Pojok Bisnis

9 Tips Aman Gunakan LPG, Pertamina Gencar Sosialisasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pertamina gencar melakukan sosialisasi tips aman gunakan LPG. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pengguna LPG, khususnya emak-emak agar terhindar dari bencana yang bersumber dari LPG.
Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III Dewi Sri Utami mengatakan,
gas LPG menjadi sahabat manusia dalam kebutuhan sehari-hari.
Sejak pagi, gas sebagai bahan bakar ini sudah digunakan untuk memasak hingga mendukung mata pencaharian sebagian masyarakat Indonesia.
Dewi menjelaskan, tabung LPG sudah didesain dengan aspek keamanan, kepraktisan pemakaian, dan standar produksi yang ketat dan teruji.
“Namun, keamanan penggunaan LPG tetap perlu selalu diperhatikan,” ujarnya, Rabu (20/3/2019).
Tidak hanya LPG, Dewi menambahkan, ada perlengkapan lain yaitu regulator, selang, kompor, serta 2 buah klem. Masyarakat perlu memperhatikan kondisi, kebersihan, serta kehandalan dari setiap alat tersebut.
Dewi menjelaskan, apabila mendapatkan tabung gas dalam kondisi bocor, agar segera membawa keluar ruangan terbuka.
“Pastikan gas dibawa ke ruang terbuka dan jauhkan dari sumber api. Dan segera hubungi agen LPG resmi atau call center Pertamina 135”.
Untuk itu Pertamina memberikan tips aman gunakan LPG yakni:
1. Pastikan kondisi ruangan dapur memiliki ventilasi yang cukup.
2. Tempatkan tabung dengan sirkulasi udara dan ventilasi yang baik.
3. Gunakan regulator berlogo SNI
4. Pastikan klem terpasang erat pada kedua ujung selang.
5. Pastikan selang tidak tertekuk atau tertindih.
6. Pastikan segel/security seal cap serta tersedia karet hitam (rubber seal) dalam keadaan baik.
7. Sebelum menyalakan kompor, cek terlebih dahulu apakah ada bau khas gas elpiji tercium. Jika dirasa aman bisa langsung menyalakan kompor.
8. Rutin melalukan pengecekan regulator dan selang yang sering terkena tumpahan makanan.
9. Lakukan langkah berikut apabila terjadi kebocoran gas:
– Matikan kompor, sumber api lainnya dan aliran listrik di dalam rumah.
– Segera lepaskan regulator.
– Bawa tabung ke luar atau ruang terbuka dan jauhkan dari sumber api.
– Hubungi agen LPG resmi atau call center Pertamina 135.
“Mari bersama-sama kita saling peduli untuk mengingatkan dan membudayakan keamanan dalam penggunaan LPG,” tandas Dewi.
(one/pojoksatu)

Kemenhub Tampung Usulan Tarif Ojek Online

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dalam beberapa waktu terakhir, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pertemuan dengan pengemudi ojek online (ojol) dan aplikator.
Lewat pertemuan tersebut, Kemenhub ingin mendengar masukkan dari kedua belah pihak terkait permasalahan tarif biaya jasa atau tarif ojol.
Ada beberapa usulan tarif yang disampaikan kedua belah pihak. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, masing-masing usulan memiliki besaran yang tidak berbeda jauh.
Kata Budi, aplikator mengajukan usulan tarif yang ditetapkan sebesar Rp 2 ribu per kilometer (KM) net. Jika gross, maka tarif tersebut masih harus dipotong sebesar 20 persen.
“Misalnya Rp 20 ribu terus dapet subsidi Rp 3 ribu dan dipotong 20 persen jadinya bisa Rp 19 ribu,” ujarnya.
Sementara itu, usulan dari pengemudi ojol disampaikan sebesar Rp 2.400 per kilometer. Angka itu lebih mahal dari usulan aplikator dan belum pasti gross maupun net.
Dikatakan, usulan yang disampaikan kedua belah pihak nantinya akan disampaikan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Rencananya, pihaknya juga bakal melakukan pembahasan terkait tarif ojol bersama YLKI dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam keputusan tarif ojol, Budi menegaskan Kemenhub tidak ingin merugikan kedua belah pihak. Apalagi, jika sampai bisnis tersebut gulung tikar.
“Saya juga berpikir saya punya kepentingan bahwa mereka jangan sampai satu (apliaktor), nanti bisa monopoli. Kalau kita maunya gimana (soal tarif ojol)? murah, selamat, nyaman,” pungkasnya.
(jpc/pojoksatu)

Pemerintah Bangun PJU Tenaga Surya di 21 Ribu Titik

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemerintah bakal membangun penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS) di 21 ribu titik.
Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan listrik dari energi terbarukan.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Sutijastoto menuturkan, lampu sebanyak itu akan dimanfaatkan untuk menerangi jalan sepanjang 1.000 km pada 2019.
Sutijastoto mengatakan, saat ini pemda masih mengusulkan pembangunan PJUTS di daerah. “Penerangan merupakan salah satu kebutuhan masyarakat untuk kesejahteraan,” ujarnya.
Diketahui, PJUTS adalah lampu penerangan jalan yang menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi listrik dan terintegrasi dengan baterai.
Lampu PJUTS sangat cocok digunakan untuk jalan-jalan di daerah-daerah yang belum terjangkau listrik PLN. Serta daerah yang mengalami krisis energi listrik, terutama di daerah terpencil karena sifatnya yang stand-alone.
Selain itu, PJUTS juga dapat diaplikasikan di daerah perkotaan seperti di kawasan jalan utama, perumahan, kawasan industri, dan fasilitas umum lainnya.
Khusus untuk tahun anggaran 2018, Kementerian ESDM memasang PJUTS di 26 provinsi dan 167 kabupaten/kota dengan jumlah PJUTS mencapai 21.839 titik.
Dalam tiga tahun terakhir, sejak 2016 hingga 2018, pemerintah membangun PJUTS di 30 ribu titik. Tujuannya, menerangi jalan sepanjang 1.500 km pada 200 kabupaten atau kota dengan memakai dana APBN Kementerian ESDM.
(vir/c14/oki/pojoksatu)