piala AFF

Inilah Daftar Juara Piala AFF Sepanjang Sejarah, Vietnam Raih Gelar Kedua

POJOKSATU, HANOI – Timnas Vietnam meraih gelar juara Piala AFF 2018 setelah mengalahkan Malaysia di final dengan aggregat 3-2. Ini merupakan gelar kedua Vietnam sepanjang sejarah.
Pada leg pertama kedua tim bermain imbang 2-2 di Kuala Lumpur. Kemudian di My Dinh National Stadium, Hanoi, Sabtu (15/12/2018) malam WIB, Vietnam menang 1-0.
BACA JUGA: Jadwal Bola Hari Ini, 15 Desember: Final Piala AFF, Man City, Madrid Hingga Juventus
Vietnam menghapus dahaga gelar setelah setelah terakhir kali mereka jadi juara Piala AFF satu dekade lalu.
Vietnam juara AFF Suzuki Cup atau Piala AFF 2018 setelah mengalahkan Malaysia dengan aggregat 3-2. Pada final leg kedua di My Dinh National Stadium, Hanoi, Sabtu (15/12/2018) malam WIB, Vietnam menang 1-0. (@theafcdotcom)
Pertama kali Vietnam menjuarai turnamen yang awalnya bernama Piala Tiger ini yaitu pada edisi 2008, saat Indonesia dan Thailand jadi tuan rumah.
Kala itu, Vietnam mengalahkan Thailand di final, juga dengan aggregat 3-2.
BACA JUGA: Menang Tipis Atas Malaysia, Vietnam Juara Piala AFF 2018
Sementara bagi Malaysia ini merupakan kegagalan ketiga di partai puncak. Sebelumnya pada edisi 1996 dan 2014. Harimau Malaya juga sekali jadi kampiun, yaitu pada Piala AFF 2010 dengan mengalahkan Indonesia di final.
Berikut daftar juara Piala AFF sepanjang sejarah:
Tahun – Tuan Rumah – Juara – Runner up
1996 – Singapura – Thailand – Malaysia
1998 – Vietnam – Singapura – Vietnam
2000 – Thailand – Thailand – Indonesia
2002 – Indonesia/Singapura – Thailand – Indonesia
2004 – Malaysia/Vietnam – Singapura – Indonesia
2007 – Singapura/Thailand – Singapura – Thailand
2008 – Indonesia/Thailand – Vietnam – Thailand
2010 – Indonesia/Vietnam – Malaysia – Indonesia
2012 – Malaysia/Thailand – Singapura – Thailand
2014 – Singapura/Vietnam – Thailand – Malaysia
2016 – Myanmar/Filipina – Thailand – Indonesia
2018 – Semua kontestan – Vietnam – Malaysia
Distribusi juara Piala AFF:
Thailand : 5 Kali (1996, 2000, 2002, 2014, 2016)
Singapura : 4 kali (1998, 2004, 2007, 2012)
Vietnam : 2 kali (2008 dan 2018)
Malaysia : 1 kali (2010)
(fat/pojoksatu)

