piala asia u19 2018

Babak Pertama, Timnas U-19 Indonesia Tertinggal 0-1 dari Jepang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jepang U-19 unggul sementara di babak pertama atas Timnas U-19 Indonesia di babak perempat final Piala Asia U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (28/10/2018) malam WIB.
Gol Samurai Biru disarangkan Higashi di menit 40 lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal diantisifasi kiper Riyandi.
Laga itu sendiri berlangsung ketat sepanjang pertandingan. Jual beli serangan tercipta, namun kokoh dan disiplinnya barisan pertahanan kedua tim membuat upaya kedua tim belum membuahkan gol di menit-menit awal.
Indonesia berpeluang mencetak gol lewat bola mati di menit 27. Namun, sepakan terukur Saddil Ramdani yang meluncur deras ke depan mulut gawang tim lawan telat disambut Syahrial Abimanyu.
Sementara Jepang nyaris mengoyak Indonesia di menit 31 lewat sebuah kerjasama satu dua pemainnya. Namun, tendangan Sugawara berhasil dibelokkan Firza dna hanya menghasilkan sepakan pojok.
Di menit 33, Jepang lagi-lagi membuat peluang kali ini lewat aksi Kubo. Sepakan melengkungnya dari luar kotak penalti nyaris merobek jala timnas, namun bolanya masih tipis di samping kiri gawang.
Indonesia coba bangkit keluar dari tekanan untuk melakukan serangan balik yang cepat. Di menit 36 kerjasama satu dua antara Witan dan Saddil mampu merepotkan barisan pertahanan Jepang. Sayang, sepakan Saddil di depan gawang lawan hanya mampu mengoyak jala luar Tani.
Memasuki menit-menit akhir, serangan demi serangan terus mengalir ke jantung pertahanan Indonesia. Alhasil, Jepang mampu mencetak gol lewat sebuah sepakan spekulasi yang terukur dari luar kotak penalti.
Gol tercipta lewat kaki kiri Higashi di menit 40 yang mampu mengoyak jala gawang Riyandi di sudut kiri atas gawang.
Gol itu pun menjadi pembeda di interval pertama untuk kemenangan sementara Jepang atas skuat besutan Indra Sjafri.
Susunan Pemain:
JEPANG U-19 XI: Tani (GK), Higashi, Kobayashi, Hashioka, Sugawara, M. Saito (C), Ito, Fujimoto, H. Abe, Kubo, Miyashiro. Substitusi: Wakahara, Tagawa, Hara, Goke, Seko, Taki, Ishihara, K. Saito, Yamada, Ogiwara, Mikuni, Osako. Pelatih: Kageyama.
TIMNAS U-19 INDONESIA: Riyandi (GK), Asnawi, Indra, Kadek, Rahmat Irianto, Witan Sulaeman, Lutfi, Syahrial Abimanyu, SAddil Ramdani, Hanis Saghara. Substitusi: Rossy, Rumakiek, Syarahil, M. Rafli, Egy MV, Rifad Marasabessy, Feby, Resky, Aulia Hidayat, Rivaldo Ferre, M. Aqil. Pelatih: Indra Sjafri.
(qur/pojoksatu)

