M88cvf

M88cvf là trang web của M88Cvf – Đưa bạn vào thiên đường cá cược

Latest Posts

Semua Gara-Gara Bonek Mania!

POJOKSATU.id, GIANYAR – Persebaya Surabaya tampil luar biasa dengan mencukur Bali United 5-2 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (18/11/2018) malam WIB.
Sang striker, David da Silva menjadi pahlawan kemenangan lewat hat-trick yang diciptakannya di laga tersebut. Sedangkan pemain muda Bajul Ijo, turut mencetak brace dan satu assist.
Legiun asing asal Brasil itu mencetak gol di menit 9, menit 30 dan di interval kedua menit 76. Sementara Osvaldo Hay menggenapkan lewat gol di menit 33 dan menit 57.
Tren Kemenangan Persebaya Terus Berlanjut
Dulang Gol Lagi, Persebaya jadi Tim Tersubur

Performa impresif Bajul Ijo sendiri selain karena semangat dan daya juang tinggi juga tak terlepas dari kehadiran pemain ke-12 mereka, Bonek Mania.
Betapa tidak, meski sebuah laga tandang, sedikitnya 7 ribu Bonek Mania turut memberikan dukungan penuh para pemain tim kebanggaannya.
Sekitar 2 ribu di antaranya menyaksikan langsung di dalam stadion, sedangkan sisanya harus menonton dari layar lebar yang tersedia di luar stadion.
Laga itu sendiri menjadi rekor tersendiri dari jumlah penonton terbanyak bagi Bali United musim ini. Menurut data yang tertera di match summary, sedikitnya ada 22.210 ribu penonton yang menyaksikan laga tersebut.
Bidik Papan Atas, Persebaya Merangsek ke Tengah
Rahasia Sukses Persebaya Surabaya Tampil Mamprang
Pelatih Persebaya, Djajang Nurjaman alias Djanur pun tidak menampik kehadiran Bonek Mania turut melecut daya juang pemainnya di lapangan.
“Ini pertandingan yang bagus. Penontonnya membludak. Ini salah satu pertandingan yang menarik untuk ditonton,” tutur mantan Pelatih Persib Bandung itu.
Menurut pelatih asal Majalengka, Jabar itu, kehadiran Bonek di Gianyar berdampak besar pada semangat juang Persebaya. Sebab, dukungan Bonek membuat Persebaya serasa bermain di rumah sendiri.
“Betul-betul suasana stadion semarak. Hal itu membantu motivasi pemain Persebaya. Inilah yang terjadi. Terima kasih Bonek yang telah jauh-jauh datang ke Bali,” tandasnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Usai “Ditampar” Djanur, David Da Silva Tampil Garang

POJOKSATU.id, GIANYAR – Bergabung dengan Persebaya Surabaya musim ini sebagai pemain ‘buangan’ dari klub lain, David da Silva mampu menunjukkan mantranya.
Teranyar legiun asing asal Brasil itu kembali mencatatkan hat-trick ke gawang Bali United untuk mengantarkan kemenangan impresif timnya dengan skor telak 5-2.
Tak ayal, sang bomber kini makin kokoh di daftar pencetak gol terbanyak Go-Jek Liga 1 2018 dengan koleksi 20 gol.
Kemas 20 Gol, David da Silva Bergeming di Puncak Top Skor
Osvaldo Haay: David da Silva Sang Predator Sejati!

