sanksi

Bicara Kasar, Jose Mourinho Terancam Sanksi FA

POJOKSATU.id, LONDON – Manajer Manchester United, Jose Mourinho telah didakwa oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris atau FA atas komentarnya usai pertandingan MU kontra Newcastle United beberapa waktu lalu.
Dikutip dari Marca, setelah kemenangan comeback timnya menghadapi Newcastle United, Mourinho melontarkan kata-kata kasar di lorong menuju ruang ganti.
Insiden yang terjadi usai pertandingan itu sendiri sempat tertangkap kamera dan Mourinho kini telah dihadapkan pada ancaman sanksi dari asosiasi.
Lewat akun resminya, FA telah mengeluarkan pernyataan resmi soal kasus tersebut dan telah mengumpulkan sejumlah bukti termasuk bukti rekaman.
“Diduga bahwa bahasa (Mourinho) di akhir pertandingan, seperti yang ditangkap oleh rekaman siaran, adalah kasar dan atau menghina dan atau tidak pantas,” demikian isi pernyataan FA seperti dikutip dari Marca.
Pelatih asal Portugal berjuluk The Special One itu pun diberikan waktu hingga Jumat (19/10/2018) pukul 18.00 waktu setempat untuk menanggapi dakwaan tersebut.
Jika terbukti bersalah, Mourinho terancam mendapatkan sanksi tidak boleh mendampingi timnya di pertandingan dalam beberapa laga ke depan.
(qur/pojoksatu)

Suporter Vietnam Berulah, PSSI yang Kena Getahnya

POJOKSATU.id, KUALA LUMPUR – Asosiasi sepak bola Asia at au AFC menjatuhkan sanksi berupa denda kepada PSSI terkait pertandingan di ajang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang pada Agustus lalu.
Hukuman tersebut diputuskan setelah Komisi Disiplin (Komdis) AFC melakukan penyelidikan mendalam terhadap insiden penyalaan cerawat di menit 66 dalam pertandingan Vietnam kontra Korea Selatan.
Meski sanksi take berkaitan dengan Timnas Indonesia, namun AFC menilai PSSI layak diganjar sanksi karena bertindak sebagai tuan rumah di pertandingan tersebut.
Keputusan AFC sendiri merujuk pada pasal 64.1 kode etik AFC. PSSI dianggap ikut bertanggung jawab karena statusnya sebagai tuan rumah dan diharuskan membayar denda 6.250 USD atau sekitar Rp95 juta.
Selain PSSI, AFC juga menjatuhkan sanksi kepada VFF at au Asosiasi Sepakbola Vietnam atas ulah suporternya yang menyalakan cerawat tersebut.
VFF mendapakan sanksi lebih berat dibanding PSSI, yakni 12.500 USD at au setara Rp190 juta. Keduanya wajib membayarkan uang denda tersebut dalam waktu 30 hari ke depan.
Selanjutnya, AFC memberi peringatan kepada dua asosiasi tersebut untuk tak mengulang kejadian tersebut. Andai terulang, pasti akan ada hukuman yang lebih berat.
(jpc/qur/pojoksatu)

