M88cvf

M88cvf là trang web của M88Cvf – Đưa bạn vào thiên đường cá cược

Latest Posts

Wayne Rooney Rindu Manchester United

POJOKSATU.id, LONDON – Wayne Rooney akan melakoni laga perpisahan bersama Timnas Inggris menghadapi Amerika Serikat dalam laga uji coba di Wembley London, Jumat (17/11/2018) dini hari WIB.
Kembali ke London setelah semusim mengarungi petualangan di Amerika Serikat bersama DC United di pentas MLS, ada kerinduan tak terperikan dalam diri legenda hidup Manchester United tersebut.
Ronney sendiri tidak menampik jika dirinya memendam kerinduan terhadap Setan Merah. Kendati, ditegaskan dia, keputusannya meninggalkan United pada 2017 sudah tepat.
Kembali ke Timnas Inggris, Perasaan Wayne Rooney Sulit Diungkapkan dengan Kata-Kata
Betapa tidak, Rooney mengaku punya banyak kenangan manis bersama Manchester United dan ia tidak memungkiri rindu untuk bisa kembali membela mereka.
“Tentu saja saya merindukannya. Itu adalah pencapaian terbesar dalam karier saya, bermain untuk Man United, dan saya ada di sana untuk waktu yang sangat lama. Namun itu adalah waktu yang tepat (untuk hengkang),” tutur Rooney kepada MUTV seperti dikutip dari Goal.
Wayne Rooney bergabung dengan United sejak 2004 untuk kemudian menjadi legenda klub dengan memecahkan rekor gol Sir Bobby Charlton, yang rekornya juga ia lampaui di tim nasional Inggris.
Pemain asal Liverpool itu baru memutuskan hengkang pada 2017 lalu untuk kembali ke klub lamanya Everton, dan kini meneruskan petualangannya di Amerika Serikat bersama DC United sejak musim panas kemarin.
“Saya ini adalah pemain yang selalu ingin bermain. Tentunya saya berbicara dengan manajer (Jose Mourinho) dan saya tidak merasa akan dapat kesempatan bermain, jadi itu adalah keputusan dan waktu yang tepat bagi saya untuk pergi,” sebut dia.
“Tentu saja, saya sejatinya berharap, situasi idealnya adalah bertahan di sana dan mengakhiri karier di sana, namun sepakbola itu berubah cepat. Banyak hal berbeda bisa terjadi dan itu terjadi karena alasan,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Kembali ke Timnas Inggris, Perasaan Wayne Rooney Sulit Diungkapkan dengan Kata-Kata

POJOKSATU.id, LONDON – Wayne Rooney akan kembali mengenakan jersey The Three Lions untuk terlibat dalam laga uji coba Timna Inggris menghadapi Amerika Serikat di Wembley, Jumat (16/11/2018) dini hari WIB.
Sang pelatih, Gareth Southgate memang akan memberikan caps ke-120 untuk legenda Manchester United yang kini bermain untuk DC United tersebut. Namun, Ronney akan dipasang di interval kedua di laga nanti.
Sang pemain sendiri mengaku sangat antusias dengan kepercayaan Southgate. “Ini sesuatu yang saya tunggu-tunggu. Saya menjalani sesi latihan pertama dan rasanya aneh,” kata Rooney seperti dikutip dari BBC Sport.
Pertandingan nanti juga menjadi reuni singkat buat pemain yang kini membela klub MLS DC United, bersama Stadion Wembley.
Sebab, laga terakhirnya bersama Inggris sebelum memutuskan pensiun dari timnas juga dihelat di stadion berkapasitas 90 ribu tempat duduk itu, tepatnya saat Inggris menang 3-0 atas Skotlandia pada kualifikasi Piala Dunia 2018, 11 November 2016.
Mengenai teknis pertandingan perpisahan nanti, striker 33 tahun tersebut tidak terlalu menghiraukannya. Itu merujuk apakah Harry Kane akan menyerahkan ban kapten jika Rooney masuk ke lapangan atau tidak.
“Jika dia menyerahkannya, maka itu bagus. Namun, bukanlah hal yang terlalu penting bagi saya apakah harus mengenakan ban kapten, memakai nomor 10, atau bermain 90 menit,” kata Rooney.
”Mencetak gol juga tidak terlalu penting. Saya hanya ingin berterima kasih kepada para penggemar yang sudah bertahun-tahun mendukung saya,” ungkap top scorer sepanjang masa Inggris dengan 53 gol itu.
(jpnn/qur/pojoksatu)

