M88cvf

M88cvf là trang web của M88Cvf – Đưa bạn vào thiên đường cá cược

Latest Posts

Calon Lawan Indonesia U-19, Jepang Tampil Trengginas, Cukur Irak 5-0

POJOKSATU.ID, BOGOR – Timnas Jepang U-19 menutup laga penyisihan Grup B Piala ASia U-19 2018 dengan sempurna. Pada pertandingan pamungkas kontra Irak U-19 di Stadion Pakansari, Bogor, Kamis (25/10/2018) petang, Jepang menang telak 5-0.
Sebelum lawan Irak, Jepang sudah memastikan diri lolos ke babak perempat final sebagai juara grup. Mereka akan menghadapi Timnas Indonesia U-19 yang lolos sebagai runner up Grup A, Minggu (28/10/2018) mendatang.
Pada laga sore tadi, Jepang yang berstatus juara bertahan turnamen ini tampil trengginas. Baru sepuluh menit laga berjalan Yuta Taki yang mendapat umpan dari Takefusa Kubo membawa timnya unggul setelah tendangannya dari jarak dekat sukses menjebol gawang Irak.
BACA JUGA:

Pelatih Legendaris Ini Sebut Ronaldo Setingkat di Atas Messi

Hadapi Jepang, Indonesia U-19: Kita Sama-sama Makan Nasi

Klasemen Liga Champions Usai Matchday 3: Dua Tim Ini Paling Produktif

Jepang terus mendominasi jalannya pertandingan. Pada menit 27 mereka mampu menggandakan keunggulan. Kali ini sepakan terukur Kyosuke Tagawa membuat skor menjadi 2-0.
Tujuh menit berselang, Jepang kembali menambah keunggulannya. Tendangan keras Taichi Hara dari luar kotak penalti bersaran di pojok kiri gawang Irak yang dikawal Haval Bahaalddin. Skor 3-0 untuk Jepang bertahan hingga jeda.
Timnas Jepang U-19 menang 5-0 atas Irak U-19 di Stadion Pakansari, Bogor, Kamis (25/10/2018) petang. (the-afc.com)
Memasuki paruh kedua, tekanan Tim Samurai Biru belum kendor. Namun mereka baru bisa mencetak gol tambahan pada menit 77. Kembali Taichi Hara mencatatkan namanya di papan skor setelah mengonversi sepak pojok Koki Saito lewat sundulannya. 4-0 Jepang memimpin.
Pesta gol Jepang ditutup oleh Koki Saito pada menit 85 setelah menerima umpan Takuya Ogiwara. Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan telak Jepang, 5-0.
Hasil ini membuat Jepang memimpin klasemen akhir Grup B Piala Asia U-19 dengan catatan sempurna, 9 poin. Sementara Irak jadi juru kunci karena hanya mengemas satu poin, hasil laga imbang lawan Thailand U-19.
Adapun Thailand lolos ke perempat final setelah meraih kemenangan dramatis pada laga pamungkas, 2-1 lawan Korea Utara. Thailand mengumpulkan 4 poin untuk lolos sebagai runner up Grup B dan akan menghadapi Qatar.
(fat/pojoksatu)

Pelatih Legendaris Ini Sebut Ronaldo Setingkat di Atas Messi

POJOKSATU.ID, TURIN – Pelatih legendaris Italia, Marcelo Lippi, memuji setinggi langit megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo. Menurutnya, pemain yang baru didatangkan dari Real Madrid itu lebih baik dari pemain manapun di dunia, termasuk Lionel Messi.
Dikutip dari Express, Lippi memuji Ronaldo yang memimpin Juventus meraih kemenangan krusial di Old Trafford.
Pada laga matchday 3 Grup H Liga Champions 2018/19, Juve menang 1-0 atas Manchester United.
BACA JUGA:

Gagalkan Tendangan ‘Licik’ Suarez, Lionel Messi Terpukau Aksi Brosovic

Klasemen Liga Champions Usai Matchday 3: Dua Tim Ini Paling Produktif

Dapat Kartu Merah, Pelatih Indonesia U-19 Sebut Nurhidayat Adalah Pahlawan!

