M88cvf

M88cvf là trang web của M88Cvf – Đưa bạn vào thiên đường cá cược

Latest Posts

Klasemen Grup B Piala AFF: Perebutan Tiket Semifinal Ketat, tapi Indonesia Sudah Tidak Dihitung

POJOKSATU.ID, BACOLOD – Persaingan di klasemen Grup B Piala AFF 2018 semakin ketat setelah Filipina dan Thailand bermain imbang 1-1 di Panaad Stadium, Bacolod, Filipina, Rabu (21/11/2018) malam. Namun Indonesia sudah tidak masuk hitungan dalam kompetisi ini.
Bagi Indonesia pertandingan Filipina vs Thailand diharapkan dimenangkan tim Gajah Perang. Asa itu sempat menguat ketika sontekan Supachai Jaided membawa Thailand unggul 1-0 pada menit 56.
Sayang harapan itu pupus pada menit 81 ketika Jovin Bedic membuat skor menjadi imbang 1-1. Kedudukan ini bertahan hingga laga usai.
BACA JUGA:
Wasssalam..Filipina Vs Thailand Seri, Indonesia Dipastikan Tersingkir
Thailand Unggul Sementara Atas Filipina, Suporter Indonesia Boleh Bersorak!
Klasemen Grup B Piala AFF, Indonesia Tersingkir sebelum Lawan Filipina?
Hasil ini sangat merugikan bagi Indonesia. Sebab Tim Garuda dipastikan sudah tidak bisa mengejar poin dua tim teratas.
Dengan koleksi 3 poin, anak asuh Bimas Sakti sudah tidak mungkin mengejar koleksi angka dua tim teratas, Thailand dan Filipina.
Kedua negara tersebut sudah mengemas 7 poin atau unggul 4 angka dari Indonesia di posisi keempat. Artinya laga lawan anak asuh Sven-Goran Eriksson di GBK Minggu (25/11/2018) mendatang hanya jadi pertandingan ‘wajib’ bagi Tim Merah-Putih.
Timnas Filipina. (affsuzukicup.com)
Singapura yang menang 6-1 atas Timor Leste juga masih berpeluang lolos jika mampu mengalahkan Thailand pada laga pamungkas, Minggu (25/11/2018) mendatang.
Pada laga di Singapore National Stadium Rabu malam, Singapura tampil trengginas. Safuwan Baharudin menjadi bintang pada laga ini dengan mencetak hattrick. Masing-masing pada menit 12, 19 dan 90+2.
Gol Tim Singa lainnya dihasilkan lewat brace Ihksan Fandi pada menit 30 dan 42, serta gol Faris Ramli menit 90. Sementara Timor Leste hanya mampu mencetak satu gol lewat Rufino Walter Gama.
Berikut klasemen Grup B Piala AFF 2018 hingga Rabu (21/11/2018) malam:
Klasemen Grup B Piala AFF 2018 hingga Rabu (21/11/2018) malam WIB. (AFFSusukiCup.com)
(fat/pojoksatu)

Prediksi Persija Vs Persela: Pangkas Margin, Lalu Adu Sprint

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Persija Jakarta akan melakoni laga tunda nan spesial kontra Persela Lamongan, Selasa (20/11/2018) besok malam. Pertandingan ini akan menandai kembalinya Macan Kemayoran menggunakan Stadion Utama GBK Senayan, sekaligus jadi kesempatan untuk mendekati PSM Makassar.
Persija dan PSM kini menjadi kandidat kuat juara Go-jek Liga 1 musim ini. PSM di puncak klasemen sementara dengan 54 poin, sementara Persija tepat di bawahnya terpaut empat angka.
Jadi laga tunda pekan ke-26 lawan Persela besok malam akan jadi kesempatan emas bagi Macan Kemayoran memangkas jarak dengan Juku Eja. Jika mampu memenuhi target menang, itu berarti Persija akan mengemas 53 poin atau tertinggal satu poin saja dari PSM.
BACA JUGA:
Hasil Lengkap Pekan ke-31, Klasemen dan Top Skorer Liga 1: Atas-Bawah Ketat
Jerman Vs Belanda: Tiket Terakhir Final Four UNL
Selanjutnya Persija dan PSM akan adu sprint menuju tangga juara dalam tiga laga sisa.
Sekadar diketahui tiga laga sisa PSM antara lain menjamu Bali United pada 25 November, kemudian tandang ke markas Bhayangkara FC pada 3 Desember dan menghadapi PSMS Medan di Stadion Andi Mattalatta pada 9 Desember.
Sementara tiga laga sisa Persija (setelah melawan Persela) adalah menjamu Sriwijaya FC pada 24 November, melawat ke kandang Bali United pada 2 Desember dan terakhir menjamu Mitra Kukar pada 8 Desember.
Pelatih Persija Jakarta, Alessandro Stefano ‘Teco’ Cugurra.
Kembali ke laga besok lawan Persela, Persija tentu tidak ingin terpeleset. Pelatih Persija, Stefano Cugurra alias Teco, mengaku sudah mempelajari permainan Persela. Para pemain diminta jangan sampai lengah.
“Bagaimana Persela bermain di tahun ini sudah kami pelajari. Kami paham beberapa pemain di sana main sangat bagus,” kata Teco dikutip Pojoksatu.id dari Liga-indonesia.id.

