wayne rooney

Wayne Rooney Sesumbar Masih Pantas di Liga Primer Inggris

POJOKSATU.id, LONDON – Sejauh ini, Wayne Rooney cukup berkontribusi untuk DC United di pentas Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat.
Mantan bintang Manchester United berusia 33 tahun itu hengkang menuju negeri Paman Sam setelah singgah semusim di klub masa kecilnya, Everton.
Sejauh ini, mantan penggawa The Three Lions Inggris itu telah mengemas 12 gol di musim debutnya  yang tidak penuh tersebut.
Kendati masih terikat kontrak hingga Juni 2021 di DC United, namun Rooney ternyata mengungkapkan kerinduannya dengan atmosfir Liga Primer Inggris.
Ronney pun sesumbar jika dirinya masih cukup kompetitif untuk terlibat di pentas kompetisi kasta tertinggi negeri Ratu Elizabeth itu
“Jika saya boleh jujur, saya tahu kualitas saya, saya ini masih bisa bermain di Liga Primer,” kata Rooney kepada CNN Sport seperti dikutip dari Goal.
Rooney sangat yakin dirinya masih punya kemampuan untuk bersaing dengan para pemain di Liga Primer Inggris.
“Saya tahu itu. Saya selalu menjadi pribadi yang percaya diri dan saya juga punya ekspektasi tinggi akan diri sendiri,” ujarnya.
“Dan ya, saya datang ke sini [Amerika] dengan yakin bisa tampil apik. Dan saya pikir ada beberapa orang yang terkejut, yang sebelumnya punya opini masing-masing [terhadap saya], yang mana itu cukup adil, namun saya tidak pernah meragukan diri saya sama sekali,” pungkasnya.
(qur/pojoksatu)

Wayne Rooney Berulah Lagi, Kedapatan Teler di Bandara

POJOKSATU.id, VIRGINIA – Wayne Rooney, mantan bintang Manchester United yang kini bermain untuk DC United kembali berulah dengan minuman keras.
Dikutip Pojoksatu.id dari BBC Sports, Rooney terpaksa harus diamankan petugas otoritas bandara Metropolitan Washington di Virginia beberapa waktu lalu karena mabuk.
Insiden Rooney mabuk di bandara Washington ini sendiri terjadi pada bulan lalu dan tak terdeteksi media.
Selain dalam kondisi setengah sadar, Rooney juga sempay menganggu ketertiban umum sebelum diamankan petugas.
Atas perilakunya tersebut, sebagaimana laporan dari Loudoun General District Court, mantan kapten timnas Inggris itu harus membayar denda awal sebesar 25 USD kemudian tambahan 91 USD pada 4 Januari kemarin.
Namun, Rooney kali ini luput dari tuntutan hukum, karena penyidik melihat pelanggarannya tergolong kategori tipiring alias tindak pidana ringan.
DC United sendiri telah mengonfirmasi kabar tersebut sebagaimana pernyataan sikap mereka lewat rilis yang dikirimnya ke sejumlah media.
“Kami menyadari adanya berita yang mengindikasikan Wayne Rooney ditangkap pada Desember,” demikian bunyi rilis klub seperti dikutip dari Goal.
Namun mereka menolak memberikan pernyataan lebih lanjut terkait kasus tersebut sebagai bentuk penghargaan privasi pada sang pemain.
“Kami memahami kepentingan media dalam hal ini tapi meyakini bahwa ini adalah ranah pribadi bagi Wayne yang akan ditangani secara internal oleh DC United. Kami tak akan memberikan komentar lebih jauh soal situasi ini,” tandas mereka.
Kasus Wayne Rooney berkaitan dengan minuman keras ini bukan kali pertamanya, bahkan berkali-kali dilakukannya.
Rooney pernah bermasalah dengan insiden serupa sebelum ini tepatnya di Inggris pada September 2017 kala mengemudi dalam keadaan mabuk hingga membuatnya menerima larangan berkendara selama dua tahun dan kerja sosial selama 100 jam.
(qur/pojoksatu)

