Vincent Pericard

Iseng Goda Kekasih Direktur Klub, Karier Vincent Pericard di Juventus Berantakan

POJOKSATU.id, TURIN – Nasib apes dialami mantan penggawa Juventus, Vincent Pericard. Gara-gara ulah isengnya menggoda kekasih direktur klub saat itu, kariernya kandas.
Dikutip dari Goal, Pericard menceritakan ikwal kisahnya hingga akhirnya ia didepak dari Turin imbas kelakuan nakalnya tersebut.
Pemain asal Kamerun yang bergabung dengan Juventus musim panas 2000 silam itu mengatakan tak sengaja menggoda kekasih legenda sekaligus direktur Juve kala itu, Roberto Bettega.

Awalnya Pericard tidak tahu jika tutor bahasa Italia yang cantik jelita yang membimbingnya belajar bahasa Italia itu adalah kekasih sang direktur.
Tak ayal, Pericard pun dilabrak via telepon dan sejak itu ia dipinjamkan ke Portsmouth hingga akhirnya dijual.
Sejak saat itu kariernya redup dengan berganti klub sampai belasan kali, padahal saat tiba di Juve ia sebagai salah satu youngster paling menjanjikan.
“Seluruh hidup saya di luar Juve, bisa dibilang memalukan. Di Juve, semuanya berjalan sangat baik hingga hadir tutor bahasa Italia untuk saya, yang cantik jelita,” buka Pericard seperti dikutip The Sun.
“Tutor tersebut mengajari saya dan dua pemain Prancis lainnya di Juve. Suatu malam kami berada di rumah dan saya mengirim pesan lewat ponsel padanya, untuk minum bersama kami,” sebut dia.
Pericard menuturkan, beberapa saat berselang telepon berdering dan itu ternyata dari sang direktur klub.
“Dia merupakan direktur Juve, wakil ketua. Dia bertanya kepada kami soal siapa yang kami kirimi pesan untuk diajak minum bersama. Dari situ kemudian kami tahu jika dia kekasihnya,” ujarnya.
“Sebelumnya kami sungguh tidak tahu bahwa tutor cantik itu adalah kekasihnya. Kami kemudian di sidang dan tak lama setelah itu, saya dipinjamkan ke Portsmouth,” kenang Pericard.
Pericard mengaku sangat menyesal karena bergabung dengan Juventus menjadi mimpinya sebagai pesepakbola.
“Sangat mengerikan karena semuanya indah di Juve, tapi saya merusaknya lewat pesan tidak patut tersebut. Saya tak punya keraguan, tanpa adanya insiden itu, hidup saya pasti jauh berbeda,” sesalnya.
(qur/pojoksatu)