preview

Chelsea Jadi Penentu Juara atau Tidaknya Manchester City Musim Ini

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester City akan menjamu Chelsea di Etihad Stadium, Minggu (10/2/2019) malam WIB dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan 27.
Dikemukakan sang manajer, Pep Guardiola, jika timnya mampu memenangkan laga tersebut, maka kans The Citizens untuk memertahankan titel juara Liga Primer Inggris di musim ini semakin terbuka lebar.
City sendiri berpeluang kembali merebut pucuk klasemen setelah diambil alih Liverpool usai mengandaskan AFC Bournemouth dengan skor telak 3-0.
“Saya sudah tahu dalam lima atau enam tahun terakhir, juara bertahan tak bernasib baik dalam tahun berikutnya, semuanya keluar dari persaingan dan tidak memiliki kesempatan untuk memenangkan Liga Premier,” tuturnya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
“Jika kami menang melawan Chelsea, itu akan membantu kami, dan saya yakin kami akan berjuang untuk menjadi juara lagi.,” tandasnya.
Sejauh ini Manchester City telah menelan empat kekalahan, dua kali lebih banyak dibanding musim sebelumnya.
Karena itu, Guardiola menginginkan timnya menjadi tim pertama yang memenangkan gelar liga berturut-turut dalam satu dekade.
“Dalam dua musim terakhir, Leicester dan Chelsea tidak memiliki peluang, tetapi kami ada di puncak. Itulah yang paling saya sukai, tetapi kami ingin berada di sana sampai akhir,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Pemain Ini Ancam Bikin Mohamed Salah Mandul

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Liverpool akan menjamu Crystal Palace di Anfield dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan 23, Sabtu (19/1/2019) malam WIB.
The Reds berpeluang meneruskan tren kemenangan untuk mengokohkan posisi mereka di puncak klasemen sementara.
The Reds unggul empat angka atas Manchester City yang membayangi di  bawahnya setelah sukses membungkam mereka beberapa waktu lalu.

Sementara bagi tim tamu sendiri, bisa mencuri poin penuh di kandang The Reds akan sangat krusial dalam upaya mereka bertahan di papan tengah.
Palace kini masih tertahan di urutan 14 dengan raihan 22 poin dari enam kemenangan, empat bermain seri dan sudah 12 kali menelan kekalahan.
Karena itu, bek Palace, Patrick van Aanholt bertekad untuk membungkam seluruh upaya serangan Liverpool yang dikonstruksi Mo Salah.
Meski para pemain yang akan dihadapinya berlabel bintang dan terkenal sebagai trisula mematikan (Roberto Firmino, Mo Salah, Sadio Mane), namun ia tetap akan menjaga benteng pertahanan timnya dari upaya serangan tim lawan.
“Ya, aku selalu ingin bermain melawan yang terbaik,” kata Van Aanholt seperti dikutip dari Metro.
“Dia (Salah) adalah salah satu yang terbaik di liga. Sudah waktunya saya untuk menutupnya dan memastikan dia tidak bermain dengan baik.,” tekad pemain asal Belanda itu.
Aanholt sesumbar bisa menjalankan tugasnya karena pernah sukses saat membungkam upaya para pemain depan Manchester City beberapa waktu lalu.
“Kami sudah melakukannya melawan Manchester City, jadi mengapa tidak di Anfield? Kami tahu mereka akan mendatangi kami, mereka akan menekan kami sehingga kami harus fokus pada permainan kami sendiri dan melihat apa yang terjadi,” tuturnya.
“Menang selalu memberi kita dorongan. Kemenangan melawan juara selalu istimewa,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Manchester United Vs Brighton, Ajang Balas Dendam untuk Lanjutkan Tren Kemenangan

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester United akan menjamu Brighton & Hove Albion di Old Trafford dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan 23, Sabtu (19/1/2019) malam WIB.
Laga nanti tentu akan dijadikan momentum untuk terus menjaga tren kemenangan setelah skuat besutan Ole Gunnar Solskjaer itu sukses menuai lima kemenangan beruntun di Liga Primer Inggris.
Kemenangan atas Brighton nanti juga sangat penting untuk menjaga asa MU menembus zona empat besar Liga Champions di klasemen akhir.

