ronaldo

Geram, Presiden Atletico Madrid Sebut Ronaldo Cuma Punya 3 Titel Liga Champions

POJOKSATU.id, MADRID – Presiden Atletico Madrid, Enrique Cerezo menunjukkan kemarahannya atas ejekan bintang Juventus, Cristiano Ronaldo terhadap klubnya.
Ronaldo menunjukkan gesture dan simbol yang telah memancing kemarahan publik Wanda Metropolitano dalam momen leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis kemarin.
Di pertengahan pertandingan dan usai laga Ronaldo memerlihatkan kelima jarinya yang merujuk pada raihan titel juara Liga Champions yang telah diraihnya selama ini.
Bos Rojiblancos pun tak terima dengan sindiran pedas Ronaldo tersebut. Dia pun lantas menyebut Ronaldo sebenarnya tidak mendapatkan lima titel melainkan hanya tiga.
“Ronaldo tidak memenangkan lima trofi Liga Champions, tapi hanya tiga trofi. Dia tidak menang pada dua final Liga Champions menghadapi kami,” tutur Cerezo seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
“Lantas siapa yang memenangkan final tersebut? Saya akan berikan jawabannya di wawancara selanjutnya,” ujarnya kepada Radio Crc.
Atletico memang jadi korban tersering Ronaldo di final Liga Champions, dengan mengalahkannya pada musim 2013/14 dan 2015/16 saat masih menjadi bagian dari penggawa Real Madrid.
Namun gesture provokatif Ronaldo tersebut bukan tanpa sebab, mengingat sepanjang pertandingan ia kerap menerima ejekan dan hujatan dari suporter tuan rumah.
Ronaldo sendiri terlihat frustasi di pertandingan tersebut sehingga tampil majal tanpa mampu mencetak satu pun gol. Alhasil, Juventus harus menelan pil pahit setelah takluk 0-2 atas Atletico Madrid.
(qur/pojoksatu)

Gareth Bale Harus Ikuti Jejak Ronaldo Jika Ingin Punya Tempat di Real Madrid

POJOKSATU.id, MADRID – Mantan Pelatih Real Madrid dan timnas Wales, John Toshack menyarankan Gareth Bale meniru cara-cara Cristiano Ronaldo jika ingin mendapatkan tempat di Real Madrid.
Dikatakan Toshack, Bale perlu meniru gaya permainan Ronaldo selama CR7 berkiprah di Santiago Bernabeu selama sembilan musim.
“Cristiano bermain sebagai pemain sayap, namun terus mencetak gol dan membuka gol untuk yang lain (assist),” tutur Toshack seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Diario AS.
“Tidak ada keraguan bahwa Gareth adalah salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Jika dia ingin melanjutkan ke sana, dia harus mencoba dan menyalin apa yang dilakukan Cristiano,” sebutnya.
“Jadi jelas, dengan pengalaman yang dimilikinya, mungkin dia bisa turun sedikit dan bermain bola pendek, turun lebih dalam dan membaca permainan lebih banyak.,” sambung Toshack.
Ia berharap Bale terus melakukan lebih dari yang dilakukan sejauh ini, termasuk keinginan kuatnya untuk bangkit dari bayang-bayang cedera.
“karena ketika Anda kembali dari cedera, Anda tahu bahwa Anda harus memulai dari awal lagi,” ucapnya.
“Maksudku dia kalah hampir sebanyak permainan yang dia mainkan dan jelas itu menghambat kemajuannya sedikit,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Lebih Hebat dari Ronaldo, Pemain Ini Akan Memenangkan Banyak Ballon D’Or

POJOKSATU.id, PARIS – Bintang muda Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe digadang-gadang akan menjadi penerus kebintangan Cristiano Ronaldo.
Generasi emas Ronaldo dalam persaingan sengitnya dengan Lionel Messi akan segera berakhir menyusul usia keduanya yang sudah tak muda lagi.
Kendati begitu, keduanya masih menunjukkan mantranya di masing-masing timnya. Leo Messi menjadi aktor penting buat Barca, dan Ronaldo menjelma menjadi mesin gol baru buat Juventus.
Demi Kylian Mbappe, Barcelona akan Persatukan Neymar dengan Sobat Kecilnya!