Menang Tipis Atas Malaysia, Vietnam Juara Piala AFF 2018

POJOKSATU, HANOI – Timnas Vietnam keluar sebagai juara AFF Suzuki Cup atau Piala AFF 2018 setelah mengalahkan Malaysia di partai final. Pada leg kedua yang berlangsung di My Dinh National Stadium, Hanoi, Sabtu (15/12/2018) malam WIB, Vietnam menang 1-0.
Dengan demikian tim besutan Park Hang-Seo menang aggregat 3-2. Sebab di leg pertama yang berlangsung di Kuala Lumpur, kedua tim bermain imbang 2-2.
BACA JUGA: Sneijder Dikaitkan Persib, Netizen: Jangan ke Sini Bang, Wasitnya Ajaib!
Bertanding di hadapan pendukung sendiri, Vietnam langsung membuka keungulan saat laga baru berjalan enam menit. Umpan silang Nguyen Quang Hai dituntaskan Nguyen Anh Duc dengan sepakan voli dan gol.
Keunggulan 1-0 untuk kubu tuan rumah ini bertahan hingga babak pertama usai.
Malaysia yang harus memenangkan laga ini jika ingin jadi juara atau minimal imbang 3-3, tampil menyerang. Statistik mencatat Tim Negeri Jiran mampu melakukan penguasaan bola hingga 58 persen berbanding 42 persen milik Vietnam.
Serangang-serangan Malaysia juga lebih banyak mengancam pertahanan Vietnam. Tapi mereka tidak bisa menyamakan skor apalagi membalikkan keadaan. Vietnam tetap unggul 1-0 hingga laga berakhir.
BACA JUGA: Jadwal Bola Hari Ini, 15 Desember: Final Piala AFF, Man City, Madrid Hingga Juventus
Dengan demikian, Vietnam meraih gelar juara Piala AFF untuk kedua kali sepanjang sejarah. Pertama kali mereka jadi kampiun, tepat satu dekade seilam saat Indonesia dan Thailand jadi tuan rumah.
Kala itu, Vietnam mengalahkan Thailand di final, juga dengan aggregat 3-2.
Sementara bagi Malaysia ini merupakan kegagalan ketiga di partai puncak. Sebelumnya pada edisi 1996 dan 2014. Harimau Malaya juga sekali jadi kampiun, yaitu pada Piala AFF 2010 dengan mengalahkan Indonesia di final.
(fat/pojoksatu)

Klasemen Akhir Piala AFF 2018: Capaian Terburuk Indonesia Sepanjang Sejarah

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Babak penyisihan grup Piala AFF 2018 sudah tuntas. Indonesia yang tergabung di Grup B menempati peringkat 4 di klasemen akhir. Ini merupakan catatan terburuk Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan di turnamen ini.
Thailand menjadi juara Grup B dengan 10 poin. Pada laga pamungkas, Tim Gajah Perang menang 3-0 atas Singapura. Ketiga gol Thailand dicetak oleh Irfan Fandi, Supachai Jaided dan Adisak Kraisorn.
Thailand menang 3-0 atas Singapura.
Sementara Filipina mendampingi Thailand dengan status runner up usai bermain imbang 0-0 lawan Indonesia di GBK. Anak asuh Sven Goran Eriksson mengemas 8 poin di klasemen akhir Grup B Piala AFF 2018.
BACA JUGA:
Imbangi Indonesia di GBK, Filipina Melaju ke Semifinal Piala AFF
Cukur Bali United 4 Gol tanpa Balas, PSM Kembali ke Puncak
Pemain Keturunan Indonesia Ini Tak Menyesal Pernah Tolak Klub-Klub Raksasa
Indonesia hanya mampu finis di posisi keempat dengan 4 poin. Capaian terburuk sepanjang sejarah.
Pada tiga edisi sebelumnya ketika Indonesia gagal ke semifinal, Tim Garuda selalu berada di peringkat 3 klasemen akhir. Yaitu pada edisi 2007, 2012 dan 2014.
Adapun di Grup A, Vietnam menyegel status juara grup dengan 10 poin. Mereka satu-satunya tim tak terkalahkan di grup ini. Malaysia jadi runner up setelah mengandaskan Myanmar di laga pamungkas.
Dengan demikian di semifinal, Vietnam akan berhadapan dengan Filipina, sementara Thailand ditantang Malaysia.
Berikut klasemen akhir Piala AFF 2018:
Klasemen akhir Piala AFF 2018. (soccer24)
(fat/pojoksatu)

