ratu tisha

Menanggapi Soal Kabar Mundur Perseru dari Liga 1 2019, PSSI Sebut Itu Hoaks

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekjen PSSI, Ratu Tisha buka suara menanggapi kabar terkait rencana Perseru Serui mundur dari pentas Liga 1 2019.
Ditegaskan Tisha, Perseru tidak akan mundur dari Liga 1 2019 dan menurutnya kabar tersebut cuma isu belaka.
“Kan sudah diklarifikasi oleh Perseru. Sudah ada di media kalau tidak salah,” sebut Tisha kepada wartawan.
“Bukan enggak jadi mundur. Tapi kan memang tidak pernah ber-statement itu (mundur) sama sekali,” imbuhnya.
Tim berjuluk Cenderawasih Jingga itu memang belakangan santer dikabarkan dihinggapi masalah finansial menyusul tak kunjung mendapatkan sponsor untuk menjalani kompetisi musim 2019.
Kondisi itu membuat mereka disebut-sebut berencana mundur dari Liga 1 2019, kendati hal ini telah dibantah Ratu Tisha.
Perseru Serui sendiri nyaris terlempar ke zona degradasi di musim lalu dengan menempati peringkat ke-14 dengan raihan 42 angka dari 14 kemenangan, sembilan bermain seri dan 14 kali menelan kekalahan.
(qur/pojoksatu)

Soal Perseru, Sekjen PSSI : Bukan Enggak Jadi Mundur

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria ikut bersuara soal kabar Perseru yang memutuskan untuk mundur dari Liga 1 2019.
Tisha tegas membantah kalau Tim berjuluk Cenderawasih Jingga itu bakal mundur.
“Kan sudah diklarifikasi oleh Perseru. Sudah ada di media kalau tidak salah,” ungkapnya dilansir Jawapos.
Menurut Tisha, Perseru sama sekali tak ada rencana buat mundur. Berita tersebut menurutnya cuma isu belaka saja.
“Bukan enggak jadi mundur. Tapi kan memang tidak pernah ber-statement itu (mundur) sama sekali,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Perseru belakangan dikabarkan dihinggapi masalah finansial. Mereka tak kunjung mendapatkan sponsor untuk menjalani kompetisi musim 2019.
Kondisi itu membuat mereka disebut-sebut berencana mundur dari Liga 1 2019.
(jpc/pojoksatu)

Ditanya Soal Penyegelan Kantor PT Liga Indonesia, Sekjen PSSI: Jangan Tanya Saya!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekjen PSSI, Ratu Tisha menegaskan penyegelan kantor PT Liga Indonesia yang terletak di Rasuna Office Park, Kuningan, tadi malam tidak ada kaitannya dengan organisasi PSSI.
Satgas Antimafia Bola melakukan penyegelan terhadap kantor PT Liga Indonesia. PT LI sendiri sempat menjadi operator Indonesia Super League beberapa tahun lalu.
Tisha menegaskan, ia tak mau mengomentari soal langkah satgas bentukan Mabes Polri yang sedang gesit melakukan penanganan kasus skandal match-fixing tersebut.
“Penyegelan kantor PT Liga Indonesia tidak ada sangkut pautnya dengan PSSI,” tegas Tisha seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman JPNN.
Karena itu, Tisha enggan memberikan keterangan atau jawaban rinci tentang proses penggeledahan (dan penyegelan) yang dilakukan pihak satgas.
“Jangan tanya ke saya. Tanya saja ke mereka (Satgas Antimafia Bola),” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan soal penyegelan kantor tersebut, namun pihaknya belum bersedia bicara lebih jauh.
Namun, kuat indikasi penyegelan tersebut sebagai tindak lanjut atas penggeledahan dua kantor PSSI yang telah dilakukan sebelumnya sebagai bagian dari pengembangan kasus match-fixing yang sedang dalam penyidikan.
Sejauh ini, satgas bentukan Mabes Polri itu sendiri telah menetapkan sebelas tersangka, dan beberapa diantaranya pengurus PSSI, yakni anggota Exco PSSI dan Komdis PSSI.
Sementara tersangka lainnya merupakan perangkat pertandingan, mulai dari wasit hingga asisten wasit dalam laga yang terindikasi berbau praktik mafia bola sebagaimana laporan eks manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi.
(jpnn/qur/pojoksatu)