Setan Merah yang menempati peringkat keenam masih terpaut jarak enam angka dari Chelsea di urutan keempat atau berjarak 16 angka dari Liverpool di pucuk.
Selain itu, Paul Pogba dan koleganya tentu sangat termotivasi untuk membalas kekalahan mereka di leg pertama saat masih ditukangi Jose Mourinho. Saat itu MU menyerah 2-3 di kandang Brighton.
Tiga gol tuan rumah disarangkan Glenn Murray, Shane Duffy, dan Pascal Gross dari titik putih. Sedangkan dua gol United didonasi Romelu Lukaku dan Paul Pogba dari eksekusi penalti.
Namun demikian, sang manajer interim, Ole Gunnar Solskjaer menegaskan, pertandingan nanti tak ada korelasinya dengan pertandingan sebelumnya.
Tekadnya hanya satu, memenangkan permainan untuk meneruskan tren kemenangan menjadi enam kemenangan beruntun.
“Jika Anda menjalani setiap pertandingan di Manchester United, sebagai pemain atau manajer, Anda akan berpikir untuk menang. Itu sifat natural klub ini,’ tutur Solskjaer.
“Kami memiliki enam pertandingan yang bagus, tetapi berikutnya akan tetap selalu penting,” sebut dia.
Solskjaer pun optimistis menatap pertandingan nanti dan yakin skuatnya akan mampu mengakhirinya dengan hasil memuaskan, kendati ia tentu ogah menganggap remeh tim lawan.
“Semua orang mengatakan tentang Tottenham yang menjadi ujian. Saya tidak berpikir itu adalah ujian, karena Anda tahu para pemain akan siap untuk menghadapi itu,” sebutnya.
“Saya ingin para pemain percaya diri, tetapi saya tidak ingin mereka berpuas diri dan melepaskan kaki dari pedal (terus berjuang),” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Preview Man City Vs Liverpool: Saling Puji Jelang Laga Penuh Gengsi

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Liverpool dan Manchester City akan bentrok di Boxing Day pekan 21 lanjutan Liga Primer Inggris, di Etihad Stadium, Jumat (4/1/2019) dini hari WIB.
Laga tersebut dipastikan akan berlangsung seru dan sengit karena bertajuk perburuan gelar juara. Bahkan, bagi tuan rumah, pertandingan nanti akan menjadi parta i hidup mati.
Liverpool kini masih kokoh di puncak klasemen sementara City berada di peringkat ketiga terpaut selisih tujuh angka dari The Reds.
Laga Kontra Liverpool jadi Partai Hidup Mati Manchester City
Jelang bentrok dua tim papan atas di awal tahun ini, kedua manajer tim telah melayangkan ‘psywar’ berupa sanjung puji satu sama lain.
Manajer Liverpool, Jurgen Klopp misalnya, ia tak sungkan menyebut City sebagai klub terbaik di dunia, kendati ia memandang laga nanti tak ‘istimewa’.
“Ini adalah laga normal melawan Manchester City. Namun, salah satu yang paling sulit, salah satu pertandingan paling sulit yang bisa Anda mainkan di sepakbola modern,” tuturnya seperti dikutip Pojoksatu.id dari Goal.
“Kami merasakannya berulang kali. Ini adalah tim sepakbola yang sangat kuat dengan manajer yang istimewa, dan kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, kami harus berani, kami harus penuh dengan semangat, marah, seperti pada pertandingan lain,” paparnya.
Sementara manajer City, Pep Guardiola menyebut rivalnya itu sebagai  tim yang terbaik di Eropa. Ia banyak menyebut Klopp sebagai sosok manajer yang luar biasa yang mampu membesut Liverpool menjelma menjadi salahsatu tim terbaik Eropa saat ini.
“Klopp seorang manajer luar biasa. Saya memiliki hubungan baik dengan dia dan timnya selalu bermain bagus,” puji Guardiola.
Ia pun mengaku senang dan bangga bisa terus bersaing dengan sosok manajer seperti Klopp. “Tim kami bermain, saya mengalahkan dia, dia mengalahkan saya, saya memenangi piala dan ia memenangi beberapa. Saya memberinya selama ketika ia mengalahkan saya dan saya melangkah ke depan,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Laga Kontra Liverpool Jadi Partai Hidup Mati Manchester City

