Sumut

Breaking News! Nasib Tak Jelas di AFC Tubize, Firza Andika Resmi Mundur dari Manajemen NorthCliff

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Keputusan mengejutkan diambil pesepakbola timnas asal Medan, Firza Andika yang nasibnya tak jelas di klub Belgia, AFC Tubize.
Pemain kelahiran 2000 ini telah resmi mengundurkan diri dari Northcliff Indonesia yang selama ini menaunginya sejak Januari 2019.
Ini ditengarai kasusnya yang tak didaftarkan didaftarkan ke kompetisi Belgian First Amateur Division musim depan, padahal dia masih memiliki kontrak hingga 2020.
Persoalan ini terjadi karena Northcliff tidak menjalankan tanggung jawabnya sebagai sponsor AFC Tubize yang berimbas Firza tidak dibayar gaji selama membela klub asal Eden Hazard itu. Padahal logo Northcliff sudah terpampang di jersey klub.
AFC Tubize sendiri diketahui telah berusaha memenuhi kewajiban klub sesuai klausul kontrak termasuk memberi tempat tinggal, memberi makan, mengurus segala keperluan kerja Firza di Belgia.
Sementara itu, untuk keperluan lain, Firza menggunakan uang simpanan ayahnya, Sunardi.
Hal tersebut juga tertuang dalam surat pengunduran Firza yang beredar dan tertanggal 30 Juli 2019.
Firza menuliskan alasan tidak dibayar gaji selama enam bulan sebagai mana persyaratan awal menjadi alasan warga Setia Budi, Medan, ini undur diri.
“Dengan pemutusan ini, PT Northclif Indonesia & anak perusahaannya tidak akan lagi mewakili dalam kapasitas apapun. Semua pembayaran kedepan akan berhenti. Saya meminta agar gaji pokok 6 bulan yang jatuh tempo kepada saya diselesaikan sesegera mungkin,” tulis Firza.
Firza pun memberikan deadline selama dua hari hingga 1 Agustus, jika tidak ada tanggapan berarti menyetujuui permohonan undur diri Firza. Tertera juga tanda tangan Firza dan ayahnya Sunardi.

Sementara itu, Director 2Touch yang juga sebagai agen Firza, Khairul Asyraf, membenarkan kabar undur diri Firza dari Northcliff. “Iya benar, Firza ajukan undur diri Northcliff,” ungkapnya via WhatsApp, Kamis (1/8/2019) malam.
Khairul mengatakan situasi ini sejatinya bermakna Firza masih milik AFC Tubize, karena kontrak masih berjalan hingga 2020. “Negosiasi untuk Firza masih dilakukan untuk dia dapat dipinjamkan semula ke klub di Indonesia,” ujarnya.
Khairul sendiri tak mengetahui kondisi Northcliff yang sempat mengajukan kerja sama dengan 2Touch International, yang ditandai dengan dirinya menjadi agen Firza sejak keberangkatan ke Belgia. Namun, ternyata, janji kerjasama itu belum ada kejelasan.
“Memang Northcliff mau gabung dengan 2touch International untuk membuka perusahaaan PMA sports agency tapi sampai sekarang enggak ada kabar yang jelas,” ungkapnya.
Khairul turut kecewa dengan apa yang sudah menimpa Firza, karena menurutnya Firza pemain berbakat.
Sebelumnya, Khairul menjelaskan Firza pulang ke Medan karena memang sudah habis musim kompetisi di Belgia. “Firza adalah pemain bagus dan rencananya mau dimainkan di tim inti musim ini bukan tim U-23. Tapi, AFC Tubize memang memerlukan sponsor untuk Firza setelah prestasi waktu trial. Dimana, sponsor yang akan mengambil alih biaya gaji dan kehidupan selama di Belgia,” ujarnya.
Nah, sponsor yang dimaksud tentu NorthCliff yang membawa Firza ke Belgia. Dan, berdasarkan klausa kontrak Firza hanya akan berlaku kalau sponsor membayar uang. Dan, faktanya tanda tangan kontrak sejak Januari, NorthCliff belum membayar kewajibannnya. “Jadi ini sudah tujuh bulan tidak dibayar uang sponsorshipnya dari NorthCliffnya ke AFC Tubize,” pungkasnya. (nin/pojoksumut)

