M88cvf

M88cvf là trang web của M88Cvf – Đưa bạn vào thiên đường cá cược

Latest Posts

Lionel Messi Nyaris Selevel Maradona, tapi Pele yang Terbaik

POJOKSATU.id, RIO – Lionel Messi tak dinafikan adalah sosok pemain terbaik dunia saat ini. Sederet prestasi individual maupun klub telah diraihnya dalam sepuluh tahun terakhir.
Namun, bagi legenda Selecao Brasil, Zico apa yang telah diraih kapten Barcelona dan timnas Argentina itu belum bisa menyamai prestasi pendahulunya, Diego Armando Maradona apalagi Pele.
Zico menyebutkan, Messi hampir setingkat Maradona, namun sosok Pele, legenda Brasil selalu tak tergantikan dan yang terhebat sepanjang masa.

Lionel Messi – Striker Argentina (football5star.com)”Messi nyaris dekat dengan Maradona. Itu berarti, menurut saya, dia tidak dapat dibandingkan dengan Pele,” sebut Zico seperti dikutip Pojoksatu.id dari Omnisport.
“Saya masih menganggap Maradona di depan Messi. Dengan Pele, tidak. Pele memiliki semua kualitas dan karakteristik yang harus dimiliki seorang pemain sepak bola,” sebut dia.
Ketika Tuhan menciptakannya (Pele), ia menempatkan setiap kualitas yang dibutuhkan pemain sepak bola; kecepatan, kekuatan, dorongan, teknik, kemampuan menendang, pos, dribbling – semuanya, semua yang mungkin dimiliki pemain,” papar Zico.
Zico mencontohkan bagaimana kemampuan Pele dalam menyambut bola umpan dengan sundulannya, kendati tinggi tak terlalu menjulang.
“Hanya sedikit orang yang bisa melompat seperti dia untuk sebuah sundulan. Tingginya 170 sentimeter. Fondasinya sempurna, dia memiliki penguasaan bola dan penguasaan sundulan. Ia berkembang dalam segala hal. Segala sesuatu yang dapat Anda bayangkan dari seorang pemain, Pele telah melakukannya,” terang dia.
“Lionel Messi memiliki hampir semuanya, tetapi dia tidak memiliki gelar Piala Dunia yang dimiliki Pele. Ini (sangat berarti),” ujarnya memungkasi.
(qur/pojoksatu)

Ditanya Kapan Gantung Sepatu, Begini Jawaban Cristiano Ronaldo

POJOKSATU.id, TURIN – Cristiano Ronaldo baru saja didapuk sebagai Pemain Terbaik 2018 versi Globe Soccer Awards.
Kendati usianya sudah 33 tahun, peraih 5 Ballon d’Or itu belum menunjukkan tanda-tanda meredup apalagi memberi sinyal akan pensiun dalam waktu dekat.
Ronaldo menegaskan ia tak berfikir untuk gantung sepatu dalam waktu dekat, satu atau dua tahun ke depan.
Ini Dia Proyek Mustahil Cristiano Ronaldo bersama Juventus!
Gagal di Balon d’Or, Ronaldo Pemain Terbaik 2018 versi Globe Soccer Awards
Cristiano Ronaldo: Saya Sudah Hampir Mencetak 700 Gol!
Ia mengaku masih ingin dan masih mampu bermain untuk waktu yang lama, meski ia tak tahu persis sampai kapan ia akan terus memainkan si kulit bundar.
“Semua orang di Turin menyambut saya dengan cara yang fantastis. Kami semua merasa sangat baik-baik saja,” ucapnya seperti dikutip dari Football Italia.
Ronaldo menegaskan, ia tak memikirkan soal akhir kariernya. Saat ini, ia hanya fokus membawa Juventus di Serie A dan Liga Champions.
“Saya tidak tahu kapan karier saya akan berakhir. Akan tetapi saya baik-baik saja dan saya ingin terus melangkah selama bertahun-tahun,” seru dia.
Ronaldo bahkan siap kembali ke timnas Portugal tahun ini, setelah meminta ‘istirahat’ dalam beberapa pertandingan internasional yang dilakoni Selecao das quinas sepanjang 2018 lalu.
“Kemarin adalah keputusan yang tepat untuk meninggalkan tim nasional sebentar. Tapi, saya akan kembali lagi pada 2019,” sebut dia.
Namun, berbicara klub yang ingin menjadi akhir petualangannya, Ronaldo memberikan sinyalemen ingin pulang kampung ke klub awalnya saat ia mulai meniti karier, yakni Sporting Lisbon.
“Akankah saya akan kembali ke Sporting seperti Nani? Di sepakbola Anda tidak pernah tahu,” ucapnya memungkasi.
(qur/pojoksatu)