Siapa Manajer Ideal Manchester United Musim Depan? Wayne Rooney Punya Jawabannya

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Legenda Hidup Manchester United, Wayne Rooney dukungannya atas spekulasi Mauricio Pochettino sebagai kandidat ideal manajer definitif MU musim depan.
United sendiri baru saja menunjuk mantan pemainnya Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer interim hingga akhir musim ekses pemecatan Jose Mourinho pasca kekalahan MU atas Liverpool 3-1 dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan 17 lalu.
Saat ditanya tentang siapa sosok ideal sebagai manajer Manchester United masa datang, Rooney spontan menyeru “Poch” di antara deretan nama kandidat yang disebutkan seperti Soskjaer dan Zinedine Zidane.

Pandangan Rooney pun langsung diamini Michael Owen dan Danny Gabbidon yang juga tengah berada dalam sesi wawancara tersebut.
“Tentu saja saya tetap berhubungan dengan banyak orang di klub. Saya sudah berbicara dengan mereka cukup banyak minggu ini dan saya pikir untuk menjadi klub sepakbola yang sukses, Anda perlu segalanya untuk menjadi benar,” tuturnya seperti dikutip dari Metro.
Namun begitu, Rooney mengapresiasi langkah manajemen United yang saat ini menunjuk Solskjaer sebagai manajer interim hingga akhir musim bersama jajaran tim manajer lainnya.
‘Anda perlu staf di tempat latihan untuk menjadi benar, dengan alasan siapa pun yang merasa bahagia dan yang menular pada para pemain dan saya pikir hubungan antara beberapa staf dan para pemain jelas tidak bagus.
Kehadiran mereka sebut dia, telah membawa sedikit kebahagiaan pemain di ruang ganti, menyusul rumor hubungan tak harmonis Jose Mourinho dengan beberapa pemain.
“Membawa Ole masuk, membawa Mick Phelan masuk sudah berubah.Staf di tempat latihan tersenyum, mereka senang, dan itu menular ke para pemain,” katanya.
“Saya pikir ini langkah yang bagus untuk klub sementara itu memberi lebih banyak waktu untuk mendapatkan manajer yang tepat di musim panas,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Momen Perpisahan Terindah Wayne Rooney Bersama Timnas Inggris

POJOKSATU.id, LONDON – Kemenangan telak Timnas Inggris atas Amerika Serikat dengan skor 3-0 mewarnai momen perpisahan Wayne Rooney.
Tuan rumah menyegel kemenangan lewat donasi Jesse Lingard, Trent Alexander-Arnold di babak pertama dan Callum Wilson di interval kedua.
Rooney melakoni caps pamungkas bersama The Three Lions dalam laga uji coba internasional yang digelar di Wembley Stadium, Jumat (16//11/2018) dini hari WIB.

Kemenangan Timnas Inggris itu pun menjadi momen perpisahan yang indah buat legenda hidup Manchester United itu.
Rooney sendiri masuk ke lapangan di menit 58 menggantikan peran Jesse Lingard yang menyumbang satu gol.
Sontak, tribun penonton riuh untuk memberikan tepuk tangan tatkala sang kapten kembali mentas untuk membela negaranya.
Rooney sendiri tampil cukup baik, ia bahkan nyaris mengoyak jala lawan di menit 72 jika sepakannya take mampu diamankan kiper AS, Brad Guzan.
Dengan penampilan terakhirnya ini, Wayne Rooney yang kini berkiprah di DC United, klub MLS telah menorehkan 120 caps dan mengemas 53 gol untuk The Three Lions Inggris.
(qur/pojoksatu)

