virgil van dijk

Prediksi Pemenang Ballon D’Or, Carragher Pilih Messi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Legenda Liverpool Jamie Carragher meramalkan bahwa Lionel Messi akan mengalahkan Virgil van Dijk untuk gelar Ballon d’Or 2019.
Van Dijk adalah favorit para bandar taruhan menyusul kemenangan Liverpool di Liga Champions, dibanding Messi yang mengincar penghargaan keenamnya yang akan membawa Barcelona unggul dibandingkan Cristiano Ronaldo.
Diakui Carragher, pemain asal Belanda itu memiliki musim yang luar biasa di jantung pertahanan Liverpool.
Carragher juga yakin Van Dijk adalah bek tengah terbaik di dunia sepakbola. Akan tetapi, ia berpikir Messi akan memenangkan Ballon d’Or sekali lagi tahun ini.
“Saya melihat dia unggul Messi dalam pertaruhan. Saya akan berpikir Messi sejujurnya ​​- sangat jarang Anda melihat bek tengah mendapatkannya,” kata Carragher dilansir Metro.
“Saya pikir Cannavaro mendapatkannya karena memenangkan Piala Dunia pada tahun 2006.
“Saya tidak berpikir permainannya telah berubah terlalu banyak sepanjang musim. Dia jelas memiliki musim yang hebat, tetapi saya pikir Anda harus memenangkan hal-hal besar dan saya pikir Liga Champions telah menjadikannya sebagai salah satu yang terbaik di dunia.
“Ketika kami berbicara awal musim ini, kami selalu berbicara tentang Pique dan Ramos tidak selalu bahwa mereka tampil lebih baik daripada Van Dijk – tetapi mereka memiliki medali untuk klub dan negara.
“Itulah sebabnya dia akan kecewa hari ini (kehilangan gelar Liga Bangsa-Bangsa). Jelas itu bukan Piala Dunia atau Euro tetapi hanya trofi kecil yang bagus untuk negaranya.
“Tapi saya pikir ketika Anda memenangkan sesuatu yang besar, saat itulah Anda benar-benar menguatkan diri Anda pada level itu dan saya pikir dia adalah yang terbaik di dunia dalam posisi itu. Dia membuktikan dirinya sendiri.
“Tapi, Ballon d’Or, kurasa Messi,” tandasnya.
Sementara itu, jelang final Liga Champions, Van Dijk pernah mengatakan jika Messi lebih layak memenangkan Ballon d’Or.
“Saya pikir Lionel Messi adalah pemain terbaik di dunia. Dia harus memenangkan Ballon d’Or,” katanya.
“Jadi saya tidak memikirkan itu. Tetapi jika saya menang, saya akan menerimanya. Messi harus memenangkannya. Dia yang terbaik di dunia, apakah dia di final atau tidak,” tutupnya.
(zul/pojoksatu)

Van Dijk Sebut Liverpool Siap Menghadapi Barcelona

POJOKSATU.id, JAKARTA – Liverpool akan bertamu ke markas Barcelona pada laga leg 1 Liga Champions, Kamis (2/5) dini hari WIB.
Bek Liverpool Virgil van Dijk menegaskan jika dirinya juga rekan setimnya siap menghadapi Barcelona.
Dikatakan pemain yang baru-baru ini dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Tahun Ini versi PFA, pihaknya juga siap menghadapi Lionel Messi.
Van Dijk mengaku jika Messi adalah pemain hebat. Meski begitu Liverpool siap menghadapinya.
“Anda lihat bagaimana kami bermain, bagaimana kami bertahan, kami tidak bertahan satu lawan satu, kami bertahan secara bersama-sama dan menyerang secara bersama-sama juga, jadi kita akan lihat. Kami akan siap,” ujarnya dikutip Sky Sports.
“Situasinya adalah kami ada di semi-final lawan Barcelona dan kami akan menghadapi salah satu pemain terbaik…saya pikir pemain terbaik di dunia.
“Tapi, bukan hanya dia, tim secara keseluruhan punya kualitas dan kami akan bersiap dengan bagus. Itulah yang akan kami lakukan.
“Kami juga memiliki tim yang sangat bagus sehingga kami dapat bersaing juga, jadi kami tidak seperti sedang pergi untuk berlibur atau sesuatu,” paparnya.
Van Dijk sendiri punya pengalaman tak menyenangkan saat bertamu ke Camp Nou. Saat masih berseragam Celtic 2013, ia dan timnya dipermalukan tuan rumah 6-1.
Akan tetapi, hal tersebut tidak mempengaruhinya. “Itu adalah penampilan pertama saya, satu-satunya dan yang terakhir sejauh ini, jadi saya antusias bisa bermain lagi lawan mereka, salah satu tim terbaik di dunia. Tapi, saya pikir ini bisa menjadi sangat berbeda ketimbang ketika saya berada di sana untuk terakhir kali,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Singkirkan Lima Kandidat, Van Dijk Raih Penghargaan PFA Player Of The Year 2019

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemain Liverpool Virgil van Dijk berhasil meraih penghargaan PFA Player of the Year 2019.
Van Dijk dinilai layak mendapat penghargaan tersebut sebab dalam waktu 18 bulan sejak kepindahannya dari Southampton, dirinya membuat banyak perbedaan bagi timnya, Liverpool.
Selain itu, ia juga mampu membawa Liverpool dari tim yang biasa bersaing di empat besar menjadi calon juara Liga Premier Inggris.
Dengan penghargaan ini, Van Dijk sukses menyingkirkan lima pesaingnya yakni Raheem Sterling, Sadio Mane, Sergio Aguero, Bernardo Silva dan Eden Hazard.
Peghargaan ini tentunya menjadi prestasi bagi Liveprool. Sebab tahun sebelumnya, pemain mereka yakni Mohamed Salah juga meraih gelar yang sama.
Sementara itu, atas penghargaan yang diraih Van Dijk ini, Mohamed Salah langsung memberikan ucapan selamat.
“Selamat big man. Sangat Layak! PFA player of the year,” tulis Salah pada akun Twitter-nya.
(zul/pojoksatu)