Hasil Lengkap Pekan ke-31, Klasemen dan Top Skorer Liga 1: Atas-Bawah Ketat

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Kompetisi kasta tertinggi Tanah Air, Go-jek Liga 1 musim 2018 sudah menuntaskan semua pertandingan pekan ke-31. Persaingan di klasemen sementara Liga 1 ketat di papan atas dan bawah.
Pertandingan terakhir pekan ini, Bhayangkara FC melumat Persipura Jayapura 2-0 di Stadion PTIK, Senin (19/11/2018) malam.
Usai pekan ke-31 ini belum ada kepastian soal komposisi papan atas dan zona degradasi. Artinya sisa tiga pertandingan ke depan, semua kemungkinan masih bisa terjadi.
BACA JUGA:
Oknum Jakmania Berulah, Persija yang Kena Getah
Heboh! Kabar Dugaan Suap Pemain Persib Kontra PSMS, Begini Reaksi Manajemen Ayam Kinantan
Termasuk satu laga tunda, Selasa (20/11/2018) besok, antara Persija vs Persela, yang hasilnya bisa makin memanaskan persaingan di jalur juara.
Belum adanya kepastian siapa juara dan siapa saja yang degradasi, membuat penyelenggaraan Liga 1 2018 menjadi yang paling ramai. Bahkan bisa dikatakan paling seru diantara kompetisi lainnya.
Pelatih Persija Jakarta Alessandro Stefano ‘Teco’ Cugurra.
Hal ini seperti dikatakan pelatih Persija, Stefano Cugurra alias Teco. “Saya pikir Indonesia punya liga yang bagus. Beberapa tim masih berpeluang jadi juara. Tim papan bawah juga belum ada yang degradasi, semua tim sangat kerja keras. Poin sangat dekat,” tutur Teco dikutip dari Pojoksatu.id dari Liga-indonesia.id.
Saat ini di tangga juara, secara matematika tim yang berpeluang menjadi juara adalah PSM, Persija, Persib dan Bhayangkara FC. Persaingan barangkali akan sengit sampai pekan terakhir.

Jerman Vs Belanda: Tiket Terakhir Final Four UNL

POJOKSATU.ID, GELSENKIRCHEN – UEFA Nations League (UNL) Liga A sudah memasuki fase akhir penyisihan grup. Tersisa satu tiket semifinal atau final four yang akan diketahui, Selasa (20/11/2018) dini hari nanti WIB, setelah laga Jerman kontra Belanda.
Tiket terakhir itu akan dari juara Grup 1, di mana Belanda dan Prancis berpeluang meraih tiket ini. Prancis udah menuntaskan semua pertandingannya dengan mengemas 7 poin akhir.
Belanda di peringkat kedua dengan 6 poin hanya butuh hasil imbang lawan Jerman untuk menggusur Prancis di puncak klasemen sekaligus melaju ke semifinal. Tiga tiket sebelumnya sudah disegel Swiss, Inggris dan Portugal.
BACA JUGA:
Inggris Tembus Final Four UNL, Finalis Piala Dunia 2018 Terdegradasi
Ivan Rakitic Ungkit Final Piala Dunia 2018, Sebut VAR Pihak Prancis
Dalam empat tahun terakhir, Tim Oranye hanya berstatus tim semenjana di Eropa. Pada dua turnamen mayor, Euro 2016 dan Piala Dunia 2018, Belanda absen.
Namun, sejak di tangan Ronald Koeman, Belanda mengalami kebangkitan. Kampiun Euro 1988 itu punya kans lolos ke fase final UEFA Nations League tahun depan. Syaratnya Belanda sanggup mengalahkan Jerman di matchday keempat Grup 1 League A di Veltins-Arena dini hari nanti (20/11).
Ronald Koeman.
Virgil van Dijk dkk bahkan hanya membutuhkan hasil imbang lawan Jerman ini. Seandainya hasil seri terjadi maka Belanda dan Prancis punya poin yang sama yakni tujuh. Namun karena sampai kemarin (18/11) agregat gol Belanda lebih baik yakni plus empat (6-2) dibandingkan agregat gol Prancis yang nol (4-4), Belanda yang bakal memuncaki klasemen Grup 1.
Nah, Koeman kepada Sky Sports kemarin mengatakan sepak bola Belanda memiliki masa depan yang cerah. Mantan pelatih Everton itu optimistis Oranye akan terhindar dari hat-trick gagal partisipasi di turnamen mayor.

