revisi

Komdis PSSI Revisi Sanksi Pemainnya, Mario Gomez Cuma Bisa Geleng-Geleng Kepala

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez bereaksi keras soal revisi sanksi tiga pemain pilarnya, Ezechiel N’Douassel, Bojan Malisic dan Jonathan Bauman oleh pihak Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Pelatih asal Argentina itu mengaku tak habis fikir dengan kebijakan tersebut yang dianggapnya sudah keterlaluan dan gila.
Sebelumnya Komdis PSSI mengubah hukuman Bojan Malisic yang disanksi empat laga. Dari yang awalnya mulai berlaku lawan Persipura Jayapura (15/10) dimajukan menjadi pada saat Persib menghadapi Madura United (9/10).
Giliran Sanksi 3 Legiun Asing Persib Bandung Juga Kena Revisi
Komdis PSSI Revisi Sanksi Tiga Penggawa Macan Kemayoran
Perubahan hukuman juga terjadi kepada Ezechiel N’Douassel yang dihukum lima laga. Striker asal Chad itu awalnya baru akan absen saat lawan Persipura, tetapi dimajukan menjadi saat menghadapi Madura United.
“Saya tidak mengerti situasi ini karena tiga hari yang lalu mereka (Komdis PSSI) bicara dua pemain (Ezechiel dan Bojan) bisa main. Ini gila! Akan sangat sulit tim manapun di dunia jika seperti ini,” tutur Gomez seperti dikutip dari simamaung.
Oleh karena itu, Gomez pun merasa timnya sedang disudutkan, dan banyak yang tak suka dengan Persib yang saat ini berada di puncak klasemen sementara Go-Jek Liga 1 2018.
“Kami merasa sendirian, pemain bertanya ‘Mario kenapa begini, Mario kenapa begitu’ dan saya tidak bisa memberi mereka jawaban,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Giliran Sanksi 3 Legiun Asing Persib Bandung Juga Kena Revisi

POJOKSATU.id, BANDUNG – Komdis PSSI melakukan revisi terhadap sanksi ketiga pemain asing Persib Bandung, yakni Ezechiel N’Douassel, Jonathan Bauman dan Bojan Malisic.
Revisi atas sanksi tersebut terkait kapan dimulai diberlakukannya sanksi tersebut, baik untuk Ezechiel, Bauman maupun Malisic.
Bauman mendapatkan sanksi dua pertandingan yakni dimulai saat berjumpa Persipura Jayapura (15/10) dan Persebaya Surabaya (20/10). Namun, dia tetap tak boleh main saat melawan Madura United (9/10) pada pekan 24 karena akumulasi kartu kuning.
Komdis PSSI Revisi Sanksi Tiga Penggawa Macan Kemayoran
Sedangkan untuk Bojan yang terkena empat larangan bermain juga mengalami perubahan. Dari yang awalnya mulai berlaku melawan Persipura (15/10) dimajukan jadi saat Persib menghadapi Madura United (9/10).
Perubahan hukuman juga terjadi kepada Ezechiel N’Douassel yang dihukum lima laga. Striker asal Chad itu awalnya baru akan absen saat lawan Persipura, tetapi dimajukan menjadi saat menghadapi Madura United.
Perubahan keputusan atas sanksi Komdis PSSI itu tertuang dalam surat bernomor 136A/L1/SK/KD-PSSI/X/2018 untuk Ezechiel, 137A/L1/SK/KD-PSSI/X/2018 untuk Bauman, dan 138A/L1/SK/KD-PSSI/X/2018 untuk Bojan. Tercantum bahwa hukuman larangan bermain mengalami perubahan.
Selain revisi sanksi atas pemain Persib Bandung, Komdis PSSI juga melakukan revisi sanksi pada tiga pemain Persija Jakarta, juga sama terkait soal kapan sanksi itu mulai diberlakukan.
(jpc/qur/pojoksatu)

Komdis PSSI Revisi Sanksi Tiga Penggawa Macan Kemayoran

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Disiplin PSSI melakukan revisi atas hukuman sanksi yang dijatuhkan pada tiga pemain Persija Jakarta, yakni Ismed Sofyan, Sandi Sute dan Renan da Silva.
Revisi atas sanksi itu sendiri berkaitan dengan mulai diberlakukannya sanksi dilarang bermain kepada ketiga penggawa Macan Kemayoran itu.
Sandi Sute misalnya, dari sanksi tiga kali larangan main yang akan dimulai saat timnya menghadapi Madura United pada 14 Oktober 2018 dimajukan ke laga Persija kontra Perseru Serui pada 8 Oktober 2018.
Ismed Sofyan – Kapten Persija Jakarta (jawapos.com,)
Senada, hukuman tiga pertandingan kepada Ismed mulai berlaku dalam laga kontra Madura United, termasuk sanksi untuk Renan Silva. Hukuman dua laga bagi Renan yang awalnya dimulai saat melawan Madura United (14/10) diubah di laga Persija melawan Perseru pada 8 Oktober nanti.
Sanksi yang diberikan kepada ketiga pemain Persija itu sendiri dijatuhkan Komdis PSSI dalam pertandingan Persib kontra Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018) sore WIB.
Pertandingan itu sendiri penuh dengan insiden. Selain menjatuhkan banyak sanksi untuk pemain kedua tim, seorang suporter Persija bernama Haringga Sirla (23) tewas di sekitar area stadion sebelum pertandingan setelah dikeroyok oknum Bobotoh.
Atas insiden tersebut, Persib Bandung pun mendapat sanksi berat dari Komdis PSSI, di antaranya larangan bermain di Bandung dan pulau Jawa serta tanpa penonton hingga akhir musim dan pertengahan musim depan.
(jpnn/qur/pojoksatu)

PSSI Revisi Sanksi Persib, Main di Kalimantan Itu Hanya Contoh!

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI melakukan revisi terhadap sanksi yang dijatuhkan pada Persib Bandung terkait laga kandang yang harus digelar di pulau Kalimantan.
Dalam salahsat butir sanksi Komdis PSSI, disebutkan jika Persib Bandung harus menggelar partai home di luar Pulau Jawa (Kalimantan) tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi 2018, dan pertandingan home tanpa penonton di Bandung sampai setengah musim kompetisi tahun 2019.
Namun belakangan, PSSI merevisi poin tersebut dengan menyebutkan jika (bermain) di Kalimantan itu hanya contoh.
“Itu (Kalimantan) hanya contoh. Nanti kami akan revisi hal tersebut,” kata sekjen PSSI Ratu Tisha Destria dalam keterangan persnya di Hotel Sultan.
Sementara Tim Pencari Fakta (TPF) PSSI tak bisa berkometar soal terusirnya Persib dari pulau Jawa. Sebab, kata Ketua TPF PSSI, Gusti Randai hal tersebut sepenuhnya telah menjadi keputusan Komdis PSSI.
“Kami tidak bisa menanggapi hal itu. Sebab, semua keputusan di tangan Komdis PSSI dan sudah dalam ranah yudisial,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)