sesmenpora

Ada Anggota Exco PSSI Buta Statuta FIFA, Sesmenpora: Ini Keterlaluan!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto tampak tak habis pikir dengan ketidaktahuan anggota Exco PSSI terkait pasal match-fixing yang tertuang dalam Statuta FIFA.
Hal ini seperti terungkap dalam acara talkshow yang dipandu Najwa Shihab di salahsatu stasiun televisi swasta nasional bertajuk “PSSI Bisa Apa Jilid 3; Saatnya Revolusi”, kemarin.
Saat itu, Gatot menanyakan kepada Gusti Randa soal aturan match-fixing setelah mantan bintang film itu menegaskan tidak ada praktik tersebut di pentas sepakbola tanah air.

Selalu mendewakan statuta FIFA tapi tidak tahu isi Statuta FIFA , aktor Exco @PSSI ( Gusti Randa ) #pssibisaapajilid3 #MataNajwaPSSIBisaApa3 #JokdriOut pic.twitter.com/SrXOn87sHg
— aldi Widiyanto (@ALbesar1) January 23, 2019

“Sekarang Anda tahu ngga pasal berapa di Statuta FIFA yang menyoroti match fixing?,” tanya Gatot seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Indosport.
Gusti Randa dengan sigap menjawab tidak mengetahuinya. “Saya tidak tahu,” ucapnya lantang.
“Ini keterlaluan. Bisa-bisanya Komite Hukum PSSI (sekaligus Exco) tidak hapal ayat dan pasal match-fixing di Statuta FIFA,” sahut Gatot geram.
Gatot sendiri menyanggah pernyataan Gusti Randa, dan menegaskan praktik match-fixing ada dan terjadi. “Ada. Tim sembilan pernah mengatakan ada match-fixing, tapi PSSI saat itu mengatakan itu ngibul,” jawab Gatot saat ditanya Najwa Sihab.
Satgas Antimafia Bola sendiri sejauh ini telah menetapkan 12 orang sebagai tersangka kasus match-fixing. Para tersangka mulai dari anggota Exco PSSI, Komdis PSSI hingga perangkat pertandingan.
Selain itu satgas juga melakukan pemeriksaan terhadap pejabat PSSI. Terbaru mereka memeriksa plt Ketum PSSI, Joko Driyono, setelah sebelumnya memeriksa Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria dan Bendahara PSSI, Berlinton Siahaan.
Ketiga pejabat tinggi federasi sepakbola Indonesia itu diperiksa dalam kapasitas saksi terkait kasus match-fixing atas laporan Persibara Banjarnegara.
(qur/pojoksatu)