sergio ramos

Sepanjang 2018, Sergio Ramos Bermain “Bersih”

POJOKSATU.id, MADRID – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos selama ini dikenal sebagai pemain yang tanpa kompromi saat menghadang pemain lawan yang coba masuk ke jantung pertahanan timnya.
Tak ayal, sikapnya tersebut kerap berujung kartu bahkan sampai harus diusir wasit keluar lapangan karena diganjar kartu merah. Ramos pun dipandang publik sebagai sosok kapten tim yang paling kasar.
Bahkan, insiden pelanggarannya terhadap bintang Liverpool, Mohamed Salah di final Liga Champions musim ini dinilai sebagai perilaku paling buruk sang kapten.
Gareth Bale, Pemain Paling Rapuh di Real Madrid

Salah saat itu harus keluar pertandingan lebih cepat setelah bahunya terkilir akibat dijepit Ramos sambil menjatuhkan diri ke tanah.
Namun sepanjang tahun 2018, Ramos mulai memerlihatkan kehati-hatiannya dalam bertindak di lapangan.
Terbukti, penggawa La Furia Roja itu bersih dari ganjaran kartu merah. Padahal di musim-musim sebelumnya, Ramos tercatat sebagai pemain yang paling banyak mengoleksi red card sepanjang sejarah La Liga.
Dikutip Pojoksatu.id dari laman Bolalob, tercatat Sergio Ramos diusir wasit sebanyak 24 kali dan 19 kartu merah yang didapatnya terjadi di pentas La Liga. Sisanya, atau tiga kartu merah didapat di pentas Copa del Rey dan Liga Champions.
Dengan demikian, rekor tanpa kartu merah di 2018 ini merupakan yang pertama dalam kariernya sejak 2015.
Terhitung sejak Januari hingga Desember 2018, Sergio Ramos tak diganjar kartu merah apalagi diusir wasit dari lapangan akibat perilakunya.
Sepanjang tahun itu, Ramos yang telah memainkan 24 pertandingan di semua kompetisi hanya mendapatkan lima kartu kuning.
Sedangkan kartu merah terakhir yang diterimanya terjadi pada Desember 2017 saat timnya bentrok dengan Atheltic Bilbao di San Mames.
Saat itu, Ramos diusir wasit dari pertandingan karena mendapatkan akumulasi kartu kuning akibat melanggar pemain tuan rumah. Di musim itu, Ramos yang melakoni 42 pertandingan di semua kompetisi mengoleksi dua kartu merah
(qur/pojoksatu)

Terungkap, Alasan Penonton Cemooh Sergio Ramos di Final Piala Dunia Antarklub

POJOKSATU.id, ABU DHABI – Real Madrid baru saja menyabet titel ketiga beruntun mereka di ajang Piala Dunia Antarklub 2018.
Los Blancos sukses membungkam Al-Ain dengan skor telak 4-1 dalam laga yang digelar di Zayed Sport City Stadium, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (23/12/2018) dini hari WIB.
Namun, sang kapten, Sergio Ramos tengah dibuat meradang karena di sepanjang pertandingan tersebut ia mendapat cemooh dari mayoritas penonton di stadion.
Penggawa timnas Spanyol yang turut menyumbang satu gol di laga tersebut kerap disoraki penonton setiap kali memegang bola.
Kuat dugaan, reaksi penonton yang mayoritas keturunan Arab tersebut sebagai bentuk ketidaksukaan atas tindakan Ramos terhadap gelandang Liverpool, Mohamed Salah di final Liga Champions musim lalu.
Ramos dituding membanting Salah secara sengaja sehingga bintang asal Mesir itu harus dipapah keluar lapangan karena mengalami cedera bahu yang cukup parah.
Sosok Salah memang menjadi pahlawan di kalangan komunitas Arab. Karena itu para penonton mencoba mengekspresikan kekecewaan mereka dengan mencemooh Ramos.
Usai pertandingan, Ramos pun meradang dan mengaku tak habis pikir dengan sikap dan reaksi penonton.
Ia pun meminta sedikit respek atas pencapaian dirinya yang telah mengantarkan Real Madrid meraih trofi ajang tersebut untuk ketiga kalinya secara beruntun.
“Cemoohan tersebut tak bisa dipahami. Saya rasa Anda harus menghormati para tokoh sepakbola,” ujar Ramos seperti dikutip dari TVE.
(qur/pojoksatu)

Soal Dejan Levran, Pelatih Timnas Kroasia: Saya Akan Selesaikan Sendiri!