Menurut Lippi, kehadiran Ronaldo telah membantu Juventus menikmati awal yang menakjubkan musim ini, memenangkan 11 dari 12 pertandingan di semua kompetisi awal musim ini menunjukkan pentingnya peran CR7.
“Dalam dua tahun terakhir, setelah dua final Liga Champions, Juve semakin dekat menjadi tim terbaik. Dan saat ini, jelas mereka mutlak difavoritkan juara (Liga Champions),” kata pelatih Timnas Italia ketika menjuarai Piala Dunia 2006 itu.
Kolaborasi duet penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo dan Paulo Dybala sukses menaklukkan kiper Manchester United, David de Gea. (ChampionsLeague)
“Juventus pantas mendapatkan semua pujian. Tim telah mencapai reputasi tertinggi yang didapatkan dengan masuknya Ronaldo.”
“Tidak ada pemain lain yang bisa membuat tim meraih hasil tertinggi sebanyak yang dilakukan Ronaldo, dia pemain terbaik di dunia,” puji Lippi.
Lippi pun optimis Juventus, klub yang juga pernah dibesutnya itu bisa mewujudkan target musim ini, juara Liga Champions.
“Juventus selalu mengawali musim mereka untuk memenangkan segalanya. Saya pikir tahun ini mereka bisa melakukannya,” ujarnya.
Massimiliano Allegri – Pelatih Juventus (@juventus/twitter)
Selain memuji Ronaldo, Lippi juga memberi apresiasi atas kinerja Massimiliano Allegri, pelatih Juventus saat ini.
“Allegri? Dia sekarang adalah salah satu pelatih paling penting di dunia,” tuturnya.
(fat/pojoksatu)

Gagalkan Tendangan ‘Licik’ Suarez, Lionel Messi Terpukau Aksi Brosovic

POJOKSATU.ID, BARCELONA – Bintang Barcelona, Lionel Messi terpukau dengan aksi gelandang Inter Milan, Marcelo Brozovic yang menggagalkan tendangan bebas Luis Suarez.
Pada pertandingan di Camp Nou, Kamis (25/10/2018) dini hari WIB, Barcelona menang 2-0 atas Inter. Namun bukan gol Rafinha dan Jordi Alba yang membuat Messi berdecak kagum melainkan kemampuan Brozovic membaca trik ‘licik’ tendangan bebas Suarez.
Messi yang tidak tampil pada laga tersebut karena cedera patah tangan hanya bisa menyaksikan rekan-rekannya dari tribun.
BACA JUGA:

Klasemen Liga Champions Usai Matchday 3: Dua Tim Ini Paling Produktif

Real Madrid Tampil Buruk Jelang El Clasico, Pelatih Barcelona Malah Bilang Begini

Salah satu poin pembicaraan utama dari pertandingan dini hari tadi ketika Barca diberikan tendangan bebas di tepi area penalti. Dengan ahli set-piece, Messi di tribun, Suarez maju sebagai eksekutor.
Suarez melepas tendangan bebas menyusur tanah. Trik licik yang selama ini kerap dilihat saat Messi mengambil tendangan bebas.
Gelandang Inter Milan, Marcelo Brozovic.
Namun rencana licik Suarez digagalkan oleh Brozovic dengan menjatuhkan badannya di belakang jejeran pemain Inter lainnya. Tak pelak bola tendangan Suarez yang lolos karena para pemain melompat akhirnya mengenai gelandang Timnas Kroasia itu.
Ekspresi Lionel Messi melihat tendangan bebas Luis Suarez digagalkan Marcelo Brozovic.
Setelah itu, Suarez terlihat frustasi karena upayanya digagalkan Brozovic. Namun di tribun, Messi malah tertawa melihat pertunjukan di lapangan itu.

(fat/pojoksatu)

Real Madrid Tampil Buruk Jelang El Clasico, Pelatih Barcelona Malah Bilang Begini

POJOKSATU.ID, BARCELONA – Barcelona yang baru saja meraih kemenangan krusial atas Inter Milan pada penyisihan Grup B Liga Champions 2018/19, langsung mengalihkan perhatian pada laga El Clasico akhir pekan ini. Lawannya, Real Madrid tengah berjuang keluar dari krisis.
Seperti diketahui, Real Madrid berada dalam periode negatif setelah lima laga tanpa kemenangan (4 kalah, 1 imbang) di semua kompetisi. Untungnya penampilan terakhir mereka di Liga Champions bisa menang lawan Viktoria Plzen.
Namun Los Blancos pun hanya bisa menang tipis 2-1 atas klub asal Rep Ceko itu, Rabu kemarin.
BACA JUGA:

