M88cvf

M88cvf là trang web của M88Cvf – Đưa bạn vào thiên đường cá cược

Latest Posts

Luka Modric Mengaku Kaget dengan Keputusan Ronaldo dan Zidane

POJOKSATU.id, MADRID – Gelandang Real Madrid, Luka Modric mengaku kaget dengan pengunduran diri Zinedine Zidane dan hengkangnya Cristiano Ronaldo dari Santiago Bernabeu musim ini.
Zidane memutuskan mundur sebagai pelatih Real Madrid setelah mempersembahkan trofi Liga Champions tiga kali berturut-turut.
Sedangkan Ronaldo tak kalah mengejutkannya dengan memutuskan hengkang ke Juventus di tengah spekulasi kembali ke Manchester United.
Luka Modric Berharap Dapat Sentuhan Zidane, Lagi
Karena itu, Modric mengaku ia sangat tidak berharap Zidane maupun Ronaldo meninggalkan Real Madrid saat ini.
Minus dua sosok sentral tersebut, Madrid pun kini tertahan di peringkat 4 klasemen sementara La Liga, terpaut jarak dua poin dari Barcelona, Atletico Madrid dan pemuncak klasemen sementara Sevilla.
“Saya tidak mengharapkan mereka berdua pergi,” kata Modric kepada France Football seperti dikutip dari Diario AS.
“Aku tidak mengira Zidane akan pergi, hal yang sama untuk Ronaldo,” sebut dia.
Modric juga mengungkapkan, ruang ganti Madrid saat itu akhirnya percaya rumor tentang transfer Ronaldo, menjadikannya sebagai drama jendela transfer tahunan.
“Sebenarnya, ketika desas-desus tentang Cristiano keluar, kami membuat taruhan di antara kami di ruang ganti dan kami yakin bahwa dia aakan tetap pada akhirnya. Tapi semua orang membuat pilihan mereka sendiri dalam hidup,” tuturnya.
Cristiano Ronaldo sendiri saat ini belum menemukan bentuk terbaiknya di Turin, meskipun ia telah menunjukkan kapasitasnya sebagai pembeda di pertandingan.
Sedangkan Zidane, tengah dirumorkan dengan Manchester United menyusul performa tak mengesankan Jose Mourinho sejauh ini bersama Setan Merah.
(qur/pojoksatu)

Luka Modric Berharap Dapat Sentuhan Zidane, Lagi

POJOKSATU.id, MADRID – Gelandang Real Madrid, Luka Modric sedang dalam momen terhebat dalam kariernya setelah menyabet dua penghargaan paling prestisius tahun ini sebagai Pemain Terbaik Eropa dan FIFA 2018.
Kapten Timnas Kroasia di ajang Piala Dunia 2018 Rusia itu pun bahkan berpeluang menyandingkan dua piala individual itu dengan Ballon d’Or setelah dirinya kembali masuk dalam jajaran kandidat utama nominator.
Berbicara dengan France Football, apa yang telah dicapainya saat ini tidak terlepas dari ‘sentuhan dingin’ Zinedine Zidane saat masih menukangi Los Blancos.
Zinedine Zidane, Real Madrid (indianexpress.com)
Karena itu, sepeninggal Zidane yang memutuskan mundur musim ini, Modric mengaku kaget dan sangat kehilangan.
“Saya akan senang bermain di tim yang sama dengan (Zinedine) Zidane. Sepak bola adalah permainan yang juga dimainkan dengan kepala (otak),” kata Modric seperti dikutip dari Diario AS.
Bersama Zidane, Modric pun sukses menyambet trofi Liga Champions musim lalu, bahkan mempersembahkan piala ‘Si telinga Lebar’ itu dalam tiga musim berturut-turut.
Selain berbicara soal mantan pelatihnya itu, Modric juga mengaku akan selalu menaruh respek pada mantan team-mate nya, Cristiano Ronaldo meski sang bintang kini telah memutuskan hengkang dari Santiago Bernabeu.
Meski ia sukses “mempecundangi” Ronaldo dua kali di ajang penghargaan ‘The Best’ tahun ini, namun Modric tetap melihat Ronaldo adalah sosok terbaik.
“Cristiano selalu berjalan di depa (lebih unggul),” tutur Modric saat ditanya soal performa dan kemampuan eraih 5 Ballon d’Or ini selama bersamanya di Madrid.
(qur/pojoksatu)

Karena Hal Ini Silvio Berlusconi Tak Suka Gennaro Gattuso

POJOKSATU.id, MILAN – Mantan bos AC Milan, Silvio Berlusconi melayangkan kritik tajam atas strategi yang dipakai Gennaro Gattuso dalam membesut  Rossonerri saat ini.
Menurut mantan Perdana Menteri Italia itu, Gattuso harusnya melakukan penyesuaian seiring masuknya Gonzalo Higuain musim ini dari Juventus.
Berlusconi paling menyoroti formasi yang selama ini dipakai Gattuso, ia pun merekomendasikan formasi 4-3-1-2 sebagai solusi untuk AC Milan.