Sedangkan hat-trick ke gawang Serdadu Tridatu adalah trigol ketiganya yang ia buat sejauh musim ini setelah sebelumnya ia sukses melakukannya ke gawang PS TIRA dan Mitra Kukar.
Namun begitu, performa Da Silva bukan tanpa kritik. Sang pelatih, Djajang Nurjaman alias Djanur bahkan sempat mengkritik habis-habisan performanya di lapangan yang terkesan ogah turun membantu pertahanan timnya.
“Sebelum dia cedera, tim pelatih menilai David agak malas dalam membantu pertahanan,” ungkap Djanur.
Djanur pun mengaku ia memanggil legiun asing asal Brasil itu untuk menyampaikan kritiknya tersebut sekaligus meminta sang pemain lebih mau membantu pertahanan.
“Saya juga sampaikan padanya bahwa ketika main tanpanya, anak-anak lainnya tetap bekerja. Sebagai striker, Osvaldo (Haay) juga bantu lini tengah dan pertahanan,” ujar mantan pelatih Persib Bandung itu.
“Tamparan” sang pelatih pun ternyata mampu dijadikan energi positif oleh sang pemain. Selain kini rajin membantu pertahanan saat Persebaya dalam tekanan, Da Silva terus menunjukkan insting predatornya ke gawang lawang.
“Saya katakan dia juga harus melakukan itu (ikut bertahan). Saya pikir itu yang menjadi tambahan order untuknya, dan dia lakukan itu,” tandasnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Kemas 20 Gol, David Da Silva Bergeming di Puncak Top Skor

POJOKSATU.id, GIANYAR – Bergabung dengan Persebaya Surabaya musim ini sebagai pemain ‘buangan’, David da Silva mampu menunjukkan mantranya.
Teranyar legiun asing asal Brasil itu kembali mencatatkan hat-trick ke gawang Bali United untuk mengantarkan kemenangan impresif timnya dengan skor telak 5-2.
Tak ayal, sang bomber kini makin kokoh di daftar pencetak gol terbanyak Go-Jek Liga 1 2018 dengan koleksi 20 gol.
Osvaldo Haay: David da Silva Sang Predator Sejati!
David Da Silva semakin mengokohkan dirinya sebagai top skor Go-Jek Liga 1 musim ini (persebaya.id)
Sedangkan hat-trick ke gawang Serdadu Tridatu adalah trigol ketiganya yang ia buat sejauh musim ini setelah sebelumnya ia sukses melakukannya ke gawang PS TIRA dan Mitra Kukar.
Dengan tambahan tiga gol ini semakin menjauhkan Da Silva dari para pesaingnya. Terdekat striker PS TIRA, Aleksandar Rakic baru mengemas 16 gol atau terpaut selisih empat angka.
Sementara bomber Persib Bandung, Ezechiel N’Douassel yang sempat memimpin daftar top skor di awal musim bergeming di 15 gol.
Persoalan sanksi larangan bermain yang kerap diterimanya dari Komdis PSSI mengganggu produktivitasnya dalam mencetak gol.
Berikut daftar Top Skor sementara Go-Jek Liga 1 2018 hingga pekan 31:
20 gol: David da Silva (Persebaya)
16 gol: Aleksandar Rakitic (PS TIRA)
15 Gol: Fernando Rodriguez (Mitra Kukar), Ezechiel N’Douassel (Persib Bandung)
14 gol: Loris Arnaud (Persela Lamongan)
13 gol: Marko Simic (Persija Jakarta)
12 gol: Shohei Matsunaga (PSMS Medan), Douglas Packer (Barito Putera), Marcel Sacramento (Barito Putera), Bruno Silva (PSIS Semarang)
11 gol: Stefano Lilipaly (Bali United FC), Paulo Sergio (Bhayangkara FC), Hari Nur Yulianto (PSIS Semarang)
10 gol: Samsul Arif Barito Putera), Jonathan Bauman (Persib Bandung), Beto Goncalves (Sriwijaya FC)
(qur/pojoksatu)

Eden Hazard: Saya Tak Pantas untuk Ballon D’Or!