Mario Gomez Siap Antarkan Persib Bandung ke Pentas Asia

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung akan berjuang hingga akhir musim dalam perburuan gelar juara Go-Jek Liga 1 musim ini.
Kendati begitu, pelatih Persib Bandung, Mario Gomez coba bersikap realistis soal peluang timnya menyabet mahkota juara.
Karena itu, sebut Gomez, selain membidik juara di pentas kompetisi kasta tertinggi tanah air itu, Gomez juga bertekad untuk mengamankan satu jatah tiket kompetisi Asia untuk Maung Bandung.
Mentalitas, Faktor Penting Persib Sapu Bersih di Sisa Laga
Perburuan Gelar Juara, Bojan Malisic: Persib Belum Menyerah!
“Kita masih punya kemungkinan karena masih bisa menangkan 12 poin. Kita tidak akan tahu apa yang terjadi. Karena beberapa waktu oke kita kalah dari Medan, tapi tim lain draw, PSM kalah, jadi kita masih punya banyak opsi,” tuturnya.
Terpenting, ujar Gomez,  timnya saat ini harus fokus memenangkan satu pertandingan ke pertandingan lainnya untuk meraih trofi.
Selain itu, ia pun mengincar kompetisi Asia, AFC Cup 2019, karena Indonesia memiliki tiga jatah untuk Asia.
“Tapi yang paling penting adalah jadi juara. Tapi juga AFC Cup kasih tiga tempat, benar tidak? Indonesia punya tiga jatah jadi itu penting dan kita harus menang,” ujarnya.
Hadapi Tim Promosi, Persib Bandung Ogah Tergelincir Lagi
Persib Bandung tanpa Joni Bauman lagi, Mario Gomez Bilang Begini
AFC Cup dikatakan Gomez cukup bergengsi untuk kembali diikuti Persib. Maung Bandung terakhir kali mentas pada tahun 2015 dan hanya mampu menembus babak 16 besar.
Pada masa yang sama Gomez mampu keluar sebagai juara bersama klub terdahulunya, Johor Darul Ta’zim dari Malaysia.
“Ini adalah kompetisi yang bergengsi, ketika kamu bisa ikut kompetisi internasional, itu sangat penting dan tentu juga jadi juara,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Mentalitas, Faktor Penting Persib Sapu Bersih di Sisa Laga