Kritik Pemberitaan, Marcelo “Dikeroyok” Para Jurnalis

Tanpa Lionel Messi, Barcelona Bungkam Inter Milan 2-0

Persib Gagal Kudeta, PSM Makassar Makin Kokoh di Puncak Klasemen

Sementara Barcelona menunjukkan performa apik kala melumat Sevilla 4-2 di La Liga dan membungkam Inter Milan 2-0 di Liga Champions, Kamis (25/10/2018) dini hari tadi.
Situasi berbanding terbalik dua tim jelang bentrok di El Clasico, Minggu (28/10/2108) mendatang membuat Barca di atas angin.
Laga El Clasico akan tersaji dalam lanjutan La Liga, Minggu (28/10/2018) malam WIB.
Meski demikian pelatih Barcelona enggan meremehkan Madrid. Ia tetap mewaspadai anak asuh Julen Lopetegui itu.
“Madrid bisa lebih berbahaya lagi. Mereka akan datang ke sini [Camp Nou] untuk melawan kami dan meskipun mereka datang dalam keadaan krisis mereka akan menunjukkan kekuatan mereka, yang memang mereka miliki karena mereka punya banyak pemain hebat,” kata Valverde di fourfourtwo.

Kritik Pemberitaan, Marcelo “Dikeroyok” Para Jurnalis

POJOKSATU.id, MADRID – Sesi wawancara usai laga Real Madrid kontra Viktoria Plzen di Santiago Bernabeu, Rabu lalu benar-benar “dimanfaatkan” oleh para jurnalis untuk mengonfirmasi pernyataan Marcelo yang menyebut jurnalis cemburu pada prestasi Real Madrid sehingga kerap memberitakan miring.
Tak ayal, bek kiri Real Madrid itu diberondong pertanyaan oleh sejumlah awak media yang coba ingin meminta langsung maksud dari pernyataan penggawa Selecao tersebut.
Bahkan, mixed zone yang biasanya berlangsung dalam tensi adem menjadi memanas, Marcelo dan para wartawan terlibat debat sengit soal pernyataan Marcelo soal media tersebut.
Marcelo: Jurnalis, Mereka Hanya Cemburu pada Real Madrid!

Berikut kutipan tanya jawab sejumlah awak media dengan Marcelo yang dikutip dari Diario AS:
Marcelo: “Sangat sulit untuk mengambil ketika Anda tidak menang tetapi semua ini berbicara tentang krisis. Ini bukan sesuatu yang kita bicarakan, itulah yang Anda, pers bicarakan, Anda tahu? Kami tidak membiarkan hal itu memengaruhi kami sama sekali. Anda mencoba merusak skuat, banyak sekali ,”
Wartawan: “Anda pikir pers sengaja mencoba merusak skuat?”
Marcelo: “Menurut saya, ya”
Jurnalis: “Mari spesifik. Apakah Anda pikir saya secara pribadi mencoba untuk menyakiti skuat? “
Marcelo: “Jurnalis secara umum, Anda semua. Saya tidak tahu mengapa. Mungkin itu cemburu, saya tidak tahu, karena Anda tidak tahu cara bermain sepak bola. Saya tidak tahu,”
Jurnalis: “Saya tahu cara bermain sepakbola. Mungkin tidak sebaik Anda, dan saya tidak menghasilkan uang sebanyak Anda, tetapi saya tahu cara bermain sepak bola. Saya seorang jurnalis, itu satu-satunya disiplin yang saya pelajari. Saya bukan pemain bola. Saya tidak suka kurangnya rasa hormat yang Anda tunjukkan kepada saya karena saya tidak pernah menunjukkan rasa hormat kepada Anda. Apa yang bisa bermain sepak bola atau tidak ada hubungannya dengan bisa mengajukan pertanyaan tentang itu? ”
Marcelo: “Saya tidak tahu, seperti yang saya katakan, mungkin Anda cemburu karena Anda tidak tahu cara bermain sepakbola ,”
Jurnalis: “Cemburu? Kenapa kita harus cemburu padamu? ”
Marcelo: “Saya benar-benar tidak tahu, dan jujur, saya tidak peduli”.
Jurnalis: “Anda adalah orang yang menyerang kita dengan mengatakan bahwa kita cemburu. Anda tidak dapat menunjukkan ketidaksopanan seperti itu dengan menyatakan bahwa kami cemburu pada Anda. Kenapa aku harus iri padamu, Marcelo? ”
Marcelo: “Kamu mengkritik kami setiap hari dan menunjukkan kurangnya rasa hormat,”
Jurnalis: “Apa yang benar-benar Anda pedulikan, bahwa kami mengkritik Anda tentang bagaimana kinerja tim di lapangan, atau misalnya, apa yang dipublikasikan tentang Anda di Italia?”
Marcelo: “Saya tidak peduli sama sekali. Saya selalu di sini berbicara dengan semua orang dan menatap Anda langsung di mata. Terkadang, kadang-kadang, saya pikir beberapa hal yang ditulis tidak adil. Tapi secara pribadi, saya tidak punya masalah apa pun,”
(qur/pojoksatu)

