tawaran

Pemain Keturunan Indonesia Ini Tak Menyesal Pernah Tolak Klub-Klub Raksasa

POJOKSATU.id, MILAN – Gelandang serang Inter Milan, Radja Nainggolan tengah mengalami musim terbaiknya bersama Nerrazurri.
Bergabung dengan salahsatu raksasa kota mode Milan, Nainggolan mengaku sangat bangga bahkan mengaku makin terasah dan betah.
Padahal, sebelum memutuskan bergabung dengan Inter dari klub sebelumnya, AS Roma, pemain keturunan Indonesia itu ternyata pernah sangat diinginkan dua raksasa Liga Primer Inggris, Chelsea dan Manchester United.
Namun Nainggolan mengaku lebih memilih tetap di Serie A Italia dan tak pernah menyesal menolak pinangan dua klub raksasa itu.
“Saya pernah memiliki banyak peluang untuk hengkang,” kata Nainggolan kepada  ESPN seperti dikutip dari Goal.
“Saya adalah tipe orang yang mengutamakan hidup dengan baik dan berada di klub yang bermain untuk menang, atau di mana saya bahagia dengan hidup saya,” sebut dia.
Nainggolan bahkan mengaku jika diri sempat diiming-imingi gaji selangit oleh Chelsea saat masih berkostum AS Roma.
“Ada banyak komponen–banyak yang harus dievaluasi. Saya bertahan di Italia, dengan AS Roma, karena saya harus mengakhiri dengan cara sebaik mungkin. Ada dari Manchester juga. Ada banyak hal yang saya tidak tertarik sama sekali. Tentu, Anda merasa tersanjung dengan minat itu, tapi beginilah keadaannya,” paparnya.
“Di Italia, Anda hidup dengan sangat baik–saya suka budaya dan gaya hidup di sini. Chelsea menawari saya lebih banyak uang dan mereka adalah klub besar,” imbuhnya.
(qur/pojokatu)

Antoine Griezmann Pernah Dibuat Galau oleh Barcelona

POJOKSATU.id, MADRID – Striker Atletico Madrid, Antoine Griezmann mengaku belum bisa melupakan keputusannya menolak pinangan Barcelona pada jendela transfer pemain musim panas tahun ini.
Griezmann mengaku menolak tawaran klub sekaliber Blaugrana bukanlah perkara mudah. Namun, dukungan yang ia terima dari publik Atletico membantunya mantap memilih bertahan.
Kendati begitu, penggawa Timnas Prancis di Piala Dunia 2018 Rusia itu mengaku sempat tersiksa selama beberapa waktu atas keputusan tersebut, dengan Barca dilaporkan siap menebusnya seharga EUR 100 juta.
“Sulit menolak Barca? Sangat sulit,” tegas Griezmann kepada Canal Plus seperti dikutip dari Goal.
“Ada Barca yang menginginkan Anda, yang menghubungi Anda, yang mengirim pesan. Tapi kemudian ini adalah klub di mana Anda berada, di mana Anda adalah pemain Anda dan di mana mereka membangun proyek di sekitar Anda,” tuturnya.
Pemain berusia 27 tahun itu mengungkapkan, perhatian klub terhadap dirinya yang membuat ia menolak pinangan raksasa Catalonia tersebut.
“Melihat rekan setim dan terutama pelatih setelah pertandingan di mana saya disiuli, ia datang ke rumah secara mengejutkan untuk menenangkan saya dan bicara dengan saya dan menunjukkan saya memiliki kepercayaan darinya,” tuturnya.
“Rekan setim saya dan orang-orang di klub melakukan segalanya, mereka datang untuk bicara kepada saya, menaikkan gaji saya. Mereka melakukan segalanya untuk menunjukkan ini rumah saya dan saya tidak perlu pergi,” sambungnya.
Griezmann menilai, menjadi pilihan kedua di belakang Lionel Messi juga menjadi faktor yang melatarbelakangi keputusannya.
“Tanpa disadari, menjadi pelapis Messi mungkin juga memainkan peran (menolak tawaran Barca),” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Amerika Serikat Siap Gelar Karpet Merah buat Mourinho!

POJOKSATU.id, NEW YORK – Kabar pemecatan manajer Manchester United, Jose Mourinho makin santer menyusul performa timnya yang kurang trengginas mengawali musim ini.
Setan Merah sudah menelan tiga kali kekalahan di Liga Primer Inggris dan hanya sanggup bermain imbang 0-0 dengan Valencia di babak penyisihan Grup H Liga Champions 2018/19.
Namun demikian, jika rumor tersebut menjadi kenyataan, juru racik berjuluk The Special One itu sepertinya tak harus bingung dengan karier ke depannya.
Pasalnya, dikutip dari Goal, Timnas Amerika Serikat dikabarkan Sports Illustrated siap menyambut kehadiran Mourinho untuk mengisi jabatan pelatih kepala yang kini masih kosong usai ditinggalkan Bruce Arena.
Bruce didepak menyusul kegagalan timnya melenggang ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia beberapa waktu lalu.
Sejauh ini, masih dalam pemberitaan tersebut, Federasi Sepakbola Amerika Serikat atau USSF menghentikan pembicaraan dengan beberapa calon pelatih baru demi menunggu kejelasan nasib Mourinho.
Sementara terkait suksesor Mourinho sendiri, nama Zinedine Zidane gencar dikaitkan sebagai manajer baru Paul Pogba dan kawan-kawan.
Zidane digadang-gadang sebagai suksesor ideal Mourinho untuk melanjutkan kiprah MU di musim ini, terlebih selepas mundur dari Real Madrid, pelatih asal Prancis itu kini masih berstatus pengangguran.
(qur/pojoksatu)