rahmad darmawan

Bangga Jika Persija Jakarta Juara, Ujar Sang Mantan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mitra Kukar akan melakoni laga pamungkas di pekan 34 menghadapi Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Minggu (9/12/2018) petang WIB.
Pelatih Mitra Kukar, Rahmad Darmawan mengaku bangga bila Persija Jakarta menjuarai Liga 1 2018. Namun, ditegaskannya akan bertindak profesional dan bakal berjuang membawa timnya menang saat kontra Macan Kemayoran.
 Pertandingan nanti memang seperti laga final buat skuat berusan Stefano Cugurra Teco. Ismed Sofyan dan koleganya dituntut meraih kemenangan agar bisa menuntaskan dahaga gelar juara yang sudah 17 tahun dinantikan.
Rahmad Darmawan sendiri punya kenangan manis bersama Persija. RD, sapaan sang pelatih pernah membesut tim ibukota itu musim 1986/1991 dan musim 1994/1995. Dia juga pernah melatih Persija dalam tiga periode berbeda, yakni 2006, 2010, dan 2014 lalu.
Atas pakta sejarah tersebut, RD pun senang bila akhirnya Persija juara. Namun sebelum itu, ia akan menjadi musuh untuk mantan timnya itu.
“Saya pikir tiap pelatih dalam warna dan kaus berbeda apakah ada historinya di klub lawan, wajib berjuang penuh dan profesional,” sebut dia.
“Tapi secara pribadi, saya bangga kalau Persija juara. Tapi kalau saya bisa kalahkan Persija, tentu saya juga bangga,” tambahnya.
Saat ini Persija menempati posisi puncak dengan kepemilikan 59 poin. Mereka belum aman karena hanya unggul satu angka dari PSM Makassar.
(jpc/qur/pojoksatu)

Rahmad Darmawan: Keterlaluan, Wasit Membahayakan Pemain!

POJOKSATU.id, TENGGARONG – Pelatih Mitra Kukar, Rahmad Darmawan geram dan tak habis pikir dengan asit Novari Ikhsan Arilaha yang memimpin jalannya pertandingan timnya kontra PS Tira di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Jumat (23/11/2018) malam WIB.
RD menilai sang wasit sudah keterlaluan dan sisi kemanusiaannya pertandingan itu sudah hilang saat membiarkan salahseorang pemain terkapar di lapangan setelah terkena hantaman keras bola tepat di wajahnya.
“Yang pasti dia amnesia. Kita bisa lihat bagaimana bola kena kepala dia dengan jarak yang dekat dan keras. Seharusnya wasit menghentikan pertandingan, tapi didiamkan menunggu satu pemain membuang bola,” tutur RD seperti dikutip dari Goal.
“Saya menyoroti sisi kemanusiaan wasit hari ini tidak ada. Itu paling penting dalam sepakbola. Wasit tahu itu keras, karena kejadian di depan dia. Kenapa dia tidak menghentikan pertandingan?” sebutnya.
RD juga menilai wasit mengeluarkan sejumlah keputusan yang merugikan timnya. “Sayang pertandingan harus dirusak dengan kepemimpinan wasit yang menurut saya netralitasnya harus ditegakkan di akhir kompetisi seperti ini. Keputusan wasit banyak yang aneh,” sebutnya.
“Saya mengutuk keras keputusan wasit. Saya sudah lama tidak bicara soal wasit sejak satu tahun terakhir. Tapi kali ini saya melihat bagaimana mereka melakukan banyak sekali kesengajaan yang membahayakan pemain,” ungkapnya.
Kendati timnya sukses memenangkan pertandingan dengan skor tipis 1-0, RD tetap gusar dengan kinerja wasit di pertandingan tersebut.
“(Sepakbola) Kita hanya butuh satu hal saja, sikap fair play di pertandingan. Kami sering kalah, tapi tidak pernah saya ribut, komplain terhadap wasit. Kami kali ini menang, tapi saya komplain. Kenapa? Karena kepemimpinan wasit sudah keterlaluan,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)