Momen Sumpah Pemuda Jadi Pembakar Motivasi Timnas U-19 Indonesia

POJOKSATU.id, JAKARTA – Timnas U-19 Indonesia bertekad untuk menjadikan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum mencetak sejarah lolos ke Piala Dunia U-20 di Polandia tahun depan.
Egy Maulana Vikri dan koleganya pun berjanji akan tampil spartan untuk mengandaskan Jepang U-19 di babak perempat final Piala Asia U-19 2018 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Minggu (28/10/2018) malam WIB.
Laga nanti pun punya arti spesial untuk seluruh penggawa Garuda Nusantara karena digelar bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.
Jepang U-19 Beri Catatan Khusus pada Witan Sulaeman
Punya Tren Bagus, Jepang U-19 Ogah Besar Kepala
Bukan Tekanan, Pelatih Jepang Sebut Suporter Indonesia Justru Jadi Motivasi Pemainnya
Di atas kertas, skuat besutan Indra Sjafri memang tak diunggulkan mengingat lawannya kali ini berstatus sebagai juara bertahan turnamen tersebut.
Namun, Indonesia merasa tidak terbebani, dan mereka ingin memberikan kado manis di hari Sumpah Pemuda.
“Ini motivasi lebih buat kami. 28 Oktober Hari Sumpah Pemuda Indonesia. Sekarang, kami ingin merdeka dari ketertinggalan sepak bola,” tutur Indra Sjafri.
Dukungan dari suporter Indonesia yang diprediksi memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno diyakini akan menambah semangat para pemain. Mereka kini sudah bertekad untuk berjuang habis-habisan demi menuju Piala Dunia U-20 2019.
“Anak-anak sudah bertekad. Jadi yang berjuang tidak cukup pemain. Kalau perlu 75 ribu suporter hadir. Saya berharap suporter santun, perlihatkan kultur bangsa. Jangan pressure untuk mengubah game plan kita,” tandasnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Punya Tren Bagus, Jepang U-19 Ogah Besar Kepala