Imbangi Indonesia di GBK, Filipina Melaju ke Semifinal Piala AFF

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Timnas Indonesia gagal memenuhi ambisi menaklukkan Filipina pada laga pamungkas penyisihan Grup B Piala AFF 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (25/11/2018) malam. Kedua tim hanya bermain imbang tanpa gol.
Bagi Filipina, tambahan satu poin sudah cukup untuk melenggang ke semifinal karena di pertandingan lain, Singapura takluk 0-3 dari Thailand.
Sementara Indonesia, seperti sudah diketahui memang sudah dipastikan gagal ke semifinal sejak laga di GBK berlangsung.
BACA JUGA:
Cukur Bali United 4 Gol tanpa Balas, PSM Kembali ke Puncak
Pemain Keturunan Indonesia Ini Tak Menyesal Pernah Tolak Klub-Klub Raksasa
Meski demikian, anak asuh Bima Sakti tampil cukup agresif di awal laga. Evan Dimas dkk mendominasi penguasaan bola di awal laga.
Tapi Filipina yang mendapat peluang pertama ketika Andritany Ardhiyasa melakukan kesalahan. Beruntung sepakan Stephan Schrock tidak tepat sasaran.
Kerja sama Alberto Goncalves dan Stefano Lilipaly juga menghadirkan ancaman bagi pertahanan Filipina, meski belum berbuah gol. Sundulan Hansamu Yama juga masih gagal menaklukkan kiper tim tamu Michael Aksel Bataican Falkesgaard.
Jual beli serangan nampak pada laga ini, Indonesia unggul soal kecepatan dan kerap leluasa mengecoh bek lawan. Tapi Daisuke Sato juga bermain brilian dan berulang kali melakukan blok bagus. Babak pertama harus diakhiri dengan skor imbang, 0-0.
Di awal babak kedua, Filipina mencoba mencuri poin. Tapi upaya Patrick Reichelt yang sempat merepotkan lini pertahanan Indonesia justru tidak menghasilkan apa-apa.

Jadwal Bola Hari Ini, Minggu 25 November: PSM, Timnas Indonesia, Arsenal Hingga Milan

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Pecinta bola Tanah Air akan kembali disuguhi sejumlah pertandingan menarik sepanjang hari ini sampai tengah malam nanti. Sesuai jadwal bola hari ini, Minggu (25/11/2018), ada lanjutan Go-jek Liga 1, Piala AFF dan liga-liga top Eropa.
Dari lanjutan Liga 1 pekan 32, PSM Makassar akan menjamu Bali United. Posisi puncak klasemen direbut Persija Jakarta usai mengalahkan Sriwijaya FC kemarin sore.
Namun PSM bisa merebutnya kembali jika menang pada laga sore ini. Namun target tiga poin di Stadion Andi Mattalatta pastinya tidak akan mudah didapat Juku Eja.
BACA JUGA:
PSSI Mau Pengganti Bima Berpengalaman tapi Gajinya Standar
Lawan Filipina Lalu Mundur Sebagai Pelatih Indonesia
‘Football For Peace Indonesia’ Warnai Kemenangan Telak Eibar Atas Real Madrid
Prediksi PSM Makassar Vs Bali United : Rebut Kembali Singgasana
Setelah itu, giliran Timnas Indonesia yang akan melakoni laga pamungkas penyisihan Grup B Piala AFF 2018, melawan Filipina.
Timnas Garuda sudah dipastikan tersingkir, sehingga laga malam ini di Stadion Utama Gelora Bung Karno hanya jadi laga ‘wajib’ bagi Evan Dimas dkk.
Dari Liga Inggris ada duel Bournemouth lawan Arsenal, kemudian Wolves kontra Huddersfield.
Duel seru diprediksi terjadi di Serie A, Senin (26/11/2018) dini hari WIB kala Lazio menjamu AC Milan. Sebelumnya, ada laga Napoli lawan Chievo.
Berikut jadwal bola hari ini, Minggu (25/11/2018) sampai Senin (26/11/2018) dini hari WIB:
Go-jek Liga 1
15:30 WIB – PSM Makassar vs Bali United – Indosiar, Usee TV (Live)
Piala AFF 2018
19:00 WIB – Indonesia vs Filipina – RCTI, K-Vision (Live)
Liga Inggris
20:30 WIB – Bournemouth vs Arsenal – beIN Sports 1 (Live)
23:00 WIB – Wolverhampton Wanderers vs Huddersfield Town – beIN Sports 1 (Live)

