PSMS

Pemain Seleksi Hengkang Satu Persatu, Ini yang Bakal Dilakukan PSMS

POJOKSUMUT.com. MEDAN-Satu persatu pemain seleksi PSMS memilih hengkang daripada menanti kejelasan pembentukan tim yang belum juga ada kabar baiknya.
Kerja sama dengan sponsor NorthCliff yang ingin meng-handle tim musim ini juga terus molor jadwal hitam di atas putihnya.
Teranyar, Ahmad Fauzi, kiper yang sudah lolos seleksi memilih hengkang. Alasannya, karena hingga kemarin tak juga ada komunikasi terkait kelanjutan seleksi tersebut.
Dan, besar kemungkinan langkah Fauzi diikuti pemain lainnya karena jengah menanti kabar.
Sekretaris Umum (Sekum PSMS), Julius Raja tak menampik soal ancaman pemain seleksi yang bakal meninggalkan tim..
Namun, dia memastikan pihaknya sudah membuat rencana lain, jika kemungkinan terburuk tak sepakat MoU dengan NorthCliff.
“Ya betul (ancaman peluang hengkang). Sudah kami buat plan atau rencana lain. Karena kalau terlalu lama menunggu dari pihak managemen yang baru takutnya yang lain ikut pamit,” ungkapnya, Selasa (19/3/2019).
Sejatinya jika MoU dengan NorthCliff berjalan baik, maka manajemen musim ini semua berada dalam penentuan Northcliff. Mulai dari CEO, manajer dan lain-lain.
King-sapaan akrabnya, menjelaskan pihaknya menargetkan minggu ini semua bisa selesai untuk mendapatkan jawaban tentang kelangsung tim.
“Jadi kami akan laporkan dalam minggu ini harus kelar semua. Kami akan melapor ke Ketua Kodrat (Penasehat PSMS). Untuk mohon petunjuk beliau. Secepat nya, mudah-mudahan minggu depan sudah bisa jalan,” jelasnya. (nin/pojoksatu)

Ayah Firza Andika Tegaskan Suatu Hari Putranya Harus Perkuat Semen Padang

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Firza Andika resmi dikontrak klub Liga Belgia, AFC Tubize selama dua musim. Usai tugasnya di Timnas U-22 selesai, anak Medan tersebut langsung terbang ke negara Eropa tersebut.
Namun, siapa sangka, sejatinya keluarga besar Firza Andika punya impian besar agar anak keempat dari lima bersaudara itu berseragam Semen Padang.
Hal ini diungkapkan Sunardi, ayah kandung Firza yang ditemui Pojoksumut.com, Minggu (27/1/2018).
Didit-sapaan akrab Sunardi, bukan tanpa alasan mengungkapkan itu. Menurutnya, Firza banyak berutang budi dengan manajemen Semen Padang.
“Saya tekankan ke Firza, dia harus balik ke Semen Padang. Balas jasa, harus main buat Semen Padang. Dia harus balik buat balas budi. Karena dia disekolahkan di sana, dibiaya selama SMA di sana dua tahun, hingga dipanggil timnas pertama kali dari sana,” ujarnya.
Didit mengatakan Firza memperkuat Akademi Semen Padang sejak kelas XI SMA begitu lolos seleksi. Di akademi Semen Padang, dia mempertajam skill hingga dikirim seleksi timnas dan lolos ke Timnas U-19 Tahun 2017.
Pun demikian meski alumni akademi Semen Padang, Firza memang belum sempat mengenakan memperkuat Semen Padang di klub senior. Firza keburu memperkuat PSMS di Liga 1 musim 2018.
Saat itulah momen konflik terjadi. Pasalnya, begitu diterima di PSMS, pihak Semen Padang menelepon dan memintanya balik. Saat itu posisinya, Firza sudah lulus dan menamatkan sekolah di Padang dan akademi sepak bola Semen Padang, dia pun balik ke Medan.
Baca Juga : Kisah Firza Andika, Berawal dari Sepatu Bekas, Sempat Jadi Kiper hingga NorthCliff
Baca Juga : Putranya Perkuat Klub Belgia, dengan Mata Berkaca-kaca, Ayah Firza Andika Ungkapkan Perasaannya
Dalam posisi non klub, Firza pun ikut berbagai turnamen di Medan. Sempat diminta balik ke Padang, belakangan Firza merasa tidak dibutuhkan lantaran namanya tidak diikutkan dalalm turnamen di Padang. Hingga dia memutuskan ikut seleksi di PSMS.
“Sudah di PSMS, tahu-tahu dari Semen Padang disuruh balik, saat itu jadi problem. Firza sempat bingung, saat itu saya teleponan sama orang Semen Padang, saya bilang biarkanlah Firza satu musim di PSMS, dan mereka pun mengerti. Saat itupun langsung saya bilang sama Firza suatu hari nanti harus balik ke Semen Padang, harus balas budi,” ungkapnya.
Waktu berjalan, selama memperkuat PSMS, Firza jadi andalan di lini bek sayap kiri. Dia juga disibukkan dengan Timnas U-19, seleksi di Belgia dan Spanyol, dan hingga akhirnya memperkuat AFC Tubize. Didit mengatakan, belum ada komunikasi dari Semen Padang begitu ramai putranya dikontrak AFC Tubize.
Saat ini, Didit hanya ingin mendoakan yang terbaik untuk putranya. “Semoga Firza bisa sukses, dan bisa mengharumkan nama Indonesia,” pungkasnya. (nin/pojoksumut/habis)

Ini yang Diwaspadai Peter Butler dari Persela Lamongan

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Pelatih PSMS, Peter Butler mengakui tak akan mudah menaklukkan Persela Lamongan yang bakal dihadapi pada pekan ke-23 Liga 1, Jumat (21/9/2018) di Stadion Teladan.
Persela di mata pelatih asal Inggris itu adalah tim bagus. Butler sendiri mengetahui bagaimana penampilan Persela, saat masih menangani Persipura.
“Saya tahu mereka. Karena saya saat pelatih Persipura, kita lawan mereka di uji coba awal musim, terus lawan mereka (di Putaran I). Mereka bagus, kita harus waspada,” ujarnya, Rabu (19/9/2018) usai memimpin timnya latihan di Stadion Teladan.
“Saya tahu bagaimana mereka main, pasti mereka banyak pemain di belakang dan memanfaatkan counter attack. Karena ada pemain di kanan, kiri, ada pemain Prancis (Loris Arnaud) yang harus kita waspadai,” lanjutnya.
Meski begitu, dengan deretan kelebihan tim lawan, Butler yakin dengan skuadnya yang juga diisi pemain bagus. “Mereka punya pemain bagus, tapi kita juga ada pemain yang bagus juga,” lanjutnya.
Dia melihat timnya yang kini berada di dasar klasemen adalah karena faktor keberuntungan yang belum berpihak. Dia melihat bagaimana pemainnya bekerja keras tiap kali bertanding, namun tak sejalan dengan hasilnya.
“Saat saya ke sini melihat pertandingan pertama PSMS, kita main bagus tapi tak ada untung, saya sedih untuk pemain. Mereka kerja keras, main cantik. Jadi kita harus bikin pasti (hasil). Kita memang harus main offensive (menyerang), tapi defensif (bertahan) juga harus sama kuat juga,” tegasnya.
“Saya tahu kita menang, tiga poin sangat penting,” pungkasnya. (nin/pojoksumut)