PSSI

Jadi Plt Ketum PSSI, Gusti Randa Tanggapi Sindiran Netizen, Begini Katanya

POJOKSULSEL.com – Netizen di media sosial ramai membahas tentang nama Gusti Randa yang kini menjabat Plt Ketum PSSI. Namun, dia tak mau ambil pusing soal sindiran yang marak media sosial. Menurutnya haters pasti ada dalam kemajuan era digitalisasi.
Gusti Randa memang baru saja ditugaskan memimpin PSSI. Dia meneruskan tongkat estafet yang sebelumnya dipegang oleh Joko Driyono.
Penunjukkan Gusti sebagai Plt Ketum PSSI mendapat tanggapan miring di medsos. Namun, dia ogah mengambil pusing soal hal tersebut.
“Pasti ada pro dan kontra, apalagi bicara soal netizen. Saya kira itu konsekuensi dan risiko mengurus sepak bola Indonesia,” ungkap Gusti kepada wartawan.
Gusti sadar dengan hal tersebut dan siap menerimanya. Namun, tujuan utamanya adalah membawa sepak bola Indonesia ke arah lebih baik. Paling tidak sampai KLB PSSI.
“Yang saya bisa pastikan, saya akan kelola ini sampai KLB dengan segala macam harapan dan tuntutan,” tandas dia.
(JPG/pojoksulsel)

Panen Sindiran Usai Ditunjuk Jadi Plt Ketum PSSI, Begini Respon Gusti Randa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Gusti Randa ditunjuk sebagai plt Ketum PSSI. Dia meneruskan tongkat estafet yang sebelumnya dipegang oleh Joko Driyono.
Hal ini membuat namanya langsung jadi bahasan di media sosial.
Ada beragam tanggapan, tidak hanya positif tapi banyak juga yang melontarkan sindiran kepadanya.
Menanggapi hal ini, Gusti Randa ogah ambil pusing. Sebab menurutnya, haters pasti ada dalam kemajuan era digitalisasi.
“Pasti ada pro dan kontra, apalagi bicara soal netizen. Saya kira itu konsekuensi dan risiko mengurus sepak bola Indonesia,” ungkapnya.
Gusti sadar dengan hal tersebut dan siap menerimanya. Saat ini, ia memilih fokus pada tujuan utamanya adalah membawa sepak bola Indonesia ke arah lebih baik.
“Yang saya bisa pastikan, saya akan kelola ini sampai KLB dengan segala macam harapan dan tuntutan,” tandasnya.
(jpc/pojoksatu)

Fiks, Ini Jadwal Kongres Luar Biasa PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Exco PSSI akhirnya memutuskan Kongres Luar Biasa PSSI akan digelar selepas pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
Anggota Exco PSSI Gusti Randa mengemukakan, keputusan tersebut didasari atas perkembangan dinamika yang terjadi saat ini, terutama mencuatnya soal skandal match-fixing.
Apalagi, Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono alias Jokdri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perusakan barang bukti.
Satgas Antimafia Bola juga tengah mendalami dugaan keterlibatan pria asal Ngawi itu terkait skandal match-fixing.
Dikatakan Gusti Randa, di KLB nanti PSSI akan mengundang seluruh pemilik suara (voter) untuk pembentukan dua komite tersebut.
“Kemudian, ditentukan tanggalnya dan pembukaan pendaftaran ketua umum. Juga siapa saja yang mau jadi anggota exco,” katanya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Sejumlah nama pun muncul untuk dapat menakhodai PSSI. Salah satu yang cukup santer terdengar adalah Erick Thohir.
Terlebih, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga telah menyatakan dukungannya atas mantan Presiden Inter Milan tersebut.
Erick dinilai punya pengalaman dalam mengurusi sepak bola dengan pernah menjadi pemilik dan presiden Inter Milan (Italia) serta DC United (AS).
Gusti Randa sendiri tidak mempersoalkan jika Erick dicalonkan sebagai ketua umum PSSI. Dia bahkan mendukungnya.
“Anggotanya mungkin bisa Akmal Marhali, Najwa Shihab, dan banyak lagi. Saya lihat mereka banyak memberi analisis terkait sepak bola, jadi cocok,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Ini Kata Joko Driyono Usai Diperiksa 20 Jam

POJOKSATU.id, JAKARTA – Hampir 20 jam penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola menggarap tersangka Plt Ketua Umum Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono.
Jokdri diperiksa sejak Senin (18/2) sekitar pukul 10.00 WIB hingga Selasa (19/2) sekitar pukul 06.53 WIB.
Dalam pemeriksaan, Jokdri mengaku diperlakukan secara profesional.
“Alhamdulillah, Satgas, penyidik bekerja sangat profesional,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/2/2019).
Jokdri tak merinci pertanyaan apa saja yang dilayangkan penyidik anti mafia bola itu.
“Saya mengucapkan terimakasih atas pelayanan, interaksi dan proses penyidikan yang berlangsung pada hari kemarin, malam hari hingga hari ini,” tambahnya.
Sebelumnya, Jokdri telah ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan barang bukti terkait pengaturan skor sepak bola.
Penetapan itu tak lama setelah Satgas Antimafia Bola melakukan penggeledahan kediaman Joko Driyono dan juga kantornya.
Joko Driyono terancam dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 265 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang police line.
(fir/pojoksatu)

