sergio ramos

Sindiran Pedas Kapten Real Madrid buat Isco

POJOKSATU.id, MADRID – Ruang ganti Real Madrid semakin gaduh pasca kekalahan mereka atas Ajax 1-4 di pentas Liga Champions di Estadio Santiago Bernabeu.
Los Blancos sendiri terpaksa harus angkat koper lebih dini setelah tersingkir di babak 16 besar oleh wakil Liga Belanda tersebut.
Kapten Real Madrid, Sergio Ramos pun tak sanggup menutupi kesedihan dan kekecewaannya atas hasil buruk timnya.
Ogah Dikambinghitamkan, Sergio Ramos Cekcok dengan Sang Presiden

Setelah dikabarkan berselisih dengan sang presiden El Real, Florentino Perez, Ramos pun kini melayangkan sindiran pedas terhadap Isco.
Dikutip Pojoksatu.id dari laman Metro, Cadena COPE melaporkan, setelah pertandingan Ramos kemudian mengadakan pertemuan dengan rekan-rekan setimnya minus ofisial.
Di kesempatan itu Ramos meminta para pemain Madrid untuk menghormati pelatih Santiago Solari dan menegaskan pemain yang tidak berkomitmen dan tidak akan ada tempat lagi (dalam skuat).
Pernyataan Ramos itu ditenggarai ditujukan untuk Isco setelah sang gelandang memutuskan untuk tidak naik bus tim jelang pertandingan melawan Ajax.
Ramos juga tidak suka dengan perilaku Isco yang tidak terlihat di bangku cadangan di pertandingan tersebut, serta tidak tampak batang hidungnya di ruang ganti setelah kekalahan.
Masih dalam laporan tersebut, Isco sendiri telah mengakui apa yang dilakukannya sebagai bentuk kemarahan atas sang pelatih.
Namun, ia telah menyambangi para pemain lain untuk meminta maaf karena merasa bersalah atas sikap egoisnya tersebut.
(qur/pojoksatu)

Ogah Dikambinghitamkan, Sergio Ramos Cekcok dengan Sang Presiden

POJOKSATU.id, MADRID – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos dan sang presiden El Real, Florentino Perez dikabarkan berselisih pasca tersingkirnya Los Blancos dari pentas Liga Champions musim ini.
Madrid tersungkur dibabak 16 besar setelah dipecundangi wakil Belanda, Ajax di Estadio Santiago Bernabeu dalam leg kedua.
Menyusul hasil buruk tersebut, ruang ganti Los Merengues pun memanas. Ramos dan Perez bahkan dikabarkan terlibat adu argumen.

Dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal, tidak lama setelah timnya menelan kekalahan, Perez memasuki kamar ganti dan memperlihatkan amarah pada para pemain atas performa dan dedikasi pada klub yang dinilai kurang spartan.
Debat kusir kemudian terjadi antara Perez dan Ramos. Sang kapten bersikukuh jika performa buruk timnya buah dari perencanaan yang buruk dari petinggi klub sekaligus menegaskan para pemain telah memberikan segalanya untuk klub.
Ramos percaya telah dijadikan kambing hitam atas performa buruk tim dan segala kritikan yang datang dinilai tidak fair.
Alhasil, pihak manajemen merasa kecewa dengan sikap sang kapten dan masa depannya sehingga masa depan penggawa La Roja di Santiago Bernabeu pun menjadi diragukan.
Sergio Ramos sendiri masih terikat kontrak hingga musim panas 2021 dengan klausul bebas kontrak seharga EUR 200 juta atau setara Rp3,2 triliun.
(qur/pojoksatu)

