var

Mantan Pelatih Napoli Ini Sebut Wasit Inggris Gaptek VAR

POJOKSATU.id, LONDON – Manajer Chelsea, Maurizio Sarri tak terima timnya menyerah tipis 0-1 dari Tottenham Hotspur di semi-final Piala Liga, di Wembley Stadium, Rabu (9/1/2019) dini hari WIB.
Mantan pelatih Napoli itu mengkritik habis-habisan performa wasit yang memimpin jalannya pertandingan tersebut yang menurutnya banyak merugikan Chelsea.
Betapa tidak, gol satu-satunya di pertandingan tersebut yang lahir dari eksekusi titik putih yang sukses dijalankan bomber Spurs, Harry Kane berawal dari keputusan wasit setelah meninjau VAR.
Maurizio Sarri – Manajer Chelsea (irishexaminer.com)
Sarri pun menegaskan, para wasit di Inggris ‘gaptek’ alias tidak mampu menggunakan sistem peninjau ulang pertandingan tersebut.
Pasalnya, Sarri yang juga turut melihat siaran ulangan itu menegaskan jika sebelum pelanggaran terjadi, Harry Kane sudah dalam posisi offside.
“Beberapa menit lalu saya menyaksikan video dari kamera kami. Itu offside. Kamera kami berada segaris dengan Harry Kane,” tegas Sarri kepada Sky Sport seperti dikutip dari Goal.
“Offside pada kepala, lutut. Offside. Benar-benar penting hakim garis terus berlari, ia memiliki impak besar pada bek kami,” sebut dia. “Saya tidak berpikir wasit Inggris mampu menggunakan sistem tersebut,”
Dikatakannya, wasit telah melakukan kekeliruan dan terkesan tidak yakin dengan alat bantu pertandingan tersebut.
“Jika Anda tidak yakin dengan sistem ini, Anda harus mengikuti bola dan pada akhir aksinya memutuskan,” ucapnya.
“Saya pikir mereka harus mempelajari sistemnya. Sangat aneh di Liga Primer tidak ada VAR dan di Piala Liga ada sistem ini. Ini sangat aneh untuk kami, pemain dan wasit,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Pedas, Sindiran Gerard Pique buat Real Madrid

POJOKSATU.id, CAMP NOU – Bek Barcelona, Gerard Pique melayangkan sindiran pedas pada Real Madrid yang gigih memersoalkan kinerja wasit yang memimpin jalannya pertandingan Madrid kontra Real Sociedad di Santiago Bernabeu, Senin (7/1/2019) dini hari WIB.
Kendati tidak ditujukan langsung untuk tim raksasa ibukota Spanyol itu, namun komentarnya soal VAR ditenggarai untuk menyindir protes kubu Real Madrid atas keputusan wasit Munuera Montero yang tidak melibatkan VAR saat ada pelanggaran terhadap pemain tuan rumah di pertandingan tersebut.
Dikemukakan Pique, VAR memang bisa membantu wasit, namun wasit juga tak perlu melibatkan alat itu jika memang tidak diperlukan alias tidak ada kejadian yang harus ditinjau ulang dengan VAR.
“Saat VAR tidak digunakan, artinya VAR memang tidak perlu digunakan. Saat VAR digunakan, maka itu artinya memang ada hal yang perlu ditinjau. Saya sudah pernah bicara sebelumnya,” tutur Pique seperti dikutip dari Marca.
“Namun, negara ini memang suka kontroversi jadi ada program yang menayangkan kontroversi. Kontroversi seperti kultur di sini. Paling penting, VAR dipakai untuk membantu kerja wasit,” tandasnya.
Sebelumnya, pelatih Real Madrid, Santiago Solari mengkritisi kepemimpinan di pertandingan lanjutan La Liga pekan 18 itu yang dimenangkan Sociedad atas tuan rumah dengan skor 0-2 tersebut.
Solari merasa timnya layak mendapat hadiah penalti setelah Vinicius Jr dijatuhkan pemain belakang lawan di dalam kotak terlarang.
Namun, sang pengadil lapangan bergeming untuk meninjau VAR atas pelanggaran tersebut apakah harus berbuah hadiah penalti untul tuan rumah atau tidak.
(qur/pojoksatu)

Musim Depan, Liga Thailand Akan Pakai VAR, Indonesia Kapan!

