serangan bus

Di Tengah Hujan Batu dan Botol, Wapres Boca Juniors Ambil Alih Kemudi

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Insiden pelemparan bus Boca Juniors oleh sejumlah fans Rivel Plate jelang final leg 2 Copa Libertadores 2018 menyisakan satu kisah heroik.
Wakil presiden klub, Horacio Paolini mengambil alih kemudi di tengah hujan botol setelah sang sopir pingsan akibat serangan tersebut.
Aksi berani sang wapres itu dilakukan agar bus tidak mengalami kecelakaan karena sempat oleng kehilangan kendali.
Pasca Serangan Bus Tim, Boca Juniors Ogah Turun ke Lapangan!
Andai Paolini tak bertindak sigap dengan mengambil alih kemudi, bus bisa saja menabrak kerumunan orang dan mungkin mengalami kecelakaan hebat.
Kepada ESPN, sang sopir sendiri mengaku dirinya sempat tak sadarkan dirinya beberapa menit dan telah melihat Paolini sudah duduk di balik kemudian.
“Paolini yang mengambil alih kemudi ketika saya pingsan. Kemudian begitu saya siuman, saya mengambil kemudi darinya dan terus membawa bus ke Stadion Monumental,” tuturnya.
Ia menuturkan, sebelum tak sadarkan diri, ia melihat batu, botol dan benda-benda lainnya menimpuki kendaraan.
“Saya rasa itu bisa menjadi tragedi. Saya ingat melihat batu-batu melayang, setelahnya saya tidak ingat apa-apa lagi,” ucapnya.
Akibat insiden tersebut, sejumalah pemain Boca Juniors harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka akibat pecahan kaca.
Laga yang sedianya harus digelar kemarin pun terpaksa ditunda dan Boca Juniors  meminta laga ditunda lagi sampai ada jaminan keamanan.
(jpc/qur/pojoksatu)