3 Petinggi PSSI yang Didesak Suporter (Juga) Harus Mundur

POJOKSATU.id, NUSA DUA – Edy Rahmayadi telah memutuskan mundur sebagai Ketua PSSI dalam Kongres Tahunan PSSI di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019) siang WIB.
Belakangan memang mencuat desakan Edy untuk meletakkan jabatannya lewat tagar EdyOut karena dinilai gagal memimpin federasi.
Namun, Gubernur Sumatera Utara itu menegaskan, keputusannya diambil lebih karena kecintaannya terhadap PSSI dan sepakbola tanah air.

Keputusan Edy pun mendapat sambutan meriah dari peserta kongres termasuk sejumlah suporter di luar acara yang tengah melakukan aksi unjukrasa.
Namun, suporter menilai, keputusan Edy harus juga diikuti pengurus lainnya yang juga dinilai gagal memimpin federasi.
Pentolan Bonek Mania, Andi Peci mengapresiasi pengunduran diri Edy Rahmayadi sebagai Ketum PSSI, namun ia juga meminta anggota lainnnya yang dinilai gagal juga harus mundur.
“Hari ini (kemarin) kita mendengar Edy Rahmayadi telah mengundurkan diri dari Ketua Umum PSSI. Siapapun yang masih bercokol di PSSI, mereka yang sudah lama dan yang sudah gagal memajukan sepakbola Indonesia agar tahu diri dan mundur juga,” tutur Andi dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
Di antara para pengurus atau anggota PSSI yang didesak mundur oleh para suporter yang berdemo itu, wakil ketua umum PSSI yang kini bertindak sebagai ketua umum sementara, Joko Driyono, kepala staf ketua umum PSSI, Iwan Budianto, dan sekretaris jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.
Sementara Pentolan Brigaz Bali, suporter Bali United, Ian menuntut Satgas Antimafia Bola mengusut tuntas para pelaku match-fixing termasuk memeriksa sejumlah anggota PSSI.
“Kami mendukung sepenuhnya agar oknum-oknum mafia ditangkap. Kami ucapkan terima kasih kepada Polri,” ujarnya.
Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada respon dari ketiga petinggi federasi itu untuk menanggapi desakan suporter tersebut.
(qur/pojoksatu)

Piala Indonesia 2018, PSSI: Ikut atau Sanksi Menanti!

POJOKSATU.id, JAKARTA –Sekjen PSSI, Ratu Tisha menebar ancaman untuk tim peserta babak 32 besar Liga Indonesia 2018 yang berniat mengundurkan diri di fase tersebut.
PSSI, ditegaskan Tisha akan melakukan tindakan tegas dengan memberikan sanksi berat kepada tim yang melakukan pelanggaran disiplin tersebut agar Piala Indonesia berjalan lancar sampai tuntas.
“Sudah pasti babak 32 besar lebih ketat. Jika ada tim mengundurkan diri atau tidak menyelenggarakan laga, akan ada sanksi,” kata Tisha di Jakarta, kemarin.
“Tidak hanya mengalami kekalahan, tapi juga bisa denda. Atau bisa juga dinaikkan ke Komite Disiplin jika dinilai ada kesengajaan,” tegasnya.
Dikatakan Tisha, ketegasan itu akan ditempuh semata agar tim-tim yang berpartisipasi dalam Piala Indonesia 2018 dapat lebih berkomitmen.
Dia tidak ingin gelaran tersebut hanya dijadikan ajang permainan semata. “Karena kami harus menghargai langkah klub yang terhenti di babak sebelumnya,” ucapnya.
“Mereka tidak main-main mempersiapkan hal itu. Saya rasa klub Liga 1, 2, dan 3 yang lolos ke babak 32-besar memperiapkan dengan baik,” sebut dia.
Untuk diketahui, babak 32-besar Piala Indonesia 2018 akan berlangsung pada mulai 22 Januari hingga 6 Februari. Sementara babak 16-besar akan digelar pada 11 hingga 19 Februari.
Sedangkan babak 8-besar akan berlangsung pada 24 Februari hingga 2 Maret. Untuk semifinal digelar pada 7 dan 12 Maret. Sementara babak Final dijadwalkan digelar pada 17 dan 24 Maret.
(qur/pojoksatu)