POJOKSATU.id, BANGKOK – Kasus dugaan match-fixing atau pengaturan skor di dalam sebuah pertandingan sepakbola ternyata tak hanya terjadi di Indonesia.
Kasus tersebut juga pernah mengguncang sepakbola di negeri Gajah putih, Thailand di pentas Liga Thailand musim lalu.
Pihak federasi setempat, FAT pun terus melakukan langkah pencegahan, salahsatunya dengan menggunakan teknologi VAR di semua pertandingan di Thai League 1 musim depan.
Dikutip dari Bolalob, jagat sepakbola Thailand sempat diguncang dengan skandal pengaturan skor yang dilakukan oleh pemain, wasit serta ofisial di Liga Thailand pada November 2017.
Sebanyak 12 orang terlibat langsung dalam skandal memalukan tersebut, dan lima di antaranya adalah pemain dari dua klub Thai League T1.
Selain itu, kasus tersebut juga melibatkan dua orang wasit, dan sisanya dari kalangan manajemen klub maupun pihak yang menjadi dalang pengaturan skor.
Pasca kejadian, FAT langsung mengujicobakan penggunaan VAR namun hanya setengah musim kompetisi karena tidak mendapat dukungan banyak pihak.
Namun kini, FAT bertekad untuk menerapkannya secara utuh untuk musim depan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu kualitas kompetisi sepakbola di Liga Thailand.
Nantinya, semua laga di Liga Thailand atau Thai League 1 akan mempergunakan teknologi yang pernah digunakan ketika Piala Dunia 2018 itu.
Langkah FAT ini tentu bisa menjadi pertimbangan PSSI untuk mengikuti jejak menerapkan VAR musim depan, mengingat kasus match-fixing tengah melanda kancah sepak bola tanah air saat ini.
(qur/pojoksatu)

Bomber Barcelona Sebut VAR Membuatnya Kehilangan Semangat Cetak Gol

POJOKSATU.ID, BARCELONA – Bomber Barcelona Luis Suarez mengungkap keluhannya dengan video assistant referee (VAR) yang mulai digunakan La Liga musim 2018/19 ini. Ia bahkan mengaku kehilangan semangat mencetak gol sejak penggunaan teknologi tersebut.
Suarez yang baru-baru ini diwawancarai stasiun radio Uruguay, Sport890 sebagaimana dikutip dari Mirror, mengatakan VAR telah mengambil sesuatu yang penting dari seorang penyerang. Yaitu perayaan atau selebrasi setelah mencetak gol.
“Anda kehilangan semangat dengan adanya VAR,” kata Suarez kepada stasiun radio Uruguay, Sport890, dikutip dari Mirror.
BACA JUGA:
Suarez Ungkap Barcelona Ingin Mendepaknya, Bahkan Sudah Disiapkan ‘Nomor 9’ Baru
Legenda Barcelona Impikan Main Bareng ‘Master’ Kante
Dapat Wildcard Moto2, Pebalap Asal Depok Tampil di Sirkuit Sepang Akhir Pekan Ini
Pasalnya, dengan adanya VAR, seorang striker yang baru saja mencetak gol harus menunggu terlebih dulu untuk memastikan golnya tidak dianulir.
“Bahkan ketika pemain belakang mengangkat tangan, pemain depan tidak merayakannya karena keraguan. Setelah dipastikan gol itu sah, anda sudah tidak bersemangat melakukannya (selebrasi),” jelasnya.
“Adrenalin merayakan gol adalah naluriah, dan VAR mengambil hal-hal kecil itu.”
Luis Suarez.
“Kita harus terbiasa untuk tidak berdebat dengan wasit, tidak berdebat melawan mereka, karena itulah mengapa kita memiliki VAR. Tanpa diskusi,” tuturnya.
Suarez yang sudah menginjak usia 31 tahun sebenarnya masih cukup produktif. Buktinya, hingga 10 pekan La Liga musim ini berjalan, ia sudah membukukan 7 gol. Termasuk trigol ke gawang Real Madrid akhir pekan lalu.
Dalam kesempatan itu, Suarez juga membeberkan rencana Barcelona melakukan perombakan di lini depan dalam waktu dekat. Sejumlah nama bakal dilego Blaugrana, termasuk dirinya.
(fat/pojoksatu)

Akhirnya Liga Champions Akan Pakai VAR, Kapan!

