoran di pentas Go-Jek Liga 1 2018.
Jakmania Dilarang ke Surabaya!
Persebaya vs Persija, Partai Hidup-Mati Bajul Ijo
Jamu Persija, Persebaya Surabaya Tanpa Mesin Gol
Oleh karena itu, persija pun akan menggantungkan harapan tiga poin pada pemain berusia 30 tahun itu saat dijamu Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya akhir pekan ini.
Pelatih Persebaya Surabaya, Djajang Nurjaman alias Djanur pun tidak menampik soal kondisi on fire striker tim lawan tersebut.
“Kemarin dia cetak dua gol saat Persija menang atas Barito Putera,” sebut Djanur mengomentari performa Simic.
Karena itu, Djanur pun mengingatkan skuatnya untuk mewaspadai pergerakan sang striker tersebut. Dikatakannya, Simic punya tendangan kaki kiri yang sama kuatnya dengan Boaz Salossa, striker Persipura Jayapura.
“Kami harus mewaspadainya (Simic). Dia harus mendapatkan perhatian khusus, walaupun tidak terus-menerus. Jika dia diberi keleluasaan, kaki kirinya berbahaya. Sama halnya dengan Boaz Salossa, dia bahaya sekali,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Persebaya Vs Persija, Partai Hidup-Mati Bajul Ijo

POJOKSATU.id, SURABAYA – Persebaya Surabaya akan melakoni laga bertajuk Big Match saat menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (4/11/2018) petang WIB.
Laga itu sendiri akan menjadi partai hidup mati tuan rumah agar bisa terus menjauh dari zona degradasi. Karena itu, target menang adalah visi yang tidak bisa ditawar lagi buat skuat Djajang Nurjaman alias Djanur.
Sang pelatih, Djanur mengungkapkan, timnya butuh tambahan tiga poin di laga nanti agar bisa tetap berkiprah di kompetisi kasta tertinggi di tanah air ini musim depan.
Jakmania Dilarang ke Surabaya!
“Dari laga sisa, tiga kali kemenangan sudah cukup untuk menghindari degradasi,” tutur eks pelatih PSMS Medan dan Persib Bandung itu.
Sempat menjaga asa dengan membungkam Madura United, Persebaya kembali harus kehilangan poin setelah dikandaskan Persipura Jayapura dengan skor 1-3 pekan lalu.
“Mudah-mudahan para pemain sudah bisa melupakan kekalahan itu. Sebab pertandingan di kandang jauh lebih penting,” sebutnya.
Djadjang menegaskan timnya haram kalah dari Persija. Selain karena Persebaya bermain di kandang sendiri, mereka juga butuh tiga poin untuk menghindari zona degradasi.
“Jika kami mengalahkan Persija, insya Allah posisi kami sedikit aman. Jadi kami harus fokus lawan Persija dan melupakan yang sudah lewat,” tandasnya.
Hingga pekan ke-29, Persebaya Surabaya masih tertahan di peringkat 12 klasemen sementara dari delapan kemenangan, sembilan bermain seri dan sebelas kali menelan kekalahan.
(jpc/qur/pojoksatu)

Setelah Persib, MU Siap Bungkam Persija Jakarta

POJOKSATU.id, PAMEKASAN – Madura United bersiap melanjutkan tren positif mereka menghadapi Persija Jakarta dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan ke-25, Minggu (14/10/2018) malam WIB.
Tampil dihadapan pendukung setia mereka, Laskar Sapeh Kerrab dalam kepercayaan diri yang tinggi untuk mengusung poin penuh alias memenangkan pertandingan.
Terlebih, MU punya bekal positif usai sukses membungkam sang pemimpin klasemen sementara, Persib Bandung di Stadion Batakan, Kalimantan pekan lalu.
Selain itu, optimisme Madura United juga semakin tedongkrak karena mereka punya rekor menawan saat melawan Persija.
“Sudah tujuh kali kami bertemu dan tidak pernah kalah. Pertandingan nanti kami tidak boleh kalah,” tekad pelatih Madura United Gomes de Oliviera.
Namun, dalam pertandingan nanti Madura United tak akan diperkuat bek andalan Fabiano Beltrame. Beltrame harus menepi karena sudah menerima lima kartu kuning.
Selain itu, Madura United juga akan kehilangan dua pemain pilarnya, Fachruddin Aryanto serta Alfath Fathier.
“Tentu kami merasa kehilangan. Akan tetapi, Madura tidak hanya memiliki Fabiano, Fachruddin, dan Alfath. Kami memiliki banyak pemain belakang yang juga tidak kalah berkualitas,” imbuhnya.
(jpnn/qur/pojoksatu)

Penalti Persija Diprotes Pelatih Perseru, Teco: Harusnya Kami Dapat Dua!