Wayne Rooney Rindu Manchester United

POJOKSATU.id, LONDON – Wayne Rooney akan melakoni laga perpisahan bersama Timnas Inggris menghadapi Amerika Serikat dalam laga uji coba di Wembley London, Jumat (17/11/2018) dini hari WIB.
Kembali ke London setelah semusim mengarungi petualangan di Amerika Serikat bersama DC United di pentas MLS, ada kerinduan tak terperikan dalam diri legenda hidup Manchester United tersebut.
Ronney sendiri tidak menampik jika dirinya memendam kerinduan terhadap Setan Merah. Kendati, ditegaskan dia, keputusannya meninggalkan United pada 2017 sudah tepat.
Kembali ke Timnas Inggris, Perasaan Wayne Rooney Sulit Diungkapkan dengan Kata-Kata
Betapa tidak, Rooney mengaku punya banyak kenangan manis bersama Manchester United dan ia tidak memungkiri rindu untuk bisa kembali membela mereka.
“Tentu saja saya merindukannya. Itu adalah pencapaian terbesar dalam karier saya, bermain untuk Man United, dan saya ada di sana untuk waktu yang sangat lama. Namun itu adalah waktu yang tepat (untuk hengkang),” tutur Rooney kepada MUTV seperti dikutip dari Goal.
Wayne Rooney bergabung dengan United sejak 2004 untuk kemudian menjadi legenda klub dengan memecahkan rekor gol Sir Bobby Charlton, yang rekornya juga ia lampaui di tim nasional Inggris.
Pemain asal Liverpool itu baru memutuskan hengkang pada 2017 lalu untuk kembali ke klub lamanya Everton, dan kini meneruskan petualangannya di Amerika Serikat bersama DC United sejak musim panas kemarin.
“Saya ini adalah pemain yang selalu ingin bermain. Tentunya saya berbicara dengan manajer (Jose Mourinho) dan saya tidak merasa akan dapat kesempatan bermain, jadi itu adalah keputusan dan waktu yang tepat bagi saya untuk pergi,” sebut dia.
“Tentu saja, saya sejatinya berharap, situasi idealnya adalah bertahan di sana dan mengakhiri karier di sana, namun sepakbola itu berubah cepat. Banyak hal berbeda bisa terjadi dan itu terjadi karena alasan,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Kembali ke Timnas Inggris, Perasaan Wayne Rooney Sulit Diungkapkan dengan Kata-Kata

POJOKSATU.id, LONDON – Wayne Rooney akan kembali mengenakan jersey The Three Lions untuk terlibat dalam laga uji coba Timna Inggris menghadapi Amerika Serikat di Wembley, Jumat (16/11/2018) dini hari WIB.
Sang pelatih, Gareth Southgate memang akan memberikan caps ke-120 untuk legenda Manchester United yang kini bermain untuk DC United tersebut. Namun, Ronney akan dipasang di interval kedua di laga nanti.
Sang pemain sendiri mengaku sangat antusias dengan kepercayaan Southgate. “Ini sesuatu yang saya tunggu-tunggu. Saya menjalani sesi latihan pertama dan rasanya aneh,” kata Rooney seperti dikutip dari BBC Sport.
Pertandingan nanti juga menjadi reuni singkat buat pemain yang kini membela klub MLS DC United, bersama Stadion Wembley.
Sebab, laga terakhirnya bersama Inggris sebelum memutuskan pensiun dari timnas juga dihelat di stadion berkapasitas 90 ribu tempat duduk itu, tepatnya saat Inggris menang 3-0 atas Skotlandia pada kualifikasi Piala Dunia 2018, 11 November 2016.
Mengenai teknis pertandingan perpisahan nanti, striker 33 tahun tersebut tidak terlalu menghiraukannya. Itu merujuk apakah Harry Kane akan menyerahkan ban kapten jika Rooney masuk ke lapangan atau tidak.
“Jika dia menyerahkannya, maka itu bagus. Namun, bukanlah hal yang terlalu penting bagi saya apakah harus mengenakan ban kapten, memakai nomor 10, atau bermain 90 menit,” kata Rooney.
”Mencetak gol juga tidak terlalu penting. Saya hanya ingin berterima kasih kepada para penggemar yang sudah bertahun-tahun mendukung saya,” ungkap top scorer sepanjang masa Inggris dengan 53 gol itu.
(jpnn/qur/pojoksatu)