yana umar

Pentolan Bobotoh Sesalkan Pemukulan Miljan Radovic

POJOKSATU.id, BANDUNG – Dirigen Viking, kelompok Bobotoh, Yana Umar menyayangkan insiden pemukulan pelatih Persib Bandung, Miljan Radovic yang diduga dilakukan oleh seorang oknum Bobotoh.
Insiden itu terjadi di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Bandung, kemarin usai laga Persib kontra Persebaya di fase Grup A Piala Presiden 2019.
Persib sendiri menyerah 2-3 atas lawannya itu dan dipastikan langkahnya terhenti di pentas pramusim yang sempat dijuarainya pada 2015 lalu itu.
Soal Tagar RadovicOut, Begini Penjelasan Pentolan Bobotoh
Yana Umar – Dirigen Viking Persib (jawapos.com)
Yana menilai, apa yang dilakukan oknum suporter itu terlalu berlebihan. Seharusnya, tindakan tersebut tidak dilakukan apalagi terhadap pelatih.
“Penyerangan terlalu berlebihan. Walau bagaimanapun itu (Radovic) pelatih Persib. Sampai pemukulan begitu enggak lah, bukan budaya orang Sunda,” kata Yana seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Bobotoh.
Namun, terkait desakan mundur Radovic yang digelorakan Bobotoh, Yana menganggapnya wajar mengingat Bobotoh punya ekspektasi tinggi untuk tim kesayangannya itu untuk musim ini.
“Wajarlah permintaan Radovic mundur, dua kali berturut-turut kalah main di kandang sendiri, walaupun ini pra musim,” ucapnya.
Ajang Piala Presiden menurut dia, bisa menjadi tolak ukur dan gambaran kekuatan tim menghadapi pentas kompetisi Liga 1 2019.
“Kalau misalkan pramusim begini, bagaimana nanti liga yang begitu ketat dalam beberapa bulan lagi. Ini kan pramusim begini (di kandang), apalagi main tandang, jadi patokannya juga,” tandasnya.
Persib Bandung sendiri masih harus melakoni satu laga tersisa di Grup A menghadapi Perseru Serui. Namun Supardi Nasir dan koleganya dipastikan gagal melaju ke fase knock-out setelah menelan dua kali kekalahan.
Kendati masih harus melakoni satu laga tersisa, namun praktis kans Supardi Nasir dan koleganya melanju ke fase gugur tertutup.
(qur/pojoksatu)

Soal Tagar RadovicOut, Begini Penjelasan Dirigen Viking

POJOKSATU.id, BANDUNG – Kekalahan Persib Bandung atas Persebaya Surabaya di fase Grup A Piala Presiden 2019 semakin menggemakan tagar Radovic Out.
Bobotoh mendesak manajemen Persib memecat Miljan Radovic yang dinilai belum layak menukangi skuat sebesar Persib Bandung.
Betapa tidak, juara Piala Presiden 2015 itu harus tersingkir lebih awal di pentas pramusim itu setelah menelan dua kali kekalahan.
Yana Umar – Dirijen Viking Persib Bandung (@yanaumar33/instagram)
Kendati masih harus melakoni satu laga tersisa, namun praktis kans Supardi Nasir dan koleganya melanju ke fase gugur tertutup.
Tak ayal, di pertandingan tersebut, teriakan Radovic mundur menggema. Puncaknya salahseorang oknum Bobotoh berupaya untuk menyerang pelatih asal Montenegero itu.
Dirijen Viking, salahsatu kelompok Bobotoh, Yana Umar menilai desakan Radovic mundur yang digelorakan Bobotoh adalah sesuatu hal yang wajar sepanjang tidak dibarengi dengan tindak kekerasan.
“Sebenarnya gini, apapun kritiknya boleh kita aspirasikan dengan situasi tim seperti ini, tapi dengan cara yang benar,” katanya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Simamaung.
Karena itu, ditegaskan Yana, insiden pemukulan Radovic oleh oknum Bobotoh sangat tidak dibenarkan, dan pihaknya menyayangkan insiden itu terjadi.
“Insiden yang menimpa Radovic (pemukulan) itu tidak dibenarkan,” tegasnya.
Pihaknya pun meminta tim berbenah, baik itu dengan atau tanpa Miljan Radovic nantinya. Kompetisi adalah ajang sesungguhnya yang didalamnya tidak boleh ada masa percobaan pemain atau percobaan taktik.
“Harus berbenah melihat hasil sekarang, ya seperti itu (baik dengan atau tanpa Radovic),” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Gabung Persija, Dirijen Viking: Hargai Keputusan Toncip!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Dirijen Viking Persib Club (VPC), Yana Umar buka suara mengomentari keputusan Tony Sucipto alias Toncip bergabung dengan Persija Jakarta.
Yana menilai, apa yang dilakukan Toncip tak menyalahi aturan apapun dan hal tersebut lumrah bagi seorang pemain profesional.
Ia bahkan menghargai keputusan Toncip dan menaruh respek atas kontribusinya selama mengenakan jersey Persib Bandung selama delapan musim terakhir.
Demi Persib Bandung, Pemain Ini Tolak Pinangan Banyak Klub
Yana Umar – Dirijen Viking Persib Bandung (@yanaumar33/instagram)
“Ya kalau main di mana-mana juga tetap aja dia itu bagian dari Persib yang sudah membawa Persib juara,” sebut Yana seperti dikutip dari laman Bobotoh.id.
“Seperti Ronaldo Brasil dari Barcelona dia pindah ke Real Madrid,” ujarnya.
Karena itu, ditegaskan Yana, tak ada alasan baginya untuk kemudian berbalik membenci Toncip karena berlabuh di klub yang selama ini menjadi musuh bebuyutan Maung Bandung tersebut.
“Silakan saja karena kan profesional main dimana-mana juga. Tetapi di sisi lain dia kan bagian dari Persib juga, sudah jadi bagian sejarah,” sebut dia.
Lagipula, dikatakan Yana, apa yang dilakukan Toncip (pemain Persib gabung Persija dan sebaliknya) bukan kali ini saja terjadi.
Sebelumnya, banyak pemain yang pernah memakai dua jersey klub besar di tanah air itu, sebut saja Aliyudin, Nur Alim, M. Ilham hingga Atep, termasuk Budiman.
“Apa bedanya dia dengan Budiman dulu? Budiman besar di Persija dan membawa Persija juara tapi balik ke Bandung. Kan Tony juga sebelumnya dia di Persija terus ke Persib bawa juara dan balik lagi ke Persija,” imbuhnya.
Keputusan Toncip sendiri memang terbilang cukup berani. Delapan musim membela Persib, pria asal Surabaya itu memutuskan bergabung dengan juara Liga 1 2018 itu yang kental dengan rivalitas tinggi dengan mantan klubnya itu.
(qur/pojoksatu)