Diam-Diam, Arsene Wenger Pernah Negosiasi dengan Real Madrid!

POJOKSATU.id, PARIS – Real Madrid telah mempermanenkan Santiago Solari sebagai pelatih Gareth Bale dan koleganya hingga akhir musim.
Solari yang ditunjuk sebagai karteker Julen Lopetegui yang dipecat itu mampu menjawab tantangan klub dengan mempersembahkan kemenangan demi kemenangan untuk Los Blancos.
Real Madrid yang sempa majal dibeberapa laga di pentas domestik maupun Liga Champions kini bisa kembali ke jalur kemenangan.
Namun, terlepas dari keputusan Madrid mematenkan status Solari, pihak manajemen raksasa ibukota Spanyol itu ternyata pernah nelakukan negosiasi dengan Arsene Wenger, mantan manajer legendaris Arsenal.
Sinyalemen ini sebagaimana diungkapkan mantan Presiden Paris Saint-Germain, Charles Villeneuve. Kepada Paris United  ia mengisahkan tentang upaya Los Blancos menggoda Arsene Wenger agar merapat ke Santiago Bernabeu saat sang Profesor masih menjadi manajer Arsenal.
“Saya menyaksikan Wenger bernegosiasi dengan Real Madrid di Italia,” kata Villeneuve seperti dikutip dari Diario AS.
Mantan presiden Les Parisiens itu pun mengklaim menyaksikan langsung momen negosiasi tersebut. “Dua klub selalu menginginkannya sebagai pelatih. Saya menghadiri gym di Italia di mana Real Madrid bernegosiasi dengannya,” kata Villeneuve. “Tapi dia memutuskan tetap di Arsenal,”
Selain Real Madrid, sambung Villeneuve, Bayern Munchen juga sangat menginginkan jasanya. “Setelah waktunya di Monaco, mereka (Bayern) benar-benar menginginkannya, terutama karena Arsene adalah quadrilingual,” ucapnya.
(qur/pojoksatu)

Pemain Ini Ungkap Persamaan Santiago Solari dengan Zidane

POJOKSATU.id, MADRID – Penyerang Real Madrid, Borja Mayoral yang saat ini dipinjamkan ke Levante menyebutkan ada persamaan indentik antara Santiago Solari dengan Zinedine Zidane.
Kendati Mayoral kini take lagi dalam besutan Solari, namun ia pernah merasakan “sentuhannya” saat  masih di tim junior atau Castilla.
“Sangat bagus. Dia benar-benar dekat dengan para pemain, sangat mirip dengan (Zinedine) Zidane,” sebut Mayoral seperti dikutip dari Diario AS.