PSSI Mau Pengganti Bima Berpengalaman tapi Gajinya Standar

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Anggota Exco PSSI Yoyok Sukawi mengungkapkan masih belum tahu bagaimana nasib Bima Sakti ke depan setelah gagal membawa Timnas Indonesia lolos fase Group Piala AFF 2018.
Pihaknya masih akan merundingkan masalah tersebut dalam Rapat Exco yang akan dilakukan pada 25 November ini.
’’Agendanya ada tiga, yang pertama agenda rutin, yang kedua persiapan kongres tahunan, yang ketiga baru membahas terkait evaluasi timnas di Piala AFF, di dalamnya juga tentang nasib Bima,’’ jelasnya.
BACA JUGA:
Lawan Filipina Lalu Mundur Sebagai Pelatih Indonesia
‘Football For Peace Indonesia’ Warnai Kemenangan Telak Eibar Atas Real Madrid
Klasemen Grup B Piala AFF: Perebutan Tiket Semifinal Ketat, tapi Indonesia Sudah Tidak Dihitung
Prediksi PSM Makassar Vs Bali United : Rebut Kembali Singgasana
Namun, Yoyok punya pendapat pribadi. Pendapat itu rencananya juga akan dijabarkan pada rapat Exco PSSI. Dia ingin Timnas tidak menggunakan lagi jasa Bima.
’’Dia sudah diberi mandat jadi pelatih kepala tapi hasilnya tidak sesuai harapan. Bima paling pas di asisten pelatih, atau diberi kesempatan untuk menangani timnas yang lebih muda,’’ katanya.
Lantas siapa yang akan jadi pengganti? Pria yang juga menjabat sebagai CEO PSIS Semarang tersebut berpendapat tidak perlu muluk-muluk cari pengganti sekaliber Milla lagi. Tidak perlu repot cari pelatih berkelas dunia. ’’Saya mengusulkan pelatih yang lebih berpengalaman. Yang punya jam terbang di timnas,’’ tuturnya.
Selain itu, pelatih yang ditunjuk juga harus punya harga ‘standar’. Alias sesuai dengan kantong PSSI. hal tersebut tidak terlepas dari kasus Milla yang harganya selangit hingga tidak mampu dibayar oleh PSSI. ’’Percuma kalau pelatih mahal tidak mampu bayar,’’ ungkapnya lantas tersenyum.
Seperti diketahui, perkiraan gaji Milla ketika menangani timnas selama sebulan adalah Rp 2 Milliar. Harga yang cukup tinggi. Bandingkan saja dengan harga Bima Sakti yang kemungkinan besar mirip dengan Pelatih Timnas Junior seperti Indra Sjafri, sekitaran Rp 40 juta – Rp 50 juta per bulan.
Sebenarnya, Yoyok mengakui sebelum penunjukan Bima ada beberapa kandidat yang diusulkan. Diantaranya adalah Pelatih Barito Putera Jacksen F. Tiago, Pelatih Mitra Kukar Rahmad Darmawan, hingga pelatih yang membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 musim lalu Simon McMenemy.
Sayang, nama ketiga pelatih itu terpental. Dalam rapat Exco PSSI, Yoyok mengatakan pertimbangan memilih Bima adalah masalah waktu. Pemilihan pelatih Timnas sangat mepet dengan waktu penyelenggaraan.
’’Bima dianggap bisa menerjemahkan strategi Milla. Maksudnya biar bisa langsung jalan, kalau ujuk-ujuk ganti bisa berantakan,’’ terangnya.
(jpnn/fat/pojoksatu)

Laga Indonesia Vs Filipina Bakal Sepi Penonton, Kalaupun Ada Niatnya…

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Pertandingan Indonesia vs Filipina yang dijadwalkan pada Minggu (25/11/2018) mendatang dipastikan bakal sepi penonton. Pasalnya, Tim Garuda sudah dipastikan gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2018.
Kegagalan Indonesia ke semifinal dipastikan setelah Filipina bermain imbang lawan Thailand di Panaad Stadium, Bacolod, Filipina, Rabu (21/11/2018) malam. Hasil yang membuat Indonesia tidak mungkin lagi mengejar perolehan poin dua negara tersebut.
Kepastian tersingkirnya Indonesia ini memantik amarah publik. Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi kembali jadi sasaran. Beberapa saat usai laga Filipina kontra Thailand, tanda pagar #EdyOut jad trending topik di twitter.
BACA JUGA:
Catatan Prestasi Indonesia di Piala AFF: Edisi 2018 Kegagalan Keempat Tembus Semifinal
Klasemen Grup B Piala AFF: Perebutan Tiket Semifinal Ketat, tapi Indonesia Sudah Tidak Dihitung
Wasssalam..Filipina Vs Thailand Seri, Indonesia Dipastikan Tersingkir
Pecinta bola Indonesia menuding Edy Rahmayadi yang rangka jabatan jadi biang kegagalan Tim Garuda. Edy, seperti diketahui selain menjabat Ketum PSSI juga merupakan Gubernur Sumatera Utara. Ia juga masuk dalam jajaran petinggi PSMS Medan.
Ini bukan kali pertama tagar #EdyOut ramai di sosial media. Pada laga perdana Piala AFF 2018 ketika Indonesia takluk 0-1 dari Singapura hastag ini juga jadi trending.
Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi.
Bahkan sejumlah superter yang hadir di Singapore National Stadium menggemakan protes ‘Edy Out, Edy Out’.
Dan kini, setelah Indonesia benar-benar dipastikan gagal ke semifinal Piala AFF untuk kali keempat sepanjang sejarah, membuat kemarahan publik kembali memuncak terhadap Edy Rahmayadi.