Sengaja Minta Dikartu, Sergio Ramos Dilarang Dua Laga

POJOKSATU.id, NYON – Federasi sepakbola Eropa atau UEFA melalui Komite Disiplin menjatuhkan sanksi pada kapten Real Madrid, Sergio Ramos.
Ramos dijatuhi larangan dua kali laga setelah terbukti sengaja ingin di kartu kuning oleh wasit di babak 16 besar Liga Champions kontra Ajax beberapa waktu lalu.
“Jelas menerima kartu kuning dengan sengaja,” demikian isi pernyataan Komite Disiplin UEFA.
Kasus ini sendiri mencuat setelah “dibongkar” sang pemain sendiri usai pertandingan. Kepada media Ramos mengakui jika kartu kuning yang didapatnya di pertandingan diinginkannya.
“Saya akan berbohong jika saya mengatakan saya tidak memaksanya (mendapat kartu kuning),” kata Ramos dikutip Pojoksatu.id dari laman Diario AS.
Bagi Ramos sendiri, sanksi seperti ini ternyata bukan yang pertama kalinya diterima. Di musim 2010/11 saat menghadapi Ajax yang berakhir 0-4 di Real Madrid, Xabi Alonso dan Ramos keduanya terbukti memaksakan kartu kuning.
Ramos pun lantas didenda , dan dalam kasus itu pelatih Real Madrid kala itu, Jose Mourinho adalah orang yang memberi perintah atas tindakan Ramos tersebut.
Real Madrid sendiri akan mengajukan banding atas keputusan tersebut tetapi jika mereka tidak berhasil itu berarti Ramos akan absen pada leg kedua kontra Ajax.
(qur/pojoksatu)

Sukses Pecundangi Atletico Madrid, Sergio Ramos Sesumbar Bisa Kudeta Barcelona

POJOKSATU.id, MADRID – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos turut menyumbang sebiji gol dari titik putih untuk membawa kemenangan timnya atas Atletico Madrid dengan skor meyakinkan 3-1.
Los Blancos sukses mencuri poin penuh atas seteru sekota mereka di Wanda Metropolitano di laga bertajuk derbi Madrid dalam lanjutan La Liga pekan 23, Minggu (10/2/2019) dini hari WIB.
Dengan hasil impresif ini, Los Blancos pun sukses mengudeta posisi Atletico di peringkat kedua sekaligus untuk membayangi Barcelona yang masih bergeming di pucuk klasemen sementara.
Skuat besutan Santiago Solari kini terpaut selisih 15 angka dari Blaugrana yang baru akan melakoni laga pekan ini menghadapi Athletic Bilbao, Senin (11/2/2019) dini hari WIB.
Menyusul hasil gemilang tersebut, Sergio Ramos pun semakin yakin jika perburuan titel juara musim ini belum berakhir.
“Gelar liga masih diperebutkan. Masih ada banyak poin yang bisa diraih dan kami memiliki harapan itu (untuk juara),” tutur Ramos kepada beIN Sports seperti dikutip dari Goal.
“Kami akan bertarung demi gelar juara liga dan membuat hidup Barcelona sulit, walaupun mereka memiliki keunggulan poin yang sangat singifikan dari kami,” sebutnya.
Ramos pun menilai, timnya layak menang atas Atletico karena bermain lebih baik dan lebih spartan. “Hasil atas Ateltico ini sangat pantas, karena kami bermain dengan sangat-sangat bagus. Tidak hanya dalam menyerang, tapi juga ketika harus bertahan,” tuturnya.
“Kami bermain dengan cerdas. Benar bahwa Atletico melancarkan banyak serangan berbahaya, tapi duel berjalan 90 menit dan kami tahu caranya mengontrol laga,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Sepanjang 2018, Sergio Ramos Bermain “Bersih”

POJOKSATU.id, MADRID – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos selama ini dikenal sebagai pemain yang tanpa kompromi saat menghadang pemain lawan yang coba masuk ke jantung pertahanan timnya.
Tak ayal, sikapnya tersebut kerap berujung kartu bahkan sampai harus diusir wasit keluar lapangan karena diganjar kartu merah. Ramos pun dipandang publik sebagai sosok kapten tim yang paling kasar.
Bahkan, insiden pelanggarannya terhadap bintang Liverpool, Mohamed Salah di final Liga Champions musim ini dinilai sebagai perilaku paling buruk sang kapten.
Gareth Bale, Pemain Paling Rapuh di Real Madrid