“Dia sangat baik dalam mengelola skuat yang merupakan sesuatu yang selalu dituntut Madrid. Aku senang untuknya dan senang klub telah menaruh kepercayaannya padanya,” sebut dia.
Soal statusnya yang kini dipinjamkan, Mayoral berharap suatu saat nanti bisa kembali ke dalam skuat utama Los Blancos, kendati mengaku senang kini menjadi bagian dari skuat Levante.
“Ya, pasti. Aku ingin melakukannya dengan baik di Madrid dan dengan tim nasional, tapi aku tahu itu terlalu cepat untuk itu dan aku harus fokus pada klubku saat ini, Levante,” ujarnya.
“Hebat. Aku dibuat merasa disambut luar biasa. Ini klub berbasis keluarga dan aku merasa di rumah. Kita juga mendapatkan hasil,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Antoine Griezmann Pernah Dibuat Galau oleh Barcelona

POJOKSATU.id, MADRID – Striker Atletico Madrid, Antoine Griezmann mengaku belum bisa melupakan keputusannya menolak pinangan Barcelona pada jendela transfer pemain musim panas tahun ini.
Griezmann mengaku menolak tawaran klub sekaliber Blaugrana bukanlah perkara mudah. Namun, dukungan yang ia terima dari publik Atletico membantunya mantap memilih bertahan.
Kendati begitu, penggawa Timnas Prancis di Piala Dunia 2018 Rusia itu mengaku sempat tersiksa selama beberapa waktu atas keputusan tersebut, dengan Barca dilaporkan siap menebusnya seharga EUR 100 juta.
“Sulit menolak Barca? Sangat sulit,” tegas Griezmann kepada Canal Plus seperti dikutip dari Goal.
“Ada Barca yang menginginkan Anda, yang menghubungi Anda, yang mengirim pesan. Tapi kemudian ini adalah klub di mana Anda berada, di mana Anda adalah pemain Anda dan di mana mereka membangun proyek di sekitar Anda,” tuturnya.
Pemain berusia 27 tahun itu mengungkapkan, perhatian klub terhadap dirinya yang membuat ia menolak pinangan raksasa Catalonia tersebut.
“Melihat rekan setim dan terutama pelatih setelah pertandingan di mana saya disiuli, ia datang ke rumah secara mengejutkan untuk menenangkan saya dan bicara dengan saya dan menunjukkan saya memiliki kepercayaan darinya,” tuturnya.
“Rekan setim saya dan orang-orang di klub melakukan segalanya, mereka datang untuk bicara kepada saya, menaikkan gaji saya. Mereka melakukan segalanya untuk menunjukkan ini rumah saya dan saya tidak perlu pergi,” sambungnya.
Griezmann menilai, menjadi pilihan kedua di belakang Lionel Messi juga menjadi faktor yang melatarbelakangi keputusannya.
“Tanpa disadari, menjadi pelapis Messi mungkin juga memainkan peran (menolak tawaran Barca),” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Pep Guardiola Dituding Jadi Biang Kemerosotan Der Panzer

POJOKSATU.id, MUNICH – Der Panzer, sebutan untuk timnas Jerman tengah dalam performa buruk pasca terdegradasi dari gruo UEFA Nations League.
Juara dunia empat kali itu kini terdampar di dasar klasemen grup Liga Bangsa-Bangsa di Eropa yang digagas UEFA tersebut.
Jerman terdegradasi setelah gagal memenangkan tiga pertandingan sejauh ini di turnamen tersebut. Sebelumnya, Der Panzer juga tersingkir di fase grup Piala Dunia 2018 Rusia setelah hanya mengemas tiga poin dari grup ‘enteng’.
Mantan penggawa Timnas Jerman, Hans-Peter Briegel pun menilai anjloknya performa Timnas Jerman tidak terlepas dari kehadiran Pep Guardiola di Bundesliga beberapa musim lalu.
Menurut dia, keberadaan pelatih asal Catalonia itu di Bayern Munchen telah memberikan pengaruh buruk pada Der Panzer.
Dikatakan dia, Guardiola yang menukangi Bayenr Munchen antara 2013 hingga 2016 telah menerapkan filosofi penguasaan bola yang menjadi ciri khasnya di klub raksasa Bundesliga tersebut.
Kendati sukses mempersembahkan timnya merengkuh tiga gelar liga, dua DFB-Pokal, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub, namun Briegel menilai filosofi Guardiola justru mengubah mentalitas sepakbola Jerman.
“Prinsip yang sangat sederhana luput dari pikiran kita, bahwa dalam sepakbola hasil lebih penting dari mengontrol pertandingan,” katanya kepada Repubblica seperti dikutip dair Goal.
“Sejak Guardiola tiba di Bayern, sesuatu telah berubah. Kami memiliki ilusi bahwa 75 persen penguasaan dibutuhkan untuk menang. Tapi mengontrol bola saja tidak cukup untuk mendapat hasil, tidak selalu,” sebutnya.
“Sejarah terkini, dan juga dengan juara dunia Prancis, telah menunjukkan bahwa Anda juga bisa menang dengan memberikan bola kepada lawan dan memilikinya kurang dari 50 persen,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Kala Marcus Rashford ‘Pecundangi’ Pemain Terbaik Dunia