Sang Agen Blak-blakan Klarifikasi Soal Firza Andika Tak Lagi Perkuat AFC Tubize

POJOKSUMUT.com, MISTERI status pemain timnas Indonesia asal Medan, Firza Andhika di klub Belgia, AFC Tubize mulai terkuak.
Kabar tentang Firza didepak tidaklah benar, namun Firza berada dalam pusaran persoalan sponsor dan klub yang tidak berjalan dengan baik.
Hal ini dikatakan oleh Director 2Touch yang juga sebagai agen Firza, Khairul Asyraf, kepada Pojoksumut.com, Selasa (30/7/2019) via pesan WhatsApp.
Khairul juga membantah soal Firza yang tidak gaji klub asal Eden Hazard itu selama enam bulan sebagai persoalan inti.  Namun, nama Firza diakui Khairul memang tidak didaftarkan ke kompetisi Belgian First Amateur Division. Firza teken kontrak sejak Januari 2019 dan sejatinya baru akan berakhir 2020 mendatang.
“Firza pulang karena memang sudah habis musim kompetisi di Belgia. Masalahnya Firza ini tidak dikirim ke Belgia untuk musim kompetisi baru. Firza adalah pemain bagus dan rencananya mau dimainkan di tim inti musim ini bukan tim U-23. Tapi, AFC Tubize memang memerlukan sponsor untuk Firza setelah prestasi waktu trial. Dimana, sponsor yang akan mengambil alih biaya gaji dan kehidupan selama di Belgia,” ujarnya.
Nah, sponsor yang dimaksud tentu NorthCliff yang membawa Firza ke Belgia. Dan, berdasarkan klausa kontrak Firza hanya akan berlaku kalau sponsor membayar uang. Dan, faktanya tanda tangan kontrak sejak Januari, NorthCliff belum membayar kewajibannnya. “Jadi ini sudah tujuh bulan tidak dibayar uang sponsorshipnya dari NorthCliffnya ke AFC Tubize,” tambahnya.
Pun demikian kata Khairul, meski belum dibayar ke klub, sebelum ini, tanggung jawab AFC Tubize telah dilakukan. Ini ditandai dengan AFC Tubize sudah meletakkan logo NorthCliff di jersey mereka, siapkan makan, tempat tinggal, nutrisi, tempat latihan yang bagus dan lainnya. “Ini bisa dilihat di sosial media di AFC Tubize sendiri, bahwa logo NorthCliff terpampang di jersey,” jelasnya.
Saat ini, Firza sendiri sudah berada di Medan tanpa kepastian. Nasibnya berbanding terbalik dengan pemain Medan lainnya, Egy Maulana Vikri yang berkiprah  Lechia Gdansk.
Sementara itu, PSMS dikabarkan tertarik mengontrak Firza kembali, klub yang tahun lalu harus rela melepaskan karena Firza telah teken kontrak sebagai pemain di bawah naungan NorthCliff. (nin/pojoksumut)

Jelang Lawan Cilegon United, PSMS Kecewa Terima Surat dari Komdis, Beknya Diskorsing Absen Dua Laga