Alasan PSSI Ogah Gelar Kongres Luar Biasa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kongres luar biasa (KLB) tetap belum ada dalam rencana para petinggi PSSI yang akan menggelar emergency meeting malam ini.
Agenda paling mendesak yang akan dibahas dalam pertemuan itu adalah untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan serta kompetisi di Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 tidak terganggu.
Apalagi, saat ini Piala Indonesia 2018 baru memasuki babak 16 besar dan sebentar lagi akan segera digelar Piala Presiden 2019.
Anggota Exco PSSI, Gusti Randa menyebutkan, belum ada agenda pembahasan soal KLB. Menurut dia, yang terpenting agenda kompetisi yang sedang berjalan tak terganggu.
“Tapi, bukan tidak mungkin hal tersebut (pergantian Jokdri) akan dibahas. Kan pemikiran anggota Exco berbeda-beda,” tutur Gusti Randa seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Lagipula, KLB tidak serta-merta bisa dilaksanakan. Ada syarat yang harus dipenuhi sesuai dengan Statuta PSSI. KLB bisa terlaksana apabila anggota Exco PSSI sepakat melaksanakannya ata apabila ada permintaan dari dua per tiga voter.
Selain itu, merujuk pada statuta PSSI, status tersangka Jokdri tidak berimbas apa pun dengan jabatannya sebagai Plt Ketum PSSI, sehingga tidak harus dilengserkan, karena Jokdri juga belum ditetapkan sebagai terpidana.
“KLB belum perlu sampai melihat proses hukum berjalan,” sebut Gusti Randa. “Ya, dilihat saja dahulu. Toh masih tidak melanggar statuta dengan status tersangkanya Pak Joko kan?”
Senada, anggota Exco PSSI lainnya, Yoyok Sukawi berpendapat yang sama. Dikatakannya, permintaan KLB juga harus persetujuan FIFA.
“Jadi, kalau bicara statuta, apa yang dialami oleh Mas Joko ini nanti bisa digantikan Iwan (Budianto) kalau memang sudah ditetapkan proses hukumnya,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Bukan Soal Rencana KLB, Ini Agenda Utama dalam Emergency Meeting PSSI Malam Ini

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI akan menggelar rapat darurat atau emergency meeting malam ini menyusul penetapan tersangka plt Ketum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri oleh Satgas Antimafia Bola.
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam upaya perusakan dokumen yang menjadi barang bukti pengaturan skor.
Mensikapi kondisi tersebut, malam ini para anggota Exco PSSI akan berkumpul. Agenda paling mendesak adalah memastikan roda organisasi tetap berjalan serta kompetisi di Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 tidak terganggu.
Apalagi, saat ini Piala Indonesia 2018 masih berjalan (memasuki babak 16 besar) dan Piala Presiden 2019 akan segera digulirkan.
“Agenda pertama adalah terkait RUPS (rapat umum pemegang saham) PT LIB. Jadwal tetap. Supaya kompetisi tetap berjalan sesuai rencana,” tutur anggota Exco PSSI Gusti Randa.
Namun, Gusti Randa menjelaskan dalam emergency meeting nanti belum ada agenda pembahasan soal Kongres Luar Biasa (KLB).
Menurut dia, yang terpenting agenda kompetisi yang sedang berjalan tak terganggu. ”Tapi, bukan tidak mungkin hal tersebut (pergantian Jokdri) akan dibahas. Kan pemikiran anggota exco berbeda-beda,” ujarnya.
Lagi pula, dijelaskan Gusti Randa, KLB tidak serta-merta bisa dilaksanakan, ada syarat yang harus dipenuhi sesuai statuta PSSI, salahsatunya apabila ada permintaan dari dua per tiga voters.
‘Ya, dilihat saja dulu. Toh masih tidak melanggar statuta dengan status tersangkanya Pak Joko kan?” imbuhnya,
(qur/pojoksatu)

