M88cvf

M88cvf là trang web của M88Cvf – Đưa bạn vào thiên đường cá cược

Latest Posts

Julen Lopetegui Itu Pelatih Hebat, tapi …

POJOKSATU.id, MADRID – Julen Lopetegui hanya menjadi pelatih seumur jagung di Real Madrid setelah dipecat karena dinilai gagal mengangkat performa Karim Benzema dan koleganya.
Kendati dinilai gagal, legenda Los Blancos, Fernando Hierro tetap menilai sang pelatih adalah sosok yang luar biasa.
“Tidak mudah untuk masuk ke tim yang telah memenangkan tiga Liga Champions terakhir,” kata Hierro seperti dikutip dari Diario AS.
Mantan Pelatih Timnas Spanyol, Fernando Hierro. (EPA-EFE/ Javier Etxezarreta)
Keduanya sendiri pernah bersama-sama di Timnas Spanyol saat persiapan Piala Dunia 2018 setelah kemudian Lopetegui lebih memilih Real Madrid.
Baginya, Lopetegui perlu diberikan waktu untuk membuktikannya atau bisa menunjukkan mantranya dalam membesut tim.
“Sangat sulit untuk berbicara tentang seorang kolega dengan profesi, yang saya menghabiskan banyak waktu bekerja dengannya,” kata Hierro.
“Mungkin, seperti setiap pelatih, dia membutuhkan waktu, ketenangan. Itu tidak mudah untuk datang ke tim yang telah memenangkan tiga Liga Champions terakhir. Tentu saja, Julen adalah pelatih hebat dan saya tidak memiliki keraguan tentang itu,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Rahmad Darmawan: Keterlaluan, Wasit Membahayakan Pemain!

POJOKSATU.id, TENGGARONG – Pelatih Mitra Kukar, Rahmad Darmawan geram dan tak habis pikir dengan asit Novari Ikhsan Arilaha yang memimpin jalannya pertandingan timnya kontra PS Tira di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Jumat (23/11/2018) malam WIB.
RD menilai sang wasit sudah keterlaluan dan sisi kemanusiaannya pertandingan itu sudah hilang saat membiarkan salahseorang pemain terkapar di lapangan setelah terkena hantaman keras bola tepat di wajahnya.
“Yang pasti dia amnesia. Kita bisa lihat bagaimana bola kena kepala dia dengan jarak yang dekat dan keras. Seharusnya wasit menghentikan pertandingan, tapi didiamkan menunggu satu pemain membuang bola,” tutur RD seperti dikutip dari Goal.
“Saya menyoroti sisi kemanusiaan wasit hari ini tidak ada. Itu paling penting dalam sepakbola. Wasit tahu itu keras, karena kejadian di depan dia. Kenapa dia tidak menghentikan pertandingan?” sebutnya.
RD juga menilai wasit mengeluarkan sejumlah keputusan yang merugikan timnya. “Sayang pertandingan harus dirusak dengan kepemimpinan wasit yang menurut saya netralitasnya harus ditegakkan di akhir kompetisi seperti ini. Keputusan wasit banyak yang aneh,” sebutnya.
“Saya mengutuk keras keputusan wasit. Saya sudah lama tidak bicara soal wasit sejak satu tahun terakhir. Tapi kali ini saya melihat bagaimana mereka melakukan banyak sekali kesengajaan yang membahayakan pemain,” ungkapnya.
Kendati timnya sukses memenangkan pertandingan dengan skor tipis 1-0, RD tetap gusar dengan kinerja wasit di pertandingan tersebut.
“(Sepakbola) Kita hanya butuh satu hal saja, sikap fair play di pertandingan. Kami sering kalah, tapi tidak pernah saya ribut, komplain terhadap wasit. Kami kali ini menang, tapi saya komplain. Kenapa? Karena kepemimpinan wasit sudah keterlaluan,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Suporter Indonesia Rindu Kehadirannya, Luis Milla “Senyumin Aja”

POJOKSATU.id, JAKARTA – Suporter sepak bola Indonesia tampak sangat merindukan kehadiran sosok Luis Milla di Timnas Indonesia.
Betapa tidak, di tangannya, skuat Garuda menunjukkan performa positif. Kendati gagal juara di ajang Asian Games 2018, namun bisa menembus ke babak 16-besar.
Terlebih, kini Timnas Indonesia di bawah besutan Bima Sakti tak berkutik di pentas Asia Tenggara setelah gagal melaju ke semi-final Piala AFF 2018.