Ralat Hengkang, Sandi Sute buat Murka Kalteng Putra

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sandi Darma Sute yang sempat berpamitan dengan Persija Jakarta meralat keputusannya berpisah dengan juara Liga 1 2018 itu.
Pemain berusia 26 tahun itu pun telah membuat klarifikasi kalau dirinya akan tetap bertahan di klub asal ibukota itu untuk kompetisi Liga 1 musim 2019.
Sebelumnya, Sandi Sute sempat menulis kalimat perpisahan di akun Instagram miliknya @sandi.sute21. Ia pun langsung bergabung dengan tim debutan Liga 1 2019, Kalteng Putra.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Sandi Sute, di sini saya ingin mengklarifikasi terkait berita yang beredar belakangan ini. Ini hanya miss komunikasi antara saya dengan pihak manajemen,” sebut Sandi Sute.
“Mohon maaf atas berita selama ini. Pada intinya saya tetap di Persija karena masih terikat kontrak satu tahun,” ungkap sang pemain.
Bersamaan dengan pernyataan tersebut, Sandi pun menghapus unggahan salam perpisahannya itu. Ia mengaku senang dan bangga bisa tetap menjadi bagian dari penggawa Macan Kemayoran.
“Saya mohon maaf kepada manajemen Kalteng (Putra), Persija, dan CEO. Ya, ada miss komunikasi dan saya tidak teliti ternyata masih ada dua opsi (kontrak) suratnya 2018 dan 2019. Saya kira 2018, makanya saya percaya diri datang ke Kalteng karena saya pikir sudah selesai di tahun 2018,” tuturnya.
“Semoga silaturahmi ini tetap terjaga dengan baik dari pihak manapun. Saya mohon, di sini saya hanya mencari nafkah dan membantu keluarga di Palu. Terima kasih,” demikian tulis Sandi lewat InstaStory.
“Terima kasih buat manajemen Persija karena masih mempercayai saya buat membela klub besar di ibu kota ini. Salam Jakmania,” imbuhnya.
Terkait hal tersebut, pihak Kalteng Putra yang sempat dihubungkan dengan keputusan hengkang Sandi Sute pun dibuat berang.
Mereka menuntut Sandi Sute melayangkan permintaan maaf secara langsung. Pasalnya, seperti dikutip dari Goal, Sandi secara resmi telah diumumkan sebagai rekrutan baru Kalteng Putra untuk kompetisi musim depan.
Eks Bali United itu pun telah menandatangani kontrak selama semusim, dan dikabarkan telah menerima down payment (DP) sebesar 50 persen.
“Berawal dari seorang agen, terjadilah komunikasi via telepon antar sandi sute dengan CEO, pembicaraan berlanjut ke negosiasi nilai kontrak, bahkan karena sandi bercerita tentang musibah yang dialami keluarganya di Palu nilai kontrak pun ditambah atas dasar rasa simpati dan empati CEO kepada Sandi dan keluarga,” demikian pernyataan Kalteng Putra lewat akun resmi klub.
“Tanggal 2 Januari Sandi Sute menujukkan keseriusannya datang ke Palangkaraya bersama istri, bertemu di kediaman CEO Kalteng Putra. Sandi bercerita banyak tentang statusnya sebagai pemain free alias sudah habis masa kontrak dengan klub lamanya. Sandi juga bercerita lagi tentang musibah yang dialaminya kepada CEO, sehingga jika biasanya DP kontrak itu 25% , maka khusus sandi diberikan DP 50%. Bahkan sore harinya Sandi juga sudah bertemu dengan Bapak Gubernur Kalteng di Istana Isen Mulang Palangkaraya,” jelas mereka.
“Pada hari Kamis tanggal 3 Januari 2019 pukul 06.30 WIB, Tanpa ada paksaan dan dalam keadaan sadar, Sandi menandatangani kontrak bersama Kalteng Putra selama 1 tahun,”
“Niat kami mengontrak sandi adalah untuk merangkul bukan ‘membajak’. Tujuan kami khususnya untuk memajukan dan mengangkat persepakbolaan di Kalimantan Tengah Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila, tanah berkah dan umumnya untuk memberi warna bagi persebakbolaan tanah air,” papar mereka.
“Sebagai ‘Orang Timur’ yang sopan dan santun, harus bisa menyelesaikan secara baik. sandi diterima di Kalimantan Tengah secara baik-baik, jadi harus secara baik-baik pula datang ke Palangkaraya dan meminta maaf secara langsung kepada CEO Kalteng Putra dalam waktu segera, tidak cukup hanya meminta maaf lewat sosial media, whatsApp atau telepon,”
“Sepakbola itu ajang silaturahmi, disitu kita dapat teman, sahabat dan keluarga. Bagi kami, hilang satu tumbuh seribu. Salam isen mulang….!!!”
(qur/pojoksatu)