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Pukulan telak harus diterima PSMS sehari jelang laga kontra Cilegon United, di Stadion Teladan, yang akan digelar, Selasa (2/7/2019).
Pasalnya, tim berjuluk Ayam Kinatan tersebut harus kehilangan bek andalannya Syaiful Ramadhan harus absen.
Bukan karena cedera, melainkan PSSI menjatuhkan skorsing kepada pemain asal Sumatera Utara tersebut sebanyak dua laga, imbas dari pelanggaran saat PSMS lawan PSPS, 22 Juni 2019 lalu di Stadion Kaharuddin Nasution.
Saat itu, Syaiful diduga melakukan pelanggaran terhadap pemain PSPS Sandi Septian.
Yang disesalkan kubu PSMS adalah surat skors itu diterima pukul 10.00 WIB, Senin (1/7/2019) pagi usai tim official training (OT) di Stadion Teladan.
“Jelas surat itu kami terima mendadak, sekitar jam 10 pagi. Jadi kami sudah set pemain di OT, tapi ketika jam 10 terima surat mau enggak mau, kami laksakan plan B dengan memasang Egas Adasi sebagai pengganti Syaiful,” ujar Asisten Pelatih PSMS, Edy Syahputra saat memberikan keterangan pers di Stadion Kebun Bunga, Selasa sore.
Edy menjelaskan dari surat skors tersebut, Syaiful tidak hanya harus absen dua laga tapi juga PSMS didenda Rp5 juta. “Skorsing itu dianggap karena benturan Syaiful dengan pemain PSPS fatal. Dengan bukti itu, Komdis menjatuhkan hukuman kepada Syaiful,” jelasnya.
PSMS sendiri kata Edy belum ada keputusan akan mengajukan banding. “Kita belum tahu keputusan manajemen. Kita melihat kurang fair dan menyesalkan tindakan seperti itu. Ya, kita tidak bisa menyalahkan pemain karena saat itu tensi pertandingan lagi tinggi,” jelasnya.
Pun di luar persoalan Syaiful, PSMS dikatakan Edy siap tanding lawan Cilegon United. “Tim siap diturunkan dan dalam kondisi yang baik,” ujarnya.
Secara tim, Edy menyebutkan tim pelatih tidak tahu banyak oleh tim yang dilatih pelatih senior Bambang Nurdiansyah itu. “Secara keseluruhan belum ada gambaran soal tim lawan, kita membaca skuadnya dari pelatihnya. Karena pelatih berpengalaman dan kami memprediksi bagaimana gaya pelatihnya (Bambang Nurdiansyah) melatih selama ini. Tapi kami enggak mau memikirkan permainan lawan, tapi fokus bagaimana kami bisa bermain maksimal dan siap meraih poin,” jelasnya.
Sementara itu, gelandang PSMS, Ilham Fathoni menambahkan PSMS siap melanjutkan kemenangan seperti dua laga away sebelumnya. “Kami siap meneruskan tren positif,” tegasnya. (nin/pojoksumut)

Rudi Tampubolon : Kita Punya Uang tapi Belum Diberi Kesempatan Urus PSMS

POJOKSATU.id, MEDAN-Presiden Direktur PT PeSeMes Medan, Rudi Tampubolon mengatakan saat ini tidak ada PSMS yang palsu atau yang asli.
Dia menegaskan yang ada adalah PSMS dengan legal secara hukum dengan semua berkasnya sudah disahkan pemerintah baik PT hingga hak paten logo PSMS yang berada di pihaknya.
Rudi mengurai pihaknya sejatinya siap mengurus PSMS hanya tidak diberi kesempatan sejak awal musim ini. “Kita sudah bentuk tim, karena memang pihak kita tidak dilibatkan jadi tidak mungkin. Karena PT Liga juga tidak mengakomodir PT kita,” ujarnya di Hotel Madani, Kamis (27/6/2019).
Rudi mengatakan saat ini pihaknya mengimbau pihak PT Kinantan Indonesia, PT yang menaungi PSMS yang saat ini berkompetisi di Liga 2 untuk menahan diri. “Yang terlibat dalam PSMS untuk menahn diri. Biarkan proses hukum berjalan, tidak ada hak kita mendesak. Hanya saja yang jelas waktu itu (awal musim) kita siap, kita punya uang tapi belum diberi kesempatan mengurus PSMS,” jelasnya.
Sementara itu, Komisaris Utama PT PeSeMeS Medan, Syukri Wardi mengatakan tidak benar jika disebut dirinya pemilik PSMS. Disebutkannya sejak 1950 PSMS berdiri hingga 2013 PSMS tidak punya berkas hukum. Sekarang PSMS punya akte yang tidak hanya ditandangani dirinya tapi ada 12 nama yang ikut tanda tangan, akte itu dibuat tahun 2014. Baik dari perwakilan suporter, perwakilan 40 klub PSMS, juga termasuk Sekum PSMS PT Kinantan Indonesia, Julius Raja dan beberapa nama lainnya.
Lalu mengapa Syukri Wardi tidak mendaftarkan PT PeSeMes ke PT Liga agar menjadi PT yang sah untuk PSMS berkompetisi? “Sudah, tapi siapa yang berani pada saat itu?,” timpalnya. Pertanyaan yang kemudian menyiratkan sosok Edy Rahmayadi yang menjadi Ketua Umum PSSI dan juga pembina PSMS kala itu.
Syukri mengatakan tahun 2018, pihaknya pun siap memegang PSMS, dengan mendaftarkan ke PT Liga. Tapi, lagi-lagi tidak dianggap.
Diapun mengungkapkan bahwa jika nantinya menang dalam proses hukum yang lagi berjalan di Polda Sumut, pihaknya siap mengambil alih PSMS meski harus dimulai dari bawah lagi. “Kami pengen mengelola sesuai AD/ART, kami siap jika harus dari bawah. Persik Kediri contohnya, pernah juara tapi mulai lagi dari Liga Nusantara,” jelasnya.