Mario Gomez: PSSI Bersih, tapi Orangnya yang Tidak Bersih!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez benar-benar dibuat tak habis pikir oleh langkah-langkah PSSI terkait sanksi yang diberikan untuk timnya saat ini.
Pasca sidang Komisi Banding (Komding) yang digelar Senin lalu dan dihadiri pemain hasilnya tak kunjung keluar, Gomez pun menyebut pemanggilan kepada pemainnya hanya lelucon dan tidak benar.
“Sekarang ketika kejadian itu sudah berjalan satu bulan baru muncul wacana hukuman akan dikurangi, ini hanya lelucon dan semua ini tidak benar,” kata Gomez seperti dikutip dari Simamaung.
Mario Gomez Isyaratkan Hanya Semusim untuk Persib Bandung
Dengan kenyataan ini, Gomez pun semakin yakin, ada pihak-pihak yang memang tak ingin timnya berprestasi musim ini dengan cara pelemahan lewat sanksi-sanksi.
Namun begitu, pelatih asal Argentina itu tak mau menghakimi PSSI secara kelembagaan, karena menurutnya, orang-orang yang ada di dalamnya-lah yang bermasalah.
“Ini bukan lembaganya, bukan PSSI-nya, tapi sosoknya. Untuk ketahui musuh, kalian harus mengingat wajah dan nama, bukan federasinya. PSSI bersih tapi orangnya yang tidak bersih, nama dari mereka-mereka ini yang tidak bersih,” terangnya.
Ditegaskan Gomez, Bobotoh harus memerangi sosok-sosok yang berada di federasi tersebut. Tanpa menyebutkan nama, ia tahu beberapa sosok yang sering memberi keuntungan untuk beberapa tim.
“Ini untuk Bobotoh, kalian harus mengingat ini, ingat muka dan namanya, bukan PSSI atau Komdis, ingat itu berbeda,” tegasnya.
“Saya juga suka mengingat wajah dari wasit, beberapa ada yang bekerja dengan baik, kesalahan kecil itu hal normal karena mereka manusia, tapi saya ingat siapa yang selalu memberi keuntungan bagi segelintir tim,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Mario Gomez Isyaratkan Hanya Semusim untuk Persib Bandung

POJOKSATU.id, MAKASSAR – Kekalahan Persib Bandung atas PSM Makassar dengan skor tipis 0-1 dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 di Stadion Mattoangin, Rabu (24/10/2018) petang WIB semakin menguatkan spekulasi soal kiprah semusim Mario Gomez bersama Maung Bandung.
Pelatih asal Argentina itu bahkan secara terang benderang mengungkapkan sinyalemen tersebut usai timnya menelan kekalahan kedua beruntun tersebut.
“Untuk situasi ini saya tidak akan bertahan di manajemen ini. Karena saya sendirian, tidak ada orang di manajemen yang berjuang,” tutur Gomez.
Pernyataan sang pelatih tersebut merujuk pada upaya manajemen Persib yang menurutnya tidak spartan dalam memperjuangkan sanksi berat yang sedang diterima timnya oleh Komdis PSSI.
Gomez mengaku harus berjuang sendirian mengurus segala sesuatu. Terutama persoalan administratif dengan PSSI. Gomez dalam beberapa kesempatan memang sempat mengkritisi sikap manajemen.
“Saya seperti berjuang sendiri. Hanya ada pemain yang bersama saya saat mengurus semuanya dengan PSSI,” ucapnya.
Menyoroti hasil pertandingan sendiri, Gomez mengaku sangat kecewa. Dengan kondisi yang ada di lapangan, Gomez mengharapkan Supardi Nasir dan koleganya bisa mengakhiri permainan dengan hasil seri.
“Kita prediksi mungkin imbang karena kita kelihangan satu opsi, dan Makassar mencetak satu gol,” ujarnya menandaskan.
Dengan hasil minor ini, Persib gagal mengudeta PSM Makassar di puncak klasemen. Juku Eja bahkan kini mulai menjauh dengan selisih lima angka di atas Persib.
(jpc/qur/pojoksatu)