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester City bersiap menghadapi pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris dalam Boxing Day pekan 21 di Etihad Stadium, Jumat (4/1/2019) dini hari WIB.
Laga tersebut dipastikan akan berlangsung seru dan sengit karena bertajuk perburuan gelar juara. Bahkan, bagi tuan rumah, pertandingan nanti akan menjadi parta i hidup mati.
City wajib memenangkan pertandingan tersebut jika masih ingin bersaing dalam perburuan titel juara musim ini bersama Tottenham Hotspur dan Liverpool di papan atas.
Jika kalah, skuat besutan Pep Guardiola itu dipastikan akan sulit bersaing, bahkan bisa jadi harus rela melepas trofi yang diraihnya musim lalu.
Ditegaskan sang manajer, Guardiola, kekalahan Man City dari Liverpool bakal menandai berakhirnya perebutan gelar juara bagi timnya. Betapa tidak, City kini terpaut selisih tujuh angka dari Liverpool.
“Jika kami tertinggal sepuluh poin, maka sulit mengejar mereka dengan kualitas yang mereka miliki,” tuturnya seperti dikutip dari Goal.
Karena itu, ia menginstruksikan skuatnya untuk menjadikan pertandingan nanti sebagai partai hidup mati kendati kompetisi masih setengah perjalanan lagi.
“Yah, ini memang masih Januari, namun ini adalah laga yang sangat-sangat penting bagi kedua tim, sudah jelas. Saya akan menggunakan ini sebagai motivasi untuk tim lain. Mereka akan siap dan kami harus memastikan diri kami siap,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Jajal Manchester United, Pelatih PSG Keder Duluan!

POJOKSATU.id, PARIS – Paris Saint-Germain akan bentrok dengan Manchester United di babak 16 besar Liga Champions musim ini pada Februari mendatang.
Les Parisiens sendiri kini sedikit diuntungkan dengan kondisi transisi manajerial tim lawan yang baru saja kehilangan Jose Mourinho yang didepak.
Namun begitu, pelatih PSG, Thomas Tuchel ogah terlalu percaya diri atas situasi tersebut. Ia bahkan mengaku tak yakin bisa membungkam Paul Pogba dan koleganya.
Tuchel pun sama sekali tidak memandang Manchester United melemah di musim ini. Baginya, Setan Merah tetaplah The Red Devils  yang memiliki pengalaman di pentas Eropa.
“Saya kira kami bukanlah favorit,” ujar Tuchel seperti dikutip dari Goal saat ditanya soal peluang memenangkan pertandingan di babak 16 besar nanti.
Namun, mantan juru racik Borussia Dortmund itu tak lantas lempar handuk, namun akan coba membuktikan prediksi yang tak berpihak pada timnya tersebut.
“Akan tetapi ini adalah sebuah tantangan, saya percaya diri terhadap skuat yang saya miliki,” tekadnya.
“Kami harus menunjukkan rasa hormat kepada United, akan tetapi kami selalu menyimpan keyakinan pada diri kami sendiri,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Sib, Jaga Tensi Jangan Emosi …