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jepang U-19 bersiap menjajal kekuatan Timna U-19 Indonesia di babak perempat final Piala Asia U19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Minggu (28/10/2018) malam WIB.
Kedua tim tentu mengusung kemenangan untuk menjaga asa menjuarai turnamen itu sekaligus menyegel satu tiket ke Piala Dunia U20 di Polandia tahun depan.
Pelatih Jepang U-19, Masanaga Kageyama menilai, tuan rumah akan sedikit diuntungkan dengan dukungan penuh suporter di stadion, namun timnya punya rekor positif pernah menggulung Garuda Nusantara dengan skor telak 4-1.
Bukan Tekanan, Pelatih Jepang Sebut Suporter Indonesia Justru Jadi Motivasi Pemainnya
Namun demikian, Kagemayama ogah memandang sebelah mata lawannya itu. Terlebih, Egy Maulana Vikri dan koleganya tampil spartan di fase grup sebelum memastikan satu tiket ke fase knock-out ini.
Terlebih, diakui Kageyama, kondisi Indonesia kali ini berbeda dibandingkan dengan saat timnya membungkam mereka sehingga laga nanti tak akan mudah buat anak asuhnya.
“Ya, kami pernah hadapi Indonesia Maret lalu. Perbedaannya adalah mereka punya kepercayaan diri yang sangat baik dan mereka menang lawan UEA. Apalagi mereka nyaris bisa mengejar ketertinggalan dari Qatar,” tuturnya.
Bahkan, Indonesia menurutnya sukses memukul balik prediksi setelah menang menghadapi UEA. Bahkan di laga itu, Indonesia sukses menang dengan 10 pemain setelah sang kapten Nurhidayat diusir wasit pada awal interval kedua.
“Lawan UEA mereka bermain sepuluh pemain dan tetap menang 1-0. Dan mereka juga bermain di kandang. Mereka punya keuntungan. Satu lagi perbedaan, pelatihnya dahulu (bukan Indra Sjafri),” tandasnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Bukan Tekanan, Pelatih Jepang Sebut Suporter Indonesia Justru Jadi Motivasi Pemainnya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Timnas U-19 Indonesia bersiap menjajal kekuatan Jepang U-19 di babak perempat final Piala Asia U19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Minggu (28/10/2018) malam WIB.
Garuda Nusantara tentu wajib memenangkan pertandingan tersebut untuk menjaga asa menjuarai turnamen itu sekaligus menyegel satu tiket ke Piala Dunia U20 di Polandia tahun depan.
Kehadiran dan dukungan suporter tanah air diharapkan bisa membuat perjuangan Egy Maulana Vikri dan koleganya di lapangan optimal bahkan tampil spartan.
Kendati begitu, pelatih Jepang U-19, Masanaga Kageyama mengaku tak gentar dengan dukungan penuh penonton untuk tim lawannya itu.
Kageyama justru menilai, suporter yang memadati GBK bakal jadi pengalaman yang berharga untuk timnya.
“Tim kami akan menghadapi tekanan yang berbeda, atmosfer di sini sangat bagus dan saya menantikan atmosfer seperti itu, kami menantinya. Kami harus menikmati bermain sepakbola dalam atmosfer seperti ini,” tuturnya seperti dikutip dari Goal.
Terlebih, sebut dia, beberapa pemainnya sudah terbiasa bermain dengan atmosfer penonton yang membludak.
“Kami punya beberapa pemain dari Liga Jepang yang punya pengalaman bermain di depan puluhan ribu penonton, tapi ini akan jadi pengalaman yang berbeda. Tentu saja mereka akan merasakan tekanan dan stres, tapi itu normal,” ungkapnya.
“Jika mereka ingin menjadi pemain internasional di masa mendatang maka ini akan jadi pengalaman berharga dan ini bisa jadi motivasi yang tinggi untuk semua pemain di dalam tim,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Jajal Jepang, Witan Sulaeman Janji Mamprang Lagi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Witan Sulaeman, pahlawan kemenangan Timnas U-19 Indonesia atas Uni Emirat Arab di babak penyisihan Grup A Piala Asia U-19 2018 siap tampil all out  lagi menghadapi Jepang U-19 di perempat final.
Indonesia akan jumpa tim Samurai Muda di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 28 Oktober mendatang.
Laga tersebut, selain menjadi tiket masuk ke babak semifinal juga menjadi penentu lolos tidaknya Garuda Nusantara ke Piala Dunia U-20 tahun depan.
Sebelum Tanding, Witan Sulaeman Sempat Kena Semprot Pelatih
Witan Sulaeman, Aset yang Perlu Dijaga
Meski akan menghadapi raksasa Asia, Witan mengaku tak gentar. Pemain yang baru berusia 17 tahun itu siap memberikan yang terbaik sebagaimana ia perlihatkan di laga sebelumnya.
“Kami akan habis-habisan dalam pertandingan perempat final. Berusaha semaksimal mungkin dan bekerja lebih keras,” tekad pemain asal Palu itu.
Menurut dia, kemenangan atas UEA menjadi modal penting timnya menatap pertandingan kontra Jepang.
Witan pun mengajak koleganya untuk kembali bermain sebagai tim, bahu membahu membangun serangan dari segala penjuru ke zona pertahanan lawan.
“Ini berkat kerja sama tim dan kerja keras kita semua. Terima kasih kepada suporter yang sudah memberikan dukungan kepada kita,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Sebelum Tanding, Witan Sulaeman Sempat Kena Semprot Pelatih

