Vincent Kompany

Kualifikasi Euro 2020, Vincent Kompany Diminta Gabung Timnas

POJOKSATU.id, JAKARTA – Vincent Kompany dipanggil kembali oleh Timnas Belgia untuk kualifikasi Euro 2020 melawan Kazakhstan dan Skotlandia.
Diketahui, Kompany tidak lagi bermain untuk Belgia sejak November 2018. Namun, ia menjadi pemain reguler saat City meraih treble domestik.
Soal karirnya di City, pemain berusia 33 tahun itu sudah mengumumkan bahwa ia akan pergi dan bergabung kembali dengan Anderlecht sebagai pemain-pelatih.
Pelatih Belgia Roberto Martinez mengungkapkan alasan kembali dipanggilnya Kompany ke skuad timnas.
“Dia akan dipilih berdasarkan kemampuannya sebagai pemain, bukan sebagai pelatih. Dia akan melakukan segalanya untuk mencapai Euro 2020,” katanya dilansir BBC.
Sementara itu, rekan setim-nya di Manchester City Kevin de Bruyne, kemudian striker Manchester United Romelu Lukaku dan gelandang Borussia Dortmund Axel Witsel juga kembali setelah absen dalam kemenangan kualifikasi atas Rusia dan Siprus pada Maret, yang menempatkan Belgia di puncak Grup I.
(zul/pojoksatu)

Tinggalkan City, Vincent Kompany Jalani Peran Ganda di Klub Baru

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setelah memastikan meraih treble winners musim ini, Vincent Kompany mengumumkan dirinya akan meninggalkan Manchester City.
Tak berapa lama terungkap klub mana yang jadi pelabuhan sang kapten City itu. Ia akan bergabung dengan klub asalnya di Belgia, Anderlecht.
Ia dikontrak selama tiga musim ke depan dan akan menjalani peran ganda sebagai pemain sekaligus pelatih.
Hal ini disampaikannya dalam surat terbuka yang diunggah di Facebook-nya.
“Untuk 3 tahun ke depan, saya akan mengambil peran sebagai Pemain-Pelatih RSC Anderlecht,” tulis Kompany.
“Ini mungkin mengejutkan Anda. Ini adalah keputusan paling bersemangat namun rasional yang pernah saya buat.”
“Sebagai pemain sepak bola, saya lahir dan besar di RSC Anderlecht. Sejak usia 6 tahun, saya telah bersatu dengan klub itu. Sejarah dengan 34 gelar liga, mereka tidak ada duanya,” ujarnnya.
Lebih lanjut, pemain kelahiran Brussels ini menjelaskan kronologis terkait keputusannya untuk bergabung dengan Anderlecht.
“Belum lama ini, saya menerima telepon dari RSC Anderlecht. Tidak disangka-sangka, mereka menawari saya posisi Player-Manager,” ucapnya.
Bukan hanya itu, Kompany juga menyampaikan salam perpisahan kepada Manchester City.
“Manchester City telah memberikan segalanya untukku. Aku sudah berusaha memberikannya sebanyak yang aku bisa,” katanya.
“Sudah tiba saatnya aku pergi sekarang,” lanjutnya.
“Meskipun luar biasa, saya tidak merasakan apa-apa selain rasa terima kasih. Saya berterima kasih kepada semua yang mendukung saya dalam perjalanan spesial, di klub yang sangat istimewa.
“Saya ingat hari pertama, sejelas yang saya lihat terakhir. Saya ingat kebaikan tak terbatas yang saya terima dari orang-orang Manchester.
“Aku tidak akan pernah melupakan bagaimana semua pendukung City tetap setia kepadaku di saat-saat yang baik dan terutama di saat-saat yang buruk. Menghadapi rintangan, kamu selalu mendukungku dan mengilhami aku untuk tidak pernah menyerah,” paparnya.
(zul/pojoksatu)

