tottenham hotspurs

Kalah dari Ajax, Bos Spurs Ngaku Ceroboh dan Salah Formasi

POJOKSATU.id, LONDON – Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino mengaku bertanggung jawab atas kekalahan anak asuhnya dari Ajax. Pada leg pertama semifinal Liga Champions 2018/19, Spurs takluk 0-1 di Tottenham Hotspur Stadium, Rabu (1/5/2019) dini hari WIB.
Penampilan Spurs pada laga semifinal pertama klub di UCL dalam 57 tahun terakhir memang mengecewakan. Mereka gagal memaksimalkan laga kandang dan dituntut menang pada leg kedua di markas Ajax jika ingin lolos ke final.
Gol gelandang tim tamu, Donny van de Beek saat laga baru berjalan seperempat menit menjadi pembeda pertandingan dini hari tadi.
Usai laga, Pochettino mengungkap kekecewaan atas performa anak asuhnya. Namun sebagai pelatih, ia juga mengaku sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kekalahan ini.
Menurut pelatih asal Argentina itu, dirinya melakukan kesalahan dengan menerapkan formasi 3-5-2 di awal laga.
Dampaknya, Ajax membuat permainan kubu tuan rumah sulit berkembang.
“Melihat permainan kami, tentu saja saya harus mengakui telah membuat kesalahan. Tetapi tidak banyak pilihan,” kata Pochettino dikutip Pojoksatu.id dari BT Sport.
Cedera Jan Vertonghen sebelum babak pertama berakhir menjadi ‘jalan’ bagi Pochettino mengubah skema menjadi 4-4-2 dengan memainkan Moussa Sissoko.
Menit-menit berikutnya, Spurs memang bisa mengambil alih kembali kendali permainan. Sayang gaya bermain umpan panjang dan direct yang diterapkan juga tidak efektif untuk menyamakan skor.
“Saya tidak senang. Kami main kurang berenergi di awal laga yang membuat permainan kami sulit berkembang. Kami ceroboh,” lanjutnya.
Pochettino memang tidak bisa berbuat banyak dalam meracik komposisi lini depannya karena Harry Kane cedera dan Son Heung-min yang diskors.
Namun Pochettino tetap optimis timnya bisa membalas kekalahan pekan depan saat leg kedua digelar di Amsterdam. Jika Sissoko kembali bermain dinamis seperti yang ditunjukkan dinihari tadi, serta kembalinya Son.
“Setelah kami kebobolan gol, 25 hingga 30 menit, kami mulai bermain. Moussa Sissoko memberikan energi yang baik,” katanya.
“Babak kedua kami menekan mereka dan mencoba menciptakan peluang. Itu adalah permainan kami di babak kedua.”
“Kami masih punya peluang, hanya kalah 0-1. Kami harus percaya diri pada leg kedua dan optimis memenangkan pertandingan,” tutupnya.
(fat/pojoksatu)