Tak ayal banyak suporter memanfaatkan media sosial untuk coba “membujuk” pelatih asal Spanyol itu dengan melontarkan pernyataan-pernyataan pujian.
Milla sendiri rupanya tak melupakan begitu saja sepakbola Indonesia. Terbukti ia mengomentari balik komentar yang datang dari akun fanbase Indonesia.
Mendengar itu, Milla akhirnya memberikan respons. Dengan mengunggah ulang komentar salah satu akun fanbase suporter Indonesia, dia menulis, “Terima kasih!” diiringan dengan emotikon senyum dan tepuk tangan.
Luis Milla Aspas memilih mundur sebagai pelatih Timns Indonesia kendati PSSI menambah durasi kontraknya hingga tahun depan.
Persoalan tunggakan gaji ditenggarai sebagai faktor keengganannya meneruskan kiprahnya bersama Timnas indonesia.
(qur/pojoksatu)

Beda Pendapat Exco PSSI dan Dirtek Soal Bima Sakti

POJOKSATU.id, JAKARTA – Direktur Teknik PSSI, Danurwindo menilai tak bijak rasanya jika menumpahkan kegagalan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2018 kepada seorang Bima Sakti seorang.
Dikatakan Danur,  Bima tak pantas menjadi kambing hitam dari semua hasil minor timnas yang terjadi beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, Bima punya potensi besar untuk menjadi seorang pelatih kelas atas karena telah menyerap ilmu dari mantan pemain Timnas Spanyol, Luis Milla Aspas.
“Bima adalah pelatih masa depan kita. Tak bisa karena gagal (di Piala AFF) dia tak dapat kesempatan lagi. Kami justru membutuhkan banyak pelatih. Bima salah satu dari 24 pelatih yang lulus Lisensi A bahkan dengan nilai bagus,” tuturnya.
Bima, dikatakannya hanya minim pengalaman, sehingga butuh jamb terbang, karena sebelumnya hanya bertugas sebagai pelatih sementara Timnas U-19 Indonesia.
Di tangannya, Garuda Muda kalah telak dari Jepang U-19 dengan skor 0-4 saat melakoni laga uji coba. Namun hasil itu tidak memengaruhi keputusan PSSI untuk mempekerjakannya.
Bima Sakti yang awalnya ditunjuk sebagai asisten Luis Milla, naik jabatan menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia. Meski banyak kritik, dikatakan Danur, PSSI masih mengakui kinerjanya sebagai juru taktik.
“Sebagai pelatih, dia layak dipertahankan. Tapi kan bukan saya saja yang bicara dalam hal ini,” imbuhnya.
Keinginan Danur ini berbeda pendapat dengan sejumlah anggota Exco PSSI, seperti Gusti Randa dan Yoyok yang ingin segera melakukan rapat evaluasi terkait kinerja Timnas Indonesia, termasuk keinginan mereka mengganti Bima Sakti yang dinilai gagal membesut performa Merah-Putih.
(jpc/qur/pojoksatu)

Nasib Bima Sakti Akan Diputuskan Besok Lusa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Exco PSSI bukan suara terkait performa minor pelatih Bima Sakti bersama Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2018.
Bima Sakti gagal membawa timnya menembus babak semifinal kendati masih menyisakan satu laga pamungkas kontra Fipilina di fase Grup B.
Anggota Exco PSSI Yoyok Sukawi mengungkapkan, pihaknya masih belum tahu tentang masa depan Bima Sakti bersama timnas.
Jika Dinilai Gagal Total, Bima Sakti Siap Mundur
Pihaknya masih akan merundingkan masalah tersebut dalam Rapat Exco yang akan dilakukan pada 25 November mendatang.
“Agendanya ada tiga, yang pertama agenda rutin, yang kedua persiapan kongres tahunan, yang ketiga baru membahas terkait evaluasi timnas di Piala AFF, di dalamnya juga tentang nasib Bima,” tutur Yoyok seperti dikutip dari jpnn.
Namun begitu, Yoyok menilai, sang pelatih memang harus diganti menyusul hasil buruk di ajang kompetisi paling bergengsi se-Asia Tenggara itu.
“Dia sudah diberi mandat jadi pelatih kepala tapi hasilnya tidak sesuai harapan. Bima paling pas di asisten pelatih, atau diberi kesempatan untuk menangani timnas yang lebih muda,” sebut dia.
Soal sosok suksesornya, Yoyok mengaku belum mendapat gambaran, namun ia menyarankan calon pelatih berikutnya tak perlu muluk-muluk sekaliber Luis Milla.
“Saya mengusulkan pelatih yang lebih berpengalaman saja, yang punya jam terbang di timnas,” tuturnya.
Selain itu, sebut dia, pelatih nanti juga harus punya harga ‘standar’ alias sesuai dengan kondisi keuangan federasi.
“Percuma kalau pelatih mahal tidak mampu bayar,” sebut Yoyok merujuk pada kasus tunggakan gaji pelatih timnas sebelumnya, Luis Milla.
(qur/pojoksatu)