Ditanya apakah pihaknya tidak kasihan dengan skuad PSMS yang saat ini baru memulai kompetisi, tapi sudah dipusingkan dengan konflik, Syukri menjawab, “Saya tidak ada ganggu pemain dan pelatih, hanya saja kita harus tegakkan hukum sejak awal. Saya serahkan ke Polda prosesnya,” ungkapnya.
Pun ini berlaku soal sponsor yang lari dari PSMS saat ini karena laporan pihaknya. Dia yakin, jikapun PSMS harus kesulitan dana karena sponsor tarik diri, akan ada jalan keluarnya. “PSMS lahir 1950 adalah klub yang kuat, diapain juga pasti ada saja yang menyelamatkan PSMS, percaya sama saya,” tegasnya.
“PSMS ini adalah sepak bola yang kerjanya haruslah dilakukan oleh orang sepak bola yang tidak ada kepentingan apa-apa di dalamnya,” jelasnya. (nin/pojoksatu)

Spanduk Penuh Hujatan Ramai Terpasang di Jalanan Medan, Begini Tanggapan Syukri Wardi

POJOKSATU.id, MEDAN-Dualisme PT yang menaungi PSMS pada Kompetisi Liga 2 musim ini, berimbas pada pemandangan di beberapa ruas jalanan Kota Medan, sejak kemarin, Kamis (27/6/2019).
Pasalnya, spanduk dengan kata-kata tajam tertuju untuk Komisaris Utama PT PeSeMeS Medan, Syukri Wardi terpampang nyata di beberapa sudut Kota Medan, seperti Jalan Sudirman, Simpang Pos, Simpang Iskandar Muda, Belakang Rumah Wali Kota, juga depan Rumah Gubernur.
‘Syukri Wardi Kau Salah Pilih Lawan’, ‘Syukri Jangan Olah PSMS Cukup Pertamina yang Kau Olah’, ‘Syukri Wardi =Penipu=, ‘Syukri Wardi = Iblis, PSMS Bukan Punya Kau’, ini adalah deretan kalimat yang tertulis di spanduk-spanduk itu.
Ini tak terlepas dari kasus Syukri Wardi yang melaporkan semua pihak ke Polda Sumut karena dugaan penyalahgunaan logo PSMS, baik sponsor yang pernah mensponsori PSMS sejak 2017 baik di Liga 1 dan Liga 2, juga operator liga. Pihaknya mengklaim sebagai pihak yang memiliki akte notaris dan Kemenkumham yang sah atas kepemilikan logo PSMS bukan PT Kinantan Indonesia yang kini sebagai PT yang terdaftar di PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk mengikuti kompetisi.
Imbasnya, seluruh sponsor yang sejatinya mau membantu finansial tim musim ini memilih tarik diri karena ikut dipanggil Polda Sumut, sejak tanggal 24 Juni 2019, bahkan PT LIB pun disebut akan diperiksa Polda Sumut tanggal 2 Juli 2019 untuk dimintai keterangan mengapa menyetujui PSMS di bawah naungan PT Kinantan Indonesia yang ikut liga.