Neymar Siap Gabung Real Madrid, dengan Satu Syarat…

POJOKSATU.id, PARIS – Spekulasi Neymar bergabung dengan Real Madrid kembali mencuat pada jendela transfer pemain musim dingin awal tahun ini.
Dikutip dari Diario AS, seperti dilaporkan Don Balon, megastar Paris Saint-Germain itu telah memberikan sinyal siap memenuhi hasrat sang presiden el Real, Florentino Perez yang telah mengungkapkan keinginannya memakai jasa penggawa Selecao Brasil itu.
Namun, masih dalam laporan tersebut, kesediaan Neymar merapat ke Santiago Bernabeu dengan syarat, Los Blancos ditukangi Luiz Felippe Scolari.
Yah, Neymar Sudah Selevel dengan Ronaldo dan Lionel Messi!

Bagi Neymar sendiri, Scolari bukanlah sosok yang asing. Pria yang kini menjadi pelatih Palmeiras itu sempat membesutnya di Piala Dunia 2014 bersama timnas Brasil.
Namun, Scolari memilih mundur dari kursi kepelatihan setelah timnya dipecundangi timnas Jerman dengan skor menyakitkan 1-7 di babak semifinal Piala Dunia 2014 Brasil.
Karena itu, Don Balon melaporkan, Neymar tidak akan kembali ke Spanyol untuk bergabung dengan Real Madrid selama masih dilatih Santiago Solari.
Solari sendiri ditunjuk pihak manajemen Los Merengues untuk menggantikan peran Julen Lopetegui yang dipecat.
Sejauh ini, Solari mampu menjalankan tugasnya dengan baik, kendati Real Madrid baru saja bermain imbang dengan Villareal dalam laga tunda lanjutan La Liga Spanyol, Jumat (4/1/2019) dini hari WIB.
Rumor Neymar ke Real Madrid sendiri sebenarnya sudah mencuat sejak musim dingin tahun lalu, saat Perez mengungkapkan keinginannya bisa menandatangani pemain berusia 27 tahun itu.
Dalam pertanyaannya, Perez mengatakan, hanya di Real Madrid, Neymar akan bisa memenangkan Ballon d’Or sebagai pemain terbaik.
(qur/pojoksatu)

Yah, Neymar Sudah Selevel dengan Ronaldo dan Lionel Messi!

POJOKSATU.id, RIO – Legenda Selecao Brasil, Zico menyebut sosok Neymar kini sudah pantas disejajarkan dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Kendati Neymar belum punya gelar individual mentereng sebagaimana yang dikoleksi kedua pemain tersebut, Zico tetap memandang Neymar adalah pemain terbaik di dunia bersama Ronaldo dan Messi.
Menurutnya, megastar Paris Saint-Germain itu memiliki kualitas luar biasa selevel dengan Cristiano Ronaldo dan mantan rekan setimnya di Barcelona, Lionel Messi.
Neymar, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
“Neymar adalah pemain luar biasa. Ia punya talenta yang jarang dimiliki pemain lainnya dalam sepakbola. Saya menempatkannya selevel dengan Cristiano Ronaldo dan Messi,” sebut Zico seperti dikutip dari Marca.
Terlebih, dikatakan Zico, Neymar kini kerap dimainkan sebagai pemain nomor 10 alias sebagai striker, posisi yang bukan menjadi tempatnya selama ini karena ia adalah seorang gelandang sayap.
“Neymar tak boleh memainkan peran itu (striker). Ia adalah pemain sayap dan selalu seperti itu,” katanya.
Namun begitu, ia menilai, Thomas Tuchel sengaja menempatkannya di posisi tersebut karena melihat kualitas yang dimilikinya dan peran pentingnya dalam skuat.
“Klub memberinya nomor 10 karena ada arti besar dalam hidup sebagai pemain Brasil,” ucapnya.
“Jadi, kostum nomor 10 punya bobot, tak hanya di tim nasional, tapi juga di Brasil. Itu sebagai referensi besar. Ia merupakan pemain bintang dalam tim, jadi ia menerima nomor 10,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Ini Dia Proyek Mustahil Cristiano Ronaldo Bersama Juventus!

