piala asia u16 2018

Penggawa Garuda Asia, Ayo Bangkit, Jangan Bersedih!

POJOKSATU.id, KUALA LUMPUR – Pelatih Timnas U-16 Indonesia, Fakhri Husaini mengajak seluruh penggawa Garuda Asia bangkit dan tidak larut dalam kesedihan berkepanjangan.
Kiprah skuat Garuda Asia di ajang Piala Asia U-16 2018 terhenti dibabak perempat-final setelah ditumbangkan Australia dengan skor tipis 2-3 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (01/20/2018) sore WIB.
Dengan hasil minor ini, praktis David Maulana dan kawan-kawan gagal berkiprah di ajang Piala Dunia U17 2019 di Peru.
Ini Penyebab Utama Timnas U-16 Indonesia Kalah dari Australia
Gagal ke Piala Dunia U17 2019, Fakhri Husain Tetap Bangga pada Pemainnya
Reaksi Menpora Atas Kekalahan Timnas U-16 Indonesia

“Pertama, ini hasil yang harus kami hadapi. Artinya kalah 3-2 dari Australia setelah di babak pertama kami menang 1-0, tentu ini hasil yang tidak diharapkan,” kata Fakhri seperti dikutip dari Goal.
“Tapi sepakbola apalagi pada babak delapan besar ini pertandingan pasti akan berlangsung ketat, kesalahan sedikit saja harus dibayar mahal,” sebut dia.
Namun begitu, ia mengajak para pemain untuk tidak larut dalam kesedihan. “Mereka harus belajar menghadapi situasi ini, bahwa di sepakbola tidak selalu sesuai dengan yang kita harapkan,” ucapnya.
“Mereka bersedih cukup malam ini saja, setelah itu mereka harus bangkit kembali, mereka harus hidup lagi, menikmati aktivitasnya sebagai pelajar dan pemain karena masa depan mereka bukan hanya di pertandingan sore ini saja,” ungkapnya.
Dikesempatan itu, Fakhri juga menyampaikan permohonan maaf sekaligus terima kasih kepada suporter yang setia memberikan dukungan setiap timnya bermain di ajang tersebut.
“Terima kasih untuk suporter juga, maaf kami belum bisa memberikan seperti yang diharapkan. Tapi kami sudah berusaha semaksimal mungkin,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Reaksi Menpora Atas Kekalahan Timnas U-16 Indonesia

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menpora, Imam Nahrawi tetap memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan Timnas U-16 Indonesia meski gagal di Piala Asia U-16 2018.
Langkah skuat Garuda Muda terhenti di babak perempat-final setelah dikalahkan Australia dengan skor tipis 2-3 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (01/10/2018) sore WIB.
Dengan hasil minor ini, praktis David Maulana dan koleganya gagal melaju ke ajang Piala Dunia U-17 di Peru tahun depan.
Ini Penyebab Utama Timnas U-16 Indonesia Kalah dari Australia
Gagal ke Piala Dunia U17 2019, Fakhri Husain Tetap Bangga pada Pemainnya
Menpora – Imam Nahrawi (jawapos)
“Perjuangan mereka sudah maksimal, soliditas timnas sudah kelihatan. Ini modal penting bagi masa depan sepakbola Indonesia,” tutur Menpora seperti dikutip dari Goal.
Menpora juga menyampaikan terima kasih kepada suporter yang selama ini tak lelah mendukung perjuangan skuat Garuda Asia di Malaysia.
Menpora mengaku sangat kagum dengan militansi suporter yang selalu memadati tribun Stadion Bukit Jalil di Kuala Lumpur setiap Bagus Kahfi dan koleganya main.
“Dukungan secara langsung sudah diberikan masyarakat yang datang langsung, doa juga sudah dipanjatkan. Namun hasilnya belum dikasih menang,” sebutnya.
“Marilah kami tetap bergembira. Kami harus tetap memberikan dukungan terhadap tim nasional,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Ini Penyebab Utama Timnas U-16 Indonesia Kalah dari Australia

