river plate

Suporter River Plate Tewas Dibunuh, Para Pelaku Diduga Pendukung Boca Juniors

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Kemenangan River Plate atas Boca Juniors di final Copa Libertadores 2018 di Estadio Santiago Bernabeu beberapa waktu lalu dibayar mahal dengan tewasnya seorang suporter mereka.
Dikutip dari Marca, seorang pendukung River Plate bernama Exequiel Aaron Neris (21) tewas dibunuh di Provinsi Misiones oleh dua orang yang diduga pendukung Boca Juniors.
Korban mengalami luka cukup serius setelah ditikam di bagian kaki kirinya dengan pisau yang memotong bagian arteri femoralis.
Fans River Plate yang tewas diduga dibunuh suporter Boca Juniors (marca.com)
Insiden itu sendiri terjadi pasca leg kedua final  Copa Libertadores 2018 yang dimenangkan River Plate dengan skor meyakinkan 3-1.
Laporan media setempat, Clarin menyebutkan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis, bahkan sempat berbicara dengan ibunya sebelum meninggal.
“Aku sekarat, aku sekarat, mereka menyerangku karena merayakan hasilnya, karena aku penggemar River,” tutur korban seperti diberitakan Clarin.
Ibu korban, Lucia Ramona Neris membenarkan apa yang terjadi pada putranya tersebut. “Mereka membunuh anak saya, dia hanya berjalan, dia baru saja menjalani operasi karena kecelakaan sepeda motor beberapa bulan yang lalu,” tuturnya.
“Mereka menyerangnya meskipun dia hampir tidak bisa berjalan. Mereka menyakitinya seperti anjing yang tak berdaya,” ucapnya lirih.
(qur/pojoksatu)

Gasak Boca Juniors, River Plate Juara Copa Libertadores 2018

POJOKSATU.id, MADRID – River Plate tampil impresif di leg kedua final Copa Libertadores 2018 dengan membungkam seteru abadi mereka, Boca Junior dengan skor meyakinkan 3-1 di Estadio Santiago Bernabeu, Senin (10/12/2018) dini hari WIB.
Trigol River Plate masing-masing disarangkan Pratto di menit 68, dan di babak perpanjangan waktu menit 109 dan menit 120+2 oleh Quintero dan Martínez.
Sementara Boca Junior yang sempat unggul di babak pertama lewat gol Benedetto di menit 44 gagal memertahankan keunggulannya.

Hasil ini memastikan River keluar sebagai pemenang Superclasico sekaligus kampiun Copa Libertadores 2018 yang penuh drama lantaran sempat tertunda akibat kerusuhan hingga berpindah venue lewat keunggulan agregat 5-3.
Dihelat di markas Real Madrid, Santiago Bernabeu, duel dipadati penonton yang habiskan tiket laga sebanyak 80 ribu kursi.
River Plate yang jadi tuan rumah sejatinya kurang diuntungkan dengan situasi ini, karena mereka bertindak sebagai tuan rumah, kendati dukungan suporter imbang.
River Plate tertinggal terlebih dahulu di babak pertama tepatnya di menit ke-44 setelah Dario Benedetto mengoyak jala Armani,
Tertinggal satu gol, River bangkit di babak kedua. Mereka akhirnya sukses samakan kedudukan 1-1 lewat aksi Lucas Pratto di menit 68, memaksimalkan umpan silang mendatar Ignacio Fernandez.
Kedudukan 1-1 lantas bertahan hingga 90 menit usai, sehingga final pun harus dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu.
Keunggulan stamina River terlihat jelas pada babak ini. Mereka semakin diuntungkan lantaran Boca terpaksa bermain dengan sepuluh orang sejak menit kedua babak perpanjangan waktu, akibat kartu kuning kedua yang diterima Wilmar Barrios.
Tidak heran bila kemudian pada babak kedua perpanjangan waktu, tepatnya di menit 109, River sukses berbalik unggul berkat sontekan luar kotak penalti Juan Quintero! Dia cerdas memaksimalkan sodoran Camilo Mayada.
River makin tegaskan keunggulannya jadi 3-1 pada menit kedua masa injury time babak perpanjangan waktu lewat Gonzalo Martinez.
Akhirnya, River menang lewat agregat 5-3, setelah bermain imbang 2-2 pada leg pertama di markas Boca. Gelar ini jadi koleksi keempat mereka sepanjang sejarah Copa Libertadores.
(qur/pojoksatu)

Polemik Final Copa Libertadores, Maradona: Boca Juniors Juarakan Saja!