Salah saat itu harus keluar pertandingan lebih cepat setelah bahunya terkilir akibat dijepit Ramos sambil menjatuhkan diri ke tanah.
Namun sepanjang tahun 2018, Ramos mulai memerlihatkan kehati-hatiannya dalam bertindak di lapangan.
Terbukti, penggawa La Furia Roja itu bersih dari ganjaran kartu merah. Padahal di musim-musim sebelumnya, Ramos tercatat sebagai pemain yang paling banyak mengoleksi red card sepanjang sejarah La Liga.
Dikutip Pojoksatu.id dari laman Bolalob, tercatat Sergio Ramos diusir wasit sebanyak 24 kali dan 19 kartu merah yang didapatnya terjadi di pentas La Liga. Sisanya, atau tiga kartu merah didapat di pentas Copa del Rey dan Liga Champions.
Dengan demikian, rekor tanpa kartu merah di 2018 ini merupakan yang pertama dalam kariernya sejak 2015.
Terhitung sejak Januari hingga Desember 2018, Sergio Ramos tak diganjar kartu merah apalagi diusir wasit dari lapangan akibat perilakunya.
Sepanjang tahun itu, Ramos yang telah memainkan 24 pertandingan di semua kompetisi hanya mendapatkan lima kartu kuning.
Sedangkan kartu merah terakhir yang diterimanya terjadi pada Desember 2017 saat timnya bentrok dengan Atheltic Bilbao di San Mames.
Saat itu, Ramos diusir wasit dari pertandingan karena mendapatkan akumulasi kartu kuning akibat melanggar pemain tuan rumah. Di musim itu, Ramos yang melakoni 42 pertandingan di semua kompetisi mengoleksi dua kartu merah
(qur/pojoksatu)

Terungkap, Alasan Penonton Cemooh Sergio Ramos di Final Piala Dunia Antarklub

POJOKSATU.id, ABU DHABI – Real Madrid baru saja menyabet titel ketiga beruntun mereka di ajang Piala Dunia Antarklub 2018.
Los Blancos sukses membungkam Al-Ain dengan skor telak 4-1 dalam laga yang digelar di Zayed Sport City Stadium, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (23/12/2018) dini hari WIB.
Namun, sang kapten, Sergio Ramos tengah dibuat meradang karena di sepanjang pertandingan tersebut ia mendapat cemooh dari mayoritas penonton di stadion.
Penggawa timnas Spanyol yang turut menyumbang satu gol di laga tersebut kerap disoraki penonton setiap kali memegang bola.
Kuat dugaan, reaksi penonton yang mayoritas keturunan Arab tersebut sebagai bentuk ketidaksukaan atas tindakan Ramos terhadap gelandang Liverpool, Mohamed Salah di final Liga Champions musim lalu.
Ramos dituding membanting Salah secara sengaja sehingga bintang asal Mesir itu harus dipapah keluar lapangan karena mengalami cedera bahu yang cukup parah.
Sosok Salah memang menjadi pahlawan di kalangan komunitas Arab. Karena itu para penonton mencoba mengekspresikan kekecewaan mereka dengan mencemooh Ramos.
Usai pertandingan, Ramos pun meradang dan mengaku tak habis pikir dengan sikap dan reaksi penonton.
Ia pun meminta sedikit respek atas pencapaian dirinya yang telah mengantarkan Real Madrid meraih trofi ajang tersebut untuk ketiga kalinya secara beruntun.
“Cemoohan tersebut tak bisa dipahami. Saya rasa Anda harus menghormati para tokoh sepakbola,” ujar Ramos seperti dikutip dari TVE.
(qur/pojoksatu)

Soal Dejan Levran, Pelatih Timnas Kroasia: Saya Akan Selesaikan Sendiri!