Arema FC Ogah Banding Meski Diganjar Sanksi Berat

POJOKSATU.id, MALANG – Komdis PSSI menjatuhkan sanksi berat kepada Arema FC atas kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang saat menjamu Persebaya Surabaya, Sabtu (6/10/2018) petang WIB.
Singo Edan disanksi bermain tanpa dukungan suporternya hingga akhir musim. Selain itu, Aremania juga dilarang menyaksikan laga tandang tim kesayangannya itu hingga musim 2018 berakhir.
Selain sanksi berupa larangan, Komdis PSSI juga menjatuhkan denda sebesar Rp100 juta atas insiden penyalaan suar dan pelemparan botol.
Disanksi 10 Tahun tanpa Penonton pun Arema FC Siap, Asal …
Arema FC Senasib dengan Persib Bandung, Bedanya …
Nasib Yuli Supil sebagai Dirigen Aremania, Tamat!
CEO Arema FC, Iwan Budianto mengungkapkan, sanksi tersebut berdampak cukup besar pada klubnya, baik secara finansial maupun perjuangan Arema FC di kompetisi.
“Tidak hanya bagi klub yang kehilangan dukungan dari Aremania di saat posisi Arema FC  di klasemen masih berada di posisi yang mengkhawatirkan,” tutur Iwan seperti dikutip dari Goal.
Meski berat dengan keputusan tersebut, namun pihaknya menegaskan tidak akan melakukan banding. Ia berharap, hukuman ini jadi revolusi untuk seluruh suporter di Indonesia.
“Kami tidak akan mengajukan banding. Namun akan berada di barisan terdepan untuk membangun kesadaran para suporter utamanya Aremania agar berubah menjadi lebih baik,” ujarnya.
”Hentikan perdebatan. Tapi kita perlu bangkit bersatu untuk berubah lebih baik. Jika perlu kita harus lebih sering bertemu berdiskusi berbicara dari hati ke hati agar kejadian serupa tidak terjadi dan tidak diulang ulang lagi di masa yang akan datang,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Disanksi 10 Tahun tanpa Penonton pun Arema FC Siap, Asal …

POJOKSATU.id, MALANG – Arema FC mengaku pasrah dan menerima sanksi yang diberikan Komdis PSSI menyusul insiden kericuhan di laga kontra Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (6/10/2018) petang WIB.
Singo Edan bahkan siap dihukum sekalipun 10 tahun selama sanksi yang dijatuhkan kepada mereka bisa membawa perubahan positif untuk perkembangan sepak bola tanah air.
Atas sejumlah insiden tersebut, Singo Edan harus bermain tanpa dukungan suporternya hingga akhir musim. Selain itu, Aremania juga dilarang menyaksikan laga tandang tim kesayangannya itu hingga musim 2018 berakhir.
Arema FC Senasib dengan Persib Bandung, Bedanya …
Nasib Yuli Supil sebagai Dirigen Aremania, Tamat!
Selain sanksi berupa larangan, Komdis PSSI juga menjatuhkan denda sebesar Rp100 juta atas insiden penyalaan suar dan pelemparan botol.
CEO Arema FC, Iwan Budianto mengungkapkan, sanksi tersebut berdampak cukup besar pada klubnya, baik secara finansial maupun perjuangan Arema FC di kompetisi.
“Tidak hanya bagi klub yang kehilangan dukungan dari Aremania di saat posisi Arema FC di klasemen masih berada di posisi yang mengkhawatirkan, Klub juga kehilangan pendapatan, tentu akan berpengaruh terhadap operasional kelangsungan hidupnya. Tidak hanya pemain dan ofisial, tapi nasib karyawan juga akan terdampak,” tutur Iwan.
Dengan sanksi ini, sebut dia, pihaknya juga harus menegosiasi ulang kerjasama sponsorship dengan pihak sponsor yang selama ini sudah terjalin.
Meski demikian, kata pria yang karib disapa IB itu, Arema FC sebuah klub yang menjunjung tinggi integritas sepakbola itu sendiri, bahwa setiap upaya penegakan regulasi harus dihormati dan dipatuhi.
“Jika terjadi pelanggaran berat maka kami siap menghadapi konsekuensinya. Jangankan dihukum sampai akhir musim, Sejujurnya Arema FC ikhlas jika harus dihukum 10 tahun tanpa penonton dan sanksi lainnya, asalkan mampu membawa revolusi perubahan perilaku positif bagi suporter Indonesia,” paparnya.
“Kita siap menjadi martir perubahan kebaikan dalam sepak bola kita,” ujarnya menandaskan.
(jpc/qur/pojoksatu)