POJOKSATU.id, BEKASI – Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra Teco angkat suara menanggapi protes pelatih Perseru Serui, Wanderley Junior dan Silva terkait hadiah penalti yang diberikan wasit pada timnya di laga lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan ke-24 di Stadion Patriot, Bekasi, Senin (8/10/2018) petang WIB.
Ditegaskan Teco, justru Macan Kemayoran seharusnya mendapatkan dua hadiah penalti pada babak kedua.
“Saya jauh dari kejadian tersebut. Tapi ada sebuah kejadian saat hakim garis mengangkat bendera dan mengisyaratkan kaus Riko ditarik. Tapi wasit tak bilang itu penalti,” kata Teco.
Kecewa dengan Wasit, Pelatih Perseru Serui Sindir Persija
Oleh karena itu, Teco ogah mengomentari lebih jauh terkait protes tim lawan tersebut. Ia lebih memilih mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang bermain secara spartan sepanjang 90 menit lebih pertandingan.
“Pemain bisa tetap konsentrasi walau sempat tertinggal. Kemenangan ini sangat bagus dan membuat posisi Persija di klasemen juga bagus,” ucapnya.
Persija Jakarta sendiri sukses menyegel kemenangan 2-1 setelah sempat tertinggal terlebih dahulu di menit 28 lewat gol Alberto de Paula.
Namun, Macan Kemayoran mampu mengembalikan keadaan untuk kemudian menyegel kemenangan lewat dua gol balasan dari Marko Simic dari titik putih di menit 44 dan gol penentu Rudi Wibowo di menit 80.
(qur/pojoksatu)

Kecewa dengan Wasit, Pelatih Perseru Serui Sindir Persija

POJOKSATU.id, BEKASI – Perseru Serui makin terdampar di dasar klasemen setelah menelan kekalahan dari Persija Jakarta di laga pekan ke-24 Go-Jek Liga 1 2018 di Stadion Patriot, Bekasi, Senin (8/10/2018) petang WIB.
Perseru harus menyerah 2-1 di pertandingan tersebut, padahal mereka sempat unggul terlebih dahulu di menit 28 lewat gol Alberto de Paula.
Namun, Macan Kemayoran mampu mengembalikan keadaan untuk kemudian menyegel kemenangan lewat dua gol balasan dari Marko Simic dari titik putih di menit 44 dan gol penentu Rudi Wibowo di menit 80.
Wanderley Junior – Pelatih Perseru Serui (breakingnews.co.id)
Usai pertandingan, pelatih Perseru Serui, Wanderley Junior mengaku sedikit kecewa dengan kepemimpinan wasit yang memimpin jalannya pertandingan tersebut.
Kekecewaan Wanderley tidak terlepas dari keputusan wasit yang menunjuk titik putih untuk penalti Persija setelah pemain Persija, Osas Saha dijatuhkan pemainnya di kotak terlarang.
“Dari menit awal kami pertahankan emosi, kami pertahankan permainan, kami main sesuai taktik. Tapi, penalti itu sangat aneh, katanya mau main fair play? Mau nonton fair play?” kata Wanderley seperti dikutip dari Goal.
“Mereka tidak perlu menang seperti itu. Mereka bisa unggul dengan gol kedua yang cantik. Mereka memiliki akurasi umpan yang bagus, dan mereka bisa bikin gol,” sebut dia.
Wanderley pun mengaku bangga dan memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemainnya meski gagal mendapatkan poin.
“Meski Perseru ada di bawah, tapi pemain kami sudah menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda dengan Persija yang merupakan klub besar,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Komdis PSSI Revisi Sanksi Tiga Penggawa Macan Kemayoran