POJOKSATU.id, ZAGREB – Pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic buka suara menanggapi komentar pedas pemainnya, Dejan Lovren terhadap kapten Timnas Spanyol, Sergio Ramos dan La Roja.
Dalic menegaskan ia akan menangani kasus tersebut secara domestik, dalam artian bukan untuk konsumsi publik.
“Saya akan berbicara dengannya, tetapi itu akan tetap di antara kami dan skuat,” kata Dalic seperti dikutip dari Marca.

Dalic menegaskan, kasus tersebut akan diselesaikan berdua tanpa harus diperbesar apalagi diperkeruh dengan mengungkapnya ke publik.
“Aku tidak ingin berbicara di depan umum tentang itu. Cukup saya dan dia,” katanya menegaskan.
Dejan Lovren telah melontarkan kata-kata hinaan terhadap Ramos dan timnas Spanyol setelah Kroasia sukses membungkam La Furia Roja tersebut dengan skor ketat 3-2 di ajang UEFA Nations League.
Dalam pernyataannya lewat insta-story, bek Liverpool itu mengejek kapten Real Madrid itu yang berhasil “dipecundanginya”.
“Ha ha! 3-2! Silakan bicara sekarang, sobat. Sobat! Mereka adalah sekelompok pecundang,” ucapnya mengacu pada Ramos dan rekan timnya di Spanyol.
Dejan Lovren kemudian melanjutkan aksinya itu dengan menutupi bendera Spanyol di seragam pertandingannya, sambil menunjuk bendera Kroasia.
“Hanya sisi ini (Kroasia) yang layak. Sekarang untuk mengalahkan Inggris dan berjalan seperti bos!,” tandasnya.
Dalam upaya lebih lanjut untuk mengejek kapten Spanyol dan teman-teman timnya, Lovren juga memasang foto dirinya saat bertarung udara dengan Sergio Ramos disertai kata-kata “Selamat pagi Kroasia”.
(qur/pojoksatu)

Sergio Ramos Meminta Maaf …

POJOKSATU.id, MADRID – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos langsung bereaksi untuk meminta maaf atas insiden yang terjadi dalam sesi latihan dengan pemain muda Real Madrid, Sergio Reguilon.
Permintaan maaf Ramos meski memang tidak secara eksplisit itu menyusul beredarnya video di lini masa yang memerlihatkan Ramos sengaja menendang bola ke arah rekan setimnyanya itu.
Ramos sepertinya marah atas aksi Reguilon yang coba merebut bola dari tangannya namun lompatan pemain muda itu nyaris menabrak badannya.
VIDEO: Mulai Frustasi, Sergio Ramos Tendang Rekan Setim!

“Meskipun mungkin tidak tampak seperti itu, tapi itu situasi yang cukup umum, namun itu bukan alasan, reaksi saya seharusnya tidak begitu,” tulis Ramos lewat akun Twitter miliknya seperti dikutip Diario AS.
“Pada akhirnya kami adalah tim pemenang, benar, Regulin, Hala Madrid,” imbuhnya.
Permintaan maaf penggawa Timnas Spanyol itu pun langsung mendapat tanggapan dari Reguilon. “Selalu dengan tim saya dan dengan kapten saya untuk menang besok,” tulisnya menimpali.
Suasana ruang ganti Real Madrid memang tengah dalam tensi tinggi menyusul hasil minor dalam beberapa laga terakhir.
Sejauh ini, Los Blancos bahkan telah menelan tiga kekalahan di La Liga dan kini posisinya terlempar dari papan atas.
Alih-alih kembali bersaing di papan atas, Madrid malah anjlok ke peringkat ketujuh klasemen sementara dengan raihan 14 poin atau terpaut empat angka dari Barcelona yang kembali memimpin setelah membungkam Sevilla.

