praktik mafia bola

Vigit Waluyo Bongkar Cara Mafia Bola Bekerja

POJOKSATU.id, SURABAYA – Vigit Walyuo, tersangka kasus match-fixing atau pengaturan skor buka-bukaan soal praktik mafia bola di pentas sepakbola tanah air.
Dalam konferensi pers di sela pemeriksaannya di Mapolda Jatim, kemarin, Vigit menyebutkan, untuk mendeteksi apakah ada match fixing dan match setting di sepakbola bisa dilihat dari dua hal, penjadwalan dan penugasan wasit.
Vigit yang juga tersandung kasus Korupsi PDAM Sidoarjo ini pun secara gamblang menyebut jika jika federasi (PSSI) punya peran penting terwujudnya dua hal tersebut.

“PSSI lebih paham tentang awal penjadwalan sampai penugasan wasit. Karena dalam penjadwalan itu tampak sekali siapa yang bertanding di awal dan di akhir. Itu biasanya mereka didukung untuk prestasi yang baik,” ungkap Vigit seperti dikutip dari Jawapos.com.
Dalam wacancara dengan puluhan awak media tersebut, Vigit berulang kali menyebut penjadwalan pertandingan dan penugasan wasit sebagai indikasi adanya match fixing dan match setting di sepak bola Indonesia.
“Kuncinya adalah di penjadwalan dan perwasitan. Dari situ bisa dilihat,” sebut Vigit. “Tim yang ditunjuk sebagai tuan rumah pada pertandingan terakhir, menurut saya setting-an,”
Dikesempatan itu, Vigit juga mengaku pernah memberikan sejumlah uang kepada anggota Komite Wasit PSSI berisinial NK.
Uang sebesar Rp25 juta itu dimaksudnya untuk mengamankan pertandingan antara PS Mojokerto Putra di pentas Liga 2 2018.
(jpc/qur/pojoksatu)