PSG

Angel di Maria Kurang Pede dengan Kiprah PSG di Liga Champions

POJOKSATU.id, PARIS – Gelandang Paris Saint-Germain, Angel Di Maria bersikap pesimistis atas kiprah timnya di Liga Champions musim ini.
Betapa tidak, dari tiga laga yang telah dilakoni, Les Parisiens kini terdampar di dasar klasemen Grup C dengan raihan empat poin dari satu kemenangan, sekali bermain imbang dan mengalami kekalahan satu kali.
Di Maria pun menilai jika timnya sedang dalam situasi genting karena terancam tak lolos ke fase knock-out jika di laga sisa di babak penyisihan gagal keluar dari tren minor.
“Untuk Liga Champions, kami sebenarnya memiliki tim yang bagus dan pelatih yang hebat. Di Ligue 1 segalanya baik-baik saja, tapi di Liga Champions kami tahu bakal sulit,” tutur Di Maria seperti dikutip dari Goal.
Karena itu, penggawa La Albiceleste itu mengajak rekan setimnya untuk untuk memberikan seratus  persen kekuatan agar PSG bisa lolos ke sistem gugur.
“Kami masih memiliki sisa tiga pertandingan yang penting, yang menentukan,” sebutnya.
“Jika kami bermain dengan 100 persen kekuatan dan memiliki semangat kolektif, kami yakin bisa terus melaju setidaknya sampai delapan besar,” ujarnya.
“Namun sejatinya ini bukanlah kejutan karena kami menderita melawan tim yang superior, layaknya Liverpool dan Napoli. Terlebih mereka sangat kuat di kandang sendiri,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Jika PSG Masuk Final Liga Champions, Buffon Ogah Jumpa Sang Mantan

POJOKSATU.id, PARIS – Kiper Paris Saint-Germain, Gianluigi Buffon bertekad untuk mengantarkan tim barunya itu ke final Liga Champions musim ini.
Namun, kiper berusia 40 tahun itu tak ingin pertandingan di final nanti harus berjumpa dengan mantan klubnya, Juventus.
Alasannya, Buffon tak ingin menyaksikan air mata kesedihan dari mantan rekan-rekannnya itu saat PSG memenangkan pertandingan.
Sebelum memutuskan bergabung dengan raksasa Ligue 1 Prancis itu musim ini, Buffon sendiri terbilang cukup prestatif menggiring timnya, Juventus menembus final.
Sayang, dari tiga kali tampil di final, Juventus selalu kandas. Terakhir mereka takluk di tangan Real Madrid musim 2016/17 dengan skor telak 1-4.
“Jika saya harus bertemu Juventus di Liga Champions, saya menginginkan itu terjadi sebelum final karena jika saya yang menang maka saya tidak akan senang melihat adanya air mata dari mantan rekan-rekan,” ungkap Buffon kepada Gazzetta dello Sport seperti dikutip dari Goal.
Namun demikian, mantan kiper Timnas Italia itu menegaskan tak ada penyesalan sedikit pun dirinya meninggalkan Juve, klub yang dibelanya sejak 2001 silam.
“Saya sama sekali tak menyesal atau kecewa tentang meninggalkan Juventus. Perpisahan saya sudah dirancang sejak lama dan babak karier saya ditutup secara sempurna,” tuturnya.
Buffon pun menegaskan, meski tak lagi menjadi bagian dari skuat Bianconerri, ia tetap menjalin hubungan baik dengan mereka.
“Saya berada di Italia pada pekan lalu, menelepon Andrea (Agnelli, presiden Juventus) dan ia mengizinkan saya untuk berlatih di Continassa selama tiga hari,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Neymar Bisa Pergi Senilai Rp3,8 Triliun, Ada yang Minat!

POJOKSATU.id, PARIS – Bintang Paris Saint-Germain, Neymar berpeluang meninggalkan Paris lebih cepat menyusul adanya klausu pelepasan yang telah ditetapkan dalam pembaharuan kontraknya di PSG.
Sejurus kabar tersebut, Real Madrid yang telah dihubungkan dengan Neymar sejak musim dingin lalu kini berpeluang mendapatkan tanda tangannya.
Los Blancos sendiri memang masih mencari sosok pengganti Cristiano Ronaldo yang memutuskan hengkang musim ini ke Juventus.
Dikutip dari Diario AS, El Larguerdo dari Cadena SER melaporkan jika potensi keberangkatan Neymar dari PSG mungkin lebih sederhana daripada yang semula muncul.
Bahkan, masih dalam laporan tersebut, mantan klubnya, Barcelona percaya jika Neymar telah menandatangani perjanjian dengan PSG yang akan memungkinkannya untuk meninggalkan musim panas mendatang dengan nilai di bawah EUR 220 juta atau setara Rp3,8 triliun
Informasi yang sama telah diterbitkan oleh outlet Spanyol Mundo Deportivo, yang menyatakan, Neymar menyesal telah pergi dan telah berhubungan dengan klub lamanya, Barcelona yang menyatakan keinginannya untuk pulang.
Sejumlah penggawa Barca bahkan yakin jika pemain internasional Brasil itu akan meninggalkan ibukota Perancis pada 2020, dan mungkin dia akan melakukannya lebih cepat.
Mereka juga melaporkan bahwa selama musim panas lalu, Neymar hampir menangis di depan seorang direktur Barca yang meminta dia untuk ditandatangani ulang.
(qur/pojoksatu)