Spanduk-spanduk itupun diduga sebagai reaksi yang gerah melihat persoalan yang terjadi padahal pada saat yang bersama tim sedang berjuang di Liga 2, dan sudah memenangkan dua pertandingan away (PSPS 3-2 dan Persibat 1-0).
Syukri Wardi yang dimintai keterangan soal ini, tak ambil pusing. “Enggak terkejut dengan spanduk-spanduk itu, harus disyukuri. Biasa saja. Sejuta poster bisa menghapus dosa-dosa saya. Mungkin karena cintanya (si pemasang spanduk) sama PSMS. Ini lebih baik, karena cinta ke PSMS daripada mencintai oknumnya,” ujarnya di hadapan awak media, di Hotel Madani, Kamis (27/6/2019) sore.

Diapun mengatakan soal laporan ke polisi yang menyeret sponsor dan PT LIB adalah hal yang semestinya. “Kehilangan sponsor musim ini bagi PSMS (yang berlaga saat ini) adalah risiko, karena memang income klub salah satunya dari sponsor. Sedangkan untuk PT LIB ini adalah pembelajaran buat PSSI agar seluruh kontestan yang ikut kompetisi harus menggunakan logo yang disahkan pemerintah untuk menghindari dualisme dan konflik. Kami jelas ada semua bukti yang sah, bukan main-main kami melaporkan ini,” ungkapnya.
Syukri menyebut tak ada niat menghancurkan PSMS yang saat ini sedang berkompetisi. Menurutnya, pihaknya sudah membuka diri untuk berdiskusi, dengan lahirnya somasi ke klub PT Kinantan Indonesia sejak 2018.
“Tapi malah dibalas dengan gugatan ke pengadilan. Saya sudah turunkan tensi, kan jarang saya bicara di surat kabar. Tapi pihak-pihak lain fitnah saya macam-macam,” jelasnya. (nin/pojoksatu)

Mantap Lae! Kalahkan Persibat, Ayam Kinantan Pulang ke Medan Bawa Enam Poin

 
POJOKSUMUT.com, MEDAN-Skuad PSMS Medan mencatat hasil sempurna pada dua laga tandangnya pada aKompetisi Liga 2 musim ini.
Setelah mengalahkan PSPS, Legimin Raharjo dkk sukses menaklukkan Persibat Batang dengan skor 1-0 di Stadion Moch Sarengat Batang, Kamis (27/6/2019) sore.
Satu-satunya gol kemenangan skuad berjuluk Ayam Kinantan ini dicetak oleh stopper naturalisasi Mohamadou Al Hadji. Pada menit ke-62, Al Hadji melesatkan si kulit bundar dengan sundulan kepala usai memanfaatkan umpan dari sang kapten Legimin Raharjo.
Pada laga ini, Abdul Rahman Gurning mencoba memainkan pemain depan naturalisasi, Mamadou Diallo. Pada menit 79, Diallo masuk menggantikan Aldino sebagai targetman. Namun, hingga pertandingan usai skor 1-0 untuk PSMS tetap bertahan.
Pertandingan yang berjalan sengit ini membuat wasit Sunyoto asal Jawa Timur mengeluarkan lima kartu kuning.
Empat diantaranya untuk PSMS; Al Hadji menit 54, Choirun Nasirin menit 78, Diallo menit 82 dan Aidun Sastra menit 84. Satu lainnya untuk tim tuan rumah Lucky Octavianto menit 29.
Dengan mengumpul enam poin dari dua laga, PSMS menduduki peringkat kedua klasemeb wilayah barat, di bawah PSCS Cilacap juga dengan poin sama.
Persibat : Puput Wijiarto, Ahmad Taufik/Solikin (43′), Arif Budiono, Fitra Yudha, Lucky Oktavianto; Adit Shadikhul, Arfan, Yoga/Rizki (64′); Yogi, Imam, Mario Alberto/Choirul Hidayat (70′)
PSMS : Choirun Nasirin (gk); Andre Sitepu/Afiful Huda (29′), Dimas Sumantri, M Al Hadji, Saiful Ramadan; Aidun Sastra, Bayu Tri Sanjaya, Ilham Fathoni, Legimin Raharjo/M Iqbal 85′), Rendi Saputra; Aldino/M Diallo (79′)
(nin/pojoksumut)