POJOKSATU.id, GIANYAR – Persib Bandung bersiap melakoni kembali laga krusial dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018, dan di pekan ke-30 ini akan menghadapi PSMS Medan, Jumat (9/11/2018) sore WIB.
Masih harus melakoni partai usiran akibat sanksi Komdis PSSI, Maung Bandung yang tampil sebagai tim tuan rumah akan menjamu sang tamu di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Laga nanti tentu akan menjadi penentu langkah Persib selanjutnya untuk tetap menjaga asa kampiun Go-Jek Liga 1 musim ini.
Persib Bandung, Target Sapu Bersih Dimulai dari PSMS Medan
Persib Bandung vs PSMS Medan, Pertarungan Beda Misi!
Berada di peringkat kedua klasemen dengan selisih empat angka di bawah PSM Makassar dan unggul satu angka di atas Persija tentu peluang Persib juara belum aman.
Karena itu, target sapu bersih di lima laga tersisa menjadi target yang tak bisa ditawar lagi. Tergelincir sedikit saja, maka trofi juara otomatis akan menjauh dari Bandung.
Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez pun mengingatkan para pemainnya untuk mampu mengontrol emosi di sisa kompetisi ini.
Imbauan Gomez cukuplah beralasan mengingat, para penggawa Maung Bandung kerap diganjar kartu hingga sanksi larangan bermain akibat persoalan tensi tersebut.
Dengan lima laga tersisa yang harus dilakoni timnya, Gomez tak ingin lagi kehilangan sejumlah pemain pilar sebagaimana yang dialami di liga laga sebelumnya.
Pasalnya, kondisi tersebut cukup berdampak pada permainan di lapangan sehingga kesulitan untuk memenangkan pertandingan.
“Untuk pertandingan ke depan saya bilang ke pemain agar tidak melakukan sesuatu yang keras,” kata Gomez seperti dikutip dari laman resmi klub.
Meski demikian, tak berarti ia menginstruksikan pemainnya untuk tampil ‘lembek’. Mantan pelatih Johor Darul Takzim itu tetap meminta Supardi Nasir Bajang dan koleganya tampil ngotot dan spartan.
“Semua pemain harus fight di lapangan dan fokus mengincar kemenangan. Kunci untuk menjadi juara saya kira jangan sampai kehilangan poin di setiap pertandingan,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Persib Bandung Vs PSMS Medan, Pertarungan Beda Misi!

POJOKSATU.id, GIANYAR – Persib Bandung bersiap melakoni kembali laga krusial dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018, dan di pekan ke-30 ini akan menghadapi PSMS Medan, Jumat (9/11/2018) sore WIB.
Masih harus melakoni partai usiran akibat sanksi Komdis PSSI, Maung Bandung yang tampil sebagai tim tuan rumah akan menjamu sang tamu di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Laga nanti tentu akan menjadi penentu langkah Persib selanjutnya untuk tetap menjaga asa kampiun Go-Jek Liga 1 musim ini.
Persib Bandung, Target Sapu Bersih Dimulai dari PSMS Medan
Berada di peringkat kedua klasemen dengan selisih empat angka di bawah PSM Makassar dan unggul satu angka di atas Persija tentu peluang Persib juara belum aman.
Karena itu, target sapu bersih di lima laga tersisa menjadi target yang tak bisa ditawar lagi. Tergelincir sedikit saja, maka trofi otomatis akan menjauh dari Bandung.
Sementara di pihak lawan, laga itu juga menjadi partai hidup-mati mereka agar bisa keluar dari zona degradasi.
Skuat besutan Peter Butler itu kini terdampar di dasar klasemen dengan raihan 30 poin dari sembilan kemenangan, tiga bermain imbang dan sebanyak 16 kali kalah.
Tim berjuluk Ayam Kinantan itu juga punya motivasi lebih setelah menuai kemenangan juga di laga sebelumnya atas Borneo FC dengan skor ketat 3-2.
Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez tidak menampik jika pihaknya wajib mengantisifasi motivasi berlipat yang bisa dihadirkan para pemain PSMS Medan.
Terlebih, tim lawan perlu mendapat suntikan tiga angka lagi untuk bisa merangkak dari dasar klasemen. “Kami pun tahu PSMS Medan membutuhkan poin di pertandingan ini untuk keluar dari zona degradasi,” kata Gomez.
“Namun target kami adalah tiga poin dan kami harus memenangkan pertandingan ini untuk menjaga peluang juara,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Persib Bandung, Target Sapu Bersih Dimulai dari PSMS Medan

