tudingan perkosaan

Cristiano Ronaldo Blak-blakan Soal Tudingan Perkosaan

POJOKSATU.id, TURIN – Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo membeberkan soal tudingan perkosaan yang dialamatkan padanya oleh seorang model cantik asal Las Vegas, AS, Kathryn Mayorga.
Lewat akun Twitter miliknya, Ronaldo menulis bantahan keras terhadap tudingan yang terjadi pada 2009 silam itu.
“Saya dengan tegas menolak tuduhan yang dituduhkan terhadap saya,” demikian ditegaskan Ronaldo lewat akunnya itu seperti dikutip dari Goal.

I firmly deny the accusations being issued against me. Rape is an abominable crime that goes against everything that I am and believe in. Keen as I may be to clear my name, I refuse to feed the media spectacle created by people seeking to promote themselves at my expense.
— Cristiano Ronaldo (@Cristiano) October 3, 2018

“Pemerkosaan adalah kejahatan keji yang bertentangan dengan semua hal tentang saya dan yang saya percayai,” ucapnya.
Ronaldo pun menyiratkan jika ia tidak akan berbicara langsung dengan media terkait kasus yang ditudingkannya tersebut. “Karena mungkin saya harus membersihkan nama saya, saya menolak memberi makan tontonan media yang dibuat oleh orang-orang yang berusaha mempromosikan diri mereka sendiri dengan biaya saya,” paparnya.
“Karena itu, kesadaran yang jernih akan membuat saya menunggu dengan tenang hasil dari setiap dan semua penyelidikan,” tandasnya.
Kathryn Mayorga mendadak viral setelah membuat pengakuan sensasional kepada surat kabar Jerman, Der Spiegel pada 2017 lalu.
Perempuan yang berprofesi model berusia 34 tahun itu mengaku telah diperkosa Ronaldo di sebuah kamar hotel di Las Vegas setelah keduanya berkenalan di klub malam dekat hotel.
Mayorga mengaku sudah melaporkan perbuatan Ronaldo pada kepolisian Las Vegas, tempat terjadinya insiden, tapi kasus ditutup setahun berselang setelah terjadi kesepakatan di luar pengadilan dengan Ronaldo.
Ronaldo, dalam pengakuan wanita itu telah membayarnya sebesar 375 ribu USD at au setara Rp5,6 miliar agar tidak menyebarluaskan kejadian tersebut ke publik.
Kasus ini pun kembali mencuat setelah sejumlah media menurunkan laporan dokumen pengadilan yang menyebutkan Mayorga sedang dalam kondisi depresi ekses dari kejadian yang menimpanya itu.
(qur/pojoksatu)