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung bersiap melakoni lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 di pekan 31 menghadapi PSIS Semarang  di Stadion Magelang, Minggu (18/11/2018) petang WIB.
Kembali menghadapi tim promosi, Persib Bandung tak ingin tersandung yang kedua kalinya setelah menyerah 0-1 dari PSMS Medan di laga sebelumnya.
Hasil minor Persib di laga itu pun cukup berpengaruh dalam persaingan perburuan titel juara. Persib kini melorot ke peringkat ketiga di bawah Persija Jakarta dan PSM Makassar.
Persib Bandung tanpa Joni Bauman lagi, Mario Gomez Bilang Begini
Perburuan Gelar Juara, Bojan Malisic: Persib Belum Menyerah!
Hadapi Tim Promosi, Persib Bandung Ogah Tergelincir Lagi
Pelatih Persib Bandung, Bojan Malisic melalui pelatih fisik, Yaya Sunarya menegaskan mentalitas kini menjadi modal penting timnya sapu bersih semua laga tersisa.
Ditegaskan Yaya, mental bertanding seperti sang juara memegang peranan penting. Dalam kondisi situasi apapun, termasuk saat wasit dalam keadaan tidak baik dalam memimpin pertandingan, maka mental akan berbicara.
“Untuk saat ini memang (mental) memegang peranan penting, karena dengan faktor mental, secara psikologi mereka kuat. Tapi kita perlu saling menguatkan,” ungkap Yaya seperti dikutip dari Simamaung.
Yaya menyerukan para pemain untuk saling menguatkan saat situasi sedang tidak memihak kepada mereka.
Pasalnya, menurut dia, kondisi seperti saat menghadapi PSMS kemarin berbuntut pada penampilan dengan aura emosi negatif di dalamnya.
“Karena kalau kita hanya kuat di dalam, tak saling menguatkan, buktinya kemarin saat kami ditekan wasit, satu pemain down, satu pemain up, yang lain down, susah sekali untuk menghadapi hal ini. Itu berat dan akhirnya kami bermain kurang baik,” paparnya.
“Kami jarang dapat peluang karena semua emosi, karena tekanan seperti itu. Padahal yang main 11, satu dua pemain emosi yang lain mungkin masih bisa, tapi kenyataannya berat ketika ada tekanan,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Persib Bandung tanpa Joni Bauman Lagi, Mario Gomez Bilang Begini

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung bersiap melakoni lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 di pekan 31 menghadapi PSIS Semarang  di Stadion Magelang, Minggu (18/11/2018) petang WIB.
Kembali menghadapi tim promosi, Persib Bandung tak ingin tersandung yang kedua kalinya setelah menyerah 0-1 dari PSMS Medan di laga sebelumnya.
Hasil minor Persib di laga itu pun cukup berpengaruh dalam persaingan perburuan titel juara. Persib kini melorot ke peringkat ketiga di bawah Persija Jakarta dan PSM Makassar.
Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez sendiri mengaku telah menyiapkan formulasi untuk menghadapi laga krusial tersebut, kendati harus kembali kehilangan Jonathan Bauman.
Salahsatu mesin gol Maung Bandung itu terpaksa masih harus menepi karena cedera bahu yang belum membaik yang didapatnya di laga kontra Bhayangkara FC beberapa waktu lalu.
Meski demikian, Gomez menegaskan tidak mempermasalahkan atas absennya strikr asal Argentina tersebut, karena ia akan kembali memasang duet Ezechiel N’Douassel dengan Patrich Wanggai.
“Kami harus memanfaatkan semua pemain yang ada saat ini. Patrich salah satu pemain terbaik yang kami miliki. Dalam latihan pun dia terus menunjukkan performa yang bagus bersama Eze,” kata Gomez sebagaimana dikutip dari laman resmi klub.
Gomez pun meyakini Wanggai dan N’douassel bisa membawa dampak positif untuk Persib. Dia juga tidak mempermasalahkan kegagalan Wanggai dan N’douassel mencetak gol dalam laga sebelumnya.
“Itu hal normal. Terkadang seorang pemain bisa mencetak banyak gol, bahkan tidak sama sekali. Yang terpenting adalah motivasi untuk kembali bangkit dan lebih baik lagi,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Tiga Kali “Pecundangi” Ronaldo, Begini Perasaan Luka Modric