POJOKSATU.id, LONDON – Timnas Inggris sukses membungkam Timnas Kroasia dalam laga krusia UEFA Nations League di Wembley Stadium, Senin (19/11/2018) dini hari WIB dengan skor ketat 2-1.
Dengan hasil positif tersebut, The Three Lions pun sukses melaju ke final sekaligus mendegradasikan runner-up Piala Dunia 2018 Rusia itu ke grade B.
Dalam laga tersebut, para penggawa tuan rumah tampil cukup mengesankan kendati sempat tertinggal lebih dahulu di menit 57 lewat gol Kramaric.
Jadi Penentu Kemenangan, Pelatih Timnas Inggris Puji Harry Kane Setinggi Langit

Oh my days, Rashy just sent Modric back to Tottenham pic.twitter.com/X681sbpGFN
— MSP2 (@MSPMSPMSP12345) November 18, 2018

Namun Inggris sukses menyamakan kedudukan lewat kreasi Jesse Lingard di menit 78 dan membalikkan keadaan lewat aksi Harry Kane di menit 85.
Dalam laga tersebut, terjadi momen yang cukup menyita perhatian publik saat penggawa Inggris, Marcus Rashford mengecoh Pemain Terbaik dunia 2018, Luka Modric.
Dikutip dari Sky Sport, aksi penggawa Manchester United itupun telah dibagikan banyak orang di jejaring sosial.
Betapa tidak, Marcus Rashford membuat Pemain Terbaik Piala Dunia 2018 itu berputar dengan keterampilan yang tinggi.
Aksinya terjadi di babak pertama saat Rashford coba menggiring bola ke area penalti Kroasia. Namun, ia harus dihadapkan dengan Luka Modric yang siap membendungnya.
Namun, dengan gocekannya, Modric terkecoh dan nyaris terjatuh sebelum menggunakan sedikit gerak kaki untuk melewati gelandang Real Madrid itu.
(qur/pojoksatu)

Jadi Penentu Kemenangan, Pelatih Timnas Inggris Puji Harry Kane Setinggi Langit

POJOKSATU.id, LONDON – Harry Kane tampil jadi pembeda dengan mempersembahkan kemenangan untuk Timnas Inggris atas Timnas Kroasia di ajang UEFA Nations League di Wembley Stadium, Senin (19/11/2018) dini hari WIB.
Dengan hasil ini, The Three Lions pun sukses menyegel satu tiket ke final Liga Bangsa-Bangsa di benua biru itu sekaligus mendegradasikan runner-up Piala Dunia 2018 Rusia itu ke grade B.
Tuan rumah sendiri sempat tertinggal dari tamunya setelah Kramaric mengoyak jala Pickford di menit 57.

Namun Inggris sukses menyamakan kedudukan lewat kreasi Jesse Lingard di menit 78 dan membalikkan keadaan lewat aksi Harry Kane di menit 85.
Sang pelatih, Gareth Southgate pun melayangkan pujian setinggi langit untuk nama terakhir yang disebutkan di atas.
Betapa tidak, selain tampil menjadi pembeda, bomber Spurs itu juga menjadi biang bagi lahirnya gol penyeimbang dari Lingard.
“Saya pikir terus terang Harry (Kane) adalah pencetak gol terbaik di dunia. Jadi, Anda enggan untuk menepikan kemampuannya,” kata Southgate seperti dikutip dari Goal.
Baginya, Kane mampu menunjukkan konsistensi selama membela Inggris diberbagai ajang. “Beberapa orang mempertanyakan keputusan pada musim panas kemarin (menjadi topskor Piala Dunia) tapi ia merupakan penendang penalti utama kami dan juga sosok pemimpin,” sebutnya.
“Dalam 98 persen dari pertandingan, permainannya dan segalanya sangatlah penting. Jadi kami memiliki kepercayaan besar padanya dan ia juga lapar untuk memimpin tim lebih jauh di masa depan,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)