POJOKSATU.id, KUALA LUMPUR – Pelatih Timnas U16 Indonesia, Fakhri Husaini mengungkapkan faktor postur pemain menjadi penyebab utama kekalahan timnya atas Australia U-16.
Skuat Garuda Asia takluk di tangan Australia dengan skor ketat 2-3 di babak perempat-final Piala Asia U-16 2018 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (01/10/2018) sore WIB.
Dengan hasil minor ini memupus harapan David Maulana dan kawan-kawan berlaga di Piala Dunia U17 di Peru tahun depan.
Gagal ke Piala Dunia U17 2019, Fakhri Husain Tetap Bangga pada Pemainnya
“Gol pertama terjadi dengan begitu mudahnya. Tapi ini konsekuensi yang harus kami hadapi saat bola-bola mati. Karena Australia memiliki pemain yang berbadan tinggi lebih banyak dibandingkan kami dan mereka bisa memanfaatkan ini,” tutur Fakhri seperti dikutip dari Bolalob.
Padahal, sebut Fakhri, timnya mampu unggul lebih dulu di babak pertama, namun kehilangan banyak momen di paruh kedua sehingga gagal memertahankan keunggulan.
“Ini hasil yang harus kami hadapi, kalah 3-2 lawan Australia setelah kami unggul pada babak pertama 1-0,” katanya.
“Tentu ini hasil yang tidak diharapakn, tapi di babak delapan besar pasti berlangsung ketat. Kesalahan sedikit saja bisa harus kami bayar mahal,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Gagal ke Piala Dunia U17 2019, Fakhri Husaini Tetap Bangga pada Pemainnya

POJOKSATU.id, KUALA LUMPUR – Timnas U-16 Indonesia takluk di tangan Australia U-16 di babak perempat-final Piala Asia U16 2018 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (1/10/2018) sore WIB.
Hasil minor itu pun sekaligus memupus asa Garuda Asia terbang ke Peru untuk berlaga di ajang Piala Dunia U17 tahun depan atau 2019.
Dua gol Indonesia disumbangkan Sutan Zico di menit 17 dan Rendy Juliansyah menit 89. Sedangkan tiga gol Australia masing-masing dikreasi Walsh di menit 51, Leombruno menit 65 dan Botic menit 74.

Namun begitu, Pelatih Timnas U-16 Indonesia, Fakhri Husaini tetap mengapresiasi setinggi-tingginya perjuangan David Maulana dan koleganya di pertandingan tersebut.
Fakhri mengaku bangga pada para pemainnya yang telah berjuang keras dan mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya di ajang tersebut.
“Saya bangga dengan apa yang ditunjukkan pemain sejauh perjalanan kami di Piala Asia. Mereka sudah memberikan segalanya, mereka sudah tampil luar biasa,” kata Fakhri usai pertandingan seperti dikutip dari Bolalob.
Fakhri berharap para pemain tetap termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuannya dan diharapkan bisa terus berkembang di masa depan untuk menjadi pemain hebat.
“Saya berharap di usia mereka yang masih muda, mereka bisa terus berkembang dan menjadi cikal bakal pemain hebat di masa depan,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Fisik Pemain Australia U-16 Lebih Unggul dari Penggawa Garuda Asia, tapi …

POJOKSATU.id, KUALA LUMPUR – Timnas U-16 Indonesia akan jumpa salahsatu tim favorit juara Australia U-16 di babak perempat-final Piala Asia U16 2018 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (1/9/2018) malam WIB.
Pelatih skuat Garuda Asia, Fakhri Husaini mengungkapkan, secara kualitas dan fisik pemain, Australia lebih unggul dibandingkan timnya.
Namun begitu, Fakhri tak merasa gentar karena sudah mengantongi gaya kekuatan permainan calon lawannya itu.
Hadapi Tim Favorit Juara, Timnas U-16 Indonesia Tak Gentar
Terlebih, timnya pernah jumpa dengan Australia di ajang Piala AFF U-16 tahun lalu meski harus menyerah dengan skor telak 3-7.
“Australia memang sempat kalah 0-3 dari Korsel. Tapi mereka menang lawan Irak 2-1, lawan Afghanistan juga menang,” kata Fakhri.
Fakhri telah merasakan bagaimana kekuatan dari Australia saat bermain di piala AFF U-16 di Chonburi, Thailand, pada 2017 lalu. Dari sisi fisik, mereka unggul dibandingkan Indonesia. Saat itu, skuat Garuda Asia kalah 3-7.
Namun, yang membuat Fakhri optimistis saat ini adalah di Thailand timnya sempat unggul 2-0 terlebih dulu merki akhirnya mampu dikejar dan kalah.
Belajar dari pengalaman pertemuan tersebut, Fakhri berharap David Maulana dan koleganya bisa menaklukkan Australia tersebut.
“Saya kira itu akan berubah pada kali ini. Kedua tim pasti berkembang dan saya percaya, karena sepak bola dinamis apapun bisa terjadi di laga perempat final,” imbuhnya.
(jpnn/qur/pojoksatu)