ramadan

Bali United Rubah Jadwal Latihan Selama Ramadan

POJOKSATU.id, DENPASAR – Bulan puasa tahun ini kebetulan bertepatan dengan bergulirnya Liga 1 2019 yang akan dimulai pada tanggal 15 Mei mendatang.
Tercatat, setidaknya ada tiga pertandingan yang akan berlangsung di bulan puasa ini.
Dengan mayoritas pemain Muslim di semua tim kontestan Liga 1, tentu saja akan ada perubahan jadwal latihan yang diberikan masing-masing tim.
Salah satunya dilakukan Bali United. Mereka mengaku sudah mempersiapkan segala sesuatu dengan matang agar tidak mengganggu ibadah puasa para pemain Serdadu Tridatu yang beragama Islam.
Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra mengatakan, jadwal latihan akan dimundurkan menjadi malam setiap harinya.
Dijelaskan Teco, hal ini dilakukan agar para pemain bisa beribadah puasa dengan nyaman. Rencana Coach Teco ini cukup berbeda dari Pelatih Bali United sebelumnya seperti Indra Sjafri dan Widodo Cahyono Putro.
Kedua pelatih tersebut menggelar sesi latihan sekitar pukul 17.00 selama bulan puasa sehingga saat adzan Maghrib tiba, sesi latihan juga sudah berakhir.
“Kami akan ubah sesi jam latihan pada malam hari setiap hari. Kami tidak ingin menganggu pemain yang puasa. Kalau sore hari, cuaca di Bali sekarang cukup panas. Mereka pasti akan kewalahan,” paparnya.
(jpnn/pojoksatu)

Liga 1 Mulai di Bulan Ramadan, Ini Rencana Sejumlah Klub

POJOKSATU.id, JAKARTA – Berbeda dari musim-musim sebelumnya, kompetisi Liga 1 2019 dimulai di bulan Ramadan.
Sejumlah tim pun mengaku sudah merancang persiapan khusus agar para pemainnya tetap fit saat bertanding di bulan puasa.
PSIS Semarang menuturkan akan menerapkan program latihan berbeda di bulan Ramadan.
General Manager PSIS Wahyu ‘Liluk’ Winarto mengatakan sepekan sebelum bulan puasa, PSIS akan menerapkan program tersebut. Intensitasnya, dalam sepekan akan ada satu hingga tiga kali latihan malam hari.
Senada, Persela Lamongan juga akan menerapkan program latihan di malam hari.
Pelatih Persela Aji Santoso mengatakan latihan tersebut juga akan dilakukan setelah Tarawih. “Kami mensiasati itu, mungkin akan adaptasi untuk latihan malam. Karena dalam keadaan puasa apabila latihan sore bisa kurang maksimal juga hasilnya,” ujar Aji.
Tak mau ketinggalan, Semen Padang juga melakukan persiapan dengan menggelar latihan malam hari.
Namun tim berjuluk Kabau Sirah itu tidak bisa sering-sering melakukannya. Sebab, latihan malam kan butuh penerangan.
“Ini menambah biaya untuk tim. Latihan malam mungkin hanya sekali dalam sepekan. Sisanya bisa latihan seperti biasa sore menjelang berbuka,” kata pelatih Semen Padang Syafrianto Rusli.
Berbeda, Persebaya Surabaya justru menjadi tim yang tak akan mengendurkan persiapan meski awal kompetisi berlangsung di bulan Ramadan.
Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman menjelaskan, timnya tak akan mengubah pola latihan. Skuad Green Force tetap berlatih pada sore hari.
“Selain itu, intensitas selama latihan juga tak akan kami kurangi,” kata pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut.
Menurutnya, tak ada yang perlu diubah. Meski laga perdana dan beberapa pertandingan berikutnya akan digelar selama bulan Ramadan.
(gus/gil/ana/nur/pojoksatu)