POJOKSATU.id, DUBAI – Cristiano Ronaldo bertekad untuk mempersembahkan gelar juara Liga Champions untuk Juventus musim ini.
Meski Ronaldo menyebut hal itu sebagai proyek mustahil, namun ia akan berjuang keras untuk mewujudkannya.
“Saya bersumpah akan melakukan hal mustahil untuk memenangkan Liga Champions bersama Juventus,” ungkap Ronaldo usai menerima penghargaan Pemain Terbaik 2018 versi Globe Soccer Awards di Dubai, UEA, Jumat (4/1/2019) dini hari WIB.
Gagal di Balon d’Or, Ronaldo Pemain Terbaik 2018 versi Globe Soccer Awards
Cristiano Ronaldo: Saya Sudah Hampir Mencetak 700 Gol!
Ronaldo sendiri memang dalam tiga musim terakhir sukses mempersembahkan trofi Si Telinga Lebar itu mantan klubnya, Real Madrid.
Disisi lain, Juventus berkali-kali gagal meraihnya meski sempat menembus final edisi 2015 dan 2017. Ironisnya, kegagalan Bianconerri tersebut tidak terlepas dari peran Ronaldo saat berada di klub rival.
Karena itu, Juventus pun kini seakan menaruh harapan besar pada peraih 5 Ballon d’Or itu yang selalu mampu memerlihatkan daya magisnya setiap tampil di pentas kompetisi paling bergengsi di Eropa itu.
Performa Ronaldo di Turin sendiri sejauh ini cukup mengesankan. Ia telah mengemas 15 gol dari 24 penampilannya bersama Bianconerri di semua kompetisi sejauh ini.
Namun, Ronaldo menyebutkan, jika pada akhirnya Juve dan dirinya gagal mempersembahkan titel juara Liga Champions musim ini, tak lantas dunia akan kiamat.
“Para fans tidak meminta saya untuk menyelamatkan Negara, bukan!” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Cristiano Ronaldo: Saya Sudah Hampir Mencetak 700 Gol!

POJOKSATU.id, DUBAI – Cristiano Ronaldo menunjukkan suka citanya usai didapuk sebagai Pemain Terbaik 2018 versi Globe Soccer Awards.
Ronaldo sukses menyisihkan dua pesaing terdekatnya, dua striker asal Prancis, Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann.
“Tahun ini telah dimulai dengan sangat baik dengan penghargaan yang fantastis ini, dan dengan gol indah ini saya,” kata Ronaldo usai menerima penghargaan seperti dikutip Pojoksatu.id dari Sportkeeda.
Gagal di Balon d’Or, Ronaldo Pemain Terbaik 2018 versi Globe Soccer Awards
Cristiano Ronaldo meraih penghargaan Pemain Terbaik Globe Soccer Award yang kelima kalinya. (net)
Namun, Ronaldo mengaku ‘tidak enak’ atas penghargaan Gol Terbaik itu karena ia sarangkan ke gawang tim yang kini dibelanya, Juventus.
“Sayangnya, mencetak gol melawan tim saya saat ini, jadi saya tidak sepenuhnya bahagia (tersenyum),” ucapnya.
Sementara terkait penghargaan Pemain Terbaik yang baru saja diterimanya, Ronaldo menyampaikan banyak terima kasih kepada voters.
“Saya telah mencetak hampir 700 gol dalam karir saya dan ini lebih indah dari yang saya kira sebelumnya,” katanya.
“Saya akan terus mencetak dan mencetak gol lagi,” tekad pemain yang sudah berusia 33 tahun ini.
Penghargaan yang diterima Ronaldo ini tentu menjadi pelipur lara setelah ia harus kehilangan tiga penghargaan individual paling prestisius di tahun 2018.
Ronaldo harus rela melepas gelar Pemain Terbaik Eropa, Pemain Terbaik FIFA dan Ballon d’Or 2018 yang sukses disabet mantan rekan setimnya di Santiago Bernabeu, Luka Modric.
Modric sendiri dinilai layak atas penghargaan-penghargaan tersebut setelah juga turut mempersembahkan trofi Liga Champions untuk Madrid dan membawa timnas Kroasia jadi runner-up Piala Dunia 2018.
Sebelumnya, Modric juga telah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik di ajang Piala Dunia yang digelar di Rusia itu.
(qur/pojoksatu)