Duh! Imbas Dualisme, Sponsor Satu Persatu Dipanggil Polisi, Hampir Semuanya Tarik Diri dari PSMS

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kabar tak mengenakkan kembali datang dari PSMS Medan yang saat ini sedang mengikuti Kompetisi Liga 2 musim ini.
Kali ini terkait, persoalan sponsor yang kini satu persatu pergi dari klub berjuluk Ayam Kinantan itu.
Pasalnya, persoalan dualisme klub semakin mempersulit klub untuk kerja sama dengan sponsor.
Bahkan, para sponsor yang saat ini dan yang pernah mensponsori sejak 2017 harus berurusan dengan pihak kepolisian, lantaran kubu PT Pesemes Medan, yang mengklaim memiliki keabsahan dengan logo dan nama PSMS melaporkan para sponsor ke Polda Sumatera Utara melalui LP/773/V/2019/SUMUT/SPKT III, tanggal 26 Mei 2019 oleh Syukri Wardi sebagai kuasa dari PT Pesemes Medan.
Sementara, PSMS Medan yang berkompetisi di Liga 2 mendaftarkan klub ke PT LIB dengan PT Kinantan Indonesia.
Surat pemanggilan sponsor dari Polda Sumut pun sudah beredar luas di media sosial. Tepatnya, pemanggilan kepada Pimpinan PT Indofood yang berlokasi di Tanjungmorawa tertanggal 20 Juni 2019 untuk pemeriksaan tanggal 24 Juni 2019.

Sekretaris Umum (Sekum) PSMS PT Kinantan Indonesia, Julius Raja mengakui soal sponsor yang tarik diri. “Iya benar. Hampir semua sponsor PSMS Medan sudah menarik diri. Karena mereka dipanggil Polda Sumut untuk dimintai keterangan terkait nama dan logo PSMS yang diklaim oleh pihak sebelah,” ujarnya kepada Pojoksumut.com, Rabu (26/6/2019).
King-sapan akrabnya, merasa prihatin dengan hal tersebut, karena menurutnya dalam keputusan sidang di Pengadilan Negeri sebelumnya berstatus tidak ada yang diputusakn menang. “Diputuskan N.O artinya tidak satu pihak pun yang menang,” ungkapnya.
Karena panggilan polisi itulah, kini sponsor memilih tak ingin terbawa hukum dan memilih menarik diri. “Ya, mau bagaimana lagi. Yang kemarin saat laga pertama lawan PSPS, di jersey kita ada Indomie, mereka minta cabut dan dibatalkan. Karena mereka tidak mau berurusan dengan pihak kepolisian. Rumit, tapi tetap harus kita jalankan, kita sudah hubungi yang handle jersey kita agar dicabut logo Indomie. Nanti untuk laga home di Stadion Teladan logi Indomie sudah tidak ada. Kita rugi, karena sudah cetak harus dicabut,” bebernya.
King mengatakan selain Indomie, sponsor yang pernah mendukung PSMS di Liga 1 2018 bahkan Liga 2 2017 pun mendapatkan panggilan kepolisian. “Mulai dari DJ Sport, NorthCliff, Corsa, dan lainnya,” timpalnya.
Dia memastikan pihaknya akan berusaha sebaik mungkin menyelesaikan semuanya. Mulai dari audiensi dengan Kapolda Sumut untuk menjelaskan duduk perkaranya hingga melanjutkan proses hukum.
King mengatakan kalau sudah begini, kasihan dengan PSMS. Mengingat Legimin Raharjo dkk sudah memulai kompetisi dengan baik (menang lawan PSPS).
“Kalau begini kan kasihan PSMSnya jadi sulit. Kalau dia (pihak PT Pesemes) mampu dan bisa urus ya silahkan saja. Baik baik bilang ke Pak Edy (Gubsu). Dan biar kami mundur. Atau ada orang yang baru. Asal PSMSnya jangan dirusak atau diganggu. Apa lagi ini sedang kompetisi. Kan kasihan konsentrasi pemain juga jadi terganggu. Paling tidak kan ada pengaruhnya terhadap pemain,” bebernya.
“Maunya jangan diganggu. Tim ini berlaga kan bawa nama Medan, daerah, harusnya didukung. Kamipun berharap pimpinan daerah baik Pak Wagub, Pak Wali bisa memberikan solusi untuk masalah ini. Sebab, PSMS ini kan bukan milik pribadi, ini milik warga Medan sejak pertama kali dibentuk,” ungkapnya.
PSMS Medan sendiri akan melanjutkan laga away keduanya melawan Persibat Batang, Kamis (27/6/2019) besok. (nin/pojoksumut)