Pemeriksaan Sekjen PSSI oleh Satgas Antimafia Bola Belum Usai

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria telah menjalan pemeriksaan tim penyidik Satgas Antimafia Bola terkait kasus dugaan match-fixing yang telah menyeret sejumlah pihak di tubuh PSSI.
Bersama kuasa hukumnya, Ratu Tisha diperiksa di Gedung Ombudsman, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2018), tadi malam.
Namun, pemeriksaan belum rampung, dan Tisha akan kembali diperiksa pekan depan terkait dengan persoalan-persoalan lainnya.
“Total 40 pertanyaan. 23 pertanyaan sudah dilontarkan. Sisa 17, nanti dilanjutkan lagi pekan depan 4 Januari 2019. Karena waktu pemeriksaan tadi sudah larut,” ujarnya seperti dikutip dari Goal.
Menjalani pemeriksaan selama enam jam lebih, Tisha mengaku mendapatkan sejumlah pertanyaan tentang mekanisme dan kesungguhan PSSI dalam memerangi match-fixing.
Namun, ditegaskannya, ia mengaku senang dengan adanya pemeriksaan tersebut. Menurutnya, pihaknya tidak bisa sendirian dalam memberantas pratik kotor yang ada di sepakbola Indonesia.
Oleh karena itu, terbentuknya Satgas Anti Mafia Bola sangat membantu kerja PSSI untuk memberantas praktek kotor di pertandingan tersebut.
“Intinya kami sangat berterima kasih dan apresiasi terhadap kepolisian RI atas kerja sama ini, yang memang PSSI tunggu, karena kami memang tidak bisa sendirian dalam hal menegakkan sportivitas di olahraga,” tuturnya.
Tisha mengatakan, pihaknya dan PSSI akan sangat kooperatif terkait penanganan kasus ini. “Juga hal-hal lain terkait sinkronisasi PSSI dan Polri. Kami juga kooperatif dalam penyelidikan yang dilakukan dan akan terus berkomitmen untuk sepakbola Indonesia lebih baik,” ungkapnya.
Ratu Tisha sendiri pekan lalu sebenarnya telah dipangil. Hanya saja, ia tak bisa memenuhinya karena mengaku ada urusan lain yang tidak dapat ditinggalkan.
(qur/pojoksatu)

Soal #EdyOut, Ratu Tisha Pasang Badan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria menegaskan, kinerja organisasi (PSSI) di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi banyak melakukan perubahan.
Salahsatu yang telah dilakukan jajaran pengurus saat ini, sebut Tisha adalah upaya peningkatan sumber daya manusia, baik wasit, pelatih, dan instruktur AFC.
Tisha pun mengatakan, PSSI saat ini tengah menghadapi tantangan yang tidak ringan, salahsatunya dalam menyiapkan kompetisi musim depan.
Tagar #Edyout ramai di media sosial untuk mendesak Ketua PSSI Edy Rahmayadi mundur. (JAWAPOS)
Pasalnya, sebut dia, musim depan at au tahun 2019 merupakan tahun politik yang akan dilakukan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg).
Karena itu, Tisha memberikan sinyalemen kompetisi baru akan digelar selepas pesta demokrasi tersebut.
“Ada beberapa kemungkinan, termasuk sehabis Pilpres, karena kami juga harus koordinasi dengan pihak keamanan. Tapi komprehensifnya, saat kongres kami umumkan,” tuturnya.
Sementara terkait kompetisi Liga 1 tahun ini yang akan segera usai, pihaknya menegaskan akan segera melakukan rapat evaluasi.
“Tanggal 16 Desember kami akan melakukan evaluasi dengan PT LIB (Liga Indonesia Baru), sekaligus menanyakan planning mereka ke depan” sebutnya.
“Kami juga sesuaikan dengan agenda yang ada, mulai dari Liga 1, 2 dan 3. Piala Indonesia juga agenda besar kami yang berakhir Maret,” tandasnya.
(qur/pojoskatu)