POJOKSATU.id, GIANYAR – Persib Bandung bersiap melakoni kembali laga krusial dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018, dan di pekan ke-30 ini akan menghadapi PSMS Medan, Jumat (9/11/2018) sore WIB.
Masih harus melakoni partai usiran akibat sanksi Komdis PSSI, Maung Bandung yang tampil sebagai tim tuan rumah akan menjamu sang tamu di Stadion I Wayan DIpta, Gianyar, Bali.
Laga nanti tentu akan menjadi penentu langkah Persib selanjutnya untuk tetap menjaga asa kampiun Go-Jek Liga 1 musim ini.
Berada di peringkat kedua klasemen dengan selisih empat angka di bawah PSM Makassar dan unggul satu angka di atas Persija tentu peluang Persib juara belum aman.
Karena itu, target sapu bersih di lima laga tersisa menjadi target yang tak bisa ditawar lagi. Tergelincir sedikit saja, maka trofi juara otomatis akan menjauh dari Bandung.
Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez pun telah menginstruksikan para pemainnya untuk fokus ke pertandingan demi pertandingan.
Kemenangan ketat 2-1 atas Bhayangkara FC di laga sebelumnya menjadi modal penting Supardi Nasir Bajang dan kawan-kawan menatap laga yang akan digelar sore nanti.
“Paling penting bagi kami di pertandingan nanti adalah menang, kami memiliki lima pertandingan lagi sebelum kompetisi selesai tapi pertandingan besok yang paling penting,” tutur Gomez.
Pelatih asal Argentina itu pun ogah mengutak-atik kans juara di papan klasemen, termasuk memikirkan kans juara dari tim lain. Ia hanya ingin fokus ke sisa pertandingan saja.
“Kami akan mencoba untuk meraih 15 poin tetapi kami tidak tahu apakah itu cukup atau tidak (untuk jadi juara) tapi terpenting kami hanya memikirkan tim sendiri,”ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Tekad Persebaya Surabaya Putus Tren Positif Macan Kemayoran

POJOKSATU.id, SURABAYA – Persebaya Surabaya akan melakoni laga bertajuk Big Match saat menghadapi Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (4/11/2018) petang WIB.
Laga itu sendiri dijamin berlangsung seru dan sengit serta berjalan dalam tensi tinggi mengingat tingginya rivalitas suporter kedua tim.
Tampil dihadapan pendukungnya sendiri, Bonek Mania, tuan rumah pun telah menargetkan tiga angka di pertandingan lanjutan Go-Jek Liga 1 pekan ke-29 itu.
Resmi, Persija Minta Jakmania Tak Datang ke Surabaya
Namun begitu, diutarakan sang pelatih, Djajang Nurjaman alias Djanur, Macan Kemayoran bukanlah tim yang mudah dijinakkan.
“Persija tim yang berbahaya. Banyak (pemain) bahayanya,” kata Djanur seperti dikutip dari laman resmi klub.
“Meski nanti tanpa Renan (Da Silva) dan Riko (Simanjuntak), masih ada Rohit Chand, Novri Setiawan, dan Ramdani Lestaluhu. Belum lagi eksekusi bola-bola mati dari Ismed Sofyan,” ujarnya.
Selain itu, sebut Djanur, sosok Marko Simic yang telah kembali dalam performa terbaiknya patut diwaspadai.
Legiun asing asal Kroasia itu telah membukukan 13 gol dan selalu mencetak gol di empat pertandingan terakhir Persija.
“Kami harus mewaspadainya. Jika dia dapat keleluasaan, bisa berbahaya,” kata mantan pelatih PSMS Medan dan Persib Bandung itu.
Meski berat, Djanur menegaskan timnya akan berjuang sekuat tenaga untuk meraih hasil maksimal. Tidak ada pilihan lain bagi Persebaya selain merebut poin maksimal untuk menjauhi zona degradasi.
“Kami akui meski away, mental pemain Persija cukup bagus. Itu yang akan kami antisipasi,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)