Namun begitu, mantan Direktur Teknis AS Monaco, Luis Campos yakin, pengganti keduanya sudah hadir, yang tak lain adalah pemain muda timnas Prancis yang baru saja mempersembahkan trofi Piala Dunia 2018 di Rusia.
Campos bahkan menilai, jika Mbappe pada akhirnya memutuskan hijrah ke Real Madrid, maka ia akan mampu melampaui kebintangan CR7 selama di Santiago Bernabeu dengan memenangkan lebih banyak lagi Ballon d’Or.
“Sebagai pemain sepak bola tingkat tinggi, saya melihatnya mengenakan jersey Real Madrid karena itu adalah klub yang pas sesuai kapasitasnya, di mana para pemain hebat ingin pergi ke sana,” tutur Campos kepada Telefoot seperti dikutip dari Sportbible.
“Di masa depan, saya membayangkan diri saya menghadiri pertandingan di Santiago Bernabeu dan menikmati pertunjukan yang dapat ditawarkan Mbappe,” ucapnya.
“Saat ini, dia lebih menentukan daripada Neymar (di PSG), dan dia akan jauh lebih baik daripada Cristiano Ronaldo. Saya melihat dia memenangkan lebih banyak Ballon d’Or nanti,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Mendatangkan Ronaldo ke Turin Semudah Menjentikkan Jari!

POJOKSATU.id, TURIN – Penandatangani Cristiano Ronaldo oleh Juventus musim ini cukup mengejutkan banyak pihak.
Pasalnya, Ronaldo kala itu baru saja mempersembahkan trofi ketiga beruntun Liga Champions untuk Real Madrid usai memenangi partai final atas Liverpool.
Namun begitu, dikemukakan Direktur olahraga Juventus, Fabio Paratici, menandatangani Ronaldo dari Real Madrid ke Turin bukan perkara sulit, tak serumit yang dibayangkan banyak orang.
Ronaldo Selamatkan Juventus dari Kekalahan Perdana Musim Ini
“Dengan Cristiano itu (penandatangan) cukup mudah karena memang dalam benaknya ingin datang ke Juventus,” tutur Paratici seperti dikutip dari Sky Sport Italia.
Ia menegaskan, transfer yang ibarat seperti menjentikkan jari itu bisa tercipta karena Ronaldo memang menginginkan bergabung dengan Juventus.
“Tidak ada hal khusus untuk meyakinkannya. Saya pikir sekitar 25 Mei, setelah final Liga Champions ia memutuskan. Ia mengatakan, ‘Jika ada Juve, saya hanya mau Juve’,” ujarnya.
“Ketika kami bertemu dengan agennya, (Jorge) Mendes untuk berbicara tentang transfer Joao Cancelo, ia berkata kepada saya ‘Anda tak akan percaya,Cristiano ingin pergi ke Juventus’,” sebut dia.
“Saya jawab saat itu, ‘bukan saya tak percaya, tapi sepertinya sulit untuk mewujudkan segalanya dari transfer ini menjadi cocok’,” ujarnya.
Dikatakan Paratici, jika proses penandatangan pemain baru membutuhkan waktu yang cukup panjang, bisa sebulan, namun dengan Ronaldo semuanya terasa begitu mudah.
“Kami membuat rencana (untuk transfer lain) selama berhari-hari, tapi yang satu ini tidak terencana. Saya kataka, ‘mungkin bisa ada kesempatan, tapi penting bagi Anda untuk mendengarkan saya hingga akhir,”
Bahkan, sambung dia, bosnya, Agnelli pun dengan cepat mengambil keputusan (menandatangi Ronaldo) setelah ia menyampaikannya secara langsung.
“Ketika datang ke kantornya dan berkata bahwa Anda harus membeli Cristiano Ronaldo. Saat meninggalkan kantornya, saya pikir memang kami bisa mewujudkannya. Agnelli berkata ‘beri saya satu atau dua hari untuk berpikir’, tapi kemudian ia menelepon saya hanya selang tiga jam,” ungkapnya.
Alhasil kedua belah pihak pun sepakat duduk semeja untuk merealisasikan saga transfer paling fenomenal di musim panas tahun ini.
Juventus menyegel tanda tangan peraih 5 Ballon d’Or itu dengan nilai mahar sebesar EUR 112 juta atau setara Rp1,9 triliun.
(qur/pojoksatu)

Kini, Ronaldo Lebih Mementingkan Tim Ketimbang Ambisi Pribadi!