Borussia Dortmund Permak Juara Liga Europa

POJOKSATU.id, DORTMUND – Juara Liga Europa tahun lalu, Atletico Madrid tak berdaya dihadapan wakil Bundesliga Borussia Dortmund setelah menyerah 0-4 dalam lanjutan Liga Champions, macthday 3, Kamis (25/10/2018) dini hari WIB.
Tampil dihadapan pendukung setianya di Signal Iduna Park, Dortmund tampil garang dengan mengobrak-abrik barisan pertahanan Atletico.
Raphael Guerreiro tampil impresif dengan mencetak brace di menit 73 dan di masa injury time menit 89. Sedangkan dua gol lainnya disumbagkan Witsel di menit 38 dan Sancho menit 83.
Trio Firmansah Liverpool Obrak-abrik Gawang Crvena Zvezda
Tanpa Lionel Messi, Barcelona Bungkam Inter Milan 2-0
Angel Di Maria Selamatkan Muka Paris Saint-Germain
Dengan hasil positif ini, skuat besutan Lucien Favre berhak atas tempat di puncak klasemen Grup A dengan raihan sempurna sembilan. Sedangkan Rojiblancos menguntit di bawahnya dengan selisih tiga angka.
Meski sukses pesta gol, namun tuan rumah sempat kesulitan untuk membbongkar barisan pertahanan tim tamu.
Dortmund baru bisa melakukan penetrasi ke dalam gawang Atletico di menit 38 lewat pergerakan Axel Witsel yang menyambut umpan akurat Achraf Hakimi. Gol Witsel pun menjadi gol satu-satunya yang lahir di babak pertama.
Di interval kedua, keputusan Lucien Favre memasukkan Raphael Guerreiro berbuah manis. Sang supersub mampu menjawab kepercayaan sang pelatih dengan mencetak dua gol.
Gol pertama Guerreiro lahir di menit 73 setelah menyambut umpan Hakimi. Sang Supersub pun kembali mencatatkan namanya di papan skor jelang peluit panjang.
Sebelumnya, lagi-lagi lewat pergerakan Hakimi, Jadon Sancho sukses menambah pundi-pundi gol tuan rumah.
(qur/pojoksatu)