Reaksi Ketum PSSI Saat Ditanya Soal Performa Timnas Indonesia

POJOKSATU.id, MEDAN – Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi rupanya ogah mengomentari soal kegagalan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2018.
Timnas gagal menembus babak semi-final di ajang paling prestisius se-Asia Tenggara itu kendati masih menyisakan laga pamungkas fase grup menghadapi Filipina.
Laga itu sendiri baru akan digelar Minggu (26/11/2018) malam WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Jika Dinilai Gagal Total, Bima Sakti Siap Mundur
Saat didesak wartawan seusia melaksanakan shalat di Msjid Agung Kota Medan, Jumat (23/11/2018) siang, Edy bergeming.
“Saya sedang capek,” ucap Gubernur Sumatera Utara itu singkat. “Saya sedang capek,” katanya lagi.
Timnas Indonesia dipastikan tidak lolos ke semifinal Piala AFF 2018 setelah Filipina bermain imbang 1-1 lawan Thailand, Rabu (21/11) malam.
Terlebih, Singapura juga menang 6-1 atas Timor Leste. Mendengar kabar itu, Timnas Indonesia cuma bisa minta maaf.
Skuad Garuda tak bisa melangkah lebih jauh sebab secara hitung-hitungan, mereka gagal mengejar poin milik Filipina dan Thailand. Kedua negara sudah mengantongi tujuh angka. Sementara Indonesia baru memiliki tiga angka.
Sisa satu pertandingan tak bisa dimanfaatkan Indonesia untuk mengejar ketertinggalan. Sekalipun menang atas Filipina, Minggu (25/11) nanti, Indonesia tetap gagal lolos ke fase empat besar.
(jpnn/qur/pojoksatu)

Teco Berang Persija Jakarta Dituding Anak Emas PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra Teco terlihat berang dengan tudingan timnya sebagai anak emas PSSI.
Anggapan tersebut memang telah menjadi isu lama terutama di lini masa dan Teco kini menuntut para pihak yang beranggapan itu untuk membuktikannya.
“Mana buktinya? Waktu kami main, penalti tak wajar, ada kartu merah buat lawan, di mana?,” kata Teco kepada Jawapos.
“Pemain saya malah disanksi, lawan Persela pemain kami yakni Ismed (Sofyan), Renan (Silva), dan Sandi (Sute) tak bisa main,” tuturnya.
Teco pun meminta pemain untuk tak memedulikan isu-isu tersebut yang datang dari media sosial, karena itu hanya isu yang sengaja dihembuskan suporter tim rival.
Ia sendiri mengaku tak pernah mengikuti informasi di media sosial karena kebanyakan tak memiliki kebenaran yang bisa dibuktikan.
“Saya lebih suka pada orang membaca koran, informasinya terpercaya. Dari medsos kebanyakan fake, mereka bukan suporter tim, mau ganggu konsentrasi kami,” ucapnya.
Lagipula, sebut dia, kondisi seperti ini pernah dialaminya saat ia melatih klub asal Thailand. “Saat saya di Thailand hal seperti itu sama. Ada suporter yang bikin masalah, tapi bukan dari tim. Mereka dari rival. Saya pribadi tak memegang handphone,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Jika Dinilai Gagal Total, Bima Sakti Siap Mundur

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kegagalan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2018 menyeret sosok sang pelatih, Bima Sakti.
Sejumlah pihak termasuk Exco PSSI menginginkan jebolan Primavera itu diganti karena gagal membawa Merah-Putih berkiprah lebih dalam di ajang paling prestisius se-Asia Tenggara itu.
Timnas gagal melaju ke babak semi-final kendati menyisakan satu pertandingan lagi kontra Filipina yang baru akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (25/11/2018) petang WIB.
Kegagalan Indonesia melaju ke fase knock-out tidak terlepas dari hasil pertandingan antara Filipina dengan Thailand yang berkesudahan seri 1-1.
Atas hasil buruk tersebut, Bima pun siap meletakkan jabatannya jika diminta PSSI. “Kalau memang PSSI sudah memutuskan, kami mundur dan kami siap,” kata Bima.
Bima menilai, mendapat banyak pelajaran selama kiprahnya menukangi timnas untuk meneruskan kinerja Luis Milla.
“Saya harap media dan masyarakat mengerti bahwa ini proses yang tak mudah. Thailand dan Vietnam, contohnya, dari usia dini mereka dibentuk jadi sudah memiliki dasar yang bagus,” sebut dia.
Jika memang publik dan PSSI menginginkannya mundur, Bima berharap penggantinya bisa mendapat dukungan penuh dari suporter.
“Siapapun pelatihnya, mau asing atau lokal ya harus kita dukung semaksimal mungkin,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Djanur Beri Sinyal Ingin Terus Bersama Persebaya