POJOKSATU.id, TURIN – Kehadiran Cristiano Ronaldo dalam skuat Juventus musim ini memberikan dampak berarti pada performa Bianconerri, baik di pentas domestik maupun Liga Champions.
Kiper Juve, Wojciech Szczesny mengungkapkan hal tersebut sembari mengatakan, adanya Ronaldo membuat permainan timnya jauh lebih solid dan kompak.
Dikatakan dia, mantan superstar Real Madrid itu telah membuat pemain-pemain lain lebih memahami pentingnya permainan secara tim bukan orang per orang.
“Saya pikir kedatangan Ronaldo membantu tim ini mengerti bahwa jika kami melakukan tugas dengan baik di belakang, maka sesuatu akan terjadi di lini depan,” tutur Szczesny dikutip dari Sky Sports Italia.
Jika selama ini, Ronaldo dikenal sebagai sosok pemain yang egois alias selalu ambisius mencetak gol seperti saat bermain di Real Madrid, Szczesny mengaku tak melihatnya di Turin.
“Kami memiliki pemain seperti Ronaldo, Mario Mandzukic, Paulo Dybala, dan lainnya. Jika tak kebobolan, kami biasanya menang,” sebut dia.
Sejak memutuskan bergabung dengan Juve, Ronaldo memang langsung menjelma menjadi idola baru publik Turin.
Kehadirannya sendiri tak terlalu memicu reaksi kurang bagus dari para bintang La Vechia Signora sebelumnya yang sudah ada, seperti Mario Mandzukic dan Paulo Dybala.
Hanya Gonzalo Higuain yang paling terdampak, sehingga pemain internasional Argentina itu harus “dibuang” ke AC Milan sebagai pemain pinjaman.
Penampilan CR7 sendiri sejauh ini cukup memuaskan tifosi dan sang allenatore, Massimiliano Allegri. Ronaldo telah mencetak 12 gol dan tujuh assist dari 21 penampilannya bersama Juve di semua kompetisi.
(qur/pojoksatu)

Kepergian Ronaldo ke Juventus Bukan Tiba-Tiba, tapi …

POJOKSATU.id, TURIN – Agen Cristiano Ronaldo, Jorge Mendes buka-bukaan soal rahasia dibalik transfer Ronaldo ke Juventus musim ini.
Mendes menyebutkan, kepergian Ronaldo ke Turin dari Santiago Bernabeu bukan keputusan tiba-tiba, namun sudah mengemuka sejak musim dingin awal tahun atau Januari 2018.
Alhasil, CR7 pun seakan denagn mulus melaksanakan transfernya senilai EUR 112 juta atau setara Rp1,8 triliun itu usai mengantarkan Real Madrid meraih trofi Liga Champions yang ketiga kalinya secara beruntun.
Jorge Mendes – Cristiano Ronaldo (cnn.com)
“Ia merupakan pemain terbaik dalam sejarah sepakbola, jadi banyak tim menginginkannya. Walaupun demikian, Juve layak mendapat banyak kredit karena mewujudkan transfer ini,”  tutur Mendes seperti dikutip dari Tuttosport.
Mendes mengaku sebelum saga transfer terwujud, ia telah bertemu dengan manajemen Juventus termasuk direktur olahraga Fabio Paratici dan presiden Andrea Agnelli.
“Cristiano berbicara pada saya Januari lalu bahwa ingin bergabung dengan Juventus. Ketika itu, saya tidak berpikir bahwa transfer bisa terwujud, tapi saya kira saya keliru,” katanya.
“Saya bertemu dengan Paratici dan (Pavel) Nedved (wakil pimpinan), sebelum Juve jumpa Real di Turin (Liga Champions), dan saya juga berjumpa Agnelli. Itulah masa ketika saya mulai percaya transfer memang mungkin terjadi,” ungkapnya.
Mendes juga menambahkan bahwa proses negosiasi transfer megah Ronaldo ke Juventus berlangsung selama dua hingga tiga bulan.
Sejauh ini, keputusan Ronaldo bergabung dengan raksasa Serie A itu bisa dibilang tepat. Sejauh ini, pengumpul 5 Ballon d’Or itu telah mengemas 11 gol di pentas domestik atau 12 gol di semua kompetisi yang diikui Juve musim ini.
(qur/pojoksatu)