Angel di Maria Selamatkan Muka Paris Saint-Germain

POJOKSATU.id, PARIS – Paris Saint-Germain nyaris dibuat malu Napoli dihadapan pendukungnya sendiri di Parc Des Princes dalam matchday 3 Liga Champions 2018/19, Kamis (25/10/2018) dini hari WIB.
Beruntung, sang gelandang, Angel Di Maria mampu menyelamatkan kekalahan timnya yang sudah di depan mati lewat gol penyeimbang di detik-detik akhir pertandingan.
Les Parisiens pun harus puas berbagi poin satu dengan wakil Serie A Italia itu setelah hanya bermain imbang dengan skor identik 2-2.
Trio Firmansah Liverpool Obrak-abrik Gawang Crvena Zvezda
Tanpa Lionel Messi, Barcelona Bungkam Inter Milan 2-0
Dua gol tuan rumah disumbangkan pemain Napoli Mario Rui yang melakukan gol bunuh diri di menit 61 dan Angel Di Maria di menit 90+3.
Sedangkan dua gol tim tamu disarangkan Lorenzo Insigne di menit 29 dan Dries Mertens di paruh kedua menit 77.
Dengan hasil seri ini, persaingan di Grup C berlangsung sengit. Napoli kini menguntit Liverpool yang berada di puncak dengan selisih satu angka, sementara posisi PSG masih belum aman karena tertahan di urutan ketiga dengan raihan empat poin.
PSG sendiri harus bersusah payah mengejar ketertinggalan di pertandingan tersebut setelah Napoli sukses unggul lebih dulu lewat gol Lorenzo Insigne di menit 29.
Gol tercipta lewat sebuah skema serangan yang apik saat Insigne mampu menjangkau umpan jauh namun terukur dari Jose Callejon untuk kemudian meneruskannya ke dalam gawang lawan yang dikawal Alphonse Areola.
Kehadiran skuat lengkap tuan rumah lewat Trio Macan (Mbappe, Cavani, Neymar) ternyata tak terlalu berdampak dalam pertandingan.
Baik Mbappe, Neymar maupun Cavani yang biasanya garang di lapangan tampil majal dengan membuang sejumlah peluang emas di babak pertaama.
Memasuki interval kedua, PSG coba bangkit dari ketertinggalan. Upaya mereka berbuah meski mendapatkan gol bunuh diri dari pemain Napoli di menit 61.
Mario Rui salah mengantisifasi silang Thomas Meunier sehingga bola yang seharusnya terbuang ke luar lapangan justru masuk ke dalam gawang timnya sendiri.
Namun, PSG lagi-lagi harus tertinggal setelah skuat besutan Carlo Ancelotti itu kembali mencetak gol, kali ini lewat penempatan Dries Mertens di kotak terlarang.
Gelandang Timnas Belgia itu mampu memanfaatkan bola muntah sepakan Fabian Ruiz yang smepat diblok Marquinhoz.
Tertinggal jelang akhir pertandingan membuat tuan rumah makin masif melakukan serangan. Konstruksi serangan dari sektor sayap mengalir deras meski belum berbuah hasil.
Adalah Angel Di Maria yang kemudian tampil menjadi ‘pahlawan’ timnya setelah berhasil menyobek gawang Napoli jelang bubaran.
Gol tercipta lewat aksi mantan penggawa Real Madrid dan Manchester United itu yang sebelumnya mampu memperdaya kiper Napoli, David Ospina.
(qur/pojoksatu)

Trio Firmansah Liverpool Obrak-abrik Gawang Crvena Zvezda

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Liverpool terlalu perkasa buat wakil Serbia Red Star Belgrade atau Crvena Zvezda usai melumat tamunya itu dengan skor telak tak terbalas 4-0 di Anfield, Kamis (25/10/2018) dini hari WIB.
Bintang The Reds, Mohamed Salah kembali menunjukkan mantranya dengan mencetak brace di menit 45 dan menit 51.
Sedangkan dua gol lainnya disarangkan Roberto Firmino yang membuka keran gol tuan rumah di menit 20 dan gol penutup dari Sadio Mane menit 80.
Tanpa Lionel Messi, Barcelona Bungkam Inter Milan 2-0

Dengan hasil gemilang ini, skuat besutan Jurgen Klopp kini berhak di puncak klasemen Grup C dengan raihan enam angka.
Sedangkan Red Star Belgrade harus tersungkur ke dasar klasemen setelah hanya mengumpulkan satu angka dari tiga laga yang telah dilakoninya.
Persaingan di Grup C ini sendiri berlangsung sangat ketat setelah Napoli sukses menahan imbang Paris Saint-Germain di Parc des Princes di waktu yang bersamaan.
Tampil dihadapan pendukung sendiri, trio Firmansah (Firmino – Mane – Salah) tampil garang dengan terus mengancam barisan pertahanan tim tamu sepanjang pertandingan.
Roberto Firmino membuka keunggulan di menit ke-20, penggawa timnas Brasil itu sukses mengonversi umpan silang Andy Robertson dari sisi kiri dan menceploskan bola ke gawang Milan Borjan.
Gelombang serangan terus dilancarkan tuan rumah dan beberapa saat jelang turun minum Mohamed Salah sukses menggandakan skor.
Menyambut umpan manja pemain asal Swiss, Xherdan Shaqiri, Salah dengan penuh percaya diri melesakkan bolanya yang gagal dihadang kiper lawan.
Memasuki interval kedua, Liverpool masih mendominasi jalannya pertandingan. Salah pun kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat eksekusi penalti di menit 51.
Wasit menghadiahi penalti untuk tuan rumah setelah Sadio Mane dijatuhkan Filip Stojkovic di dalam kotak terlarang.
Memasuki menit akhir, Sadio Mane yang mencetak gol. Gelandang Senegal itu melengkapi pesta gol tuan rumah dengan sentuhan ringan berawal dari umpan pemain pengganti, Daniel Sturridge.
(qur/pojoksatu)