sanksi persib

PSSI Revisi Sanksi Persib, Main di Kalimantan Itu Hanya Contoh!

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI melakukan revisi terhadap sanksi yang dijatuhkan pada Persib Bandung terkait laga kandang yang harus digelar di pulau Kalimantan.
Dalam salahsat butir sanksi Komdis PSSI, disebutkan jika Persib Bandung harus menggelar partai home di luar Pulau Jawa (Kalimantan) tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi 2018, dan pertandingan home tanpa penonton di Bandung sampai setengah musim kompetisi tahun 2019.
Namun belakangan, PSSI merevisi poin tersebut dengan menyebutkan jika (bermain) di Kalimantan itu hanya contoh.
“Itu (Kalimantan) hanya contoh. Nanti kami akan revisi hal tersebut,” kata sekjen PSSI Ratu Tisha Destria dalam keterangan persnya di Hotel Sultan.
Sementara Tim Pencari Fakta (TPF) PSSI tak bisa berkometar soal terusirnya Persib dari pulau Jawa. Sebab, kata Ketua TPF PSSI, Gusti Randai hal tersebut sepenuhnya telah menjadi keputusan Komdis PSSI.
“Kami tidak bisa menanggapi hal itu. Sebab, semua keputusan di tangan Komdis PSSI dan sudah dalam ranah yudisial,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Sangat Disayangkan, PSSI Sanksi Persib tanpa Melakukan Hal Penting Ini

POJOKSATU.ID, BANDUNG – PSSI sudah menjatuhkan sanksi berat bagi Persib Bandung. Hal itu sesuai hasil sidang komisi disiplin (Komdis). Belakangan terungkap kalau Komdis PSSI tidak melakukan klarifikasi kepada pihak terkait sebelum sanksi Persib dijatuhkan.
Manajemen Persib PT Persib Bandung Bermartabat mengkonfirmasi pihaknya telah menerima deretan hukuman sanksi atas putusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI pada Selasa (2/10/2018). Melalui Komisaris PT PBB, Kuswara S Taryono dan jajarannya telah membahas dengan serius hukuman yang dijatuhkan.
Hukuman diterima bukan hanya kepada pemain Persib namun juga kepada Panpel, serta elemen yang paling kuat kepada Bobotoh dengan waktu yang cukup lama.
Ajukan Banding Atas Sanksi PSSI, Persib Minta Bobotoh Tetap Tenang
Sanksi Persib berupa larangan bermain di Bandung dan wajib melaksanakan laga kandang di luar Pulau Jawa (Kalimantan) hingga musim berakhir, plus laga tanpa penonton di Bandung di setengah musim Liga 1 2019.
“Ada komunikasi di internal manajemen, pertama menyikapi adanya putusan Komdis, kami sudah menerima jadi dari Komdis PSSI kami saat ini sedang mempelajari pertimbangan hukum apa sehingga Komdis memutus demikian,” kata Kuswara pada Selasa (2/10/2018), dikutip dari Simamaung.
Haringga Sirila, suporter Persija Jakarta yang tewas dikeroyok oknum anggota Viking di GBLA, Minggu (23/9/2018). (ig jktinfo)
Kuswara menegaskan bahwa Persib merasa hukuman tersebut terlampau sangat berat dan merugikan. Sanski itu dianggap tidak mencerminkan sikap keadilan di tubuh Komdis PSSI kepada yang bersangkutan.
Ini Rincian Hukuman untuk Persib, Terkait Insiden Haringga
“Kedua, secara global putusan Komdis itu tidak mencerminkan rasa keadilan, malah justru merugikan Persib Bandung,” sambung Kuswara mengomentari sanksi Persib terkait insiden tewasnya suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila itu.

Ajukan Banding Atas Sanksi PSSI, Persib Minta Bobotoh Tetap Tenang

POJOKSATU.ID, BANDUNG – Manajemen Persib Bandung langsung menyikapi sanksi yang baru saja dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Mengingat beratnya sanksi Persib, manajemen klub dipastikan akan mengajukan banding.
Seperti diketahui, PSSI menjatuhkan sanksi berat kepada Persib terkait insiden tewasnya Haringga Sirila, yang tewas usai dikeroyok sejumlah oknum Viking (kelompok suporter Persib), di parkiran GBLA, 23 September lalu.
Persib dihukum harus menjalani laga kandang di luar pulau Jawa hingga akhir musim ini. Kemudian separuh musim 2019, laga kandang Persib digelar tanpa penonton.
Ini Rincian Hukuman untuk Persib, Terkait Insiden Haringga
Atas sanksi tersebut, kubu Persib merasa keberatan karena dianggap tidak mencerminkan azas keadilan dan bukan solusi dari permasalahan yang ada.
“Persib berpendapat bahwa semua butir hukuman yang dijatuhkan Komdis PSSI tidak menimbang semua fakta di lapangan. Sama sekali tidak mencerminkan keadilan dan tidak memberikan solusi atas akar permasalahan yang ada,” bunyi pernyataan manajemen Persib dilansir laman resmi klub, Selasa (2/10/2018).
Untuk itu, kubu Persib dipastikan akan mengajukan banding atas sanksi berat itu.
“Kami telah mempelajari isi keputusan Komdis tersebut dan kami sangat keberatan atas hukuman yang dijatuhkan. Untuk selanjutnya kami akan segera mengajukan banding dan keberatan-keberatan tersebut akan kami sampaikan dalam memori banding kami.”
Dihukum tanpa Suporter sampai 2019, Pelatih Persib: Tidak Usah Bertanding!
Selama proses pengajuan banding ini, manajemen Persib juga meminta Bobotoh agar tetap tenang.
“Kepada Bobotoh yang kami cintai, kami mengimbau untuk tetap tenang dan menciptakan suasana yang kondusif di Bandung khususnya dan Indonesia pada umumnya. Kami berharap agar Bobotoh tetap santun dan menjauhi provokasi di media sosial,” akhir pernyataan tersebut.