Diwarnai Aksi Penonton Masuk Lapangan, PSMS Sukses Kalahkan Tuan Rumah PSPS

POJOKSUMUT.com, SKUAD PSMS Medan mendulang tiga poin penuh pada laga perdana Kompetisi Liga 2 musim ini, lawan tuan rumah PSPS Pekanbaru di stadion Kaharuddin Nasution, Riau, Sabtu (22/6/2019) sore.
Legimin Raharjo dkk menang 3-2. Ketiga gol kemenangan skuad berjuluk Ayam Kinantan ini dicetak Bayu Tri Sanjaya pada menit 38 dan dua gol dari Ilham Fathoni menit 48 dan 71. Sementara dua gol PSPS dilesatkan oleh Sandi Septian menit 13 dan Dani Marvelous 90 + 4.
Dalam pertandingan ini, tim besutan Abdul Rahman Gurning ini sempat tertinggal lebih dulu melalui gol yang diciptakan penyerang PSPS Sandi Septian pada menit ke-13, PSMS menyamakan kedudukan lewat gol Bayu Tri Sanjaya pada menit 38 sekaligus sebagai skor babak I.
Selanjutnya pada babak kedua, PSMS mengungguli PSPS lewat gol menit 48 lewat Ilham Fathoni. Ilham kembali menggandakan skor PSMS pada menit 71 menjadi 3-1.
Tim Bona Simanjuntak yang tak ingin kalah begitu saja di hadapan pendukungnya terus menggempur PSMS. Namun, pertandingan sempat diwarnai aksi penonton yang masuk ke lapangan di tengah laga berlangsung pada menit ke-80. Selain itu, di stadion juga terlihat asap dari flare yang menyala.
Setelah kondisi kondusif, 15 menit kemudian pertandingan dilanjutnya. PSPS berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit injury time 90+4 lewat Dani Marvelous Namangge.

Gol ini tak mampu menolong tuan rumah, pertandingan berakhir 2-3 untuk PSMS. Tim tamu pun berhasil membawa tiga poin sebagai modal positif jelang laga away berikutnya lawan Persibat Batang.
Dalam pertandingan ini, wasit mengeluarkan dua kartu kuning. Satu untuk PSMS diberikan kepada Syaiful Ramadhan menit 24 dan pemain PSPS, Susilo menit 57.
Susunan Pemain
PSPS : Ismail Hanapi (gk); Danil Junaidi (C), Dendi Sembiring, Eriyanto, Yudhi Adytia Pratama; Fachri Ruzzaman, Kevin Dwi Yulian/Finno (55′), Ruud Gulid, Sandi Septian/Riki Dwi (28′); Dani Marvelous Namangge, Susilo Irwandoyo/M Yoga Pratama (58)
Pelatih : Bona Simanjuntak
PSMS : Guntut Pranata (gk); Afiful Huda, Dimas Sumantri, Mohamadou Al Hadji, Syaiful Ramadhan; Aidun Sastra Utami, Bayu Tri Sanjaya/Eki Fauzi (90′), Ilham Fathoni, Legimin Raharjo (C), Rendi Saputra/Muhammad Iqbal (47′); Aldino/Wira Satria (84′)
Pelatih : Abdul Rahman Gurning
Gol
PSMS : Bayu Tri Sanjaya (38), Ilham Fathoni 48,71
PSPS :Sandi Septian 13, Dani Marvelous 90 + 4
(nin/pojoksumut)

