plt ketum pssi

Jokdri Akan Kembali Digarap Satgas Antimafia Bola

POJOKSATU.id, JAKARTA – Satgas Antimafia Bola memberikan sinyalemen akan kembali memanggil dan memeriksa plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri.
Jokdri sebelumnya telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus pengaturan skor atas pelaporan eks manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono menyebutkan, tak menutup kemungkinan satgas akan kembali memanggil Jokdri menyusul perkembangan baru soal temukan penghancuran dokumen di kantor PT Liga Indonesia saat satgas melakukan penggeledahan.

“Tentunya dalam pengembangan, semua akan dipanggil, bukan hanya beliau (Jokdri) saja tapi yang lain juga,” sebut Syahar seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Namun, dikatakannya, pemanggilan tersebut belum dijadwalkan. Sebab satgas masih menyelidiki dokumen yang disita dari hasil penggeledahan di dua tempat tersebut beberapa waktu lalu.
“Satgas sedang mendalami dokumen-dokumen. Setelah itu dibuat rencana penyelidikan, penyidikan,” sebutnya.
Diketahui, Satgas Antimafia Bola akhir pekan lalu melakukan penggeledahan di bekas kantor PT Liga Indonesia yang terletak di Rasuna Office Park, Jl. HR. Rasuna Said, Jakarta Pusat dan kantor PT Gelora Trisula Semesta (GTS), operator Indonesia Soccer Championship 2016, di Menara Rajawali, Lantai 11, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.
PT LI merupakan operator Liga 1, 2, dan 3 pada 2009-2015. Kala itu, liga papan atas Indonesia masih bernama Liga Super Indonesia.
Sedangkan PT GTS merupakan operator liga pada 2016, saat PSSI dibekukan oleh FIFA. Sedangkan pada 2017 dan 2018, operator dipegang oleh PT Liga Indonesia Baru.
Adapun saat menggeledah di kantor PT. Liga Indonesia, penyidik menemukan sejumlah kertas yang telah dihancurkan mesin penghancur kertas.
Dari pengakuan saksi yang merupakan pegawai di kantor tersebut, kertas-kertas itu merupakan laporan keuangan Persija.
Terkait hal tersebut, lebih lanjut Syahar menegaskan dari hasil pengembangan penyidikan akan ada tersangka baru. “Ya pasti lah. Tidak menutup kemungkinan tersangka baru,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

PSSI Berencana Bentuk Badan Independen untuk Wasit Profesional

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI berencana membentuk badan independen khusus untuk wasit profesional pada musim depan.
Hal ini diiungkapkan Plt Ketum PSSI Joko Driyono. Diakuinya, saat ini rencana tersebut dalam tahap penggodokan.
Dijelaskan pria yang akrab disapa Jokdri, tidak mudah membentuk badan independen seperti itu.
Pasalnya, kata dia, harus ada struktur, manajemen berpengalaman, dan juga bahan baku.
“Kami harus sesuaikan dengan yang ada di Indonesia. Seandainya impor memang lebih cepat. Tapi, tidak serta merta membuat kualitas wasit menjadi bagus. Karena itu, menyangkut development-nya,” paparnya, dilansir JPNN.
Dijelaskan, nantinya badan independen akan mengambil alih tugas yang selama ini diserahkan kepada Komite Wasit PSSI.
Mulai dari mengelola manajemen wasit profesional yang ada di Indonesia, penugasan, monitoring, hingga maintenance.
Selain itu juga akan meningkatkan jumlah wasit yang bakal bertugas di kompetisi sepak bola Indonesia bekerjasama dengan operator.
Akan tetapi, badan itu tidak mengurusi development. Misalnya, pemberian sanksi hingga pembuatan sertifikasi.
Artinya, Komite Wasit PSSI tetap punya tugas penting. Komite Wasit juga bertugas mengawasi badan indipenden ini selama mengurusi wasit profesional di Indonesia. “Nantinya juga di badan itu khusus untuk sepak bola wanita dan futsal,” sambungnya.
Badan Indipenden untuk wasit profesional ini juga mendapat perhatian khusus dari FIFA. Sebab, FIFA sudah menyumbangkan dana untuk PSSI khusus development wasit.
“Salah satu note dari FIFA adalah terkait hal ini. sebelumnya kami juga sudah teken MoU dengan federasi sepak bola Jepang karena itu ada (Toshiyuku) Nagi di sini. Jadi, instruktur dan direktur wasit,” paparnya.
Selain itu, PSSI akan me-restart alias merombak Komite Wasit. “Ya, ada perubahan, tidak bisa disebut ganti total. Kami juga harus melihat kompetensi berdasarkan ekperimen mereka juga,” bebernya.
Mereka masih menunggu rapat umum pemegang saham (RUPS) PT LIB dengan klub-klub pada pertengahan Februari ini. RUPS itu juga jadi penentu bagaimana nantinya SOP terkait Badan Indipenden untuk wasit profesional yang akan dibentuk.
(rid/ham/pojoksatu)

