Sumut

Pemain Seleksi Hengkang Satu Persatu, Ini yang Bakal Dilakukan PSMS

POJOKSUMUT.com. MEDAN-Satu persatu pemain seleksi PSMS memilih hengkang daripada menanti kejelasan pembentukan tim yang belum juga ada kabar baiknya.
Kerja sama dengan sponsor NorthCliff yang ingin meng-handle tim musim ini juga terus molor jadwal hitam di atas putihnya.
Teranyar, Ahmad Fauzi, kiper yang sudah lolos seleksi memilih hengkang. Alasannya, karena hingga kemarin tak juga ada komunikasi terkait kelanjutan seleksi tersebut.
Dan, besar kemungkinan langkah Fauzi diikuti pemain lainnya karena jengah menanti kabar.
Sekretaris Umum (Sekum PSMS), Julius Raja tak menampik soal ancaman pemain seleksi yang bakal meninggalkan tim..
Namun, dia memastikan pihaknya sudah membuat rencana lain, jika kemungkinan terburuk tak sepakat MoU dengan NorthCliff.
“Ya betul (ancaman peluang hengkang). Sudah kami buat plan atau rencana lain. Karena kalau terlalu lama menunggu dari pihak managemen yang baru takutnya yang lain ikut pamit,” ungkapnya, Selasa (19/3/2019).
Sejatinya jika MoU dengan NorthCliff berjalan baik, maka manajemen musim ini semua berada dalam penentuan Northcliff. Mulai dari CEO, manajer dan lain-lain.
King-sapaan akrabnya, menjelaskan pihaknya menargetkan minggu ini semua bisa selesai untuk mendapatkan jawaban tentang kelangsung tim.
“Jadi kami akan laporkan dalam minggu ini harus kelar semua. Kami akan melapor ke Ketua Kodrat (Penasehat PSMS). Untuk mohon petunjuk beliau. Secepat nya, mudah-mudahan minggu depan sudah bisa jalan,” jelasnya. (nin/pojoksatu)

Sebelum Meninggal, Ibunda Ustadz Abdul Somad : Aku Kalau Bisa, Mati Jangan Pakai Sakit Lamo-Lamo

POJOKSUMUT.com, IBUNDA Ustadz Abdul Somad, Hajjah Rohana binti Nuruddin telah dimakamkan di Kampung Silau Laut, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, Senin (18/3/2019) malam.
Kesedihan masih dirasakan keluarga. Namun, ada satu perasaan lega karena beliau meninggal dalam keadaan yang diinginkannya.
Ya, sebelum meninggal, ternyata Rohana yang wafat pada usia 71 tahun berpesan ingin meninggal dalam keadaan bersih. Dan, hal itu terwujud.
Lewat unggahan Ustadz Abdul Somad di Instagram, bertajuk KITA PUN AKAN KESANA JUA, dia mengunggapkan kondisi ibunya sebelum wafat.
“Seperti biasa, setelah tahajjud dan witir, Mak membaca Qur’an dan zikir yang biasa beliau baca, setelah itu makan sahur. Selesai santap sahur, Mak masih menonton video taushiyah UAS di Youtube. Kemudian Mak mandi, terasa sakit kepala,” ungkapnya.
Lalu, “Beliau terus wudhu’ persiapan sholat Shubuh. Lalu pingsan, dibawa ke Rumah Sakit, menghembuskan nafas terakhir,” lanjutnya.
“Persis seperti ucapan Mak selama ini, “Aku kalau bisa, mati jangan pakai sakit lamo-lamo. Kalau bisa mandi dulu, jadi jasad awak bersih. Mandi, ambik aye sembayang, poneng, mati,” jelasnya.
“71 tahun Allah berikan usia pada Mak. Terimakasih tak terhingga kepada seluruh masyarakat yang telah mendoakan Mak, mohon dimaafkan segala khilaf dan salah Mak kami,” pungkasnya. (nin/pojoksatu)