POJOKSATU.id, LONDON – Penghargaan Ballon d’Or 2018 akan segera digelar dan tiga terbaik yang akan bersaing digadang antara Kylian Mbappe, Raphael Varane dan Luka Modric.
Luka Modric sendiri telah mendominasi dalam penghargaan individual tahun ini. Sejauh ini, ia telah memenangkan tiga penghargaan prestisius, yakni Pemain Terbaik Piala Dunia 2018, Pemain Terbaik UEFA dan Pemain Terbaik FIFA.
Karena itu, bagi bintang Chelsea, Eden Hazard, Modric berpeluang untuk menggenapkan penghargaan individual tahun ini dengan memenangkan Ballon d’Or.
“Saya akan mengatakan Luka Modric, tetapi antara Agustus dan Oktober dia tidak bermain dengan baik. Jadi jika Anda mempertimbangkan awal musim, saya akan mengatakan Kylian Mbappe,” tutur Hazard kepada Belgia RTBF seperti dikutip dari Diario AS.
Hazard yang tak masuk dalam kandidat utama Ballon d’Or pun cukup tahu diri. “Saya tidak pantas untuk Ballon d’Or,” ucapnya.
“Saya pikir ada pemain yang lebih baik dari saya. Bahkan jika saya bermain sangat baik tahun ini, saya tidak terbawa,” tandasnya.
Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sendiri telah mendominasi penghargaan ini dalam sepuluh tahun terakhir. Keduanya kini sama-sama telah merengkuh 5 Bola Emas tersebut.
Tidak adanya nama dua megabintang tersebut dalam tiga kandidat sebagaimana mencuat akhir-akhir ini mengindikasikan berakhirnya duopoli dua seniman lapangan hijau tersebut di ajang itu.
(qur/pojoksatu)

Laga Final Persib U-19 Vs Persija U-19 Sebaiknya Digelar di Sini

POJOKSATU.id, JAKARTA – Operator Liga 1 U-19, PT Liga Indonesia Baru telah menunda laga final kompetisi tersebut berdasarkan rekomendasi aparat keamanan.
Laga final yang sedianya akan digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (18/11/2018) terpaksa ditunda atas arahan pihak kepolisian setempat berdasarkan pertimbangan keamanan.
Menyoroti hal tersebut, pelatih Persib U-19, Budiman Yunus pun menyarankan laga digelar ditempat lain seperti di Stadion M. Soebroto, Magelang.
Stadion yang pernah dijadikan venue Persib dan Persija di babak delapan besar itu dinilai tepat dan ideal sebagai lokasi final.
“Bukan pilih-pilih tempat, tapi yang terpenting bisa hemat waktu, bujet dan tenaga,” kata Budiman seperti dikutip dari laman resmi klub seperti dikutip dari Goal.
“Kalau di Magelang perjalanannya bisa lewat darat dan lapangan untuk kami berlatih juga memadai‎,” sebut dia.
Di samping itu, Budiman juga memberikan masukannya terkait waktu pertandingan. “Karena ini final, bagusnya digelar siang atau sore karena bisa saja ada perpanjangan waktu. Kalau malam, Bali akan lebih enak, pencahayaannya juga bagus,”‎ ungkapnya.
Terpisah, pelatih Persija U-19, Sudirman, mengambil sisi positif dari penundaan laga final tersebut. Namun ia berharap segera ada kepastian dari pihak operator terkait jadwal dan venue yang baru.
“Agar kami bisa persiapkan babak final dengan baik,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Dilumat PSIS, Asa Juara Persib Bandung Semakin Pudar