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Legenda Timnas Argentina, Diego Armando Maradona menyarankan Conmebol memberikan titel kampiun untuk Copa Libertadores musim ini ke Boca Juniors.
Maradona yang kini menjadi pelatih Dorados de Sinaloa itu sendiri menegaskan alasan dirinya bersikap demikian, sebagai respon final Boca Juniors kontra Rivers Plate yang tertunda.
“Saya berharap Conmebol bertindak dengan cara yang koheren dan memberikan gelar Libertadores kepada Boca Juniors,” tutur Maradona kepada El 10 de Argentina seperti dikutip dari Diario AS.
Diego Armando Maradona – Legenda sepakbola Argentina.
“Terlepas dari ikatan emosional saya dengan klub, ada aturan yang harus dihormati,” sebutnya.
“Saya lebih suka selalu menang di lapangan, tetapi ketika aturan telah dilanggar, maka sanksi harus diterapkan. Dan sanksi ini dalam pandangan saya selalu menjadi gelar untuk Boca,” ungkapnya.
Laga final leg kedua Copa Libertadores tahun ini terpaksa ditunda menyusul insiden pelemparan bus Boca Juniors oleh puluhan suporter River Plate.
Akibatnya sejumlah pemain Boca Juniors mengalami luka bahkan dua orang diantaranya harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka cukup serius.
Tensi super el clasico itu sendiri memang sangat panas. Namun, leg pertama berlangsung sukses untuk skor imbang 2-2.
(qur/pojoksatu)

Bus Boca Juniors Diserang, Carlos Tevez Sebut Conmebol Ingin Memaksakan Pertandingan

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Bintang Boca Juniors, Carlos Tevez menjadi salahsatu korban serangan fans River Plate terhadap bus timnya jelang laga final leg 2 Copa Libertadores di Stadion Monumental, kemarin waktu setempat.
Beruntung, Carlos tidak mengalami luka serius. Mantan bintang Manchester City itu hanya sesak setelah menghirup gas air mata yang ditembakan nyasar petugas saat coba membubarkan massa.
Berbicara usai insiden tersebut, Tevez menyoroti sikap Conmebol yang terkesan ingin tetap menggelar pertandingan tersebut kendati timnya baru saja diserang.
Rusuh Final Copa Libertadores, Sejumlah Pemain Boca Juniors Dilarikan ke RS

“Kami dipaksa untuk memainkan pertandingan melawan River Plate di mana kami tidak memiliki kondisi yang tepat untuk ambil bagian,” kata Tevez kepada FOX Sports seperti dikutip dari Metro.
“Kami hanya ingin datang dan memberi tahu orang-orang bahwa kami dipaksa untuk bermain meskipun memiliki rekan tim yang tidak dalam kondisi terbaik,” sebut dia.
“Ini masalah sosial. Saya pikir itulah alasannya, lebih dari apa pun, mengapa mereka ingin memainkan pertandingan ini. Itu melampaui kondisi yang kami tim temukan saat ini,” sesal mantan bintang United itu.
Akibat insiden pelemparan terhadap rombongan bus pemain Boca Juniors itu, dua pemain, Pablo Perez  dam Gonzalo Lamardo harus dilarikan ke rumah sakit.
Perez mengalami luka cukup serius dibagian matanya karena terkena pecahan kaca bus. Sedangkan Lamardo akibat sesak setelah tembakan gas air mata petugas untuk membubarkan massa justru nyasar ke dalam bus.

l Torcedores do River Plate apedrejaram o ônibus do Boca Juniors na chegada ao Monumental de Núñez, na confusão a policia acabou jogando gás de pimenta para afastar a multidão. Alguns jogadores Xeneizes estão passando mal no vestiário, entre eles Tévez e Ábila. pic.twitter.com/Sk3sAseJot
— Guia do Futebol (@OGuiadoFutebol) November 24, 2018

(qur/pojoksatu)