Tiga Kali Beraksi, Spesialis Pencuri HP di Masjid Al Jihad Berhasil Diciduk

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kelihaian Suri Catur Ningrum (34) mencuri barang-barang di Masjid Al-Jihad, Jalan Abdullah Lubis Medan, akhirnya berhasil dihentikan.
Ini setelah warga Jalan Bunga Asoka Gang Kemkem Kelurahan Asam Kumbang Medan ini ditangkap berdasarkan laporan korban bernama Putri Rahmayani Ritonga (25) warga Jalan Sei Beras Tanjung Selamat Medan yang kehilangan satu unit HP merek Vivo Y 71 di masjid tersebut, Sabtu (23/2/2019) lalu.
“Jadi awalnya, korban datang ke Masjid Al-Jihad untuk mendengar pengajian yang dilaksanakan setelah Sholat Zuhur, dan korban meletakkan tas miliknya dekat teman korban yang sedang duduk di dalam mesjid, untuk mengambil wudhuk,” kata Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah H.Tobing SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba SH MH, Senin (18/3/2019).
Setelah acara pengajian selesai, korban mengambil HP miliknya dari dalam tas. Namun korban terkejut dengan HP miliknya Jenis Vivo Y 71 telah hilang. “Di situ, Korban sempat menanyakan kepada temannya namun tidak mengetahui dimana HP tersebut. Kemudian korban melaporkan ke Polsek Medan Baru,” jelasnya.
Menanggapi laporan korban tersebut, selanjutnya petugas melakukan penyelidikan bersama pihak keamanan Masjid Al-Jihad Medan, petugas melihat rekaman CCTV yang diketahui pelaku merupakan seorang perempuan yang terlihat mengambil HP dari tas korban.
“Berdasarkan rekaman cctv itu lah, tersangka langsung ditangkap Tim Pegasus Polsek Medan Baru. Dari hasil interogasi, tersangka ternyata mengaku telah 3 kali melakukan pencurian HP di Masjid Aljihad Medan,” ujarnya.
Kini tersangka dijerat dengan Pasal 362 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 5 (lima) Tahun Penjara. (*/pojoksumut)

Ratusan Jamaah Antar Jenazah Ibu Ustadz Abdul Somad ke Pemakaman di Asahan

POJOKSUMUT.com, ASAHAN-Ratusan jamaah berkumpul di kediaman almarhumah Hj Rohana Binti Nuruddin, ibunda tercinta dari Ustadz Abdul Samad di Desa Silau Laut, Kecamatan Silau Laut Kabupaten Asahan.
Salah satunya Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto, Senin (18/3/2019). “Saya dan jajaran Polda Sumut sangat berduka, mari kita lapaskan Alfatihah buat almarhumah ibunda dari ustadz Somad,” kata Jenderal bintang dua tersebut.
Irjen Agus mengatakan Ustadz Abdul Somad yang biasa disapa UAS merupakan tokoh ustadz tauladan. “Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan kuat,” ucapnya.
Jenazah almarhumah tiba di rumah duka sekira pukul 18.15 wib dibawa dengan mobil ambulance dan pengawalan polisi dari pekan baru.
Sementara UAS dan rombongan tiba di rumah duka sekira 20.30 wib. Setibanya, UAS langsung melihat jenazah ibunda tercinta dan kemudian disalatkan di Masjid Abdul Rahman Sei Silau. Jenazah kemudian dibawa dengan menggunakan keranda ditandu oleh sejumlah polisi dan jamaah ke pemakaman sekira pukul 21.45 wib.
Ustadz Abdul Somad saat tiba di Sumut
Sebelumnya, sanak keluarga dan tetangga datang silih berganti di rumah duka.
Menurut keterangan pihak keluarga sebelum meninggal, Rohannah sebelumnya tak pernah mengeluhkan sakit apapun. “Kami keluarga pagi tadi dapat telpon. Katanya Bunda jatuh dari kamar mandi dan dibawa ke rumah sakit. Terus dapat lagi informasi sudah meninggal,” ujar Mustafa, salah satu keluarga.
Ia juga mencitakan sebelum wafat dan berkumpul bersama keluarga beberapa waktu lalu, Rohannah sempat berwasiat kepada keluarga agar jika meninggal nanti, dimakamkan persis di samping makam orangtuanya di Desa Silau Laut. “Iya ada seperti itu sama keluarga,” ucapnya.
Sedangkan, Edward, salah satu tetangga Ibunda Ustadz Abdul Somad mengatakan, subuh saat dibawa ke Rumah Sakit, almarhum mengeluhkan sakit ringan. Pusing-pusing hingga dicoba dibawa ke Rumah Sakit Sansani.
“Subuh tadi masih ikut salat Subuh. Tiba-tiba beliau mengeluhkan sakit ringan. Akhirnya langsung di bawa ke Rumah Sakit,” ungkap Edward.
“Semalam pun beliau masih sehat. Tiba-tiba subuh ini mengeluhkan pusing,” ungkapnya. (Per/Bay/ma/JPG/nin/pojoksumut)

Guru Pelajaran Agama Islam di Sumut Curhat Terkait Dualisme dalam Struktur Kepegawaian