Pemain Seleksi Hengkang Satu Persatu, Ini yang Bakal Dilakukan PSMS

POJOKSUMUT.com. MEDAN-Satu persatu pemain seleksi PSMS memilih hengkang daripada menanti kejelasan pembentukan tim yang belum juga ada kabar baiknya.
Kerja sama dengan sponsor NorthCliff yang ingin meng-handle tim musim ini juga terus molor jadwal hitam di atas putihnya.
Teranyar, Ahmad Fauzi, kiper yang sudah lolos seleksi memilih hengkang. Alasannya, karena hingga kemarin tak juga ada komunikasi terkait kelanjutan seleksi tersebut.
Dan, besar kemungkinan langkah Fauzi diikuti pemain lainnya karena jengah menanti kabar.
Sekretaris Umum (Sekum PSMS), Julius Raja tak menampik soal ancaman pemain seleksi yang bakal meninggalkan tim..
Namun, dia memastikan pihaknya sudah membuat rencana lain, jika kemungkinan terburuk tak sepakat MoU dengan NorthCliff.
“Ya betul (ancaman peluang hengkang). Sudah kami buat plan atau rencana lain. Karena kalau terlalu lama menunggu dari pihak managemen yang baru takutnya yang lain ikut pamit,” ungkapnya, Selasa (19/3/2019).
Sejatinya jika MoU dengan NorthCliff berjalan baik, maka manajemen musim ini semua berada dalam penentuan Northcliff. Mulai dari CEO, manajer dan lain-lain.
King-sapaan akrabnya, menjelaskan pihaknya menargetkan minggu ini semua bisa selesai untuk mendapatkan jawaban tentang kelangsung tim.
“Jadi kami akan laporkan dalam minggu ini harus kelar semua. Kami akan melapor ke Ketua Kodrat (Penasehat PSMS). Untuk mohon petunjuk beliau. Secepat nya, mudah-mudahan minggu depan sudah bisa jalan,” jelasnya. (nin/pojoksatu)

Sebelum Meninggal, Ibunda Ustadz Abdul Somad : Aku Kalau Bisa, Mati Jangan Pakai Sakit Lamo-Lamo

POJOKSUMUT.com, IBUNDA Ustadz Abdul Somad, Hajjah Rohana binti Nuruddin telah dimakamkan di Kampung Silau Laut, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, Senin (18/3/2019) malam.
Kesedihan masih dirasakan keluarga. Namun, ada satu perasaan lega karena beliau meninggal dalam keadaan yang diinginkannya.
Ya, sebelum meninggal, ternyata Rohana yang wafat pada usia 71 tahun berpesan ingin meninggal dalam keadaan bersih. Dan, hal itu terwujud.
Lewat unggahan Ustadz Abdul Somad di Instagram, bertajuk KITA PUN AKAN KESANA JUA, dia mengunggapkan kondisi ibunya sebelum wafat.
“Seperti biasa, setelah tahajjud dan witir, Mak membaca Qur’an dan zikir yang biasa beliau baca, setelah itu makan sahur. Selesai santap sahur, Mak masih menonton video taushiyah UAS di Youtube. Kemudian Mak mandi, terasa sakit kepala,” ungkapnya.
Lalu, “Beliau terus wudhu’ persiapan sholat Shubuh. Lalu pingsan, dibawa ke Rumah Sakit, menghembuskan nafas terakhir,” lanjutnya.
“Persis seperti ucapan Mak selama ini, “Aku kalau bisa, mati jangan pakai sakit lamo-lamo. Kalau bisa mandi dulu, jadi jasad awak bersih. Mandi, ambik aye sembayang, poneng, mati,” jelasnya.
“71 tahun Allah berikan usia pada Mak. Terimakasih tak terhingga kepada seluruh masyarakat yang telah mendoakan Mak, mohon dimaafkan segala khilaf dan salah Mak kami,” pungkasnya. (nin/pojoksatu)