POJOKSATU.id, MAGELANG – Persib Bandung gagal menempel PSM Makassar dalam perebutan puncak klasemen Go-Jek Liga 1 2018 setelah tak berkutik dihadapan PSIS Semarang dengan skor telak tak terbalas 3-0.
Tampil dihadapan suporter Laskar Mahesa Jenar di Stadion Madya Magelang, Minggu (18/11/2018) sore WIB di pekan 31, skuat besutan Mario Gomez tampil majal.
Tiga gol tuan rumah masing-masing didonasi Bruno Silva di menit 17 dan sang kapten, Hari Nur Yulianto di interval kedua menit 69 dan Ibrahim Conteh di menit 75.
Babak Pertama, Sundulan Bruno Silva bawa PSIS Unggul atas Persib
PSIS Semarang Bungkam Persib Bandung 3-0
Dengan hasil impresif ini, PSIS merangsek tiga tingkat ke peringkat 10 dengan raihan 42 poin dari urutan sebelumnya diperingkat ke-13.
Sedangkan Persib Bandung gagal menyalip Persija di urutan kedua, dan kini bergeming di urutan ketiga dengan raihan 49 poin atau terpaut lima angka dari pemuncak klasemen sementara PSM Makassar.
Dengan hasil buruk ini, kans Persib untuk menjaga asa juara semakin menjauh. Terlebih, pesaing terdekatnya, Persija Jakarta punya “tabungan” satu laga tunda kontra Persela Lamongan.
Persib Bandung sendiri masih menyisakan tiga laga tersisa hingga akhir musim, dan kenyataan ini tidaklah menguntungkan bagi mereka jika PSM maupun Persija sukses sapu bersih semua laga tersisa mereka.
Sempat menjadi juara paruh musim, performa Maung Bandung langsung anjlok pasca sanksi berat yang dijatuhkan Komdis PSSI imbas insiden pengeroyokan seorang suporter Persija hingga tewas oleh oknum Bobotoh di Stadion GBLA jelang laga Persib kontra Persija beberapa waktu lalu.
Persib bahkan majal di empat laga berturut-turut berikutnya. Sempat meraih kemenangan atas Bhayangkara FC, Persib kembali minor setelah ditumbangkan PSMS Medan dan terbaru oleh PSIS Semarang.
(qur/pojoksatu)

PSIS Semarang Bungkam Persib Bandung 3-0

POJOKSATU.id, MAGELANG – PSIS Semarang tampil impresif dengan membungkam Persib Bandung dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan ke-31 dengan skor telak tak terbalas, 3-0.
Tampil dihadapan suporter sendiri di Stadion Madya Magelang, Minggu (18/11/2018) sore WIB, Laskar Mahesa Jenar tampil mendominasi jalannya pertandingan.
Tiga gol tuan rumah masing-masing didonasi Bruno Silva di menit 17 dan sang kapten, Hari Nur Yulianto di interval kedua menit 69 dan Ibrahim Conteh di menit 75.
Babak Pertama, Sundulan Bruno Silva bawa PSIS Unggul atas Persib
Dengan hasil impresif ini, PSIS merangsek tiga tingkat ke peringkat 10 dengan raihan 42 poin dari urutan sebelumnya diperingkat ke-13.