Akhirnya, Luka Modric Blak-blakan Soal Absennya Duopoli Ballon D’Or

POJOKSATU.id, MADRID – Luka Modric, peraih Ballon d’Or 2018 akhirnya buka suara mengomentari absennya Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi di malam penganugerahan Ballon d’Or di Paris, Prancis beberapa waktu lalu.
Duopoli Bola Emas, Ronaldo dan Messi absen dalam upacara penghargaan Ballon d’Or yang dimenangkan Modric sekaligus meruntuhkan dominasi keduanya dalam seputuh tahun terakhir ini.
Baik Ronaldo maupun Leo Messi sendiri saat ini telah sama-sama mengoleksi lima Ballon d’Or yang didapat silih berganti di setiap edisinya.
Cristiano Ronaldo – Lionel Messi
“Saya tidak dapat bicara mengapa seseorang tidak datang ke acara penghargaan tersebut, ini pilihan mereka,” katanya kepada Sportske Novosti seperti dikutip dari Goal.
“Itu tidak masuk akal, kan? Tampaknya suara dan penghargaan ini hanya signifikan ketika mereka memenangkannya,” sindir kapten Timnas Kroasia itu.
“Ini tidak adil untuk sesama pemain dan pemilih yang telah menominasikan mereka dalam sepuluh tahun terakhir, juga untuk sepakbola dan para fans. Namun, orang akan bertindak sesuai dengan apa yang mereka pikir seharusnya,” papar Modric.
Secara tersirat, Modric sendiri mengatakan ia pantas memenangkan penghargaan individual paling prestisius tersebut dibandingkan dengan dua superstar tersebut, jika melihat pencapaiannya dalam setahun terakhir ini.
“Menurut opini saya, hal-hal ini sangat sederhana. Ronaldo dan Messi adalah fenomena yang mendominasi dalam sepuluh tahun atau lebih. Mereka berada di liga sendiri. Namun kita bicara soal pencapaian satu musim di sini dan saya pikir itu artinya sesuatu yang dinilai oleh pelatih timnas, manajer, legenda sepakbola, jurnalis dan sesama pemain telah menampilkan hasil yang sama,” terang dia.
“Jika perdebatan tentang seberapa bagusnya pemain tertentu, maka satu-satunya tindakan adalah memberikan semua trofi kepada Messi dan Ronaldo sampai mereka pensiun,’ tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Maaf, Juventus Tidak Membutuhkanmu, Gareth Bale!

POJOKSATU.id, TURIN – Cristiano Ronaldo angkat suara terkait rumor sejumlah pemain Real Madrid yang dikabarkan akan bergabung dengannya di Juventus pada jendela transfer pemain musim dingin Januari mendatang.
Dikutip dari Gazzetta dello Sport, sosok-sosok seperti Gareth Bale, Marco Asensio dan James Rodriguez telah dihubungkan dengan Bianconerri.
Namun, Ronaldo menunjukkan reaksi kurang setuju, namun ia melihat rumor soal spekulasi Marcelo merapat ke Turin adalah opsi yang paling masuk akan dibandingkan yang lainnya.
Ronaldo: Saya Masih Pantas untuk Ballon d’Or!
Ronaldo: Lionel Messi Merindukan Saya, bukan sebaliknya!
“Saya melihat Anda (media) menulis tentang James (Rodriguez), (Gareth) Bale, dan (Marco) Asensio. tetapi jika saya boleh a jujur, Juventus tidak membutuhkan pemain lain,” katanya.
Namun lain ceritanya, sebut Ronaldo jika sosok yang dicari adalah Marcelo. “Marcelo kuat, kami membuka pintu untuk pemain bagus dan Marcelo adalah salah satunya,” katanya.
Ronaldo sendiri bertekad untuk memberikan kesuksesan lain untuk Juventus dan mengaku telah melupakan bayang-bayang kejayaan bersama Real Madrid selama sembilan musim terakhir.
“Masa lalu telah berlalu, sekarang saya ingin menang untuk Juventus. Saya harus mempertahankan warna-warna ini dan yang lainnya tidak masalah. Jika saya bermain melawan Real, saya akan mencoba memberikan yang terbaik,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Dua Pemain Ini Ogah Hadiri Gala Ballon D’Or 2018!