Meski Rossoneri menang tiga kali beruntun dan telah mengumpulkan 10 gol termasuk tak terkalahkan dalam delapan laga beruntun, namun Berlusconi menilai Gonzalo Higuain seharusnya tidak menjadi striker tunggal.
“Higuain adalah pencetak gol yang dirindukan Milan selama bertahun-tahun, tapi saya tak paham mengapa ia tak didukung oleh second striker,” sebut Berlusconi seperti dikutip dari Goal.
“Saya tak suka ide sepakbola Gattuso. Saya tak paham mengapa ia mengadopsi gaya seperti itu. Saya tentu akan menduetkan Higuain dengan striker lain dan memainkan Suso di belakangnya,” kritiknya.
Berlusconi pun berharap, Gattuso mendengar sarannya terlebih Milan akan bentrok dengan rival sekota mereka, Inter Milan.
“Saya akan menonton derby (Milano) di televisi, tapi dengan kekecewaan atas formasi yang digunakan Milan dan cara bermain mereka,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Saran Don Capello Agar Real Madrid Keluar dari Tren Minor

POJOKSATU.id, MILAN – Real Madrid tengah berada dalam situasi kurang impresif menyusul hasil minor dibeberapa pertandingan.
Petahana Liga Champions itu telah menemukan gol yang sulit didapat musim ini, dengan empat pertandingan tanpa kemenangan sejauh ini di semua pentas kompetisi yang diikutinya.
Mantan pelatih Real Madrid, Fabio Capello pun angkat suara memberikan saran agar mantan klubnya itu bisa kembali ke jalur kemenangan dalam menjaga asa sang petahana.

Salahsatu yang disarankan Don Capello adalah keharusan Los Blancos menandatangani mesin gol Inter Milan, Mauro Icardi. Icardi, menurut dia, bisa menjadi solusi untuk menajamkan lini depan Madrib.
Capello percaya bahwa pencarian harus membawa Real ke Italia, dengan Icardi – yang selesai sebagai pencetak gol terbanyak bersama di Serie A musim lalu – pilihan sempurna untuk tim Madrid yang salah sasaran. goal
“Saya penggemar dia,” kata Capello kepada Radio Rai seperti dikutip dari Goal. “Jika saya adalah Real Madrid, saya akan segera menandatanganinya,”
“Dia adalah seorang spesialis di area penalti, seperti Cristiano Ronaldo, dan jika Anda memasukkan tiga bola di daerah itu, ia memukul ketiga pemain tersebut,” ujarnya.
Saran Don Capello ini tentu tidaklah berlebihan mengingat performa impresif Icardi dalam beberapa musim terakhir ini.
Sejauh ini, pemain internasional Argentina itu telah berhasil mengemas 112 gol dalam 190 penampilan untuk Inter Milan.
(qur/pojoksatu)

Rivalitas dan Prestasi Lionel Messi dan Ronaldo Adalah yang Terbaik dalam Sejarah!

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi adalah dua sosok maestro lapangan hijau yang bersinar dalam sepuluh tahun terakhir ini.
Keduanya pun telah ditempatkan dalam rivalitas yang sangat tinggi. Hebatnya baik Messi maupun Ronaldo kini telah sama-sama mengoleksi 5 Ballon d’ Or.
Pep Guardiola, manajer Manchester City yang pernah membesut salahsatu pemain terbaik dunia itu menyebut era Ronaldo dan Messi saat ini adalah era terbaik daa sejarah sepak bola dunia.

Kendati tahun ini Luka Modric telah mematahkan dominasi keduanya setelah memenangkan gelar Pemain Terbaik Eropa dan Pemain Terbaik dunia versi FiFA, namun Pep memandang keduanya masih sebagai alien.
Dikatakan mantan pelatih Barcelona itu, periode persaingan Messi dan Ronaldo sebagai era yang fenomenal, mengingat persaingan yang ada bisa begitu konsisten hingga sudah menyentuh tahun kesepuluh.
“Leo (Messi) sangat kompetitif, ‘binatang buas’. Sifatnya ketika bermain membantu pemain lain untuk kompetitif juga. Dia benci kekalahan dan bermain seperti masih anak-anak,” tutur Pep kepada Four Four Two seperti dikutip dari Goal.
“Dalam pertandingan besar, jika tim mau membantu Messi, dia pasti bakal menjadi pembeda. Bersama dengan Cristiano (Ronaldo), kita semua hidup dan masih menyaksikan era dua fenomena,” lanjutnya.
“Mereka sudah melewati sepuluh tahun dengan mencetak 50 gol dalam semusim. Itu luar biasa. Masalahnya mereka melakukan hal tersebut bukan cuma dalam jangka waktu setahun, tapi tahun demi tahun, lagi dan lagi,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Paul Pogba Menuju Gerbang Camp Nou!

