tarif angkutan online

Kemenhub Tampung Usulan Tarif Ojek Online

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dalam beberapa waktu terakhir, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pertemuan dengan pengemudi ojek online (ojol) dan aplikator.
Lewat pertemuan tersebut, Kemenhub ingin mendengar masukkan dari kedua belah pihak terkait permasalahan tarif biaya jasa atau tarif ojol.
Ada beberapa usulan tarif yang disampaikan kedua belah pihak. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, masing-masing usulan memiliki besaran yang tidak berbeda jauh.
Kata Budi, aplikator mengajukan usulan tarif yang ditetapkan sebesar Rp 2 ribu per kilometer (KM) net. Jika gross, maka tarif tersebut masih harus dipotong sebesar 20 persen.
“Misalnya Rp 20 ribu terus dapet subsidi Rp 3 ribu dan dipotong 20 persen jadinya bisa Rp 19 ribu,” ujarnya.
Sementara itu, usulan dari pengemudi ojol disampaikan sebesar Rp 2.400 per kilometer. Angka itu lebih mahal dari usulan aplikator dan belum pasti gross maupun net.
Dikatakan, usulan yang disampaikan kedua belah pihak nantinya akan disampaikan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Rencananya, pihaknya juga bakal melakukan pembahasan terkait tarif ojol bersama YLKI dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam keputusan tarif ojol, Budi menegaskan Kemenhub tidak ingin merugikan kedua belah pihak. Apalagi, jika sampai bisnis tersebut gulung tikar.
“Saya juga berpikir saya punya kepentingan bahwa mereka jangan sampai satu (apliaktor), nanti bisa monopoli. Kalau kita maunya gimana (soal tarif ojol)? murah, selamat, nyaman,” pungkasnya.
(jpc/pojoksatu)