POJOKSATU.id, JAKARTA – Witan Sulaeman, gelandang serang Timnas U-19 Indonesia tampil menjadi pahlawan kemenangan timnya atas Uni Emirat Arab (UEA).
Gol semata wayangnya di menit 23 laga pamungkas Grup A di SUGBK, Rabu (24/10/2018) malam WIB cukup mengantarkan skuat Garuda Nusantara melaju ke perempat final Piala Asia U19 2018.
Pemain asal Palu yang baru berusia 17 tahun itu memang tampil sangat impresif sepanjang pertandingan. Ia tampil penuh percaya diri dengan memainkan aksi individualnya meliuk-liuk dihadapan para pemain lawan yang tinggi besar.
Gol satu-satunya yang tercipta di laga itu pun ia lahirnya lewat sebuah aksi individu yang impresif. Mencuri bola pemain UEA lalu menggiringnya ke dalam kotak terlarang untuk kemudian melesakkan sepakan keras terukur ke dalam jala lawan.
Witan pun berbagi rahasia dibalik aksi spartannya di pertandingan tersebut. Ia mengaku sebelum pertandingan atau saat sesi latihan, ia sempat menjadi sasaran kemarahan sang pelatih, Indra Sjafri.
“Ya, dimarahi coach (Indra Sjafri, red) itu benar. Pertandingan tadi hasil marah-marah itu, saya cetak gol juga  gara-gara itu,’’ kata Witan sembari tersenyum.
Witan ingat betul bagaimana kemarahan pelatihnya itu karena sering melakukan pressing ketika lawan menguasai bola.
“Buktinya gol saya tadi dari situ, pressing dan memanfaatkan kesalahan lawan,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Indra Sjafri Ungkap Rahasia Sukses Timnas U-19 Indonesia Tampil Spartan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Timnas U-19 Indonesia sukses membungkam Uni Emirat Arab lewat drama 90 menit lebih di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Rabu (24/10/2018) malam WIB.
Skuat Garuda Nusantara memenangi laga dengan skor tipis 1-0 lewat gol semata wayang, Witan Sulaeman di babak pertama menit 23.
Dengan hasil positif ini, skuat besutan Indra Sjafri ini pun berhak melaju ke babak perempat final sebagai runne rup Grup A.
Babak Pertama, Gol Witan Bawa Timnas U-19 Indonesia Unggul atas UEA
Bungkam UEA, Timnas U-19 Indonesia Melaju ke Perempat Final Piala Asia U-19 2018
Pelatih Timnas U-19 Indonesia – Indra Sjafri.
Usai pertandingan, sang pelatih mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas perjuangan tak kenal lelah Witan Sulaeman dan kawan-kawan.
“Kerja keras yang luar biasa dari para pemain dan rahmat Allah SWT memberikan kita kemenangan penting malam ini,” tutur Indra Sjafri seperti dikutip dari Bolalob.
“Ini akan membuat para pemain lebih termotivasi untuk bermain di babak 8 besar,” sebutnya.
Loloskan Indonesia ke Perempatfinal, Begini Perasaan Witan Sulaeman
Ketat, Berikut Klasemen Akhir Grup A Piala Asia U-19 2018
Pihaknya pun mengaku bersyukur timnya mampu menjaga kemenangan hingga peluit akhir karena harus bermain dengan 10 orang setelah sang kapten, Nurhidayat Haji Haris diganjar kartu kuning kedua pada menit ke-50.
“Syukur setelah hasil tadi setelah kita bermain dengan 10 orang selama hampir lebih 30 menit bisa kita lewati dengan baik,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Babak Pertama, Gol Witan Bawa Timnas U-19 Indonesia Unggul Atas UEA

POJOKSATU.id, JAKARTA – Witan Sulaeman membawa Timnas U-19 Indonesia unggul sementara atas Uni Emirat Ara (UEA) di babak pertama dalam lanjutan Piala Asia U19 2018 gase Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Rabu (24/10/2018) malam WIB.
Witan sukses menjebol gawang UEA yang dikawal Suhail di menit 23 lewat tendangan kerasnya ke sisi kiri gawang lawan.
Gol tercipta setelah Witan berhasil mencuri bola yang dioper pemain UEA untuk kemudian digiring ke dalam kotak terlarang sebelum ditendang keras ke arah gawang.
Skuat besutan Indra Sjafri ini sendiri tampil cukup spartan di laga pamungkas Grup A ini. Hal ini jauh berbeda dari penampilan mereka saat menghadapi Qatar.
Timnas wajib memenangkan laga ini untuk menyegel satu tiket ke babak selanjutnya guna menjaga asa lolos ke Piala Dunia U20 tahun depan.
Selain Witan, Edy Maulana Vikri juga tampil baik dan mampu membuka peluang emas namun gagal dipenyelesaian akhir.
Sementara UEA yang beberapa kali mampu mengancam gawang Garuda Nusantara gagal mengejar ketertinggalan karena kokoh dan disiplinnya barisan pertahanan Indonesia yang dgalang Irianto.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda turun minum, Indonesia mampu menjaga kemenangan sebagai bekal positif di paruh kedua.