Gagal di Balon D’Or, Ronaldo Pemain Terbaik 2018 Versi Globe Soccer Awards

POJOKSATU.id, DUBAI – Cristiano Ronaldo akhirnya bisa membawa pulang satu penghargaan individual prestisius di tahun 2018 setelah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik 2018 versi Globe Soccer Awards.
Ronaldo menerima trofi penghargaan edisi ke-10 itu yang digelar di Madinat Jumeirah Resort, Dubai, UEA, Jumat (4/1/2019) dini hari WIB.
Sebelum dinobatkan sebagai pemenang, Ronaldo harus bersaing dengan duo Prancis, Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann.

Cristiano Ronaldo is the winner of The Globe Soccer 433 Fans' Award⁣⁣⁣@dubaiholding #dubaiholding @Cristiano @433 @DubaiSC pic.twitter.com/jwf8EObAR2
— Globe Soccer Awards (@Globe_Soccer) January 3, 2019

Terpilihnya Ronaldo di ajang penghargaan ini tentunya tidak terlepas dari prestasinya mempersembahkan trofi ketiga beruntun Liga Champions untuk Real Madrid.
Selain itu, pemain berusia 33 tahun itu juga tampil sebagai top skorer Liga Champions musim 2017/18 setelah mencetak 15 gol yang mengesankan dalam perjalanan menuju kemenangan Madrid.
Dengan tambahan satu trofi ini, praktis Ronaldo kini telah mengoleksi lima piala tersebut, setelah juga memenangkannya tahun lalu.
Penghargaan ini pun menjadi penghargaan keduanya di tahun 2018 setelah gol akrobatiknya ke gawang Juventus di Liga Champions dinobatkan sebagai Gol Terbaik 2018.
Namun, Ronaldo harus rela melepas tiga penghargaan individual paling prestisius tahun 2018, yakni Pemain Terbaik Eropa, Pemain Terbaik FIFA dan Ballon d’Or yang sukses disabet mantan rekan setimnya di Santiago Bernabeu, Luka Modric.
Modric dinilai layak atas penghargaan-penghargaan tersebut setelah juga turut mempersembahkan trofi Liga Champions untuk Madrid dan membawa timnas Kroasia jadi runner-up Piala Dunia 2018.
Sebelumnya, Modric juga telah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik di ajang Piala Dunia yang digelar di Rusia itu.
(qur/pojoksatu)

Kembali ke Jalur Juara, Manajer Manchester City Semringah

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manajer Manchester City, Pep Guardiola tak bisa menutupi kebahagiannya usai timnya sukses membungkam Liverpool di Etihad Stadium, Jumat (4/1/2019) dini hari WIB dengan skor ketat 2-1.
City juga menjadi tim yang sanggup meruntuhkan dominasi Liverpool yang tak terkalahkan di 20 pekan terakhir.
Atas hasil gemilang ini, Guardiola mengaku puas atas penampilan pemainnya yang mampu mengejawantahkan instruksinya untuk pertandingan tersebut.
Jurgen Klopp Heran Kenapa Vincent Kompany Tak di Kartu Merah!
Lihat Aksi Pep Guardiola di Pinggir Lapangan, dari Meneriaki Wasit Hingga Membanting Syal

