tudingan

Dituding Tukang Diving, Klopp Pasang Badan buat Mohamed Salah

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp dibuat meradang sekaligus murka dengan tudingan Mohamed Salah sebagai raja diving.
Salah dituding sejumlah pihak kerap menjatuhkan diri saat berada di dalam kotak terlarang lawan dengan harapan wasit memberikan hadiah penalti buat timnya.
Tudingan itu menggema di lini masa beberapa waktu lalu yang merujuk pada dua pertandingan terakhirnya saat Liverpool menang 5-1 atas Arsenal dan menang tipis 4-3 dari Crystal Palace.
Di dua laga tersebut, Pemain Terbaik Afrika 2018 itu mendapatkan hadiah penalti dua kali. Namun Klop menilai, tudingan tersebut sangat kejam.
Klopp bahkan balik memertanyakan soal pelanggaran keras yang kerap dialami Mo Salah dan tidak berbuah penalti untuk timnya.
Karena itu, ia menuding kritikus berat sebelah karena hanya fokus pada pelanggaran yang berbuah penalti. Lagipula, ditegaskan Klopp, ia kenal betul karakter sang pemain.
Klopp pun menyebut tudingan itu mengada-ada dan terlalu dilebih-lebihkan. Diyakininya, Salah tidak seperti yag ditudingkan segelintir pihak tersebut.
“Ada banyak kejadian lain (di klub lain), situasi yang jauh lebih jelas, tapi kita tidak membicarakannya karena itu bukan soal Manchester City, bukan Manchester United, bukan Liverpool, bukan Arsenal, atau bukan Chelsea,” tuturnya seperti dikutip dari Sky Sports.
“Banyak orang yang melakukannya tetapi tidak ada yang mau membahasnya. Itu wajar,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Barcelona Anggap Tudingan Levante Konyol

POJOKSATU.id, CAMP NOU – Barcelona mengaku tak habis pikir dengan laporan Levante ke federasi sepak bola Spanyol atau RFEF yang melaporkan indikasi pelanggaran yang dilakukan Barca di pentas Copa del Rey.
Levante melaporkan Barcelona ke RFEF karena menurunkan pemain ilegal yang sedang dalam masa suspensi, yakni penggawa Barcelona B, Chumi.
Mensikapi langkah Levante tersebut, Barca pun menganggapnya lucu dan menggelikan, karena tudingan Levante tidak mendasar.
Turunkan Pemain Suspensi, Barcelona Bisa Senasib Real Madrid
Barca pun menegaskan, mereka punya dasar yang kuat mengambil keputusan tersebut (menurunkan Chumi di leg 1 Copa del Rey kontra Levante).
“Yang lucu adalah bahwa seorang dari federasi belum memberi tahu apa pun kepada kami. Itu logika kami untuk melihat situasi Chumi,” tutur juru bicara Barca, Josep Vives dikutip pojoksatu.id dari Marca.
Karena itu,  pihaknya mengaku terkejut dengan munculnya pengaduan ini, karena Barca belum pernah mendapatkan peringatan sebelumnya dari federasi.
“Kami terkejut (tertawa). Kami mendapatkan kabar dari media, kami tidak menerima surat apapun di atas meja. Kami menganalisis kasus ini dan membuat kesimpulan bahwa Chumi memenuhi syarat untuk bermain di Copa del Rey. Federasi juga tak menuntut apa pun,” ungkapnya.
Ditegaskan Josep, Chumi memang sedang dalam suspensi atas akumulasi kartu kuning di pentas Segunda B, sehingga larangan tersebut tak berlaku di ajang lain termasuk Copa del Rey.
“Kami percaya bahwa dia punya lisensi untuk bermain di Segunda B dan dengan mempertimbangkan aturan tahun lalu, sanksi harus dijalankan dalam kompetisi yang mereka mainkan (Segunda B),” ebut dia.
Karena merujuk pada aturan itulah, ditegaskan Vives, Barca memutuskan menurunkan sang pemain dan hal itu jelas tidak melanggar aturan apapun. “Jadi, itulah posisi kami (atas pelaporan Levante),” tandasnya.
(qur/pojoksatu)