treble winner

Peluang Treble Winner, Bernardo Silva : Bisa Memenangkannya atau Kehilangan Semua

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bernardo Silva mengungkapkan jika dirinya tidak bisa membaca apakah Manchester City akan meraih treble winner musim ini atau tidak.
Diketahui, kemungkinan City meraih treble terbuka. Mereka sudah mendapat satu gelar, yakni Carabao Cup.
City bisa meraih tiga gelar musim ini, jika memenangan dua dari tiga kompetisi yang mereka ikuti. Mulai dari Piala FA, Liga Champions dan Liga Premier.
Namun, bisa jadi mereka juga kehilangan semuanya. Menurut Bernardo Silva, ia dan rekan setimnya kini fokus pada setiap pertandingan dan berupaya hasil terbaik.
“Semua pemain merasa bahwa musim ini dapat menjadi istimewa.
“Musim lalu istimewa dalam cara kami memenangkan Liga Premier; musim ini bisa istimewa karena kami telah memenangkan satu kompetisi, kami masih bermain untuk tiga.
“Kami bisa memenangkan tiga atau kehilangan semuanya juga, jadi itu akan sangat sulit, jadi ya, kami tahu bahwa satu setengah bulan terakhir akan sangat sulit.
“Ini akan sangat penting, untuk membuat sesuatu yang istimewa dan mencoba untuk menulis halaman penting dalam sejarah klub ini, dan itulah yang akan kami coba lakukan,” paparnya.
(zul/pojoksatu)

Momen Luar Biasa Jose Mourinho Ada di Klub Ini

POJOKSATU.id, SETUBAL – Jose Mourinho rupanya belum bisa melupakan masa keemasannya saat membesut Inter Milan.
Betapa tidak, dipercaya untuk menukangi Nerrazurri, pelatih The Special One itu sukses mempersembahkan Treble Winner 2009/10.
Karena itu, tak berlebih jika mantan manajer Manchester United dan pelatih Real Madrid itu menyebut Inter adalah tim terbaik yang pernah dilatihnya.
Jose Mourinho ketika sukses membawa Inter Milan meraih treble winner pada musim 2009/10 silam.
“Tim terbaik? Anda tahu saya harus mengatakan Inter karena mereka memenangkan segalanya,” ungkap Mou pada beIN Sport seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
Saat membesut Inter, Mourinho menegaskan banyak momen luar biasa terjadi dan akhirnya berbuah prestasi di akhir kompetisi.
“Saya harus objektif dan menghormati Inter dan mengatakan mereka sebagai tim yang memenangkan segalanya dari hari pertama hingga hari terakhir (saya melatih),” kenang dia.
Di tangannya, sebut Mourinho, Inter menjelma menjadi ‘pembunuh’ klub-klub raksasa untuk menegaskan sebagi tim terbaik di Eropa saat itu.
“Inter memenangkan semua kompetisi, memenangkan treble, mengalahkan tim terbaik di dunia Barcelona 3-1, mengalahkan Bayern Munchen 2-0 di final Liga Champions, memenangkan Serie A Italia dengan jumlah poin yang fantastis, memenangkan Coppa (Italia), dan memenangkan tiga final dalam 10 hari!,” paparnya.
“Jadi saya harus mengatakan mereka adalah tim terbaik yang pernah saya latih,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)