putusan komding pssi

Soal Putusan Komding PSSI, Mario Gomez Geleng-Geleng Kepala

POJOKSATU.id, BANDUNG – Komisi Banding PSSI telah mengabulkan banding Persib Bandung soal sanksi berat yang dijatuhkan Komdis PSSI beberapa waktu lalu.
Salahsatu revisi atas keputusannya adalah memperbolehkan Bobotoh menyaksikan tim kebanggaannya di dalam stadion sejak awal musim depan, namun tanpa mengenakan atribut.
Dalam surat bernomor 07/KEP/KB/LIGA1/XI/2018, tertanggal 15 November 2018, tentang Hukuman Terhadap Persib, Komite Banding mengubah keputusan Komdis dengan mengizinkan Persib menggelar pertandingan dengan penonton, namun tanpa atribut, yel-yel, nyanyian, spanduk yang menunjukan identitas pada setengah musim kompetisi 2019.
Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez. (persib.co.id)
Namun demikian, pelatih Persib Bandung, Mario Gomez mengaku heran dan memertanyakan substansi dari putusan komdis tersebut.
“Kenapa keputusannya harus seperti itu? saya tak mengerti, apa kalian bisa jelaskan? ada apa dengan keputusan ini? bisa main di kandang, ok, bisa main dengan penonton bagus, tapi kenapa harus tanpa atribut? saya tak mengerti, mungkin sepak bola adalah hiburan, tapi masa tanpa atribut? but it’s ok,” tutur Gomez seperti dikutip dari laman Bobotoh.id.
Pelatih asal Argentina itu pun bahkan mengaku heran dengan regulasi-regulasi yang diterbitkan oleh federasi tersebut.
“Banyak orang yang bilang hal ini sering terjadi di Indonesia, saya mengerti, dan ini mengesankan, sekarang serius, ini adalah negara yang sangat baik,” sebut dia.
Menurutnya, keputusan dari federasi tersebut sama sekali tidak akan membuat sepak bola Indonesia semakin maju.  Bahkan, sambung Gomez, federasi (PSSI) seperti tak ingin melihat negaranya (sepakbola) semakin maju.
Padahal, menurut dia, banyak harta karun berharga yang dimiliki Indonesia , mulai suporter dan sarana stadion yang menjamur.
“Saya harap kita bisa memberikan hal kecil untuk dapat mengembangkan sepak bola di sini. karena di sini banyak lapangan yang bagus, kompetisi yang baik dan fans yang banyak , sama seperti Argetina, banyak sekali fans,” tuturnya.
“Tapi terserah kalian, ini negara kalian, bukan negara saya. Tapi di sini banyak lapangan yang bagus, fans yang baik, orang-orang yang baik, saya harap kalian bisa berkembang di banyak hal, bagaimana caranya? saya tak tahu,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)