POJOKSATU.id, ZAGREB – Pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic buka suara menanggapi komentar pedas pemainnya, Dejan Lovren terhadap kapten Timnas Spanyol, Sergio Ramos dan La Roja.
Dalic menegaskan ia akan menangani kasus tersebut secara domestik, dalam artian bukan untuk konsumsi publik.
“Saya akan berbicara dengannya, tetapi itu akan tetap di antara kami dan skuat,” kata Dalic seperti dikutip dari Marca.

Dalic menegaskan, kasus tersebut akan diselesaikan berdua tanpa harus diperbesar apalagi diperkeruh dengan mengungkapnya ke publik.
“Aku tidak ingin berbicara di depan umum tentang itu. Cukup saya dan dia,” katanya menegaskan.
Dejan Lovren telah melontarkan kata-kata hinaan terhadap Ramos dan timnas Spanyol setelah Kroasia sukses membungkam La Furia Roja tersebut dengan skor ketat 3-2 di ajang UEFA Nations League.
Dalam pernyataannya lewat insta-story, bek Liverpool itu mengejek kapten Real Madrid itu yang berhasil “dipecundanginya”.
“Ha ha! 3-2! Silakan bicara sekarang, sobat. Sobat! Mereka adalah sekelompok pecundang,” ucapnya mengacu pada Ramos dan rekan timnya di Spanyol.
Dejan Lovren kemudian melanjutkan aksinya itu dengan menutupi bendera Spanyol di seragam pertandingannya, sambil menunjuk bendera Kroasia.
“Hanya sisi ini (Kroasia) yang layak. Sekarang untuk mengalahkan Inggris dan berjalan seperti bos!,” tandasnya.
Dalam upaya lebih lanjut untuk mengejek kapten Spanyol dan teman-teman timnya, Lovren juga memasang foto dirinya saat bertarung udara dengan Sergio Ramos disertai kata-kata “Selamat pagi Kroasia”.
(qur/pojoksatu)

Sergio Ramos Meminta Maaf …

POJOKSATU.id, MADRID – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos langsung bereaksi untuk meminta maaf atas insiden yang terjadi dalam sesi latihan dengan pemain muda Real Madrid, Sergio Reguilon.
Permintaan maaf Ramos meski memang tidak secara eksplisit itu menyusul beredarnya video di lini masa yang memerlihatkan Ramos sengaja menendang bola ke arah rekan setimnyanya itu.
Ramos sepertinya marah atas aksi Reguilon yang coba merebut bola dari tangannya namun lompatan pemain muda itu nyaris menabrak badannya.
VIDEO: Mulai Frustasi, Sergio Ramos Tendang Rekan Setim!

“Meskipun mungkin tidak tampak seperti itu, tapi itu situasi yang cukup umum, namun itu bukan alasan, reaksi saya seharusnya tidak begitu,” tulis Ramos lewat akun Twitter miliknya seperti dikutip Diario AS.
“Pada akhirnya kami adalah tim pemenang, benar, Regulin, Hala Madrid,” imbuhnya.
Permintaan maaf penggawa Timnas Spanyol itu pun langsung mendapat tanggapan dari Reguilon. “Selalu dengan tim saya dan dengan kapten saya untuk menang besok,” tulisnya menimpali.
Suasana ruang ganti Real Madrid memang tengah dalam tensi tinggi menyusul hasil minor dalam beberapa laga terakhir.
Sejauh ini, Los Blancos bahkan telah menelan tiga kekalahan di La Liga dan kini posisinya terlempar dari papan atas.
Alih-alih kembali bersaing di papan atas, Madrid malah anjlok ke peringkat ketujuh klasemen sementara dengan raihan 14 poin atau terpaut empat angka dari Barcelona yang kembali memimpin setelah membungkam Sevilla.