Nasib Yuli Supil Sebagai Dirigen Aremania, Tamat!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Laga bertajuk super derby Jatim antara Arema FC dan Persebaya Surabaya menjadi pertandingan terakhir Yuli Supir menonton pertandingan sepak bola di stadion.
Dirigen Aremania itu resmi diganjar sanksi larangan masuk ke dalam stadion seumur hidup oleh Komdis PSSI setelah melakukan invasi ke tengah lapangan dan memprovokasi sejumlah pemain Persebaya di Stadion Kanjuruhan di pertandingan tersebut.
Dalam keputusannya, Yuli dilarang memasuki stadion di seluruh Indonesia seumur hidup atas aksi-aksi tak terpuji di laga Go-Jek Liga 1 2018 pekan ke-24, Sabtu (6/102018) petang WIB itu.
Arema FC Senasib dengan Persib Bandung, Bedanya …
Selain Yuli, rekannya, Fandy juga diganjar sanksi serupa dilarang memasuki stadion di seluruh Indonesia selama seumur hidup.
Fandy yang juga turut melakukan provokasio bahkan nyaris terlibat baku pukul dengan kiper Persebaya, Alfonsius Keylan meski berakhir dicegah.
“PSSI memastikan setiap pelanggaran disiplin kompetisi mendapatkan sanksi. Tidak ada toleransi,” demikian pernyataan Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono sebagaimana dilansir laman resmi federasi, Kamis (11/10/2018).
(jpnn/qur/pojoksatu)

Arema FC Senasib dengan Persib Bandung, Bedanya …

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berat untuk Arema FC atas sejumlah insiden di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (6/10/2018) petang WIB.
Laga bertajuk derby super Jatim antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan ke-24 itu diwarnai sejumlah insiden yang melibatkan Aremania.
Merujuk pada laporan pengawas pertandingan dan tim pemantau PSSI, laga tersebut diwarnai insiden pengeroyokan yang dilakukan Aremania terhadap salahseorang suporter Persebaya, termasuk aksi provokasi dirigen Aremania, Yuli Supil kepada pemain Persebaya.
Atas sejumlah insiden tersebut, Singo Edan pun harus bermain tanpa dukungan suporternya hingga akhir musim.
Selain itu, Aremania juga dilarang menyaksikan laga tandang tim kesayangannya itu hingga musim 2018 berakhir.
Selain sanksi berupa larangan, Komdis PSSI juga menjatuhkan denda sebesar Rp100 juta atas insiden penyalaan suar dan pelemparan botol.
Sanksi yang dijatuhkan Arema FC ini nyaris sama dengan Persib Bandung. Bedanya, Maung Bandung diganjar sangat lebih berat bahkan hingga pertengahan musim tahun depan mereka tetap akan bermain tanpa dukungan Bobotoh.
Termasuk sanksi-sanksi lainnya sebagai imbas insiden pengeroyokan yang dilakukan oknum Bobotoh terhadap seorang suporter Persija hingga tewas diStadion GBLA beberapa waktu lalu.
Selain Arema FC, Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi kepada klub lainnya, termasuk yang terjadi di kompetisi Liga 2.
(qur/pojoksatu)

PSSI: Aremania dan Arema FC Pasti Dihukum!

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia menegaskan insiden yang terjadi di laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (6/10/2018) petang WIB akan berbuah sanksi.
Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri menegaskan, melalui Komisi Disiplin, pihaknya dipastikan akan memberikan hukuman kepada Arema FC, Aremania dan juga pihak panpel Arema.
Jokdri sendiri mengaku PSSI telah mengantongi sejumlah laporan adanya pelanggaran kode disiplin dalam laga bertajuk super derby Jatim tersebut.
Aremania Berulah, IB: Komdis PSSI Jangan Ragu!
Berulah, Dirijen Aremania Terancam Sanksi Berat

Ohhh begini…. pic.twitter.com/oBquHvvlfD
— KONS15TEN BERSAMAMU (@BonekMenur1927) October 6, 2018