Jokdri Tersangka, PSSI Ogah Wacanakan Kongres Luar Biasa!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Exco PSSI akan menggelar rapat darurat atau emergency meeting malam ini menyusul penetapan tersangka plt Ketum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri oleh Satgas Antimafia Bola.
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam upaya perusakan dokumen yang menjadi barang bukti pengaturan skor.
Anggota Exco PSSI, Gusti Randa menyebutkan, belum ada agenda pembahasan soal KLB. Menurut dia, yang terpenting agenda kompetisi yang sedang berjalan tak terganggu.
“Tapi, bukan tidak mungkin hal tersebut (pergantian Jokdri) akan dibahas. Kan pemikiran anggota Exco berbeda-beda,” tutur Gusti Randa seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Lagipula, KLB tidak serta-merta bisa dilaksanakan. Ada syarat yang harus dipenuhi sesuai dengan Statuta PSSI. KLB bisa terlaksana apabila anggota Exco PSSI sepakat melaksanakannya ata apabila ada permintaan dari dua per tiga voter.
“Ya, dilihat saja dahulu. Toh masih tidak melanggar statuta dengan status tersangkanya Pak Joko kan?” imbuh Gusti.
Senada, anggota Exco PSSI lainnya, Yoyok Sukawi berpendapat yang sama. Dikatakannya, permintaan KLB juga harus persetujuan FIFA.
“Jadi, kalau bicara statuta, apa yang dialami oleh Mas Joko ini nanti bisa digantikan Iwan (Budianto) kalau memang sudah ditetapkan proses hukumnya,” imbuhnya.
Namun sikap berbedar ditunjukkan Manajer Madura FC, Januar Herwanto. Salahseorang voter PSSI ini menilai KLB bisa menjadi pertimbangan saat ini.
“Harus dilaksanakan, paling tidak setelah Pemilihan Presiden. Saat ini banyak yang mengajak KLB, tinggal bergerak saja,” ucapnya.

Langkah Pertama PSSI Pasca Penetapan Tersangka Jokdri

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI akan menggelar rapat darurat atau emergency meeting malam ini menyusul penetapan tersangka plt Ketum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri oleh Satgas Antimafia Bola.
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam upaya perusakan dokumen yang menjadi barang bukti pengaturan skor.
Mensikapi kondisi tersebut, malam ini para anggota Exco PSSI akan berkumpul. Agenda paling mendesak adalah memastikan roda organisasi tetap berjalan serta kompetisi di Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 tidak terganggu.
Gusti Randa – Anggota Exco PSSI (Faceclips.com)
Apalagi, saat ini Piala Indonesia 2018 masih berjalan (memasuki babak 16 besar) dan Piala Presiden 2019 akan segera digulirkan.
“Agenda pertama adalah terkait RUPS (rapat umum pemegang saham) PT LIB. Jadwal tetap. Supaya kompetisi tetap berjalan sesuai rencana,” tutur anggota Exco PSSI Gusti Randa.
Namun, Gusti Randa menjelaskan dalam emergency meeting nanti belum ada agenda pembahasan soal Kongres Luar Biasa (KLB).
Menurut dia, yang terpenting agenda kompetisi yang sedang berjalan tak terganggu. ”Tapi, bukan tidak mungkin hal tersebut (pergantian Jokdri) akan dibahas. Kan pemikiran anggota exco berbeda-beda,” ujarnya.
Lagi pula, dijelaskan Gusti Randa, KLB tidak serta-merta bisa dilaksanakan, ada syarat yang harus dipenuhi sesuai statuta PSSI, salahsatunya apabila ada permintaan dari dua per tiga voters.
‘Ya, dilihat saja dulu. Toh masih tidak melanggar statuta dengan status tersangkanya Pak Joko kan?” imbuhnya,
(qur/pojoksatu)

Soal Perseru, Sekjen PSSI : Bukan Enggak Jadi Mundur

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria ikut bersuara soal kabar Perseru yang memutuskan untuk mundur dari Liga 1 2019.
Tisha tegas membantah kalau Tim berjuluk Cenderawasih Jingga itu bakal mundur.
“Kan sudah diklarifikasi oleh Perseru. Sudah ada di media kalau tidak salah,” ungkapnya dilansir Jawapos.
Menurut Tisha, Perseru sama sekali tak ada rencana buat mundur. Berita tersebut menurutnya cuma isu belaka saja.
“Bukan enggak jadi mundur. Tapi kan memang tidak pernah ber-statement itu (mundur) sama sekali,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Perseru belakangan dikabarkan dihinggapi masalah finansial. Mereka tak kunjung mendapatkan sponsor untuk menjalani kompetisi musim 2019.
Kondisi itu membuat mereka disebut-sebut berencana mundur dari Liga 1 2019.
(jpc/pojoksatu)

Perseru Serui Ingin Mundur dari Liga 1 2019, Begini Tanggapan PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Perseru Serui dikabarkan ingin mundur dari Liga 1 2019. Kabar ini sudah diketahui PSSI.
Namun begitu, PSSI menuturkan pihaknya masih menunggu surat resmi dari klub yang bermarkas di Stadion Marora tersebut.
“Divisi Kompetisi PSSI sejauh ini belum menerima surat resminya,” ujar Media Officer PSSI, Gatot Widakdo.
Akan tetapi, Gatot berharap tim berjuluk Cenderawasih Jingga itu mengurungkan niatnya.
“(Kami) sudah tahu. Tapi kami menunggu surat pemberitahuan resminya,” tutup Gatot.
Sementara itu, kabar mundurnya Perseru Serui dibarengi isu masalah finansial yang mereka hadapi.
Perseru dikabarkan tak mendapatkan sponsor untuk menatap kompetisi 2019. Kondisi itu disinyalir membuat mereka berencana mundur dari Liga 1 2019.
(jpc/pojoksatu)