PSG

Neymar Ogah Terkecoh dengan Situasi Transisi Manchester United

POJOKSATU.id, PARIS – Paris Saint-Germain bisa diuntungkan dengan masa transisi manajerial di tubuh Manchester United yang akan menjadi musuhnya di babak 16 besar Liga Champions.
Namun, Neymar melihat, situasi tersebut tidak serta merta memberikan keuntungan bagi timnya. Ia bahkan tak ingin terkecoh dengan kondisi di Old Trafford tersebut.
Selain materi pemain Setan Merah yang mumpuni, kehadiran Ole Gunnar Solskjaer dan kawan-kawan sebagai manajer interim dipastikan membuat situasi ruang ganti MU kembali kondusif.
Manchester United akan berhadapan dengan Paris Saint Germain dalam babak 16 besar Liga Champions musim ini. Namun masalah datang ketika United tak lagi bersama dengan sang manajer Jose Mourinho yang dipecat pada pekan ini.
“Kita tahu kualitas yang dimiliki Manchester United. Para pemainnya memiliki mentalitas juara,” tutur Neymar kepada Fox Sports seperti dikutip dari Metro.
“Mungkin mereka mengganti manajer dan gaya permainan mereka akan berubah. Mereka berada dalam masa transisi, namun kita semua tahu potensi Manchester United,” sebut dia.
Karena itu, Neymar ogah menganggap enteng lawannya itu, bahkan ia mengajak rekan-rekannya di Parc des Princes untuk mewaspadai kebangkitan MU di laga nanti.
“Dua pertandingan antara PSG dan Manchester United akan sangat menarik. Saya selalu senang jika berhadapan dengan klub kuat seperti Manchester United,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Jajal Manchester United, Pelatih PSG Keder Duluan!

POJOKSATU.id, PARIS – Paris Saint-Germain akan bentrok dengan Manchester United di babak 16 besar Liga Champions musim ini pada Februari mendatang.
Les Parisiens sendiri kini sedikit diuntungkan dengan kondisi transisi manajerial tim lawan yang baru saja kehilangan Jose Mourinho yang didepak.
Namun begitu, pelatih PSG, Thomas Tuchel ogah terlalu percaya diri atas situasi tersebut. Ia bahkan mengaku tak yakin bisa membungkam Paul Pogba dan koleganya.
Tuchel pun sama sekali tidak memandang Manchester United melemah di musim ini. Baginya, Setan Merah tetaplah The Red Devils  yang memiliki pengalaman di pentas Eropa.
“Saya kira kami bukanlah favorit,” ujar Tuchel seperti dikutip dari Goal saat ditanya soal peluang memenangkan pertandingan di babak 16 besar nanti.
Namun, mantan juru racik Borussia Dortmund itu tak lantas lempar handuk, namun akan coba membuktikan prediksi yang tak berpihak pada timnya tersebut.
“Akan tetapi ini adalah sebuah tantangan, saya percaya diri terhadap skuat yang saya miliki,” tekadnya.
“Kami harus menunjukkan rasa hormat kepada United, akan tetapi kami selalu menyimpan keyakinan pada diri kami sendiri,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Paulo Dybala Ingatkan PSG Soal Gaya “Ogah-ogahan” Manchester United

POJOKSATU.id, TURIN – Kondisi transisi manajerial Manchester United pasca pemecatan Jose Mourinho bisa menjadi keuntungan tersendiri buat Paris Saint-Germain yang akan bentrok di babak 16 besar Liga Champions.
Kendati Setan Merah kini telah mendapatkan manajer baru, yakni karteker Ole Gunnar Solskjaer, namun kondisi ruang ganti transisi bisa dimanfaatkan PSG untuk pertandingan Februari mendatang.
Namun begitu, striker Juventus, Paulo Dybala mengingatkan PSG untuk tidak terkecoh apalagi terlalu percaya diri dengan situasi yang lebih menguntungkan mereka.
Saran Dybala itu sendiri berdasarkan apa yang pernah dialaminya saat Juve dibungkam United di babak penyisihan grup.
Dikatakan dia, seperti ogah-ogahan bermain selama 90 menit lebih, United bisa mengejutkan ketika mampu mengandaskan timnya.
“Sungguh sulit memberi masukan karena Manchester adalah tim yang hebat,” kata Dybala seperti dikutip dari Goal.
“Terihat seperti tim yang tidak ingin bermain, yang menunggu Anda tetapi ketika Anda tidak memperhitungkannya, tapi kemudian mereka mencetak gol dan menyakiti Anda,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Menolak Kontrak, Pemain PSG Ini Akan Diparkir Hingga Akhir Musim