Indonesia Dipastikan Tersingkir, Bima Sakti Malah Janjikan Ini Saat Lawan Filipina

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti janji anak asuhnya akan tetap tampil ngotot dan mengincar kemenangan saat menghadapi Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (25/11/2018) mendatang. Padahal tim Garuda sudah dipastikan gagal ke semifinal Piala AFF 2018.
Harapan Timnas Indonesia melaju ke babak semifinal Piala AFF 2018 pupus sudah. Hal itu dipastikan setelah Filipina bermain imbang 1-1 lawan Thailand di Panaad Stadium, Bacolod, Rabu (21/11/2018) malam.
Dengan demikian Thailand dan Filipina tetap bertahan di peringkat satu dan dua klasemen sementara Grup B dengan 7 poin. Raihan yang tidak mungkin lagi bisa dikejar Indonesia yang baru mengemas tiga poin dari tiga laga.
BACA JUGA:
Inter dan Milan Berebut Gelandang Klub Inggris Ini
Kejutan..Mbappe Tidak Masuk 5 Besar Kandidat Peraih Golden Boy Award
Catatan Prestasi Indonesia di Piala AFF: Edisi 2018 Kegagalan Keempat Tembus Semifinal
Menanggapi kegagalan timnya melaju ke semifinal, Pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2018, Bima Sakti tidak bisa berkomentar banyak. Ia hanya meminta maaf kepada PSSI dan pecinta bola Tanah Air.
“Pertama saya minta maaf kepada PSSI dan pecinta sepak bola Indonesia,” katanya, Rabu (21/11/) malam dikutip Pojoksatu.id dari Jpnn.com.
Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti memimpin latihan skuat Garuda Skuat di Lapangan ABC, Senayan, Selasa (20/11) pagi. (Pssi.org)
Dia mengakui, rasa kecewa dan sedih pasti menyelimuti negeri ini. Namun, dia berjanji di satu laga yang tersisa, Indonesia bakal tampil maksimal.
“Semua pasti sedih, tapi saya pesan kepada pemain, perjuangan belum selesai dan kami harus tutup pertandingan hari Minggu dengan kemenangan,” ucapnya.
BACA JUGA: Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2018, #EdyOut (Kembali) Trending Topik
Laga yang dimaksud adalah pertandingan terakhir grup B melawan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kegagalan Indonesia ini, diyakini bakal menjadikan atmosfer pertandingan sepi dan penonton malas datang ke stadion.
Kegagalan menembus semifinal Piala AFF 2018 merupakan yang keempat sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di turnamen yang sejak 1996 sampai 2004 bernama Piala Tiger ini.

Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF, Bima Sakti Minta Maaf!