POJOKSATU.id, PARIS – Penghargaan Ballon d’Or tahun ini baru akan digelar Senin (3/12/2018) malam WIB di Paris, Prancis.
Lima pemain telah diumumkan sebagai kandidat peraih Bola Emas 2018, yakni dua penggawa Real Madrid, Luka Modric dan Raphael Varane, serta Kylian Mbappe, Cristiano Ronaldo dan Antoine Griezmann.
Namun, khusus dua nama terakhir yang disebutkan diprediksi tidak akan menghandiri gala penghargaan tersebut.

Pasalnya, dikutip dari Goal, Sky Sport Italia melaporkan jika pemenang penghargaan prestisius itu sudah bocor yang akan diberikan pada Luka Modric.
Tahun ini memang tengah menjadi tahun kapten Timnas Kroasia di Piala Dunia 2018 Rusia itu, setelah sebelumnya Modric memenangkan tiga gelar individual bergengsi lainnya, yakni Pemain Terbaik Piala Dunia 2018, Pemain Terbaik UEFA dan Pemain Terbaik FIFA.
Karena itu, masih dalam laporan tersebut, baik Ronaldo maupun Griezmann memutuskan untuk tidak hadir di momen penganugerahan tersebut.
Jika Ronaldo benar absen malam lusa mendatang, itu adalah yang ketiga kalinya tak menghadiri malam penganugerahan setelah di penyerahan Pemain Terbaik UEFA dan FIFA memutuskan absen.
Sementara Griezmann sudah rutin mengungkapkan kekesalannya pada berbagai ajang penghargaan individu sepakbola, karena ia menilai dewan juga maupun pihak penyelenggaran tak objektif dalam memberi penilaian.
(qur/pojoksatu)

Ronaldo Cetak Gol, Juventus Tumbang dalam 4 Menit

POJOKSATU.id, TURIN – Cristiano Ronaldo sukses mengoyak gawang mantan klubnya, Manchester United di lanjutan Liga Champions 2018/19 Matchday 4 di Allianz Stadium, Kamis (8/11/2018) dini hari WIB.
Sayang, Juventus malah tumbang di tangan Setan Merah setelah dua gol tim tamu tercipta dalam empat menit jelang peluit akhirnya.
Ronaldo mencetak gol di menit 65, namun MU sukses menyamakan sekaligus membalikkan keadaan lewat kreasi Juan Mata di menit 86 lewat tendangan bebas dai gol bunuh diri pemain Juve, Alex Sandro di menit 89.
Cristiano Ronaldo mencetak gol pertamanya di Liga Champions musim ini lewat tendangan voli usai menerima umpan jauh Leonardo Bonucci, merobek gawang mantan timnya yang dijaga David de Gea.
Gol tersebut disambut meriah fan Juve yang gregetan menanti gol timnya yang menguasai jalannya pertandingan.
Namun, pelatih MU Jose Mourinho tak tinggal diam. Pria Portugal yang sepanjang laga mendapat teror suporter tuan rumah melakukan pergantian pemain yang mengubah cerita pertandingan.
Mourinho menarik Jesse Lingard keluar pada menit ke-70, diganti Marcus Rashford. Kemudian mengganti Ander Herrera dengan Marouane Fellaini, serta Alexis Sanchez dengan Juan Mata pada menit ke-79.
Hasilnya manis buat MU. Mata menyamakan kedudukan pada menit ke-86 lewat tendangan bebas. Juve masih ‘aman’ dengan skor 1-1. Namun, Setan Merah melukai hati Si Nyonya Tua.
Dalam sebuah kemelut dari tendangan bebas MU, bola yang berada di bibir gawang Juve masuk lewat bantuan own goal Bonucci di menit ke-90.
Publik di Allianz Stadium (nama lain Juventus Arena) terdiam. Tim pujaannya tertinggal 1-2 dan skor tersebut bertahan hingga laga usai.
Hasil ini bisa membuat langkah Juventus ke fase knock-out tertunda. Juve memang masih memimpin klasemen Grup H dengan sembilan poin, namun masih bisa digeser MU (tujuh poin) dan Valencia (lima poin) di dua laga sisa.
(qur/pojoksatu)