pt liga indonesia

Geledah Kantor PT Liga Indonesia, Satgas Antimafia Bola Temukan Fakta Mengejutkan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Satgas Antimafia Bola telah menyegel kantor PT Liga Indonesia di  Rasuna Office Park DO-07, Kuningan, Jakarta  usai melakukan penggeledahan terkait pengembangan kasus match-fixing.
Selama penggeledahan satgas mengaku menemukan banyak bekas kertas yang sudah dihancurkan dengan mesin penghancur kertas.
Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol. Sahar Diantono membenarkan adanya temuan tersebut. Penyidik menemukan bekas-bekas kertas yang sudah didisposal atau dihancurkan menggunakan mesin penghancur kertas.
“Masih dipelajari ada atau tidak indikasi menghilangkan barang bukti. Sampai saat ini, kami sedang menyeleksi mana dokumen-dokumen yang terkait perkara,” tutur Sahar seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman JPNN.
Sementara penyidik Gakum Satgas Antimafia Bola, AKBP Dedi Murti menenggarai pecahan-pecahan kertas yang ditemukan itu diduga terkait dengan pengumpulan barang bukti.
“Benar (ada kertas yang dipotong-potong). Masih dilakukan pendalaman penyidik masih kerja,” tandasnya.
Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola juga telah melakukan penggeledahan di dua kantor PSSI yang terletak di Kemang dan FX Sudirman.
Dari hasil penggeledahan yang dilakukan selama 17 jam itu, penyidik mengamankan ratusan dokumen dan barang sebagai alat bukti.
Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari pengembangan penyidikan kasus skandal match-fixing yang sedang ditangani satgas bentukan Mabes Polri itu.
Sejauh ini sudah sebelas orang ditetapkan sebagai tersangka kasus praktik mafia bola tersebut, dan beberapa di antaranya adalah anggota PSSI.
(qur/pojoksatu)

Ditanya Soal Penyegelan Kantor PT Liga Indonesia, Sekjen PSSI: Jangan Tanya Saya!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekjen PSSI, Ratu Tisha menegaskan penyegelan kantor PT Liga Indonesia yang terletak di Rasuna Office Park, Kuningan, tadi malam tidak ada kaitannya dengan organisasi PSSI.
Satgas Antimafia Bola melakukan penyegelan terhadap kantor PT Liga Indonesia. PT LI sendiri sempat menjadi operator Indonesia Super League beberapa tahun lalu.
Tisha menegaskan, ia tak mau mengomentari soal langkah satgas bentukan Mabes Polri yang sedang gesit melakukan penanganan kasus skandal match-fixing tersebut.
“Penyegelan kantor PT Liga Indonesia tidak ada sangkut pautnya dengan PSSI,” tegas Tisha seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman JPNN.
Karena itu, Tisha enggan memberikan keterangan atau jawaban rinci tentang proses penggeledahan (dan penyegelan) yang dilakukan pihak satgas.
“Jangan tanya ke saya. Tanya saja ke mereka (Satgas Antimafia Bola),” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan soal penyegelan kantor tersebut, namun pihaknya belum bersedia bicara lebih jauh.
Namun, kuat indikasi penyegelan tersebut sebagai tindak lanjut atas penggeledahan dua kantor PSSI yang telah dilakukan sebelumnya sebagai bagian dari pengembangan kasus match-fixing yang sedang dalam penyidikan.
Sejauh ini, satgas bentukan Mabes Polri itu sendiri telah menetapkan sebelas tersangka, dan beberapa diantaranya pengurus PSSI, yakni anggota Exco PSSI dan Komdis PSSI.
Sementara tersangka lainnya merupakan perangkat pertandingan, mulai dari wasit hingga asisten wasit dalam laga yang terindikasi berbau praktik mafia bola sebagaimana laporan eks manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi.
(jpnn/qur/pojoksatu)