Pujian Kompany untuk Pep Guardiola

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kapten Manchester City Vincent Kompany memberikan pujian kepada pelatihnya Pep Guardiola.
Kompany mengatakan jika Guardiola adalah yang terbaik. Ia pun mengungkapkan kekagumannya pada sang pelatih.
“Kami memiliki manajer terbaik, tidak diragukan lagi,” katanya.
“Saya pikir dia satu-satunya. Mungkin di sepakbola dunia. Saya belum berada di setiap ruang ganti untuk menilai kemampuan lainnya, tetapi dia sekuat yang saya bayangkan tentang seorang manajer,” sambungnya.
Lebih lanjut, Kompany juga menyinggung soal timnya yang dinilai diisi pemain berbakat.
“Dalam hal tim dan bakat, itu sama. Kami memiliki tim yang sangat berbakat. Pertama kali ketika kami memenangkan gelar, hanya untuk beberapa nama,” paparnya.
“Di depan. Tevez, Balotelli, Dzeko, Aguero. Anda akan melakukannya dengan baik hari ini. Dalam hal bakat, kami selalu memiliki tim yang sangat berbakat.
“Tapi yang kita miliki sekarang adalah kepribadian yang sesuai dengan ambisi manajer dalam hal Anda memiliki pemain berbakat yang mempelajari taktik yang perlu kita terapkan untuk setiap pertandingan dan mempersiapkan serta melakukan persiapan ekstra.
“Itulah yang membuat perbedaan hari ini,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Soal Insiden Kepa, Vincent Kompany : Aku Harap Bisa Melakukannya

POJOKSATU.id, LONDON – Kapten Manchester City Vincent Kompany ikut menanggapi soal sikap kiper Chelsea Kepa Arrizabalaga yang menolak diganti.
Diketahui, jelang akhir laga di ajang final Carabao Cup dini hari tadi, pelatih Chelsea Maurizio Sarri coba memasukkan kiper kedua, Willy Caballero.
Hal ini ditujukan sebagai strategi menghadapi kemungkinan laga diakhiri dengan adu penalti.
Namun, Kepa menolak instruksi sang manajer. Ia memerlihatkan gestur tak mau diganti. Hal ini pun sempat membuat Sarri terlihat marah.
Menanggapi hal tersebut, Kompany memaklumi sikap Kepa. Pasalnya, setiap pemain ingin menunjukkan yang terbaik.
Namun, ia pun mengaku belum pernah menyaksikan hal yang demikian.
“Tentu saja aku belum pernah melihatnya, kuharap aku bisa melakukannya setiap kali aku diganti,” ujarnya dilansir Fox Sport.
Kompany melanjutkan, dirinya senang tidak jadi berhadapan dengan Caballero.
Diketahui, Caballero adalah kiper yang membantu City menang pada 2016 dengan menyelamatkan tiga tendangan penalti kontra Liverpool.
“Saya tahu betapa bagusnya Willy dalam adu penalti, ketika kami memenangkan kompetisi ini melawan Liverpool, ia luar biasa, ia memenangkan adu penalti untuk kami,” paparnya.
(zul/pojoksatu)

Jurgen Klopp Heran Kenapa Vincent Kompany Tak di Kartu Merah!

POJOKSATU.id, MANCHESTER –  Manajer Liverpool, Jurgen Klopp memertanyakan keputusan wasit Anthony Taylor yang tak mengganjar bek Manchester City, Vincent Kompany kendati pemain tersebut membuat pelanggaran keras terhadap Mohamed Salah.
Dikutip Pojoksatu.id dari Metro.co.uk, penggawa timnas Belgia itu terlihat melakukan tekel keras pada Salah untuk menghentikan pergerakan Salah di zona pertahanannya.
Wasit pun lantas menghadiahi Kompany dengan kartu kuning  di menit 31 atas tindakannya yang dinilai membahayakan bintang asal Mesir tersebut.
Lihat Aksi Pep Guardiola di Pinggir Lapangan, dari Meneriaki Wasit Hingga Membanting Syal
City Bungkam Liverpool, Persaingan Papan Atas kembali Panas
Manchester City Nodai Rekor Tak Terkalahkan Liverpool

Usai pertandingan, Klopp pun coba memersoalkan keputusan wasit tersebut. “Saya sangat suka Vincent Kompany, tetapi bagaimana mungkin itu bukan kartu merah?” ujar Klopp kepada Sky Sport.
“Dia adalah orang terakhir dan dia masuk. Jika dia memukul Mo (Salah) lebih banyak, dia keluar untuk musim ini. Itu tidak mudah bagi wasit dan dia mungkin tidak melihat bagaimana saya melihatnya,” ucapnya.
Sementara Kompany mengatakan, apa yang dilakukannya adalah tekel bersih karena tugasnya adalah tidak membiarkan Salah melewatinya.
“Saya tidak mencoba melukainya. Itu atau membiarkannya mencapai tujuan, dan dalam pikiranku hanya ada satu hasil,” imbuhnya.
Liverpool sendiri harus menelan kekalahan perdananya di musim ini setelah 20 pekan sukses memertahankan rekor tak terkalahkan.
Kekalahan The Reds ini pun kembali memanaskan persaingan di papan atas dalam perburuan titel juara Liga Primer Inggris musim ini.
Liverpool hanya unggul selisih empat angkat dari sang petahana tersebut, dan persaingan akan terus berlanjut hingga akhir musim.
(qur/pojoksatu)

