roberto mancini

Roberto Mancini: Balotelli Kembali Masuk Timnas, Jika…

POJOKSATU.id, JEREVAN – Pelatih Italia, Roberto Mancini mengatakan Mario Balotelli harus menjalani musim yang luar biasa agar punya peluang kembali membela tim nasional Italia.
Balotelli baru-baru ini kembali ke Serie A bersama Brescia, klub kota kelahirannya, tetapi musimnya belum dimulai karena ia menjalani larangan empat pertandingan.
BACA JUGA: Ada Klausul ‘Aneh’ dalam Kontrak Lionel Messi, Berisiko bagi Barcelona
Berbicara kepada TV Rai negara Italia sebelum laga kualifikasi Kejuaraan Eropa Italia di Jervan, Armenia pada hari Kamis, Mancini berharap Balotelli bisa mengembalikan performa terbaiknya.
“Saya berharap dengan kembalinya dia ke kota asalnya menjadi kesempatan untuk benar-benar meluncurkan kembali karirnya. Dia berusia 29 tahun dan harusnya berada di puncak karir. Seorang pemain dengan kualitasnya tidak bisa sepenuhnya kehilangan semua yang dia tunjukkan selama bertahun-tahun. Itu tergantung padanya,” kata Mancini.
Pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini.(espnfc.com)
Mantan pelatih Inter Milan dan Manchester City itu kemudian mematok syarat khusus kepada Balotelli agar bisa kembali membela Timnas Italia.
“Jika Mario mencetak 25 gol, menekan lawan, bekerja dengan tim dan melakukan segala sesuatu yang harus dilakukan oleh pemain berusia 29 tahun, maka saya pikir dia memiliki kesempatan untuk (kembali membela) Timnas Italia. Namun, penting baginya bahwa dia harus memiliki musim yang luar biasa,” tuturnya.
BACA JUGA: Detik-detik Kerusuhan Suporter Saat Indonesia Vs Malaysia di SUGBK
Mancini melatih Balotelli di Manchester City dan memasukkan striker itu ke dalam dua regu Italia pertamanya, memberinya dua caps pertamanya sejak Piala Dunia 2014, tetapi penyerang itu belum dipanggil dalam setahun.
Balotelli telah mencetak 14 gol dalam 36 penampilan untuk Azzurri.
Larangan empat pertandingan bermula dari kartu merah langsung dalam pertandingan terakhir Balotelli untuk Marseille melawan Montpellier pada Mei lalu.
(fat/pojoksatu)

Kontra Finlandia, Pelatih Italia Panggil Striker Sampdoria

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pada kualifikasi Piala Eropa 2020, Italia akan menghadapi Finlandia. Pertandingan keduanya akan digelar Minggu (24/3) mendatang.
Jelang pertandingan, pelatih Italia Roberto Mancini membahas soal skuad yang akan diturunkannya.
Dikatakan, dirinya tidak bisa mengabaikan striker Sampdoria Fabio Quagliarella.
Meski usianya 36 tahun, namun penampilan Quagliarella masih bisa diandalkan untuk membantu Italia.
“Quagliarella? Dia terus mencetak gol jadi saya tidak bisa tidak memanggilnya. Dia semakin tua, itu sudah jelas, tapi saya pikir dia masih bisa membantu kita,” ujarnya.
Disebutkan Mancini, Quagliarella akan tampil bersama Italia pada pertandingan kontra Finlandia atau Liechtensten.
“Kami harus mempersiapkan pertandingan ini dengan baik dan fokus karena setiap pertandingan memiliki jebakan yang tersembunyi,” paparnya.
“Kami ingin memenangkan banyak game untuk tempat kami di grup,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Gagal Menang Atas Portugal, Mancini Klaim Italia Alami Kemajuan

POJOKSATU.id, MILAN – Timnas Italia gagal mengamankan poin penuh dari Timnas Portugal di ajang UEFA Nations League di Guiseppe Meazza, Minggu (18/11/2018) dini hari WIB.
Kendati Gli Azzuri dipaksa bermain imbang dengan skor kacamata dengan Selecao das Quinas tersebut, namun sang pelatih, Roberto Mancini mengklaim timnya mengalami kemajuan dari segi permainan.
Faktanya, sebut Mancini, Italia tampil dominan selama lebih dari 70 menit. Adapun minimnya efisiensi di depan gawang membuat mereka gagal meraih poin penuh di laga tersebut.
Ikuti Jejak Para Senior, Giorgio Chiellini Ukir Milestone bersama Italia
“Dalam sepakbola, mencetak gol adalah detail yang penting,” kata Mancini kepada iRai Sport iseperti dikutip dair Goal.
“Kami mendominasi Portugal dan kemudian menurunkan tempo setelah menit ke-70, yang sudah diperkirakan karena kami tak bisa bermain di area mereka selama 90 menit,” sebut dia.
Dikatakan Mancini, hasil pertandingan tadi menunjukkan langkah maju timnya dibandingkan dengan laga Polandia. “Pasalnya, Portugal jelas lebih superior dari Polandia dan kami mengendalikan pertandingan sepenuhnya,” ujarnya.
“Kami mencoba untuk meraih hasil dan juga memberikan pengalaman berharga kepada para pemain muda,” tandasnya.
Italia menduduki peringkat kedua dalam Liga A Grup 3 Nations League, mencatatkan lima poin dari empat pertandingan, sedangkan Portugal masih bertengger di puncak dengan koleks tujuh poin dari tiga laga.
(qur/pojoksatu)