POJOKSATU.id, PARIS – Sikap penolakan Adrien Rabiot terhadap perpanjangan kontrak yang disodorkan manajemen Paris Saint-Germain akan berdampak buruk pada kiprah sang pemain musim ini.
Pasalnya, ditegaskan Direktur Olahraga PSG, Antero Henrique, penolakan kontrak baru sang gelandang karena ingin hengkang dari Parc des Prince itu akan “dihukum” dengan tidak akan dimainkannya sang pemain hingga akhir musim.
“Adrien Rabiot telah memberi tahu saya bahwa dia tidak akan menandatangani perpanjangan kontrak dan bahwa dia ingin meninggalkan klub pada akhir musim,” tutur Henrique seperti dikutip dari Diario AS.
“Konsekuensinya sangat jelas, dia akan tetap di bangku pengganti tanpa batas waktu, hingga akhir musim,” tandasnya.
Namun demikian, kabar terbaru menyebutkan, jika Rabiot telah terkoneksi dengan Barcelona, dan PSG siap membuka negosiasi untuk pemainnya itu.
Dilaporkan Le Parisien, sang pemain sendiri telah setuju untuk bergabung dengan Barcelona dengan transfer gratis pada jendela transfer pemain musim panas tahun depan.
Pemain berusia 23 tahun bebas untuk menandatangani pra-kontrak dengan klub manapun per 1 Januari 2019 dan bersama dengan rekan setimnya, Marco Verratti, penggawa Timnas Prancis itu banyak dicari klub lain, salahsatunya Barca.
Le Parisien juga mengabarkan dengan maksud untuk memperkuat pilihan Barca di paruh kedua dari kampanye saat ini dan memungkinkan PSG untuk membebankan biaya transfer untuk pemain, Rabiot bahkan bisa tiba di Camp Nou pada musim dingin nanti.
(qur/pojoksatu)

Penggawa Liverpool Harusnya Bisa Meniru Gaya Pemain PSG!

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Penggawa Liverpool, Virgil van Dijk mengaku heran dan tak habis fikir dengan apa yang dilakukan sejumlah pemain Paris Saint-Germain di laga keduanya di Liga Champions, kemarin.
The Reds sendiri harus menelan kekalahan 1-2 dipertandingan trsehut seuingga lanngkah mereka meluai betat untuk menstap fase kok put setelah tertahan di peronhkat 3.
Van Dijk pun menilai, gaya permainan skuat besutan Thomas Tuchel itu penuh dengan drama, bahkan disebutnya tidak sportif atau unfair.

“Jelas mereka adalah pemain kelas dunia, tetapi saya kira itu tidak diperlukan dalam permainan,” kata Van Dijk seperti dikutip  dari Diario AS.
Indikasinya, dikatakan Van Dijk, Neymar Cs kerap terjatuh saat terlibat kontak dengan pemain Liverpool, sehingga membuat frustasi timnya dan membuyarkan konsentrasi.
“Kadang-kadang mereka tertabrak dan mereka akan turun dan kadang-kadang saya pikir itu terlalu mudah dan saya menjadi sangat frustrasi,” ucapnya.
“Sangat penting untuk menjaga kepala Anda tetap dingin, tetapi setiap kali kami melakukan pelanggaran, mereka semua datang ke wasit mencoba untuk mendapatkan kami kartu kuning,” ucapnya.
Dengan nada menyindir, Van Dijk pun mengajak rekan-rekannya untuk melakukan hal yang sama jika ingin memenangkan pertandingan. “Kami harus melakukan hal yang sama pada waktu itu,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Angel di Maria Kurang Pede dengan Kiprah PSG di Liga Champions