While playing handball during training today, an over-excited Reguilon caught Sergio Ramos' nose with a flying shoulder. Not the behaviour you would expect to see from your captain and least of all towards a youngster pic.twitter.com/E8gE28AEwy
— Mootaz Chehade (@MHChehade) October 22, 2018

(qur/pojoksatu)

VIDEO: Mulai Frustasi, Sergio Ramos Tendang Rekan Setim

POJOKSATU.id, MADRID – Suasana kamar ganti Real Madrid sepertinya sedang tidak sejuk pasca kekalahan memalukan Los Blancos atas Levante di hadapan pendukung setianya, Madridista di Santiago Bernabeu, kemarin.
Hal ini seperti terlihat dalam sesi latihan para penggawa Real Madrid, Senin (22/10/2018) saat sang kapten Sergio Ramos menendang bola dengan sengaja ke arah pemain muda, Sergio Reguilon.
Ramos rupanya marah dengan aksi Reguilon yang mencoba merebut bola dari tangannya namun tak sengaja lompatan pemain muda itu justru nyaris menabrak badannya.

While playing handball during training today, an over-excited Reguilon caught Sergio Ramos' nose with a flying shoulder. Not the behaviour you would expect to see from your captain and least of all towards a youngster pic.twitter.com/E8gE28AEwy
— Mootaz Chehade (@MHChehade) October 22, 2018

Tak ayal, bola yang dipegang Ramos kemudian ditendang ke arah Reguilon. Tim pelatih yang melihat insiden tersebut lantas meminta para pemain mengakhiri game.
Ramos yang berlalu usai melepaskan sepakan bola pada rekan setimnya itu kemudian terlihat dihampiri Luka Modric yang mencoba menenangkannya.
Dikutip dari Marca, kemarahan sang kapten ini sepertinya tidak terlepas dari rasa frustasi dengan kondisi timnya yang tak kunjung kembali ke jalur kemenangan.
Alih-alih kembali bersaing di papan atas, Madrid malah anjlok ke peringkat ketujuh klasemen sementara dengan raihan 14 poin atau terpaut empat angka dari Barcelona yang kembali memimpin setelah membungkam Sevilla.
(qur/pojoksatu)

Kapten Real Madrid: Ide Gila Mengganti Pelatih dalam Situasi Seperti Ini!

POJOKSATU.id, MADRID – Pelatih Real Madrid, Julen Lopetegui tengah dirumorkan menghadapi ancaman pemecatan menyusul performa tak mengesankan timnya sejauh ini.
Los Blancos tengah menghadapi situasi paceklik gol dalam empat laga terkini. Mereka juga menelan kekalahan dalam tiga pertandingan dari periode itu, termasuk kekalahan 1-0 dari Deportivo Alaves akhir pekan lalu.
Namun begitu, kapten Real Madrid, Sergio Ramos langsung pasang badan atas kritik yang memberondong pelatihnya itu.
Antonio Conte Digadang-gadang jadi Suksesor Ideal Lopetegui
Nasib Julen Lopetegui akan Ditentukan di Camp Nou!
Sergio Ramos – Real Madrid (footballparadise.com)
Ramos mendukung sepenuhkan kiprah Lopetegui meski timnya diakui sedang dalam kondisi kurang mengesankan, nihil kemenangan di empat pertandingan terakhir, bahkan mengalami periode majal terparah dalam tiga dekade.
“Ada orang lain yang membuat keputusan-keputusan itu, ini bukan bagian dari peran pemain,” kata Ramos seperti dikutip dari Goal.
“Untuk sebuah skuat, tidak pernah bagus mengganti pelatih. Ini tidak ada di tangan kami. Ini bakal jadi keputusan gila, tim ini sedang berjuang untuk posisi atas. Kami harus tetap membumi, lebih tenang dan berusaha membalikkan keadaan,”paparnya.
Ramos menegaskan, tim sedang berupaya mengembalikan performanya, dan mengganti pelatih di tengah situasi seperti ini bukan sebuah langkah yang tepat.
“Setiap orang akan memiliki opini mereka sendiri. Ada waktu ketika perubahan lebih baik, dan yang lain tidak, Anda tidak pernah tahu. Terlalu dini bicara mengenai pergantian pelatih. Ini bukan urusan pemain, orang lain harus mengambil keputusan itu,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Sergio Ramos Meradang, Real Madrid Hanya Bisa Bermain Imbang