Laporan tersebut, sebut dia, akan ditindaklanjuti dengan tambahan dari pengawas pertandingan. “Pada laga ini, PSSI menurunkan tim pemantau yang melihat langsung terjadinya beberapa pelanggaran,” kata Jokdri seperti dikutip dari laman resmi PSSI.
“Hasil laporan tim ini melengkapi laporan pengawas pertandingan dan akan menjadi referensi sidang Komite Disiplin dalam menjatuhkan sanksi nantinya,” katanya.
Jokdri menambahkan, PSSI akan semaksimal mungkin terus menjaga penegakan hukum yang terkait dengan sepak bola di Indonesia, termasuk dengan memberikan sanksi kepada mereka yang melanggar disiplin.
Ditegaskan dia, tidak akan ada lagi toleransi terhadap pelanggaran kode disiplin. Semua pihak yang melanggar akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.
“PSSI berkomitmen untuk menjaga dan mengawal penegakan hukum sepak bola,” sebutnya.
“Setelah penghentian sementara kompetisi, PSSI telah meminta operator liga dan klub untuk lebih memperhatikan prosedur penyelenggaraan pertandingan. Kami juga telah mengingatkan untuk menjaga para suporter agar tidak bertindak dan membawa spanduk yang sifatnya rasis dan provokatif,” ungkapnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Berulah, Dirijen Aremania Terancam Sanksi Berat

POJOKSATU.id, JAKARTA – Laga bertajuk Super Derby Jatim antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (6/10/2018) petang WIB diwarnai sejumlah insiden dan kericuhan yang dilakukan oknum Aremania.
Bahkan, Dirijen Aremania bernama Yuli Sumpil melakukan tindakan tak terpuji dengan memasuki lapangan kemudian memancing emosi para pemain Persebaya yang sedang melakukan pemanasan dengan cara membuang-buang uang.
Upayanya pun berhasil karena membuat kiper Persebaya, Alfonsius Kelvan terpancing emosinya. Alfonsius pun nyaris terlibat kontak fisik dengan rekan Supil yang juga melakukan invasi ke tengah lapangan.
Aremania Berulah, IB: Komdis PSSI Jangan Ragu!

pic.twitter.com/773Y2PY7qs
— zhinung (@zainulab1307) October 6, 2018

Ironisnya, aksi tak terpuji Supil dan rekannya itu ia lakukan tepat dihadapan Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria Ketua Tim Pencari Fakta PSSI dan anggota Exco PSSI, Gusti Randa yang menonton langsung pertandingan tersebut.
Terkait insiden tersebut, Komdis PSSI berjanji akan memberikan perhatian khusus atas ulah sang dirijen suporter tuan rumah itu dengan ancaman sanksi yang cukup berat.
“Kami akan tunggu hulu laporan pengawas pertandingan. Tapi kalau menurut saya pribadi, kasusnya jelas karena rekaman videonya sudah ada dan pasti viral kemana-mana,” ungkap Anggota Komdis PSSI, Dwi Irianto.
Ditegaskan, Dwi, pihaknya berjanji tidak akan tebang pilih dalam menjatuhkan sanksi terhadap pihak manapun dan siapapun selama mereka menyalahi dan melanggar regulasi.
“Yang jelas Komdis PSSI tak akan tebang pilih. Siapapun yang melakukan pelanggaran pasti diberikan sanksi sesuai perbuatannya,” tandasnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Aremania Berulah, Arema: Komdis PSSI Jangan Ragu!

POJOKSATU.id, MALANG – CEO Arema FC, Iwan Budianto meminta Komisi Disiplin (Komdis) PSSI untuk tidak ragu menjatuhkan sanksi kepada klubnya atas sejumlah ulah tak terpuji yang dilakukan sejumlah oknum Aremania.
Sebagaimana diketahui, laga bertajuk Derby Super Jatim kontra Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (6/10/2018) petang WIB diwarnai sejumlah insiden yang dilakukan suporter tuan rumah.
Karena itu, Iwan atau biasa dipanggil IB mempersilahkan Komdis PSSI bekerja profesional dan tak memandang jabatannya di PSSI sebagai kepala staf.