Angel di Maria Ingin Akhiri Karier di PSG, tapi Pensiun di Argentina

POJOKSATU.id, PARIS – Gelandang Paris Saint-Germain Angel Di Maria berharap klubnya itu menjadi klub terakhir dirinya berkiprah di pentas Eropa.
Penggawa Timnas Argentina yang kini telah menginjak ‘kepala tiga’ tepatnya 30 tahun itu pun telah merancam masa pensiunnya di kampung halamannya, Argentina.
“Saya harap klub terakhir saya di Eropa adalah PSG,” sahut Di Maria kepada Telefoot seperti dikutip dari Diario AS. “(Namun) saya ingin pensiun di Argentina,”
Pernyataan Di Maria tersebut tentu sebuah pesan khusus yang ditujukan untuk pihak manajemen les Parisiens.
Dengan 56 gol dan 55 assist dari 147 pertandingan yang telah dilakoninya untuk PSG, Di Maria berharap tetap mendapatkan tempat dalam skuat Thomas Tuchel musim ini.
Terlebih, sejauh musim ini eks penggawa Real Madrid dan Manchester United itu tampil cukup mengesankan dengan mengemas enam gol dan tiga assist dari 12 penampilannya bersama PSG sejauh musim ini.
(qur/pojoksatu)

Ternyata, Cristiano Ronaldo Tinggal Selangkah Lagi Gabung PSG!

POJOKSATU.id, PARIS – Cristiano Ronaldo telah menjadi bagian dari penggawa Juventus musim ini setelah pada jendela transfer pemain musim panas tahun ini memutuskan hengkang dari Real Madrid.
Namun, sebelum bergabung dengan petahana Serie A Italia itu, Ronaldo ternyata nyaris bergabung dengan raksasa Ligue 1 Prancis, Paris Saint-Germain.
Dikutip dari Goal, media Spanyol El Mundo bahkan mengklaim jika Ronaldo sempat punya hasrat yang kuat untuk menjajal atmosfir kompetisi di Prancis.
Bahkan, saga transfer nyaris terwujud setelah agen Ronaldo, Jorge Mendes melakukan komunikasi dengan para petinggi Les Parisiens.
Masih dalam laporan El Mundo, pembicaraan tersebut berlangsung sebelum Ronaldo bertanding di final Liga Champions musim 2017/2018 bersama Real Madrid.
Namun, saga transfer itu urung tersebut setelah PSG mengajukan syarat yang tak disukai Ronaldo. Syaratnya, Real Madrid harus terlebih dahulu membeli pemain PSG, Kylian Mbappe atau Neymar, baru kemudian mereka bersedia untuk memboyong CR7 ke Parc des Princes.
Ronaldo bahkan merasa sangat tak nyaman dengan opsi tersebut dan memilih mencari klub lain yang bisa lebih menawarkan opsi yang win win solution.
Akhirnya Ronaldo pun memutuskan berlabuh di Kota Turin Italia untuk bergabung dengan Juventus, tim yang pernah dipecundanginya di Liga Champions musim lalu lewat sebuah tendangan salto.
(qur/pojoksatu)

Neymar Minta PSG Manfaatkan Kisruh Internal Manchester United!

POJOKSATU.id, PARIS – Perseteruan Paul Pogba dengan manajernya, Jose Mourinho di Manchester United sudah menjadi santapan publik.
Friksi di antara keduanya pun masih jauh dari kata usai. Terbaru, Pogba melontarkan pernyataan jika dia kini dilarang klubnya berbicara soal tersebut ke publik.
Namun begitu, bintang Paris Saint-Germain, Neymar justru melihat timnya bisa memanfaatkan situasi tersebut dengan menandatangani penggawa Timnas Prancis itu musim dingin awal tahun depan.

Dikutip dari Goal, media ternama di Prancis, L’Equipe mengklaim jika Neymar telah meminta pihak manajemen menandatangani Pogba.
Menurut dia, Pogba adalah sosok yang ideal dan tepat untuk membantu PSG meningkatkan level internasionalnya di Liga Champions musim ini.
Selain itu, Neymar sendiri punya hubungan baik dengan Pogba di luar lapangan, sebagai seorang teman karib.
Namun, keinginan Neymar tentu tidak akan mudah terealisasi, mengingat mantan klub Pogba, Juventus sudah jauh-jauh hari memberikan sinyalemen ingin membawa pulang kembali mantan bintangnya tersebut.
(qur/pojoksatu)

Karena Thomas Tuchel Bukan Pesulap, Berat bagi PSG Juara Liga Champions

POJOKSATU.id, PARIS – Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps melontarkan sikap pesimistisnya mengenai kans Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions musim ini.
Meski begitu, Deschamps yang baru saja  mempersembahkan mahkota Piala Dunia 2018 bagi Les Blues tak meragukan sama sekali kualitas para pemain PSG termasuk sosok sang pelatih, Thomas Tuchel.
Menurut Deschamps, mantan pelatih Borussian Dortmund itu punya kualitas di atas rata-rata sebagai peramu dan juru racik klub.

“Dia memiliki keterampilan sosial tingkat tinggi, bekerja dengan sangat teliti, memiliki otoritas dan pada saat yang sama memiliki kedekatan tertentu dengan para pemain,” sebut Deschamps seperti dikutip dari Diario As.
“Tapi maaf, ada banyak hal yang terjadi di Paris, dan dia bukan seorang pesulap,” ucapnya.
Deschamps pun merujuk pada hasil pertandingan PSG dengan Liverpool di fase grup yang dimenangkan oleh The Reds 3-2.
“Mereka bermain di liga di mana mereka memenangkan sebagian besar pertandingan bahkan dengan rem tangan dan kemudian tiba-tiba menemukan diri mereka di Liga Champions lagi, menghadapi lawan yang kualitas dan agresifitasnya benar-benar berbeda, dan PSG idak terbiasa dengan itu,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)