POJOKSATU.id, MADRID – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos benar-benar kecewa dengan hasil pertandingan menghadapi Atletico Madrid dalam lanjutan La Liga pekan ke-7, Minggu (30/9/2018) dini hari WIB.
Betapa tidak, bermain dihadapan dukungan pendukung setia, Los Cules, Madrid gagal memanfaatkan momen tersebut untuk mengudeta Barcelona di puncak klasemen.
Terlebih, sebelumnya, Barca hanya bermain imbang 1-1 dengan Athletic Bilbao, sehingga jika mampu mengamankan poin penuh, maka Los Blancos dipastikan akan langsung naik ke puncak klasemen.
Duo Madrid Catat Rekor Baru, tapi …

Pasalnya, meski kini masih sama-sama mengoleksi 14 poin, namun Barca berhak berada di puncak karena unggul dalam hal selisih gol.
“Sebenarnya kami tahu bahwa kemenangan akan sangat penting. Apalagi setelah kami tahu Barcelona hanya bermain seri. Tapi, kami membiarkan kesempatan tersebut terbuang. Kami hanya bermain imbang dan kami tetap di posisi kedua,” ungkap Ramos seperti dikutip dari Football Espana.
Padahal, dalam pertandingan tersebut, sang pelatih, Jule Lopetegui menurunkan kekuatan penuh meski tanpa Marcelo yang sedang dibekap cedera.
Namun, Lopetegui menarik sejumlah pemain pilar di pertandingan tersebut, seperti Gareth Bale, Karim Benzema dan Luka Modric untuk meningkatkan tensi serangan meski keputusannya tersebut tak berbuah hasil hingga laga usai.
Ramos sendiri mengaku, selain kecewa tak mampu mengudeta Barca, hasil imbang itu juga gagal mengembalikan Real Madrid ke jalur kemenangan setelah di laga sebelumnya takluk di tangan Sevilla dengan skor telak tak terbalas 0-3.
(qur/pojoksatu)

Lampaui Rekor Paul Scholes, Sergio Ramos Jadi Raja Kartu di Liga Champions

POJOKSATU.id, MADRID – Real Madrid sukses menyegel hasil manis atas AS Roma di laga perdana Liga Champions musim 2018/19.
Bermain dihadapan suporter setia di Santiago Bernabeu, Kamis (20/9/2018) dini hari WIB, Los Blancos membungkam tamunya dengan skor telak 3-0 lewat Isco (45), Gareth Bale (58), dan Mariano Diaz (90+1).
Namun, kemenangan telak skuat Julen Lopetegui sedikit ternoda dengan kartu kuning yang diterima sang kapten, Sergio Ramos.
Wasit mengganjar Ramos dengan kartu kuning di menit 23 setelah menjatuhkan pemain AS Roma, Nzonzi yang sebelumnya berhasil mencuri bola darinya.
Dengan hukuman yang diberikan wasit ini, Ramos pun kini menjadi pemain yang mendapatkan kartu kuning terbanyak sepanjang sejarah perhelatan Liga Champions.
Koleksi kartu kuning Ramos pun ‘sukses’ melampaui rekor legenda Manchester United, Paul Scholes yang telah membukukan 35 kartu kuning sejak 2013.
Dikutip dari ESPN,  Ramos kini telah mengoleksi 37 kartu kuning dari 115 penampilannya bersama Real Madrid di Liga Champions.
Namun begitu, sang pelatih, Julen Lopetegui rupanya tak terlalu terganggu dengan ‘rekor baru’ Sergio Ramos, terlebih sepanjang pertandingan penggawa Timnas Spanyol itu mampu menunjukkan perannya sebagai kapten tim.
(qur/pojoksatu)