Menurut Bocoran, Van Dijk Kalahkan Sterling Sabet PFA Player Of The Year 2019

POJOKSATU.id, JAKARTA – Virgil van Dijk dikabarkan mengalahkan Raheem Sterling dengan memenangkan PFA Player of The Year 2019.
Dilansir metro.co.uk dari Daily Mail, pemain Liverpool ini sudah memenangkannya dan akan secara resmi menerima penghargaan tersebut Kamis (25/4/2019) waktu setempat.
Dalam perebutan gelar tersebut, selain Van Dijk, ada juga kandidat lain seperti Sterling, Sadio Mane, Eden Hazard, Sergio Aguero dan Bernardo Silva.
Namun, Van Dijk dan Sterling adalah dua favorit dari enam kandidat setelah musim impresif mereka di Liverpool dan City.
Dengan penghargaan ini, Van Dijk menyusul rekannya Mohamed Salah yang dinobatkan sebagai PFA Player of The Year 2018.
Sebelumnya, Van Dijk sempat mengungkapkan jika Sterling layak untuk memenangkan penghargaan.
“Saya memilih Raheem Sterling. Saya melakukan apa yang saya pikirkan dan saya pikir dia pantas mendapatkannya,” katanya, beberapa waktu lalu.
“Dia mengalami musim yang fantastis. Saya pikir saya bisa memilih Bernardo Silva juga dan beberapa pemain lain dari Manchester City. Tapi saya hanya jujur. Saya pikir dia (Sterling) telah banyak berkembang sebagai pemain. Kami akan melihat apakah dia menang,” sambungnya.
Sementara itu, Sterling sendiri malah menjagokan Harry Kane untuk memenangkan penghargaan tersebut.
“Pilihan saya untuk dia adalah karena dia mencetak begitu banyak gol setiap tahun, dia melakukan begitu banyak untuk tim, memberi begitu banyak untuk timnya,” ujarnya.
(zul/pojoksatu)

Lolos ke Semifinal, Virgil Van Dijk Ungkap Cara Hentikan Messi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Liverpool lolos ke semifinal Liga Champions usai mengalahkan Porto dengan skor telak 1-4 di leg kedua, Kamis (18/4) dini hari WIB.
Empat gol Liverpool dicetak oleh adio Mane, Mohamed Salah, Roberto Firmino dan Virgil van Dijk.
Di babak semifinal nanti, Liverpool akan menghadapi Barcelona yang sebelumnya sukses menyingkirkan Manchester United.
Menanggapi hal ini Virgil van Dijk, mengaku pihaknya belum mengetahui rencana untuk melawan Barcelona atau menghentikan pemain andalannya, Lionel Messi.
Namun, ia menuturkan, cara terbaik yang bisa dilakukan menghentikan Messi dan Barcelona nanti adalah dengan menjaga fokus dan melakukannya secara bersama-sama sebagai tim.
“Saya tidak tahu, kita akan lihat. Ini akan menjadi pertandingan hebat bagi kita semua,” ujar Van Dijk dilansir metro.co.uk.
“Jelas kami sangat senang berada di semi final lagi dan itulah satu-satunya hal yang bisa saya katakan.
“Ini tentang melakukan semuanya bersama-sama, ini tidak pernah 1 vs 1, tidak pernah hanya saya melawan striker tertentu.
“Selalu kita melawan semua orang dan saya pikir itu satu-satunya cara kita bisa bertahan dengan baik.
“Dan itu akan sangat sulit dan saya pikir dia adalah pemain terbaik di dunia tetapi kita akan lihat,” paparnya.
(zul/pojoksatu)

Penggawa Liverpool Harusnya Bisa Meniru Gaya Pemain PSG!

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Penggawa Liverpool, Virgil van Dijk mengaku heran dan tak habis fikir dengan apa yang dilakukan sejumlah pemain Paris Saint-Germain di laga keduanya di Liga Champions, kemarin.
The Reds sendiri harus menelan kekalahan 1-2 dipertandingan trsehut seuingga lanngkah mereka meluai betat untuk menstap fase kok put setelah tertahan di peronhkat 3.
Van Dijk pun menilai, gaya permainan skuat besutan Thomas Tuchel itu penuh dengan drama, bahkan disebutnya tidak sportif atau unfair.

“Jelas mereka adalah pemain kelas dunia, tetapi saya kira itu tidak diperlukan dalam permainan,” kata Van Dijk seperti dikutip  dari Diario AS.
Indikasinya, dikatakan Van Dijk, Neymar Cs kerap terjatuh saat terlibat kontak dengan pemain Liverpool, sehingga membuat frustasi timnya dan membuyarkan konsentrasi.
“Kadang-kadang mereka tertabrak dan mereka akan turun dan kadang-kadang saya pikir itu terlalu mudah dan saya menjadi sangat frustrasi,” ucapnya.
“Sangat penting untuk menjaga kepala Anda tetap dingin, tetapi setiap kali kami melakukan pelanggaran, mereka semua datang ke wasit mencoba untuk mendapatkan kami kartu kuning,” ucapnya.
Dengan nada menyindir, Van Dijk pun mengajak rekan-rekannya untuk melakukan hal yang sama jika ingin memenangkan pertandingan. “Kami harus melakukan hal yang sama pada waktu itu,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)