Diperiksa Atas Kasus Match-Fixing, Jokdri Puji Langkah Satgas Antimafia Bola

POJOKSATU.id, JAKARTA – Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri telah menjalani pemeriksaan atas kasus pengaturan skor atau match-fixing oleh Satgas Antimafia Bola.
Jokdri diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi atas laporan eks Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani.
Lasmi yang buka-bukaanya membongkar praktik mafia bola di pentas sepak bola tanah air sebelumnya mengungkapkan pernah dijanjikan klubnya bisa naik kasta ke Liga 2 asal menyetorkan sejumlah uang.
Vigit Waluyo Bongkar Cara Mafia Bola Bekerja
Namun, ia merasa ditipu karena Persebara Banjarnegara tak bisa naik kasta ke Liga 2 sehingga dia blak-blakan soal adanya kasus suap menyuap tersebut.
Usai diperiksa, Jokdri memberikan apresiasi atas langkah satgas. Dikatakannya, pemanggilan itu sangat bagus agar semuanya jelas terkait kasus pengaturan skor.
Pihaknya juga berjanji akan transparan dan tidak menutup-nutupi semuanya. “Secara umum saya merasa ini bagus juga,” ucapnya.
“Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan menjadi referensi bagi kepolisian untuk mengambil kesimpulan-kesimpulan terhadap proses yang dilakukan terdahulu, baik kepada terlapor maupun saksi-saksi sebelumnya,” tandasnya.
Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola telah memeriksa Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria dan Bendahara PSSI, Berlinton Siahaan.
Sementara hingga saat ini, sedikitnya sudah ada 12 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus match-fixing, mulai dari anggota Exco PSSI, Komdis PSSI hingga perangkat pertandingan.
(qur/pojoksatu)

Jadi Plt Ketum PSSI, Satgas Antimafia Bola Tetap Garap Jokdri

POJOKSATU.id, JAKARTA – Joko Driyono telah ditunjuk sebagai plt Ketua Umum PSSI pasca pengunduran diri Edy Rahmayadi dalam Kongres Tahunan PSSI di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019) siang WIB.
Edy Rahmayadi memutuskan menanggalkan jabatannya karena mengaku ingin fokus mengurus Sumatera Utara sebagai gubernur.
Sebelum diserahi tampuk kepemimpinan, Jokdri sendiri sempat diperiksa Satgas Antimafia Bola bentukan Mabes Polri sebagai saksi atas kasus match-fixing atau pengaturan skor.
Jadi Plt Ketum PSSI, Tagar #JokdriOut Menggema di Lini Masa
Satgas sendiri memberikany sinyalemen akan kembali memeriksa Jokdri dan statusnya kini menjadi orang nomor satu di federasi itu tidak akan menghambat pemeriksaan satgas terhadap yang bersangkutan.
“Pemeriksaan kan dilakukan hanya sebagai saksi,” sebut Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola, Kombes Argo Yuwono.
Pemeriksaan terhadap Jokdri sediri sedianya dilakukan Kamis (17/1/2019), namun saksi meminta penundaan hingga Kamis (24/1/2019).
Selain Jokdri, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap petinggi PSSI lainnya, anggota Exco PSSI Papat Yunisal, dan Wakil Bendahara Umum PSSI Irfan.
Terkait kasus praktik mafia bola yang tengah ditangani Satgas Antimafia Bola ini sendiri, satgas telah menetapkan sedikitnya 12 orang sebagai tersangka.
Para tersangka itu di antaranya anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi”Mbah Putih”  Riyanto, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Ling Eng, mantan wasit futsal Anik Yuni Artika, mantan anggota Komisi Wasit PSSI, Priyanto, dan wasit Nurul Safarid.
Selain itu, juga ada staf Direktur Penugasan Wasit di PSSI berinsial ML, tersangka lain berinisial YI, CH, DS, P dan MR, termasuk Vigit Waluyo.
(qur/pojoksatu)