Soal Partai Hidup Mati Kontra Liverpool, Kompany: Biasa Saja!

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester City bersiap menghadapi pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris, Liverpool dalam Boxing Day pekan 21 di Etihad Stadium, Jumat (4/1/2019) dini hari WIB.
Laga tersebut dipastikan akan berlangsung seru dan sengit karena bertajuk perburuan gelar juara. Bahkan, bagi tuan rumah, pertandingan nanti akan menjadi parta i hidup mati.
Liverpool kini masih kokoh di puncak klasemen sementara City berada di peringkat ketiga terpaut selisih tujuh angka dari The Reds.
Preview Man City vs Liverpool: Saling Puji Jelang Laga Penuh Gengsi
Laga Kontra Liverpool jadi Partai Hidup Mati Manchester City
Kendati digadang-gadang sebagai partai hidup mati alias laga penentu kans Manchester City dalam berburu titel juara, namun bagi Vincent Kompany pertandingan nanti tak ubahnya laga yang lain.
Bek City itu tidak berpikir pertandingan nanti u akan menentukan nasib gelar Liga Premier. “Saya sudah cukup lama dalam permainan untuk mengetahui betapa pentingnya permainan ini,” kata Company seperti dikutip Pojoksatu.id dari  Sky Sport.
“Namun, ini bukan permainan yang sepenuhnya menentukan sebagaimana banyak orang mengatakannya seperti itu,” sebut dia.
Ditegaskannya, skuat hanya fokus di setiap pertandingan yang hasilnya akan berdampak pada posisi City di klasemen, dan Company sangat percaya diri menatap laga tersebut.
“Tetapi jika kita bermain semampu kita, maka saya akan merasa sangat percaya diri,” ucapnya.
“Kami menyelesaikan 2018 yang luar biasa dengan kuat. Begitu banyak sejarah yang ditulis untuk klub kami, begitu banyak yang bisa dibanggakan. Mari kita menantikan 2019 dan semua peluang yang ada di depan,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Barcelona Tertarik Boyong Kapten Manchester City, Gratisan!

POJOKSATU.ID, MANCHESTER – Klub raksasa La Liga, Barcelona berencana mengamankan tanda tangan kapten Manchester City, Vincent Kompany. Bek veteran asal Belgia itu sudah kesulitan bersaing di Etihad Stadium.
Kemampuan Kompany yang sudah memasuki usia 32 tahun memang sudah mulai menurun. Belum lagi ia kerap didera cedera.
BACA JUGA: Prediksi Skor Liga Champions Malam Ini: Shakhtar Vs Lyon, Ajax Vs Bayern Hinga Valencis Vs MU
Di barisan belakang The Citizen, sang kapten jarang dimainkan karena kalah bersaing dengan John Stones dan Aymeric Laporte.
Dikutip Pojoksatu.id dari The Sun, Barcelona melihat peluang ini dan berencana mendatangkan bek berpengalaman itu ke Camp Nou secara gratis. Pasalnya, kontrak Kompany di Manchester City akan berakhir pada Juli tahun depan.
Vincent Kompany (Manchester City/Belgia).
 
Artinya, pada transfer Januari mendatang, Barcelona sudah bisa melakukan pendekatan atau negosiasi kontrak tanpa harus membicarakan nilai transfer sang pemain.
BACA JUGA: Jadwal Bola Hari Ini, 12 Desember: Persija, Real Madrid Hingga Juventus
Sepanjang musim ini, Kompany baru 11 kali dimainkan di semua kompetisi. Meski statusnya sebagai kapten tim belum dicopot.
Pindah ke Barcelona bisa menyelamatkan karir Kompany sekaligus mendapat kesempatan untuk jadi juara di bawah asuhan Ernesto Valverde.
(fat/pojoksatu)