“Saya bangga kepada mereka, namun tidak hanya hari ini saja,” kata Guardiola usai pertandingan seperti dikutip Pojoksatu.id dari BBC Sport.
Menurut Pep, kemenangan kali ini sangat krusial terhadap perjalanan timnya musim ini. “Kami tahu hari ini laga final, jika kami kalah, berarti usai sudah (perburuan gelar),” ucapnya.
Guardiola pun berharap, para pemain bisa konsisten menjaga performa seperti di laga ini untuk menjaga asa memertahankan titel juara, termasuk menatap babak 16 besar Liga Champions yang akan kick-off pada Februari mendatang.
“Seluruh kredit untuk para pemain luar biasa ini. Begitulah kami harus bermain di Liga Champions. Kedua tim mencoba, kami tidak takut, kami tidak takut dan kami memiliki banyak tekanan,” sebut dia.
Guardiola pun menyebut, Liga Primer Inggris telah kembali ke cita rasanya sebagai kompetisi paling kompetitif dan sengit di setiap pekannya.
“Saya tidak ingat liga begitu ketat, ada begitu banyak pesaing berjuang untuk gelar. Sekarang lebih dekat, setiap laga adalah final,” katanya.
“Mereka pemimpin klasemen, sekarang empat poin tapi kami telah mereduksi jarak. Kami tahu jika kami menang kami bisa dalam persaingan gelar Liga Primer, jika kami kalah maka semuanya usai,” tandasnya.
City Bungkam Liverpool, Persaingan Papan Atas kembali Panas
Manchester City Nodai Rekor Tak Terkalahkan Liverpool
Dengan tambahan tiga angka, Manchester City kembali mengudeta peringkat kedua dari Tottenham Hotspur untuk menempel Liverpool di puncak klasemen.
Kemenangan The Citizens kali ini tidak terlepas dari penampilan luar biasa Sergio Aguero dan Leroy Sane yang mencetak masing-masing satu gol.
Sedangkan Liverpool nyaris membuat asa membalikkan keadaan setelah Roberto Firmino mampu menyamakan kedudukan di paruh kedua.
Namun, Sane tampil sebagai pahlawan di menit 72 setelah gol penentunya menyegel laga dengan skor akhir 2-1.
(qur/pojoksatu)

Jurgen Klopp Heran Kenapa Vincent Kompany Tak di Kartu Merah!

POJOKSATU.id, MANCHESTER –  Manajer Liverpool, Jurgen Klopp memertanyakan keputusan wasit Anthony Taylor yang tak mengganjar bek Manchester City, Vincent Kompany kendati pemain tersebut membuat pelanggaran keras terhadap Mohamed Salah.
Dikutip Pojoksatu.id dari Metro.co.uk, penggawa timnas Belgia itu terlihat melakukan tekel keras pada Salah untuk menghentikan pergerakan Salah di zona pertahanannya.
Wasit pun lantas menghadiahi Kompany dengan kartu kuning  di menit 31 atas tindakannya yang dinilai membahayakan bintang asal Mesir tersebut.
Lihat Aksi Pep Guardiola di Pinggir Lapangan, dari Meneriaki Wasit Hingga Membanting Syal
City Bungkam Liverpool, Persaingan Papan Atas kembali Panas
Manchester City Nodai Rekor Tak Terkalahkan Liverpool

Usai pertandingan, Klopp pun coba memersoalkan keputusan wasit tersebut. “Saya sangat suka Vincent Kompany, tetapi bagaimana mungkin itu bukan kartu merah?” ujar Klopp kepada Sky Sport.
“Dia adalah orang terakhir dan dia masuk. Jika dia memukul Mo (Salah) lebih banyak, dia keluar untuk musim ini. Itu tidak mudah bagi wasit dan dia mungkin tidak melihat bagaimana saya melihatnya,” ucapnya.
Sementara Kompany mengatakan, apa yang dilakukannya adalah tekel bersih karena tugasnya adalah tidak membiarkan Salah melewatinya.
“Saya tidak mencoba melukainya. Itu atau membiarkannya mencapai tujuan, dan dalam pikiranku hanya ada satu hasil,” imbuhnya.
Liverpool sendiri harus menelan kekalahan perdananya di musim ini setelah 20 pekan sukses memertahankan rekor tak terkalahkan.
Kekalahan The Reds ini pun kembali memanaskan persaingan di papan atas dalam perburuan titel juara Liga Primer Inggris musim ini.
Liverpool hanya unggul selisih empat angkat dari sang petahana tersebut, dan persaingan akan terus berlanjut hingga akhir musim.
(qur/pojoksatu)