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Gelandang Manchester United, Paul Pogba terus diisukan dengan langkah keluar Old Trafford.
Setelah dirumorkan akan pulang ke Juventus dan diminati Paris Saint-Gemain, penggawa Timnas Prancis di Piala Dunia 2018 Rusia itu kini telah dihubungkan dengan Barcelona.
Dikutip dari Goal, melalui agennya, Mino Raiola, Pogba dikabarkan sudah mencapai keaepakatan secara prinsipil dengan raksasa LaLiga asal Catalonia itu.
Rencananya, Camp Nou ingin mempresentasikan Pogba pada musim jendela transfer pemain Januari musim dingin mendatang atau pada musim panas tahun depan.
Rai Sport melaporkan jika Los Cules masih menjadikan Pogba sebagai target transfer dan kini sang pemain sudah sepakat untuk pindah ke Camp Nou, meski tidak disebutkan kapan saga transfer itu terealisasi.
Masa depan Pogba di Old Trafford sendiri memang masih belum jelas, apalagi setelah tersebar kabar dirinya terlibat friksi dengan sang manajer, Jose Mourinho.
Gelandang asal Prancis itu kabarnya tidak senang dengan perlakuan sang pelatih, termasuk setelah ban wakil kapten dicopotnya bulan lalu.
Namun para petinggi Setan Merah diyakini ingin tetap mempertahankan Paul Pogba apalagi mantan pemain Juventus itu baru direkrut kembali dengan rekor transfer dunia dua tahun lalu.
(qur/pojoksatu)

Plus dan Minus Jose Mourinho di Mata Eden Hazard

POJOKSATU.id, LONDON – Gelandang serang Chelsea, Eden Hazard mengungkapkan pengalamannya dilatih Jose Mourinho saat pria asal Portugal itu masih menukangi The Blues.
Sejatinya manusia, Hazard menyebut Mourinho punya dua sisi dalam kepemimpinannya, kelebihan dan kekurangannya sebagai seorang manajer klub.
“Mourinho adalah yang terbaik jika Anda menang, namun jika Anda kalah dia akan mengkritik para pemainnya,” kata Hazard seperti dikutip dari Diario AS.
Eden Hazard Berharap bisa Bersama Jose Mourinho, Lagi
Menurut dia, itulah karakter juru racik berjuluk The Special One tersebut. “Anda harus menerimanya, itu bagian dari karakternya,” sebutnya.
Hazard menyebut ada perbedaan yang sangat krusial antara Mourinho dengan manajer Manchester  City, Pep Guardiola.
“Dia jauh dari manajer petualang Guardiola tetapi tahun kami adalah juara, kami mencetak banyak gol dan bermain baik. Kami memiliki tim untuk memenangkan banyak gelar tetapi kami akhirnya dalam spiral negatif saat itu,” ungkapnya.
Namun terlepas dari itu semua, Eden mengaku berharap bisa kembali bersama Mourinho sebagai pemain dan manajer di suatu hari nanti.
“Namun, jika Anda meminta saya sekarang untuk pelatih saya ingin kembali bekerja, saya selalu mengatakan Mourinho,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Eden Hazard Berharap Bisa Bersama Jose Mourinho, Lagi

POJOKSATU.id, LONDON – Gelandang serang Chelsea, Eden Hazard menilai Jose Mourinho tetaplah sebagai salahsatu manajer terbaik yang pernah membesutnya.
Meski musim terakhirnya tanpa gelar bersama Mourinho di Stamford Bridge, namun jika diminta memilih ingin dilatih oleh siapa, penggawa Timnas Belgia itu menyebut sosok eks juru racik Real Madrid asal Portugal itu.
“Jika saya harus memilih, saya akan bekerja dengannya (Mourinho) lagi,” kata Hazard kepada koran Belgia HLN seperti dikutip dari Goal.