Sedangkan Persib Bandung gagal menyalip Persija di urutan kedua, dan kini bergeming di urutan ketiga dengan raihan 49 poin atau terpaut lima angka dari pemuncak klasemen sementara PSM Makassar.
Tuan rumah sendiri tampil cukup mendominasi sepanjang pertandingan, kendati sempat tertekan di menit awal.
PSIS baru berhasil mencetak gol lewat skema serangan dari sektor sayap kanan yang dikreasi Hari Nur Yulianto di menit 17.
Menggiring bola langsung ke jantung pertahanan lawan, bola umpan silang Nur sukses disambut Diego Sivla yang tak terkawal lewat sundulannya yang sukses mengoyak jala Persib.
Persib coba memberi respon atas lahirnya gol tuan rumah dengan lebih mengintensifkan serangan. Namun, kokoh dan disiplinnya barisan pertahanan PSIS membuat upaya Ezechiel N’Douassel belum mengenai sasaran.
Persib Bandung nyaris menyamakan kedudukan di menit 45+2, namun sepakan Oh In-kyun mengonversi umpan N’Douassel masih terlalu lemah sehingga Jandia Eka Putra dengan mudah menyambutnya untuk mengamankan gawan dari kebobolan.
Memasuki interval kedua, Persib coba berinisiatif menyerang. Sejumlah peluang tercipta lewat kreasi N’Douassel namun lagi-lagi mampu digagalkan para palang pintu tuan rumah.
Asyik menyerang, Persib justru harus kembali kebobolan lewat kerjasama apik Bruno Silva dan Hari Nur Yulianto.
Silva yang melakukan sepakan silang di mulut gawang I Made Wirawan sukses dikonversi Yulianto yang bebas tanpa pengawalan pemain belakang Persib di menit 69.
Tertinggal 0-2 membuat skuat besutan Mario Gomez coba tampil lebih menekan. Sejumlah serangan nyaris membahayakan jala gawang Jandia Eka Putra, namun sang kiper tampil cukup mengesankan di laga itu.
Persib justru kembali tertinggal jauh setelah Ibrahim Conte yang beberapa kali membuat kesempatan akhirnya mampu mencatatkan namanya di papan skor di menit 75.
Unggul 3-0 membuat tuan rumah menurunkan tensi serangannya, sementara Persib terus mengonstruksi serangan lewat skema N’Douassel dan Jonathan Bauman. Sayang, tim tamu gagal mengejar satu pun gol dan laga berakhir untuk kemenangan telak tuan rumah 3-0.
Susunan Pemain:
PSIS Starting XI: Jandia Eka Putra; Gilang Ginarsa, Haudi Abdillah, Rio Saputro, Safrudin Tahar; Bayu Nugroho, Ibrahim Conteh, Muhamad Yunus, Nerius Alom; Bruno Silva, Hari Nur Yulianto (C). Substitusi: Joko Ribowo, Frendi Saputra, Petar Planic, Hafit Ibrahim, Widya Wahyu Fitriyanto, Aldaier Makatindu, Komarudin.
PERSIB Starting XI: I Made Wirawan; Bojan Malisic, Henhen Herdiana, Tony Sucipto, Victor Igbonefo (C); Atep, Hariono, Oh Inkyun, Puja Abdilah, Agung Mulyadi; Ezechiel Ndouasel. Substitusi: M. Natshir, Indra Mustafa, Ghozali Siregar, Kim Jeffrey Kurniawan, Jonathan Bauman, M. Wildan, Muchlis Hadi Ning.
(qur/pojoksatu)

