sanksi seumur hidup

Pemain yang Dihukum Seumur Hidup Itu Tak Pernah Terima Surat Panggilan Komdis PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Krisna Adi Darma, pemain PS Mojokerto Putra yang dihukum larangan bermain seumur hidup oleh Komdis PSSI ternyata tidak pernah menerima surat panggilan.

Dari tiga surat panggilan yang dikirim Komdis PSSI terkait pemeriksaan kasus dugaan pengaturan skor, semuanya tak pernah sampai ke tangan sang pemain.

Fakta baru ini pun sebagaimana dikemukakan pihak Komdis PSSI sendiri setelah menggali informasi dari pihak manajemen PS Mojokerto Putra.

Ketua Komdis PSSI Asep Edwin menuturkan, pihaknya baru tahu kalau surat resmi pemanggilan kepada Krisna tidak pernah sampai kepada yang bersangkutan.

Padahal surat tersebut sudah dikirimkan dalam kurun dua bulan, antara November hingga Desember 2018. Artinya, selama ini surat resmi itu dipegang oleh pihak PSMP.

’’Ternyata surat yang kami kirim ke PSMP untuk disampaikan ke Krisna tidak pernah sampai,’’ sebut Asep.

Fakta ini dikatakan Asep didapat setelah pihak Komdis PSSI berkomunikasi dengan Presiden PSMP, Firman Efandi beberapa waktu lalu.

’’Ketika kami panggil dia (Firman) bilang ‘Ini pak surat pemanggilannya hanya ke Adi bukan ke PSMP’ sambil menunjukkan bukti suratnya. Berarti kan selama ini memang disimpan PSMP, tidak diberikan ke Krisna,” tuturnya.

Komdis PSSI sendiri awalnya mengaku geram dengan sikap Krisna yang seakan tidak punya itikad baik untuk memenuhi panggilan.

Pasalnya, keterangan Krisna sangat dibutuhkam terkait pinalti ‘aneh’ yang dilakukannya ketika melawan Aceh United pada 19 November 2018 lalu.

Namun ternyata sang pemain tidak pernah menerima surat tersebut, dan Komdis PSSI keburu menjatuhkan sanksi berat melarang sang pemain beraktivitas di lapangan bola seumur hidup.

“Jadi wajar kalau Krisna mengatakan tidak pernah ada pemanggilan,’’ imbuhnya.

Krisna Adi Darma sendiri kini masih tergolek di atas tempat tidur karena mengalami kecelakaan hebat setelah sepeda motor yang dikendarainya menambrak truk.

Tragisnya, insiden tersebut dialami sang pemain sehari setelah ia menerima sanksi larangan seumur hidup dari Komdis PSSI itu.

(jpc/qur/pojoksatu)

Vigit Waluyo Diganjar Sanksi Seumur Hidup

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berat untuk pengelola PS Mojokerto Putra, Vigit Waluyo.
Vigit dilarang beraktivitas di seluruh kompetisi dan kegiatan sepak bola di tanah air seumur hidup karena dianggap menjadi aktor praktik match-fixing di kompetisi Liga 2 2018.
“Jadi yang sudah ditunggu-tunggu, VW (Vigit Waluyo), kami sanksi seumur hidup,” ujar Ketua Komdis PSSI Asep Edwin di Kuningan, Jakarta, kemarin.
Kendati belum divonis bersalah oleh pengadilan, namun Vigit diduga kuat menjadi otak dibalik praktik mafia bola yang tengah menjadi sorotan saat ini.
Komdis PSSI sendiri mengamini sinyalemen tersebut karena banyak bukti yang menunjukkan keterlibatan pelaku atas pengaturan skor tersebut.
Sebelumnya, klub yang dikelola tersangka sendiri, PS Mojokerto Putra telah dijatuhi sanksi oleh Komdis PSSI berupa larangan berkompetisi semusim.
Sempat menghilang, Vigit Waluyo menyerahkan diri atas kasus korupsi PDAM Sidoarjo. Namun Satgas Antimafia Bola akan juga menggarapnya karena diduga kuat terlibat dalam praktik mafia bola.
Sejauh ini sudah ada empat tersangka yang diperiksa dan telah dilakukan penahanan, di antaranya anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto, anggota Exco PSSI sekaligus Ketua Asprov PSSI Jateng Johar Lin Eng, mantan anggota Komisi Wasit Priyanto, dan Anik Yuni Artika Sari.
Keempat tersangka itu terlibat dalam kasus dugaan penipuan dan pengaturan skor yang dilaporkan mantan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani ke Polda Metro Jaya.
(qur/pojoksatu)

Terlibat Match-Fixing, Pemain Ini Dihukum Seumur Hidup

POJOKSATU.id, JAKARTA – Krisna Adi Darma harus mengakhiri karier profesionalnya sebagai pesepakbola setelah Komisi Disiplin PSSI menghukumnya seumur hidup.
Krisna diganjar sanksi berat karena terbukti terlibat dalam praktik match-fixing yang melibatkan timnya di pentas Liga 2 2018.
Sanksi berat ini diberikan kepada sang pemain karena ia dengan sengaja tidak mencetak gol ke gawang lawan lewat titik penalti saat timnya berhadapan dengan Aceh United di Stadion Cot Gapu, Bireuen, Aceh pada 19 November 2018 lalu.
Terlibat Match-Fixing, PS Mojokerto Putra Dilarang Berkompetisi Tahun Depan
PSMP yang tertinggal 2-3 dari Aceh United sebenarnya memiliki peluang emas untuk menyamakan skor usai mendapat hadiah penalti di menit 87 tersebut.
Namun kesempatan itu disia-siakan Krisna Adi Darma. Kuat dugaan, ia sengaja menendang bola samping luar gawang.
Sontak namanya menjadi perbincangan hangat publik. Betapa tidak, alih-alih kecewa, dia justru bersujud syukur seakan tak kecewa gagal mengeksekusi bola menjadi gol.
Atas fakta di lapangan tersebut, Komdis PSSI pun langsung mengambil tindakan tegas. Sang pemain dinyatakan bersalah karena terlibat dalam skenario pengaturan skor.
“Krisna Adi Darma dilarang beraktifitas dalam kegiatan sepak bola di lingkungan PSSI seumur hidup,” kata Ketua Komdis PSSI.
Sebelum menjatuhi hukuman, Komdis sebenarnya sudah memanggil Krisna sebanyak tiga kali. Namun yang bersangkutan tidak pernah hadir ataupun memberikan alasan. Setelah mendapat bukti-bukti kuat, Komdis tidak ragu lagi untuk menghukum sang pemain.
(jpc/qur/pojoksatu)