POJOKSATU.id, PARIS – Gelandang Paris Saint-Germain, Angel Di Maria bersikap pesimistis atas kiprah timnya di Liga Champions musim ini.
Betapa tidak, dari tiga laga yang telah dilakoni, Les Parisiens kini terdampar di dasar klasemen Grup C dengan raihan empat poin dari satu kemenangan, sekali bermain imbang dan mengalami kekalahan satu kali.
Di Maria pun menilai jika timnya sedang dalam situasi genting karena terancam tak lolos ke fase knock-out jika di laga sisa di babak penyisihan gagal keluar dari tren minor.
“Untuk Liga Champions, kami sebenarnya memiliki tim yang bagus dan pelatih yang hebat. Di Ligue 1 segalanya baik-baik saja, tapi di Liga Champions kami tahu bakal sulit,” tutur Di Maria seperti dikutip dari Goal.
Karena itu, penggawa La Albiceleste itu mengajak rekan setimnya untuk untuk memberikan seratus  persen kekuatan agar PSG bisa lolos ke sistem gugur.
“Kami masih memiliki sisa tiga pertandingan yang penting, yang menentukan,” sebutnya.
“Jika kami bermain dengan 100 persen kekuatan dan memiliki semangat kolektif, kami yakin bisa terus melaju setidaknya sampai delapan besar,” ujarnya.
“Namun sejatinya ini bukanlah kejutan karena kami menderita melawan tim yang superior, layaknya Liverpool dan Napoli. Terlebih mereka sangat kuat di kandang sendiri,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Jika PSG Masuk Final Liga Champions, Buffon Ogah Jumpa Sang Mantan

POJOKSATU.id, PARIS – Kiper Paris Saint-Germain, Gianluigi Buffon bertekad untuk mengantarkan tim barunya itu ke final Liga Champions musim ini.
Namun, kiper berusia 40 tahun itu tak ingin pertandingan di final nanti harus berjumpa dengan mantan klubnya, Juventus.
Alasannya, Buffon tak ingin menyaksikan air mata kesedihan dari mantan rekan-rekannnya itu saat PSG memenangkan pertandingan.
Sebelum memutuskan bergabung dengan raksasa Ligue 1 Prancis itu musim ini, Buffon sendiri terbilang cukup prestatif menggiring timnya, Juventus menembus final.
Sayang, dari tiga kali tampil di final, Juventus selalu kandas. Terakhir mereka takluk di tangan Real Madrid musim 2016/17 dengan skor telak 1-4.
“Jika saya harus bertemu Juventus di Liga Champions, saya menginginkan itu terjadi sebelum final karena jika saya yang menang maka saya tidak akan senang melihat adanya air mata dari mantan rekan-rekan,” ungkap Buffon kepada Gazzetta dello Sport seperti dikutip dari Goal.
Namun demikian, mantan kiper Timnas Italia itu menegaskan tak ada penyesalan sedikit pun dirinya meninggalkan Juve, klub yang dibelanya sejak 2001 silam.
“Saya sama sekali tak menyesal atau kecewa tentang meninggalkan Juventus. Perpisahan saya sudah dirancang sejak lama dan babak karier saya ditutup secara sempurna,” tuturnya.
Buffon pun menegaskan, meski tak lagi menjadi bagian dari skuat Bianconerri, ia tetap menjalin hubungan baik dengan mereka.
“Saya berada di Italia pada pekan lalu, menelepon Andrea (Agnelli, presiden Juventus) dan ia mengizinkan saya untuk berlatih di Continassa selama tiga hari,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Neymar Bisa Pergi Senilai Rp3,8 Triliun, Ada yang Minat!