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Para guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP-PAI) di Sumatera Utara (Sumut) mengeluhkan persoalan kedudukan dan eksistensi guru-guru PAI dalam struktur kepegawaian.
Mereka menilai bahwa adanya dualisme wewenang yang membawahi mereka, yakni Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumut yang menimbulkan kebingungan dalam beberapa proses perngurusan administrasi.
Hal inilah dicurhatkan MGMP-PAI saat bertemu dengan Pemerintah Provinsi Sumut melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat Asren Nasution di Lantai 8 kantor Gubernur Sumut, Senin (18/3).
“Dualisme ini membuat kami merasa kurang diperhatikan. Kemenag merasa kami dibina oleh Dinas Pendidikan, sebaliknya Dinas Pendidikan merasa kami dibina oleh Kemenag. Alhasil, kami jadi merasa seolah-olah terabaikan,” ujar Ketua MGMP PAI Zahro Baity.
Asren menyambut baik kedatangan pihak MGMP-PAI. Didampingi oleh pihak Dinas Pendidikan Sumut, Asren memberikan penjelasan dan menjawab keluhan yang mereka sampaikan. Menurutnya, hal-hal yang menjadi keluhan oleh pihak MGMP PAI merupakan masalah serius dan harus segera diselesaikan.
“Guru agama miliki posisi penting dan strategis, karena selain mengajarkan dasar-dasar agama, juga berikan kekuatan moral bagi anak-anak kita. Setinggi apapun IQ, tanpa pengawalan spiritual dan moral maka akan sia-sia. Untuk itu, hal-hal yang ibu dan bapak keluhkan hari ini akan segera kita proses, kita atur pertemuan selanjutnya,” ujar Asren memberi solusi.
Selain itu, Asren juga menyarankan agar MGMP PAI menyusun kajian-kajian dan menyusun rekomendasi yang dianggap benar untuk kemudian dibahas pada pertemuan selanjutnya bersama-sama dengan pihak Dinas Pendidikan Sumut dan pihak Kemenag. “Setelah dibahas, hasilnya nanti bisa berupa rekomendasi yang akan kita ajukan ke pusat melalui tembusan Gubernur,” jelasnya.
Rombongan MGMP PAI tampak puas dengan solusi yang diberikan. Mereka berjanji akan menyusun kajian dan menantikan pertemuan selanjutnya. (*/nin/pojoksumut)

Ayah Firza Andika Tegaskan Suatu Hari Putranya Harus Perkuat Semen Padang

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Firza Andika resmi dikontrak klub Liga Belgia, AFC Tubize selama dua musim. Usai tugasnya di Timnas U-22 selesai, anak Medan tersebut langsung terbang ke negara Eropa tersebut.
Namun, siapa sangka, sejatinya keluarga besar Firza Andika punya impian besar agar anak keempat dari lima bersaudara itu berseragam Semen Padang.
Hal ini diungkapkan Sunardi, ayah kandung Firza yang ditemui Pojoksumut.com, Minggu (27/1/2018).
Didit-sapaan akrab Sunardi, bukan tanpa alasan mengungkapkan itu. Menurutnya, Firza banyak berutang budi dengan manajemen Semen Padang.
“Saya tekankan ke Firza, dia harus balik ke Semen Padang. Balas jasa, harus main buat Semen Padang. Dia harus balik buat balas budi. Karena dia disekolahkan di sana, dibiaya selama SMA di sana dua tahun, hingga dipanggil timnas pertama kali dari sana,” ujarnya.
Didit mengatakan Firza memperkuat Akademi Semen Padang sejak kelas XI SMA begitu lolos seleksi. Di akademi Semen Padang, dia mempertajam skill hingga dikirim seleksi timnas dan lolos ke Timnas U-19 Tahun 2017.
Pun demikian meski alumni akademi Semen Padang, Firza memang belum sempat mengenakan memperkuat Semen Padang di klub senior. Firza keburu memperkuat PSMS di Liga 1 musim 2018.
Saat itulah momen konflik terjadi. Pasalnya, begitu diterima di PSMS, pihak Semen Padang menelepon dan memintanya balik. Saat itu posisinya, Firza sudah lulus dan menamatkan sekolah di Padang dan akademi sepak bola Semen Padang, dia pun balik ke Medan.
Baca Juga : Kisah Firza Andika, Berawal dari Sepatu Bekas, Sempat Jadi Kiper hingga NorthCliff
Baca Juga : Putranya Perkuat Klub Belgia, dengan Mata Berkaca-kaca, Ayah Firza Andika Ungkapkan Perasaannya
Dalam posisi non klub, Firza pun ikut berbagai turnamen di Medan. Sempat diminta balik ke Padang, belakangan Firza merasa tidak dibutuhkan lantaran namanya tidak diikutkan dalalm turnamen di Padang. Hingga dia memutuskan ikut seleksi di PSMS.
“Sudah di PSMS, tahu-tahu dari Semen Padang disuruh balik, saat itu jadi problem. Firza sempat bingung, saat itu saya teleponan sama orang Semen Padang, saya bilang biarkanlah Firza satu musim di PSMS, dan mereka pun mengerti. Saat itupun langsung saya bilang sama Firza suatu hari nanti harus balik ke Semen Padang, harus balas budi,” ungkapnya.
Waktu berjalan, selama memperkuat PSMS, Firza jadi andalan di lini bek sayap kiri. Dia juga disibukkan dengan Timnas U-19, seleksi di Belgia dan Spanyol, dan hingga akhirnya memperkuat AFC Tubize. Didit mengatakan, belum ada komunikasi dari Semen Padang begitu ramai putranya dikontrak AFC Tubize.
Saat ini, Didit hanya ingin mendoakan yang terbaik untuk putranya. “Semoga Firza bisa sukses, dan bisa mengharumkan nama Indonesia,” pungkasnya. (nin/pojoksumut/habis)