Oknum Jakmania Berulah, Persija yang Kena Getah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Aksi tak terpuji yang dilakukan oknum pendukung Persija Jakarta, Jakmania akhirnya berujung sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Dikutip dari Goal, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar Rp45 juta kepada Macan Kemayoran atas aksi pelemparan botol yang dilakukan suporternya itu.
Ulah tak sportif Jakmania tersebut terjadi saat laga kontra PS TIRA di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Bekasi dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 pada 10 November lalu.
Komdis menilai suporter Persija terbukti melakukan pelemparan botol ke dalam lapangan. Imbasnya, berdasarkan keputusan sidang Komdis, 15 November 2018, Persija dikenai denda karena dinilai melanggar pasal 70 lampiran 1 Kode Disiplin PSSI.
“Denda wajib dibayar selambat-lambatnya 14 hari setelah diterimanya keputusan ini oleh Persija Jakarta,” demikian isi surat Komdis PSSI yang ditandatangani ketuanya, Asep Edwin Firdaus.
Dalam surat itu juga dituliskan pengulangan terhadap pelanggaran terkait bakal berakibat terhadap hukuman yang lebih berat. Namun, Persija tetap bisa mengajukan banding terhadap keputusan ini.
(qur/pojoksatu)

Babak Pertama, Sundulan Bruno Silva Bawa PSIS Unggul Atas Persib

POJOKSATU.id, MAGELANG – PSIS Semarang untuk sementara unggul atas Persib Bandung di babak pertama lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan 31, Stadion Madya Magelang, Minggu (18/11/2018) sore WIB.
Tuan rumah unggul 1-0 lewat aksi impresif striker mereka, Bruno Silva di menit 17. Sambil terbang Silva menyambut bola umpan silang Nur Yulianto yang gagal di antisifasi I Made Wirawan.
Persib Bandung sendiri tampil menyerang sejak wasit meniup peluit kick-off tanda pertandingan dimulai. Henhen bahkan nyaris mengoyak jala tuan rumah di menit 4, namun sepakannya masih tipis di atas mistra gawang.
Ditekan di menit awal, Laskar Mahesa Jenar mampu bangkit untuk kembali mendominasi jalannya pertandingan sepanjang 45 lebih.
Di menit 15, Conteh nyaris membuat stadion bergemuruh saat sudah berhadap-hadapan dengan kiper Persib, Made Wirawan. Namun, sepakan datarnya masih meluncur tipis di sisi kanan gawang.
Tuan rumah baru sukses mencetak gol lewat skema serangan dari sektor sayap kanan yang dikreasi Hari Nur Yulianto.
Menggiring bolo langsung ke jantung pertahanan lawan, bola umpan silang Nur sukses disambut Diego Sivla yang tak terkawal lewat sundulannya yang sukses mengoyak jala Persib.
Persib coba memberi respon atas lahirnya gol tuan rumah dengan lebih mengintensifkan serangan. Namun, kokoh dan disiplinnya barisan pertahanan PSIS membuat upaya Ezechiel N’Douassel belum mengenai sasaran.
Persib Bandung nyaris menyamakan kedudukan di menit 45+2, namun sepakan Oh In-kyun mengonversi umpan N’Douassel masih terlalu lemah sehingga Jandia Eka Putra dengan mudah menyambutnya untuk mengamankan gawan dari kebobolan.
Susunan Pemain:
PSIS Starting XI: Jandia Eka Putra; Gilang Ginarsa, Haudi Abdillah, Rio Saputro, Safrudin Tahar; Bayu Nugroho, Ibrahim Conteh, Muhamad Yunus, Nerius Alom; Bruno Silva, Hari Nur Yulianto (C). Substitusi: Joko Ribowo, Frendi Saputra, Petar Planic, Hafit Ibrahim, Widya Wahyu Fitriyanto, Aldaier Makatindu, Komarudin.
PERSIB Starting XI: I Made Wirawan; Bojan Malisic, Henhen Herdiana, Tony Sucipto, Victor Igbonefo (C); Atep, Hariono, Oh Inkyun, Puja Abdilah, Agung Mulyadi; Ezechiel Ndouasel. Substitusi: M. Natshir, Indra Mustafa, Ghozali Siregar, Kim Jeffrey Kurniawan, Jonathan Bauman, M. Wildan, Muchlis Hadi Ning.
(qur/pojoksatu)

Striker Muda AC Milan Ini Tak Silau dengan Kebesaran Real Madrid

POJOKSATU.id, MILAN – Suso Fernandez, striker muda AC Milan tengah menyita perhatian publik lewat aksi impresifnya sejauh ini bersama I Rossonerri di Serie A Italia.
Namanya pun kini santer dihubungkan dengan sejumlah klub jelang dibukanya jendela transfer pemain musim dingin Januari mendatang, salahsatunya adalah raksasa La Liga, Real Madrid.
Dikutip dari Goal, Los Blancos berniat untuk menandatangani pemain berusia 24 tahun asal Cadiz, Spanyol itu.
Suso dianggap tampil gemilang bersama AC Milan. Dirinya diharapkan bisa membawa perubahan positif untuk lini serang Madrid di pertengahan musim ini.
Namun, saat tahu dirinya menjadi salahsatu bidikan petahana Liga Champions itu, Suso ternyata tak terlalu gembira.
“Real Madrid? Saat ada klub besar tertarik dengan Anda, pastinya akan muncul rasa bangga. Bermain dengan mereka, salah satu klub besar di dunia merupakan kebahagiaan tersendiri dan menyenangkan jika bisa main di dekat rumah,” tutur Suso seperti dikutip dari Football Italia.
“Tapi sejauh ini saya masih senang tinggal di Milan. Saya punya hubungan baik dengan sang pelatih (Gennaro Gattuso). Dia pria yang hebat dan cocok buat Milan,” tandasnya.
Selain itu, Suso juga baru mengawali musim kontraknya bersama I Rossonerri yang baru akan habis empat tahun ke depan.
Kendati tentu saja, durasi kontraknya tidak akan menjadi penghambat jika sang pemain memang berniat hengkang dan Los Merengues sanggup menebus klausul pelepasannya senilai EUR 40 juta tersebut.
(qur/pojoksatu)