POJOKSATU.id, MADRID – Musim ini menjadi musim terbaik bagi gelandang eksploratif Real Madrid, Luka Modric.
Betapa tidak, kapten Timnas Kroasia berusia 33 tahun itu telah memenangkan tiga penghargaan paling prestisius, Pemain Terbaik Piala Dunia 2018 Rusia, Pemain Terbaik UEFA dan Pemain Terbaik dunia FIFA.
Kini, sebuah media platform olahraga, Goal menambah koleksi gelarnya dengan memberikan Pemain Terbaik versi Goal 50.
Luka Modric dan Cristiano Ronaldo saat masih menjadi rekan sesama tim di Real Madrid (as.com)
Modric terpilih menjadi yang terbaik dari dua kandidat lainnya, mantan penggawa Real Madrid yang kini di Juventus, Cristiano Ronaldo dan gelandang serang Liverpool, Mohamed Salah.
Ini adalah ketiga kalinya Modric menggungguli mantan rekan setimnya itu, Ronaldo, setelah di dua penghargaan lainnya, Pemain Terbaik UEFA dan FIFA, Ronaldo juga “dipecundanginya”.
“Saya sangat bahagia bisa menerima penghargaan ini,” kata Modric kepada Goal.
Modric bahkan sukses mengakhiri duopoli Ronaldo dan Lionel Messi dalam penghargaan ini. Duo megabintang Portugal dan Argentina itu selalu merebut Goal 50 sejak Wesley Sneijder menjadi pemenang pada 2010 silam.
“Saya berterima kasih kepada semua pihak yang memberikan suara untuk saya. Sebuah kehormatan bisa meraihnya dan bisa mengikuti jejak dua pemain hebat (Ronaldo dan Messi),” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Minder, Faktor Kekalahan Manchester United Atas City

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Kekalahan Manchester United atas Manchester City di derbi Manchester akhir pekan kemarin di Etihad Stadium dalam lanjutan Liga Primer Inggris telah mengecewakan para mantan.
Nicky Butt, mantan penggawa Setan Merah pun menilai kekalahan mantan timnya di laga penuh gengsi itu tak lebih dari faktor kepercayaan diri yang rendah yang dimiliki skuat Jose Mourinho tersebut.
Butt meyakini, kurangnya rasa percaya diri membuat United harus takluk di tangan seteru sekotanya itu dengan skor cukup meyakinkan bagi tuan rumah 3-1.

“Di United saat ini, para pemain memiliki rasa percaya diri yang rendah. Mereka kemarin berhadapan dengan tim yang dianggap terbaik di Eropa (City) dan kalah,” kata Butt seperti dikutip dari Goal.
“Tidak penting siapa Anda atau tim apa yang Anda tangani, jika para pemain tidak memiliki rasa percaya diri, mereka tidak akan memenangkan banyak pertandingan,” tutur Butt  yang kini menjabat sebagai kepala pengembangan bakat di akademi United.
Meski begitu, Butt sekarang berharap timnya itu mampu melupakan kekalahan tersebut dan berjuang untuk mengupayakan posisi empat besar menjelang Natal.
“Sekarang, laga melawan City itu sudah berlalu dan mudah-mudahan mereka bisa terus berjuang sampai Natal dan masuk ke posisi untuk menantang empat besar klasemen,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Soal Tagar KosongkanGBK, Bima Sakti: Mereka Cinta Timnas, tapi Caranya Berbeda!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti angkat suara menanggapi ajakan “memboikot” laga Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di ajang Piala AFF 2018.
Tagar #KosongkanGBK memang menggema beberapa hari terakhir ini di lini masa. Tagar itu muncul jelang timnya bentrok dengan Timor Leste dalam lanjutan Grup B.
Tagar tersebut menggema sebagai bentuk kekecewaan suporter tanah air terhadap kinerja PSSI yang dinilai tak mampu mengelola timnas.
Dukung Aksi Timnas Indonesia, Suporter Gemakan “Edy Out”
Kekalahan Singapura Buka Jalan Timnas Indonesia jadi Lebar
Bima Sakti – Pelatih Timnas Indonesia.
Kondisi tersebut tentu bisa berdampak pada performa Beto Goncalves dan koleganya yang kini tengah berjuang di ajang kompetisi paling prestisius se-Asia Tenggara itu.
Bagi Bima sendiri, ia cukup maklum dengan adanya kritik tersebut, apalagi di laga pembuka menghadapi Singapura, skuatnya harus menelan kekalahan.
“Mereka (sebenarnya) cinta kepada Timnas, tapi caranya berbeda. Ini sebagai motivasi atau cambuk kami untuk berprestasi,” tutur Bima.
Bima mengaku timnya sangat membutuhkan masukan hingga kritik agar bisa terus berkembang. “Kami butuh kritik dan masukan,” ucapnya.
“(Tapi) terus terang, kami tak pernah membaca media sosial. Saya pesan ke pemain tak perlu baca medsos, tetap konsentrasi, kompak dan jangan terpengaruh suara-suara di luar,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Kekalahan Singapura Buka Jalan Timnas Indonesia Jadi Lebar