POJOKSATU.id, SURABAYA – Dua bulan lebih membesut Persebaya Surabaya, Djajang Nurjaman telah memberikan dampak yang luar biasa.
Sempat berada di papan bawah, Bajul Ijo pelan namun pasti merangsek ke tengah bahkan kini membidik papan atas.
Persebaya tampil garang sejak kehadiran mantan pelatih Persib Bandung itu dengan mempecundangi tim-tim papan atas.
Persib Bandung, PSM Makassar, Persija Jakarta, Madura United dan Bali United adalah korban-korban kebangkitan David da Silva dan koleganya.
Persebaya pun kini menempati peringkat enam klasemen dengan raiha n 44 poin dari 12 kemenangan delapan bermain seri dan sebelas menelan kekalahan.
Sang pelatih sendiri mengaku sudah menemukan ritmenya bersama Persebaya. Djanur bahkan menegaskan ia kadung jatuh cinta pada klub kebanggaan rakyat Surabaya itu.
Djanur bahkan mengaku siap jika manajemen kembali menambah durasi kerjanya yang akan habis akhir musim ini untuk musim kompetisi mendatang.
“Tapi belum ada pembicaraan kontrak baru dari manajemen. Saya belum tahu apakah seperti kontrak di Desember selesai atau ada klausul yang lain, saya tidak tahu,” tutur Djanur seperti dikutip dari laman resmi klub.
Namun, jika memang dipercaya untuk musim depan, Djanur berjanji akan memertahankan formasi dan kekuatan yang saat ini dimiliki Persebaya.
Dikatakannya, hanya ada beberapa sektor yang membutuhkan suntikan tenaga baru. “Ambil dari mana saja. Tidak harus dari Persib Bandung. Ada beberapa pos yang perlu ditambah pemain handal,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Djanur Kadung Jatuh Cinta pada Persebaya dan Bonek Mania

POJOKSATU.id, SURABAYA – Ditunjuk sebagai suksesor Angel Alfredo Vera untuk membesut Persebaya, Djajang Nurjaman alias Djanur langsung memberikan dampak positif bagi skuat kebanggaan masyarakat Surabaya itu.
Denga polesannya, Bajul Ijo pun menjelma menjadi predator tim-tim kuat, sebut saja Persija Jakarta, PSM Makassar, Persib Bandung, Madura United dan terakhir Bali United.
Klub-klub besar penghuni papan atas itu sukses dipecundangi David da Silva dan koleganya, tak tanggung-tanggung dengan skor cukup impresif.

Kendati baru dua bulan 18 hari mengemban tugas di ibukota Jawa Timur itu, mantan pelatih PSMS Medan dan Persib Bandung itu mengaku sudah betah.
Meski dikontrak dengan durasi pendek hingga akhir musim ini, Djanur pun memberikan sinyalemen siap meneruskan kiprahnya bersama Persebaya jika diminta manajemen klub.
“Tetapi belum ada pembicaraan kontrak baru dari manajemen. Saya belum tahu apakah seperti kontrak di Desember selesai atau ada klausul yang lain, saya tidak tahu,” tutur Djanur seperti dikutip dari laman resmi klub.
Djanur pun menegaskan siap bertahan di Persebaya jika kontraknya diperpanjang di awal musim depan. “Kalau ditawari (manajemen) bertahan, saya pasti akan tetap di sini,” serunya. “Saya sangat betah di sini. Tapi sampai saat ini belum ada pembicaraan,”
Rasa betah Djanur sendiri diakui dia tidak terlepas dari atmosfir yang tercipta di lingkungan timnya, termasuk kehadiran Bonek Mania.
“Selain itu, banyak pemain-pemain muda di Surabaya yang berpotensi. Jujur, saya sudah sangat jatuh cinta dengan tim ini, suporternya dan kotanya. Saya rasa itu cukup beralasan untuk tetap di sini,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)