POJOKSATU.id, PARIS – Bintang Paris Saint-Germain, Neymar berpeluang meninggalkan Paris lebih cepat menyusul adanya klausu pelepasan yang telah ditetapkan dalam pembaharuan kontraknya di PSG.
Sejurus kabar tersebut, Real Madrid yang telah dihubungkan dengan Neymar sejak musim dingin lalu kini berpeluang mendapatkan tanda tangannya.
Los Blancos sendiri memang masih mencari sosok pengganti Cristiano Ronaldo yang memutuskan hengkang musim ini ke Juventus.
Dikutip dari Diario AS, El Larguerdo dari Cadena SER melaporkan jika potensi keberangkatan Neymar dari PSG mungkin lebih sederhana daripada yang semula muncul.
Bahkan, masih dalam laporan tersebut, mantan klubnya, Barcelona percaya jika Neymar telah menandatangani perjanjian dengan PSG yang akan memungkinkannya untuk meninggalkan musim panas mendatang dengan nilai di bawah EUR 220 juta atau setara Rp3,8 triliun
Informasi yang sama telah diterbitkan oleh outlet Spanyol Mundo Deportivo, yang menyatakan, Neymar menyesal telah pergi dan telah berhubungan dengan klub lamanya, Barcelona yang menyatakan keinginannya untuk pulang.
Sejumlah penggawa Barca bahkan yakin jika pemain internasional Brasil itu akan meninggalkan ibukota Perancis pada 2020, dan mungkin dia akan melakukannya lebih cepat.
Mereka juga melaporkan bahwa selama musim panas lalu, Neymar hampir menangis di depan seorang direktur Barca yang meminta dia untuk ditandatangani ulang.
(qur/pojoksatu)

Angel di Maria Ingin Akhiri Karier di PSG, tapi Pensiun di Argentina

POJOKSATU.id, PARIS – Gelandang Paris Saint-Germain Angel Di Maria berharap klubnya itu menjadi klub terakhir dirinya berkiprah di pentas Eropa.
Penggawa Timnas Argentina yang kini telah menginjak ‘kepala tiga’ tepatnya 30 tahun itu pun telah merancam masa pensiunnya di kampung halamannya, Argentina.
“Saya harap klub terakhir saya di Eropa adalah PSG,” sahut Di Maria kepada Telefoot seperti dikutip dari Diario AS. “(Namun) saya ingin pensiun di Argentina,”
Pernyataan Di Maria tersebut tentu sebuah pesan khusus yang ditujukan untuk pihak manajemen les Parisiens.
Dengan 56 gol dan 55 assist dari 147 pertandingan yang telah dilakoninya untuk PSG, Di Maria berharap tetap mendapatkan tempat dalam skuat Thomas Tuchel musim ini.
Terlebih, sejauh musim ini eks penggawa Real Madrid dan Manchester United itu tampil cukup mengesankan dengan mengemas enam gol dan tiga assist dari 12 penampilannya bersama PSG sejauh musim ini.
(qur/pojoksatu)

Ternyata, Cristiano Ronaldo Tinggal Selangkah Lagi Gabung PSG!

POJOKSATU.id, PARIS – Cristiano Ronaldo telah menjadi bagian dari penggawa Juventus musim ini setelah pada jendela transfer pemain musim panas tahun ini memutuskan hengkang dari Real Madrid.
Namun, sebelum bergabung dengan petahana Serie A Italia itu, Ronaldo ternyata nyaris bergabung dengan raksasa Ligue 1 Prancis, Paris Saint-Germain.
Dikutip dari Goal, media Spanyol El Mundo bahkan mengklaim jika Ronaldo sempat punya hasrat yang kuat untuk menjajal atmosfir kompetisi di Prancis.
Bahkan, saga transfer nyaris terwujud setelah agen Ronaldo, Jorge Mendes melakukan komunikasi dengan para petinggi Les Parisiens.
Masih dalam laporan El Mundo, pembicaraan tersebut berlangsung sebelum Ronaldo bertanding di final Liga Champions musim 2017/2018 bersama Real Madrid.
Namun, saga transfer itu urung tersebut setelah PSG mengajukan syarat yang tak disukai Ronaldo. Syaratnya, Real Madrid harus terlebih dahulu membeli pemain PSG, Kylian Mbappe atau Neymar, baru kemudian mereka bersedia untuk memboyong CR7 ke Parc des Princes.
Ronaldo bahkan merasa sangat tak nyaman dengan opsi tersebut dan memilih mencari klub lain yang bisa lebih menawarkan opsi yang win win solution.
Akhirnya Ronaldo pun memutuskan berlabuh di Kota Turin Italia untuk bergabung dengan Juventus, tim yang pernah dipecundanginya di Liga Champions musim lalu lewat sebuah tendangan salto.
(qur/pojoksatu)