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Disiplin PSSI melakukan revisi atas hukuman sanksi yang dijatuhkan pada tiga pemain Persija Jakarta, yakni Ismed Sofyan, Sandi Sute dan Renan da Silva.
Revisi atas sanksi itu sendiri berkaitan dengan mulai diberlakukannya sanksi dilarang bermain kepada ketiga penggawa Macan Kemayoran itu.
Sandi Sute misalnya, dari sanksi tiga kali larangan main yang akan dimulai saat timnya menghadapi Madura United pada 14 Oktober 2018 dimajukan ke laga Persija kontra Perseru Serui pada 8 Oktober 2018.
Ismed Sofyan – Kapten Persija Jakarta (jawapos.com,)
Senada, hukuman tiga pertandingan kepada Ismed mulai berlaku dalam laga kontra Madura United, termasuk sanksi untuk Renan Silva. Hukuman dua laga bagi Renan yang awalnya dimulai saat melawan Madura United (14/10) diubah di laga Persija melawan Perseru pada 8 Oktober nanti.
Sanksi yang diberikan kepada ketiga pemain Persija itu sendiri dijatuhkan Komdis PSSI dalam pertandingan Persib kontra Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018) sore WIB.
Pertandingan itu sendiri penuh dengan insiden. Selain menjatuhkan banyak sanksi untuk pemain kedua tim, seorang suporter Persija bernama Haringga Sirla (23) tewas di sekitar area stadion sebelum pertandingan setelah dikeroyok oknum Bobotoh.
Atas insiden tersebut, Persib Bandung pun mendapat sanksi berat dari Komdis PSSI, di antaranya larangan bermain di Bandung dan pulau Jawa serta tanpa penonton hingga akhir musim dan pertengahan musim depan.
(jpnn/qur/pojoksatu)

Kecewa, Alasan Ismed Sofyan Ingin Cepat Pensiun

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kapten Persija Jakarta, Ismed Sofyan benar-benar meradang dan dibuat kecewa dengan keputusan sanksi Komdis PSSI terhadapnya.
Ismed diganjar sanksi larangan bermain selama tiga pertandingan karena dinilai dengan sengaja menendang salah seorang pemain Persib Bandung dalam laga Minggu (23/9/2018) lalu.
Ismed pun mengaku kecewa dan diperlakukan tidak adil dengan hukuman tersebut sehingga berencana gantung sepatu alias pensiun akhir musim ini.
“Saya lelah dihukum tanpa melakukan kesalahan. Ibaratnya orang masuk penjara tapi tidak melakukan kesalahan,” ungkapnya.
Kekecewaan Ismed juga merujuk pada insiden di laga kontra Persib musim sebelumnya. Ismed mengaku meski tak melakukan kesalahan ia tetap diganjar hukuman.
“Vladimir Vujovic (mantan bek Persib musim lalu) yang jelas-jelas memukul saya dan saya tak membalas sama sekali. Tapi disanksi juga,” keluhnya.
“Jadi menurut saya tidak adil saja. Saya sudah gerah, sudah mikir ke depan. Sudah malas kadang-kadang,” ucapnya.
Ismed sendiri belum memikirkan karirnya setelah pensiun nanti. “Lihat saja ke depan. Lima menit ke depan saja tak tahu apa yang terjadi. Jalani saja,” tandasnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Menpora Heran Pertandingan Persib Vs Persija Tetap Digelar Meski Ada Suporter yang Tewas

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menpora Imam Nahrowi heran dan mempertanyakan keputusan panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persib dan Persija yang tetap melangsungkan pertandingan meski sebelumnya ada seorang suporter Persija yang tewas dianiaya sejumlah oknum Bobotoh.
Sebagaimana diketahui, seorang anggota Jakmania, Haringga Sirila (23) tewas mengenaskan dikeroyok oknum Bobotoh di sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sekitar pukul 13.00 WIB atau jelang kic-off laga bertajuk El Clasico Indonesia dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 itu digelar.
Oleh karena itu, kenyataan tersebut menjadi sebuah indikasi adanya pembiaran dan tak ada rasa hormat sama sekali pada kejadian tersebut.
“Itu yang membuat saya kecewa. Harusnya kalau ada itu (suporter tewas) pertandingan hentikan, tak boleh dilanjutkan pertandingan,” katanya.
Atas dasar itulah, pihaknya menghentikan sementara kompetisi kasta tertinggi di tanah air itu selama dua pekan ke depan sembari menunggu langkah tegas terkait persoalan tersebut.
“Saya jadi orang tua. Saya merasakan bagaimana jadi orang tua yang punya anak-anak. Saya tak mau main-main soal itu. Cukup waktu dua pekan. Kami akan lihat tentu saya harap ini momentum untuk menjadikan intropeksi nasional,” tuturnya.
Menpora pun tak mau perspekulasi soal moratorium dua pekan tersebut apakah kemudian liga dilanjutan lagi atau ada keputusan lain.
“Kami lihat dulu ya bagaimana dua pekan ini. Setelah itu, baru kami akan ada sikap yang akan disampaikan,” imbuhnya.
(jpnn/qur/pojoksatu)