POJOKSATU.id, NYON – Federasi sepak bola Eropa atau UEFA mengonfirmasi rencana penggunaan VAR untuk Liga Champions musim 2019/20.
Dikutip dari Diario AS, Komite Eksekutif UEFA mengkonfirmasi hari ini di House of European Football di Nyon bahwa Video Assistant Referee (VAR) akan digunakan di Liga Champions UEFA 2019/20.
UEFA menyebutkan VAR akan resmi digunakan sejak babak play-off Liga Champions musim 2019/20 atau tepatnya pada Agustus 2019 mendatang.
Selain di Liga Champions, VAR juga akan diterapkan di Piala Super UEFA 2019, dan dilanjutkan dengan rencana penggunannya di Piala Eropa 2020, dan Piala Europa musim 2020/21, dan di Final UEFA Nations League 2021.
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin menyambut gembira rencana tersebut dan yakin penerapannya musim depan adalah momen yang tepat.
“Kami yakin bahwa memperkenalkan Video Assistant Referees pada Agustus 2019 akan memberi kita cukup waktu untuk menerapkan sistem yang kuat dan melatih pejabat pertandingan untuk memastikan penerapan VAR yang efisien dan sukses di Liga Champions dan kompetisi klub unggulan dunia,” ungkapnya.
Sejumlah liga di Eropa sendiri kini telah menggunakan VAR, seperti Serie A Italia, termasuk saat Piala Dunia 2018 Rusia lalu. Sedangkan beberapa liga lainnya belum atas alasan tertentu.
(qur/pojoksatu)

Ronaldo Dikartu Merah, Pelatih Juventus: Liga Champions Butuh VAR!

POJOKSATU.id, VALENCIA – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri menyayangkan keputusan wasit Felix Brych yang mengganjar kartu merah pada pemainnya, Cristiano Ronaldo.
Menurut Max Allegri, kartu merah yang dikeluarkan wasit asal Jerman di menit ke-25 itu sangat kontroversial dan menilai insiden tersebut menjadi bukti jika saatnya Liga Champions membutuhkan VAR.
Lagipula, menurut Allegri, keputusan untuk mengusir Ronaldo tersebut diambil wasit setelah melakukan komunikasi dengan hakim garis karena sang wasit memang tidak melihat langsung insiden tersebut.
Debut Cristiano Ronaldo di Liga Champions Berakhir Tragis
Cristiano Ronaldo meradang setelah diganjar kartu merah di laga pembuka Liga Champions (goal.com)
“Saya hanya bisa mengatakan, VAR akan membantu wasit dalam keputusan ini,” kata Allegri kepada Sky Sport Italia seperti dikutip dari Goal.
“Bermain sepuluh pemain di Liga Champions karena insiden seperti itu sungguh mengecewakan. Kami beresiko kalah hari ini karena hal tersebut dan kami juga akan kehilangan dia untuk pertandingan-pertandingan berikutnya,” ungkapnya.
Ronaldo harus menerima kenyataan pahit diusir di laga debutnya bersama Juventus di Liga Champions musim 2018/19 di pertandingan pembuka saat dijamu Valencia di Grup H di Mestalla, Kamis (20/9/2018) dini hari WIB.
Itu adalah kartu merah pertama peraih 5 Ballon d’Or itu di Liga Champions sepanjang kariernya, dan terjadi dalam penampilannya yang ke-154.
Ronaldo diganjar kartu merah setelah kedapatan menjambak rambut dan memukul kepala pemain Valencia, Jeison Murillo. Tak ayal, wasit Felix Brych asal Jerman langsung mengganjarnya dengan kartu merah.
(qur/pojoksatu)