Ohhh begini…. pic.twitter.com/oBquHvvlfD
— KONS15TEN BERSAMAMU (@BonekMenur1927) October 6, 2018

“Saya sudah memohon kepada badan yudisial PSSI yaitu Komdis agar segera menyidangkan kasus ini, berikan hukuman yg setimpal atas pelanggaran disiplin yang telah dibuat oleh Arema,” tutur IB.
“Jangan ragu dalam mengambil keputusan tegas sesuai kode disiplin. Demikian dan saya pastikan Arema tidak akan melakukan banding atas apapun hukuman yg akan diberikan nanti,” ujarnya.
IB menegaskan jika pihaknya akan menerima setiap keputusan (sanksi) Komdis PSSI nantinya dengan besar hati.
“Aremania dikenal punya jiwa ksatria. Bahwa apa yang telah dilakukan dan tegas melanggar regulasi maka akan ada konsekuensinya,” sebutnya.
“Bisa laga tanpa penonton, bisa sampai laga usiran, dan sebagai ksatria harus berbesar hati untuk menerima hukuman apapun itu,” imbuhnya.

pic.twitter.com/773Y2PY7qs
— zhinung (@zainulab1307) October 6, 2018

Sebagaimana diketahui, laga Arema FC vs Persebaya diwarnai sejumlah aksi tak terpuji yang dilakukan Aremania.
Bahkan, dirijen Aremania, Yuli Sumpil melakukan provokasi pada pemain Persebaya saat tengah melakukan pemanasan.
Tak hanya itu, bersama salah seorang rekannya ia membuang-buang uang di tengah lapang sehingga memicu kemarahan kiper Persebaya, Alfonsius Kelvan.
Selain itu, dari video yang beredar di lini masa, seorang penonton terlihat buang air kecil di gawang, termasuk insiden invasi penonton ke dalam lapangan usai pertandingan dan kabar seorang pendukung Persebaya yang dikeroyok.

di duga toilet stadion airnya mampet . ya ? @persebayaupdate pic.twitter.com/6ocuVn6DgX
— IG: Tribun.Arema (@tribun_arema) May 6, 2018

(jpc/qur/pojoksatu)

Komdis PSSI Revisi Sanksi Pemainnya, Mario Gomez Cuma Bisa Geleng-Geleng Kepala

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez bereaksi keras soal revisi sanksi tiga pemain pilarnya, Ezechiel N’Douassel, Bojan Malisic dan Jonathan Bauman oleh pihak Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Pelatih asal Argentina itu mengaku tak habis fikir dengan kebijakan tersebut yang dianggapnya sudah keterlaluan dan gila.
Sebelumnya Komdis PSSI mengubah hukuman Bojan Malisic yang disanksi empat laga. Dari yang awalnya mulai berlaku lawan Persipura Jayapura (15/10) dimajukan menjadi pada saat Persib menghadapi Madura United (9/10).
Giliran Sanksi 3 Legiun Asing Persib Bandung Juga Kena Revisi
Komdis PSSI Revisi Sanksi Tiga Penggawa Macan Kemayoran
Perubahan hukuman juga terjadi kepada Ezechiel N’Douassel yang dihukum lima laga. Striker asal Chad itu awalnya baru akan absen saat lawan Persipura, tetapi dimajukan menjadi saat menghadapi Madura United.
“Saya tidak mengerti situasi ini karena tiga hari yang lalu mereka (Komdis PSSI) bicara dua pemain (Ezechiel dan Bojan) bisa main. Ini gila! Akan sangat sulit tim manapun di dunia jika seperti ini,” tutur Gomez seperti dikutip dari simamaung.
Oleh karena itu, Gomez pun merasa timnya sedang disudutkan, dan banyak yang tak suka dengan Persib yang saat ini berada di puncak klasemen sementara Go-Jek Liga 1 2018.
“Kami merasa sendirian, pemain bertanya ‘Mario kenapa begini, Mario kenapa begitu’ dan saya tidak bisa memberi mereka jawaban,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)