While playing handball during training today, an over-excited Reguilon caught Sergio Ramos' nose with a flying shoulder. Not the behaviour you would expect to see from your captain and least of all towards a youngster pic.twitter.com/E8gE28AEwy
— Mootaz Chehade (@MHChehade) October 22, 2018

(qur/pojoksatu)

VIDEO: Mulai Frustasi, Sergio Ramos Tendang Rekan Setim

POJOKSATU.id, MADRID – Suasana kamar ganti Real Madrid sepertinya sedang tidak sejuk pasca kekalahan memalukan Los Blancos atas Levante di hadapan pendukung setianya, Madridista di Santiago Bernabeu, kemarin.
Hal ini seperti terlihat dalam sesi latihan para penggawa Real Madrid, Senin (22/10/2018) saat sang kapten Sergio Ramos menendang bola dengan sengaja ke arah pemain muda, Sergio Reguilon.
Ramos rupanya marah dengan aksi Reguilon yang mencoba merebut bola dari tangannya namun tak sengaja lompatan pemain muda itu justru nyaris menabrak badannya.

While playing handball during training today, an over-excited Reguilon caught Sergio Ramos' nose with a flying shoulder. Not the behaviour you would expect to see from your captain and least of all towards a youngster pic.twitter.com/E8gE28AEwy
— Mootaz Chehade (@MHChehade) October 22, 2018

Tak ayal, bola yang dipegang Ramos kemudian ditendang ke arah Reguilon. Tim pelatih yang melihat insiden tersebut lantas meminta para pemain mengakhiri game.
Ramos yang berlalu usai melepaskan sepakan bola pada rekan setimnya itu kemudian terlihat dihampiri Luka Modric yang mencoba menenangkannya.
Dikutip dari Marca, kemarahan sang kapten ini sepertinya tidak terlepas dari rasa frustasi dengan kondisi timnya yang tak kunjung kembali ke jalur kemenangan.
Alih-alih kembali bersaing di papan atas, Madrid malah anjlok ke peringkat ketujuh klasemen sementara dengan raihan 14 poin atau terpaut empat angka dari Barcelona yang kembali memimpin setelah membungkam Sevilla.
(qur/pojoksatu)

Kapten Real Madrid: Ide Gila Mengganti Pelatih dalam Situasi Seperti Ini!

POJOKSATU.id, MADRID – Pelatih Real Madrid, Julen Lopetegui tengah dirumorkan menghadapi ancaman pemecatan menyusul performa tak mengesankan timnya sejauh ini.
Los Blancos tengah menghadapi situasi paceklik gol dalam empat laga terkini. Mereka juga menelan kekalahan dalam tiga pertandingan dari periode itu, termasuk kekalahan 1-0 dari Deportivo Alaves akhir pekan lalu.
Namun begitu, kapten Real Madrid, Sergio Ramos langsung pasang badan atas kritik yang memberondong pelatihnya itu.
Antonio Conte Digadang-gadang jadi Suksesor Ideal Lopetegui
Nasib Julen Lopetegui akan Ditentukan di Camp Nou!
Sergio Ramos – Real Madrid (footballparadise.com)
Ramos mendukung sepenuhkan kiprah Lopetegui meski timnya diakui sedang dalam kondisi kurang mengesankan, nihil kemenangan di empat pertandingan terakhir, bahkan mengalami periode majal terparah dalam tiga dekade.
“Ada orang lain yang membuat keputusan-keputusan itu, ini bukan bagian dari peran pemain,” kata Ramos seperti dikutip dari Goal.
“Untuk sebuah skuat, tidak pernah bagus mengganti pelatih. Ini tidak ada di tangan kami. Ini bakal jadi keputusan gila, tim ini sedang berjuang untuk posisi atas. Kami harus tetap membumi, lebih tenang dan berusaha membalikkan keadaan,”paparnya.
Ramos menegaskan, tim sedang berupaya mengembalikan performanya, dan mengganti pelatih di tengah situasi seperti ini bukan sebuah langkah yang tepat.
“Setiap orang akan memiliki opini mereka sendiri. Ada waktu ketika perubahan lebih baik, dan yang lain tidak, Anda tidak pernah tahu. Terlalu dini bicara mengenai pergantian pelatih. Ini bukan urusan pemain, orang lain harus mengambil keputusan itu,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)