Jajal UEA, Timnas U-19 Indonesia Berharap Banyak pada Suporter

POJOKSATU.id, JAKARTA – Timnas U-19 Indonesia akan melakoni laga krusial menghadapi Uni Emirat Arab di laga pamungkas fase Grup A, Piala Asia U-19 2018, Rabu (24/10/2018) malam WIB.
Di pertandingan nanti, skuat besutan Indra Sjafri tentu harus menang untuk mengamankan satu tiket tersisa ke fase berikutnya, terlebih jika Qatar menelan kekalahan atas Taiwan.
Meski skenario tersebut terbilang berat, mengingat Qatar juga mengincar dan berpeluang besar melenggang ke babak berikutnya, namun bukan tak mungkin Garuda Nusantara bisa melewati lubang jarum asalkan mampu bermain spartan sebagaimana saat mereka menghadapi Qatar, kemarin.
Pelatih Timnas U-19 Indonesa, Indra Sjafri pun mengharapkan dukungan penuh suporter tanah air untuk memadati stadion di laga nanti.
“Saya harap stadion penuh saat kami menghadapi Uni Emirat Arab di laga terakhir grup A,” tutur Indra Sjafri.
Dukungan suporter, ungkap dia akan menjadi penambah motivasi Egy Maulana Vikri dan koleganya untuk tampil spartan sebagaimana mereka tunjukkan saat menghadapi Qatar.
Meski akhirnya harus menyerah dengan skor dramatis 5-6, namun perjuangan Indonesia patut mendapatkan acungan jempol karena mampu mengejar ketertinggalan dari 1-6.
“Kami akan terus berjuang dan semoga suporter tetap mendukung perjuangan timnas. Kami akan berjuang hingga titik darah terakhir. Semoga lawan UEA, stadion penuh,” ujarnya penuh harap.
“Melawan UEA tidak ada pilihan selain menang untuk mengamankan peluang lolos ke babak perempat final. Kami segera mengevaluasi sekaligus menyiapkan tim supaya bisa tampil lebih baik dan tidak membuat beberapa kesalahan,”imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Aksi Rivaldo Ferre Bikin Tim Pelatih Qatar Geleng-Geleng Kepala

POJOKSATU.id, JAKARTA – Rivaldo Ferre sukses mencuri perhatian di laga Timnas U-19 Indonesia kontra Qatar di babak penyisihan Grup A Piala Asia U19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Minggu (21/10/2018) malam WIB.
Betapa tidak, masuk ke lapangan dari bangku cadangan sebagai pemain pengganti di menit 55 untuk menggantikan M. Rafli, Rivaldo langsung menyengat untuk mengobrak abrik barisan pertahanan lawan.
Terbukti, tiga gol lahir dari kakinya, satu lewat bola mati dan dua lewat aksi impresifnya dihadapan para pemain belakang Qatar.
Babak Pertama, Qatar Permak Timnas U-19 Indonesia 4-1
Diwarnai Hujan Gol, Qatar Taklukkan Timnas U-19 Indonesia
Asisten pelatih Qatar, Lino Godinho pun mengaku kaget sekaligus kagum dengan penampilan impresif pemain asal  Indonesia timur, Papua itu.
Menurut Lino, keharidan Rivaldo mampu merubah jalannya permainan bahkan nyaris membuat mental para pemainnya anjlok.
“Ya, saya pikir Todd Ferre membuktikan, dia bisa mengubah jalannya pertandingan buat Indonesia,” ungkap Lino.
Lino sendiri mengaku tak terkejut dengan permainan spartan skuat Garuda Nusantara tersebut, dan ia mengaku timnya beruntung bisa memertahankan kemenangan hingga peluit akhir pertandingan.
“Saya sudah menduga Timnas U- Indonesia bakal kerja keras dan punya pemain bagus. Kami tidak kaget mereka cetak 4 gol. Yang saya kaget kami bisa kebobolan 4 gol secara berturut-turut,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)