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Harapan Timnas Indonesia melaju ke babak semifinal Piala AFF 2018 pupus sudah. Hal itu dipastikan setelah Filipina bermain imbang 1-1 lawan Thailand di Panaad Stadium, Bacolod, Rabu (21/11/2018) malam.
Dengan demikian Thailand dan Filipina tetap bertahan di peringkat satu dan dua klasemen sementara Grup B dengan 7 poin. Raihan yang tidak mungkin lagi bisa dikejar Indonesia yang baru mengemas tiga poin dari tiga laga.
Menanggapi kegagalan timnya melaju ke semifinal, Pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2018, Bima Sakti tidak bisa berkomentar banyak. Ia hanya meminta maaf kepada PSSI dan pecinta bola Tanah Air.
BACA JUGA:
Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2018, #EdyOut (Kembali) Trending Topik
Klasemen Grup B Piala AFF: Perebutan Tiket Semifinal Ketat, tapi Indonesia Sudah Tidak Dihitung
Kejutan..Mbappe Tidak Masuk 5 Besar Kandidat Peraih Golden Boy Award
“Pertama saya minta maaf kepada PSSI dan pecinta sepak bola Indonesia,” katanya, Rabu (21/11/) malam dikutip Pojoksatu.id dari Jpnn.com.
Dia mengakui, rasa kecewa dan sedih pasti menyelimuti negeri ini. Namun, dia berjanji di satu laga yang tersisa, Indonesia bakal tampil maksimal.
“Semua pasti sedih, tapi saya pesan kepada pemain, perjuangan belum selesai dan kami harus tutup pertandingan hari Minggu dengan kemenangan,” ucapnya.
Timnas Indonesia menyerah 0-1 atas Singapura di laga pembuka Gurp B Piala AFF 2018 (jawapos.com)
Laga yang dimaksud adalah pertandingan terakhir grup B melawan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kegagalan Indonesia ini, diyakini bakal menjadikan atmosfer pertandingan sepi dan penonton malas datang ke stadion.
Kegagalan menembus semifinal Piala AFF 2018 merupakan yang keempat sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di turnamen yang sejak 1996 sampai 2004 bernama Piala Tiger ini.

Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2018, #EdyOut (Kembali) Trending Topik

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2018 memantik amarah publik. Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi kembali jadi sasaran. Beberapa saat usai laga Filipina kontra Thailand, tanda pagar #EdyOut jad trending topik di twitter.
Pecinta bola Indonesia menuding Edy Rahmayadi yang rangka jabatan jadi biang kegagalan Tim Garuda. Edy, seperti diketahui selain menjabat Ketum PSSI juga merupakan Gubernur Sumatera Utara. Ia juga masuk dalam jajaran petinggi PSMS Medan.
Ini bukan kali pertama tagar #EdyOut ramai di sosial media. Pada laga perdana Piala AFF 2018 ketika Indonesia takluk 0-1 dari Singapura hastag ini juga jadi trending.
BACA JUGA:
Catatan Prestasi Indonesia di Piala AFF: Edisi 2018 Kegagalan Keempat Tembus Semifinal
Wasssalam..Filipina Vs Thailand Seri, Indonesia Dipastikan Tersingkir
Klasemen Grup B Piala AFF: Perebutan Tiket Semifinal Ketat, tapi Indonesia Sudah Tidak Dihitung
Bahkan sejumlah superter yang hadir di Singapore National Stadium menggemakan protes ‘Edy Out, Edy Out’.
Timnas Indonesia menyerah 0-1 atas Singapura di laga pembuka Gurp B Piala AFF 2018 (jawapos.com)
Dan kini, setelah Indonesia benar-benar dipastikan gagal ke semifinal Piala AFF untuk kali keempat sepanjang sejarah, membuat kemarahan publik kembali memuncak terhadap Edy Rahmayadi.
Beragam kritik tajam dan protes keras yang dialamatkan kepada Ketum PSSI itu berseliweran di Twitter.
“Filipina 1-1 Thailand, piala AFF 2018. Otomatis Indonesia nggak bisa lolos ke semi-final. Sudah saatnya Pak edy rahmayadi mundur dari ketua PSSI. Rangkap jabatan menjadi gubernur sumatera utara dan juga menjadi ketua PSSI. Itu namanya maruk jabatan! ,” tulis @SetiadjiDamar.
“Timnas gagal lolos semi final
Vicky Prasetyo grebek Angel Lelga
Gisel gugat gading
Muncul hestek #SaveGempi
Ini semua gara-gara Edy! #EdyOut,” kicau netizen lainnya, @Taufik_Hey.
Bahkan laga terakhir Indonesia di Piala AFF 2018 kontra Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (25/11/2018) mendatang, kabarnya akan dijadikan momentum bagi suporter untuk menyuarakan protes agar Edy mundur dari jabatan ketua PSSI.
“Besok pas lawan philipina ramaikan GBK. Buat kumandangkan edy out, #EdyOut,” tulis @99setyadi.
Lalu apakah jika tuntutan publik, Edy mundur dari jabatan Ketua PSSI, masalah sepakbola Indonesia beres? Entahlah!
(fat/pojoksatu)