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kekalahan Singapura 0-1 dari Filipina di Stadion Panaad Bacolod, Filipina dalam lanjutan Grup B Piala AFF 2018, Selasa (13/11/2018) malam WIB memberikan keuntungan tersendiri untuk Timnas Indonesia.
Skuat Garuda sendiri juga sukses menyegel kemenangan setelah membungkam Timor Leste dengan skor meyakinkan 3-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), malam tadi.
Dengan dua fakta pertandingan ini, skuat besutan Bima Sakti kini punya peluang besar untuk lolos ke babak berikutnya.
Dukung Aksi Timnas Indonesia, Suporter Gemakan “Edy Out”
Pasalnya, dengan kekalahan yang diderita Singapura, kini  persaingan di papan klasemen Grup B semakin sengit nan ketat. Dari lima tim, empat di antaranya mengemas poin sama, yakni Indonesia, Singapura Filipina, dan Thailand.
Namun, Thailand berhak bertengger di puncak klasemen sementara karena baru memainkan satu laga Tim asuhan Milovan Rajevac itu unggul dalam produktivitas dengan 7 memasukkan dan 0 kemasukan.
Berikut klasemen sementara Grup B Piala AFF 2018:
Thailand 1 1 0 0 – 3
Indonesia2 1 0 1 – 3
Filipina1 1 0 0 – 3
Singapura 2 1 0 1 – 3
Timor Leste2 0 0 2 – 0
(jpnn/qur/pojoksatu)

Dukung Aksi Timnas Indonesia, Suporter Gemakan “Edy Out”

POJOKSATU.id, JAKARTA – Aksi Timnas Indonesia atas Timor Leste dalam lanjutan Grup B Piala AFF 2018 di Stadion Utama Geora Bung Karno (SUGBK), Selasa (13/11/2018) malam WIB mendapat dukungan suporter tanah air.
Kehadiran suporter pun cukup berdampak setelah skuat besutan Bima Sakti sukses memetik kemenangan cukup meyakinkan dengan skor 3-1.
Namun, rupanya hasil tersebut tak cukup membuat suporter puas. Meski akhirnya menang, skuat Garuda sempat tertinggal 0-1 dan tampil keteteran menghadapi strategi Timor Leste.
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (bolalob.com)
Bahkan, performa Indonesia pun dijadikan momentum untuk suporter tanah air menyanyikan chant bernada sindiran untuk Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi.
Setelah laga usai dan memberi applaus ke timnas, para suporter kemudian mengalihkan perhatian ke para pemain yang diberi selamat dari tribun VVIP.
Saat itu juga, suporter kemudian menggemakan “Edy Out…. Edy out… Edy out,” sampai puluhan kali. Meski tak terlalu penuh, suara tetap terdengar keras dari arah tribun penonton tersebut.
Tak cukup itu saja, nyanyian panjang yang ditujukan untuk Gubernur Sumatera Utara itu semakin nyaring saat pemain Timnas Indonesia usai memberikan ucapan terima kasih ke Indonesia.
“Ganti.. ganti…ganti Edy…ganti Edy sekarang juga,” teriakan ini terus menggema di saat laga telah usai.
Sayangnya, Edy tak ada di tribun VVIP saat Indonesia berjuang untuk meraih kemenangan perdana di Piala AFF 2018.
(jpnn/jpc/qur/pojoksatu)