Eden menceritakan kerjasama terakhir dirinya dengan Mourinho memang tidak memuaskan secara hasil, namun ia tak ragu ingin sekali lagi dilatih Mourinho.
“Musim terakhir bersama Mourinho tidak menyenangkan karena kami tidak memenangkan apapun dan kemudian kami melakukan latihan rutin tanpa bersenang-senang,” sebutnya.
“Namun, jika Anda meminta saya sekarang untuk pelatih saya ingin kembali bekerja, saya selalu mengatakan Mourinho,” ujarnya.
Hazard mengaku penasaran bekerja lagi dengan Mou terlebih ia merasa kurang memberikan kontribusi terhadap klubnya saat itu.
“Dalam 12 tahun saya hanya mengalami satu musim buruk, enam bulan terakhir dengan Mourinho dan sebagian itu adalah kesalahan saya,” ungkap Hazard.
“Setelah titel, kami meminta Mourinho untuk liburan tambahan dan saya benar-benar tidak sehat. Saya merasa sedikit bersalah karena saya adalah pemain terbaik tahun ini dan salah satu pemain yang paling menentukan, jadi saya mengirim pesan kepadanya ketika dia pergi,” ujarnya memungkasi.
(qur/pojoksatu)

Alasan Paolo Maldini Mau Kembali ke AC Milan

POJOKSATU.id, MILAN – Legenda AC Milan, Paolo Maldini telah kembali ke klubnya sejak Agustus lalu setelah mmutuskan pensiun sebagai pemain profesional.
Maldini kini punya peran baru di San Siro, yakni menjadi bagian dari manajemen klub sebagai Direktur perkembangan strategis AC Milan.
Maldini pun mengungkapkan kenapa ia bersedia untuk kembali ke dunia yang telah mengangkat namanya itu, terlebih proses bagaimana ia mendapatkan tawaran dari AC Milan dan menerimanya terjadi dalam waktu yang relatif singkat.
“Leonardo menelepon saya,” kata Maldini dalam sebuah festival olahraga di Trento seperti dikutip dari Goal.
“Saya sedang berlibur dan dia mengatakan, ia telah dikontak oleh klub,” sebutnya. ”Kami mencapai kesepakatan dalam 48 jam. Kami membagi area keolahragaan, yang berarti menangani tim, pemain dan pelatih. Ini pekerjaan yang intens dan jelas tidak mudah,” paparnya.
Maldini yang semasa kariernya bersama I Rossonerri telah merengkuh tujuh scudetto Serie A dan lima trofi Liga Champions.
“Target kami sekarang adalah kembali kompetitif di Eropa sesegera mungkin. Kami memiliki kontrak tiga tahun, jadi itu bukan waktu yang banyak, tetapi kami akan berusaha,” tekad Maldiri.
“Saya tidak akan menyangkal, sulit membicarakan lolos Liga Champions, mempertimbangkan hasil akhir-akhir ini, tetapi kami yakin mampu melakukannya. Itu target kami,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Manajer Chelsea Sebut Dua Klub Ini Akan Bentrok di Final Liga Champions Musim Ini

POJOKSATU.id, LONDON – Manajer Chelsea, Maurizio Sarri memprediksi partai final Liga Champions musim ini akan mempertemukan raksasa Liga Primer Inggris, Manchester City dan sang petahana Serie A Italia, Juventus.
Mantan pelatih Napoli itu menilai, prediksi tersebut menyusul performa apik nan konsisten kedua klub sejauh ini di pentas domestik maupun Eropa.
Karena itu, Sarri menilai City dan Juventus berpeluang besar untuk menembus partai final kompetisi kasta tertinggi di benua biru tersebut.
Seperti diketahui, Juventus menembus dua laga final dalam tiga tahun terakhir dan mereka menegaskan ambisinya dengan merekrut Cristiano Ronaldo di musim panas, sementara Man City terus berkembang di bawah asuhan Pep Guardiola.
“Di Serie A, tidak ada rival untuk Juventus,” kata Sarri kepada Corriere dello Sport seperti dikutip dari Diario AS.
“Ketika saya biasa mengatakan itu, orang-orang berpikir saya hanya melindungi diri sendiri, namun sekarang mereka sudah melejit. Musim ini, ada dua kandidat untuk menjadi juara Liga Champions: Juventus dan Manchester City,” ujarnya.
Khusus soal The Citizens, Sarri menilai kehadiran Pep Guardiola di Etihad Stadium sangat berdampak pada performa City dalam beberapa musim terakhir.
“Saya selalu berpikir skuat Guardiola sudah cukup matang untuk langkah terakhir di panggung Eropa, tetapi kita harus melihat bagaimana performa klub-klub Spanyol pada bulan Maret. Segalanya berubah cepat di Liga Champions,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)